The first 200 lines.
- Adaptasi dari Retail oleh - * H@w-to-kiLL *
Bersikap alami saja. Bicara dari hati. Ayo.
Apakah... Oh, oke. Hei.
Kurasa kisahku dimulai dari sini.
Aku berada di kota untuk sebuah pertunjukan oleh The Dead.
Dan aku berusaha untuk mendapatkan sebuah tiket,
dan aku butuh sebuah keajaiban, sungguh.
Dan keajaiban tidaklah datang.
Vanku sepertinya kehabisan bensin.
Jadi, aku menepi ke sebuah lahan parkir ini.
Dan aku terbangun keesokan harinya dan melihat gedung besar ini,
dan aku masuk ke dalam untuk menggunakan kamar kecilnya,
yang tak seharusnya kau lakukan,
dan aku tetap tinggal untuk misa gereja.
Dan, kau tahu, saat aku mendatangi sebuah pertunjukan Dead
aku selalu merasa seperti pulang ke rumah,
tapi sungguh itu seperti sebuah pesta besar di sebuah kamar hotel.
Dan dengan keluargaku, ketika kami pergi ke gereja,
kau tahu, seperti hal yang sama.
Kami semua berkumpul bersama, dan kami... Mereka memainkan lagu,
dan ada semacam rasa komunitas.
Orang-orang di sini baik.
Ketika aku melihat rekaman bersejarah itu,
ketika aku tahu dalam hatiku apa yang dikorbankan...
Oh, sudah mulai. Sudah mulai!
Carl! Carl! Ayo.
Aku percaya Dia adalah seperti yang Dia katakan.
Seorang penyelamat yang mengemban semua dosa di dunia ini
dan membuka sebuah pintu ke dunia lain.
- Hei, Jim. - Maaf.
Kau keren, Pastur Dan!
- Boleh aku merespons? - Silakan, silakan.
Baik, mari kita bertanya pada Tuhan beberapa pertanyaan sederhana.
Di manakah Dia selama lnkuisisi Spanyol?
9/11? Holokaus? Wabah?
Kelaparan? Gempa bumi?
Dan ke manakah dia selama ribuan tahun penderitaan manusia?
Ayolah!
Jika benar ada Tuhan,
adakah bajingan yang lebih tak adil, malas, pendendam...
Boo!
dalam seluruh sejarah umat manusia?
Bagaimana denganmu? Hah?
Bagaimana denganmu?
Para hadirin sekalian,
Pastur Day, apa yang kau lihat sebagai bukti nyata keberadaan Tuhan?
Aku lihat bukti keberadaan Tuhan di mana pun aku melihat.
Dalam hukum. Dalam alam. Dalam budaya.
Bahkan, kita sedang berada dalam sebuah auditorium yang penuh dengan bukti.
Apakah ada bukti malam ini?
- Di sini! - Ya!
Aku melihat sebuah wajah yang kukenal.
Ya, suamiku!
Ya. Ayolah, nak.
- Carl, apakah Carl Vandermeer? - Ayo, berdirilah.
Ya!
Itu dia.
Tidak lama yang lalu, Carl adalah jiwa yang hilang.
Dia adalah seorang pengikut sebuah grup rock bernama The Grateful Dead.
Sebuah ''deadhead''?
Apa benar?
Sebuah deadhead.
Yang berarti hidup dengan alkohol, seks,
narkoba, banyak sekali narkoba.
Gaya hidup itu membawa kebahagiaan untukmu. Bukan begitu, Carl?
Tidak.
Kebahagiaan sesungguhnya tak datang dari menghancurkan otak kita.
Itu datang dari tunduk pada rencana sempurna Tuhan untuk kita.
Dan rencana sempurna Tuhan untuk Carl
adalah bagi dia untuk bertemu gadis cantik bernama Gwen
dan putrinya Angie.
Mereka membawa dia pada Kristus.
Haleluya!
Sekarang dia punya sebuah keluarga bahagia,
sebuah pekerjaan di departemen percetakan gerejaku,
tapi di atas semua itu,
cinta.
Dia adalah pria yang sudah berubah.
Apa dia sendiri yang melakukan semua itu?
Tidak! Sidik jari Tuhan ada di seluruh pria ini.
Itu bukan omong kosong. Itu bukti.
Aku takkan menyebut itu bukti.
Aku akan menyebutnya menukar satu narkoba untuk yang lainnya.
Oh, ayolah!
Dan aku lebih suka narkoba yang dipakai oleh deadhead.
Setidaknya kau tahu kau berhalusinasi.
Tolong. Tolong, yang benar saja.
- Terima kasih. - Ini dia.
Terima kasih banyak sudah datang. Permisi sebentar.
Hei, gadis cantik.
Dan, sangat bagus.
- Terima kasih banyak. Terima kasih. - Sangat bagus.
Kemenangan besar, Pastur. Kau baru saja memusnahkan dia.
- Terima kasih, terima kasih. - Ya, tentu saja.
Kau pasti ayahnya Gwen.
Ya, benar. Jim Hunt. Kelasi, Pensiunan Angkatan Laut A.S.
Kita sudah bertemu di gereja.
Tentu, tentu.
Saat kau membicarakan tentang Carl, begitu menyentuh.
Terima kasih. Dia adalah seorang inspirasi, Gwen.
Pekerjaan bagus, sobat!
Aku membingkainya dengan cantik.
Aku bahkan mendapatkan lingkaran kepala dari sorot lampu panggung.
Terima kasih, Jerry!
Hei kau, sesama petualang.
Apa?
Aku tak bisa tak mendengar bahwa kau sedang bepergian.
Oke...
Sayang, Foster sayang.
Tur dari '81 hingga '92.
Selalu saling menemukan, ya?
Ya. Itu sudah lama sekali.
Satu menit kau berada dalam van dengan 9 orang,
dan berikutnya kau adalah petugas keamanan kampus.
Pria gereja.
Itu aneh. Apa kabar, bung?
Ya, uh...
Aku harus... Senang bertemu denganmu.
- Ya. - Ya.
Baik.
Teruslah berkarya, bung.
Gwen dan aku telah memikirkan ide ini selama beberapa minggu terakhir.
Dan kami ingin mengutarakannya padamu.
Silakan.
Kami ingin membuka sebuah teater film, kau tahu.
Di mana kami bisa menayangkan jadwal penuh atas film-film Kristiani.
Dari Ten Commandments hingga The Passion of the Christ.
Kurasa ini sempurna untuk City on the Hill.
Ya. Siapa yang menciptakan gambaran ini?
Oh, itu Gwen.
- Dengan cepat. Kukerjakan dengan cepat. - Ini bagus.
- Ini indah, Gwen. Sangat indah. - Kau menyukainya?
Kita bisa buka dengan satu,
dan kemudian kita bisa memperluasnya hingga...
Carl! Carl, kemarilah. Jangan malu.
Sungguh sangat indah. Kau punya istri yang sangat berbakat.
- Terima kasih. - Ya.
Kuharap aku tidak membuatmu malu, Carl,
dengan memintamu berdiri dan memperkenalkan dirimu.
Tidak, tidak. Jika itu membantu, kurasa... Itu salah satu dari...
Dia sangat tahu bahwa dia adalah sebuah inspirasi, bukan?
Secercah harapan.
Ya, tentu saja.
- Tapi kau tahu, untuk ini... - Pastur Dan!
Pertunjukan bagus.
Oh, terima kasih, Paul.
Sebuah tebakan murah, di sana sini.
Bahkan Tuhan tak berada di atas tebakan murah dulu dan sekarang.
Apa pun yang dibutuhkan, Paul.
Ini adalah Carl Vandermeer.
Ah, ya, si deadhead.
Dan istrinya, Gwen.
- Halo. - Halo.
Ya. Dan ini ayahnya, Jim.
- Apa kabarmu? - Sekarang, Pastur.
Biasanya aku mengundang lawanku untuk pesta pasca debat.
Apa?
Sebuah minuman. Di kantorku.
Paul, aku tak yakin soal itu. Aku ada upacara di pagi hari.
Aku akan membantumu menulisnya. Ajaklah deadhead!
Ini adalah kesempatan besar, nak.
Aku ingin kau memastikan memberikan ini pada Pastur Dan.
Jangan lupa. Ini sangat penting.
- Oke. - Kau tak ikut?
Aku takkan berbagi roti dengan ateis itu
walau dia adalah orang terakhir di Bumi ini.
- Silakan. - Terima kasih banyak.
Uh, tidak, aku tidak...
Oh. Benar. Tentu.
- Jadi, Pastur. Sebuah pengakuan. - Mmm-hmm.
Aku berbohong.
Aku tak biasanya mengundang penginjil yang kulawan untuk minum denganku.
Benarkah?
Namun, kau berbeda.
Seorang lawan yang pantas.
- Bersulang. - Bersulang.
Jadi, ada yang ingin kusampaikan.
Apa itu?
Kita berdua adalah penulis dari buku terlaris.
Bagaimana jika kita menulis satu buku?
Serangkaian buku percakapan
tentang pandangan berbeda dunia kita.
Kita pergi ke rumah danauku, merekamnya, hanya berbicara.
Menulis semuanya dalam 1 minggu.
- lndah sekali di sana. - Mmm. Aku yakin.
Aku bahkan sudah dapat sebuah judul.
The Great Divide oleh Paul Blaylock dan Pastur Daniel Day.
Bagaimana menurutmu?
Wah, Paul, aku orang yang sangat sibuk.
Aku punya gereja, proyek City on the Hill, buku-buku milikku sendiri.
Tapi, harus kuakui, itu ide yang sangat menarik.
Agenku yang memikirkannya.
Bisa membawa banyak orang tak percaya kepada Kristus.
Atau orang percaya pada alasan nyata.
Dari awal lahir
hingga Muhammad terbang ke surga dengan kuda bersayap.
Bagaimana menurutmu, Carl?
Akankah kau membaca buku semacam itu?
Uh, ya. Aku membaca buku-buku tentang...
Bagaimana menurutmu tindakan kita
No comments yet. Be the first to leave one.