Season 1

Release info

Mandala Murders 2025 S01 NF WebDL 1080p VP9 6Ch AAC DR1VEN
A Commentary by dr1ven
NF Retail

Tags

webdl
Published on: 2025-07-26
Downloads: 197
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 195 lines.

Rea.

Yast!

Rea, Yast!

Yast?

Pak Jimmy sudah siuman, Bu. Dia ingin bertemu kau.

Datanglah ke rumah sakit.

Dia siuman beberapa waktu lalu. Dia terus menanyakanmu.

- Pak Jimmy? - Rea…

Pak Jimmy.

- Kau sudah mendingan? - Rea, kau…

Rea, bu…

- Rea, bu… - Aku turut prihatin tentang Noor.

Rea…

Rea, bukunya…

Buka bukunya.

- Yang ini? - Ya. Bukalah.

Lihat halaman lima.

Rea, kau juga bagian dari Mandala itu.

"Nandini"?

ANANT DAN NANDINI PASANGAN ILMUWAN, SEKITAR TAHUN 1951

BAGIAN 4

DAK BUNGALOW DIVISI HUTAN VARUNA

Selamat datang.

- Pak Jayanand? - Ya.

- Apa kabar? - Baik. Namaste, Bu.

- Kita belum pernah bertemu. - Robert McCauley.

Aku petugas hutan di sini selama 15 tahun.

- Senang berkenalan. Aku Anant. - Nandini.

Senang berkenalan.

Lewat sini.

Silakan lewat sini.

Aku jatuh cinta pada Charandaspur, aku relakan negaraku demi tinggal di sini.

Aku bilang juga, “Tentu, Pak.

Kami sudah sabar 300 tahun, jadi beberapa tahun lagi tak masalah.”

Bagus.

Mari kita siap-siap, lalu pergi ke lokasi.

Ke Aayasthal? Sekarang?

Hujannya masih deras.

Kenapa? Apa ada masalah?

Aayasthal takkan ke mana-mana.

Bima telah memasak litti-chokha terenak untukmu.

Makan malam dan istirahatlah dulu. Ayo.

Besok pagi kita ke sana.

- Silakan. - Bhima, siapkan meja makan.

Katakan.

Bulan lalu perizinan untuk PLTN ini sudah keluar, 'kan?

Ya, kami sudah mendapat izinnya.

Lalu, kenapa belum dimulai?

Belum ada satu pun pohon yang ditebang.

Aku juga mendengar

Sthal yang ada di tengah area itu tampaknya masih utuh berdiri.

Pak Anant, ada hutan lain yang terhubung dengan Hutan Varuna.

Sebenarnya, lokasi ini jauh lebih pas untuk PLTN yang kau rencanakan.

Besok kami akan membawamu ke sana.

Aku bukan mau buka kedai teh.

Aku tak bisa mengganti lokasi pilihanku.

Kita sedang membahas tentang PLTN. Kalian paham betapa seriusnya ini?

- Ya, tapi… - Pak.

Sebenarnya, komite pertahanan telah menyetujui area ini.

Jadi, itu tak bisa dipindahkan.

Dengar, aku dengan tulus mendesakmu menerima saranku.

Sangat berbahaya pergi ke sana saat badai begini.

Beristirahatlah. Besok kami akan mengantar kalian.

Pak Jayanand, kami kemari bukan untuk istirahat.

Kami ingin melihatnya sekarang.

Oke.

Pak McCauley sangat mengenal Hutan Varuna,

dan Pak Giyassudin, kau tahu soal penyihir.

Aku tak bisa ikut.

Tak masalah. Ayo pergi?

Aayasthal ada di dalam perimeter PLTN kalian.

Aayasthal? Apa itu?

Ada sekelompok wanita yang disebut Aayastis.

Orang Charandaspur percaya bahwa mereka menyembah iblis,

dan mereka bukan wanita, tapi penyihir

yang berlatih ilmu hitam di sini.

Penduduk desa sangat takut pada mereka sehingga mereka tak pernah ke sini.

Tapi selama bertahun-tahun sekarang, aku telah meneliti dewa mereka

dan simbol yang mereka sembah.

Kau juga percaya semua ini?

Tak penting apa yang kupercayai.

Ada hal yang memang di luar wilayah pemahaman manusia.

Kita sudah tiba.

Kita tiba di Aayasthal.

Baiklah.

Akan dibangun sthal baru atau apa pun itu untuk mereka di tempat lain.

Lebih besar dan lebih baik.

Akan kujelaskan pada mereka.

Maaf, Pak,

tapi biarkan Nandini yang menangani ini.

Kenapa Nandini?

Percaya padanya. Dia tahu tentang ini.

Orang selalu menganggap keyakinan orang lain sebagai ilmu hitam.

Dan para pelakunya sebagai penyihir dan tukang sihir.

Tapi kami hanya wanita biasa, yang menyembah dewa kami yang luar biasa.

Dia mengabulkan permintaan kami sebagai balasannya.

Sesederhana itu, tapi para pria di desa ini tak mengerti.

Aku Rukmini, Mahamani dari Aayastis ini.

Berbeda dengan apa yang kalian pikir tentang orang desa,

aku juga berpendidikan.

Aku Nandini dari Bombay,

fisikawan partikel.

Maksudku, ilmuwan riset.

Kau di sini untuk menghancurkan tempat ini?

Bisa dibilang begitu.

Siapa nama dewamu?

Yast.

Yast?

Aku belum pernah dengar tentang dia.

Yast memilih pengikutnya.

Kau mengenal Yast hanya jika kau ditakdirkan untuk itu.

Siapa tahu, Yast mungkin memilihmu.

Aku tak percaya pada Dewa.

Kau percaya pada sains.

Aku tahu.

Tapi kalau kau fanatik pada sains, sampai tak percaya apa pun lagi,

bukankah itu juga pengabdian?

Tapi beda dengan pemuja biasa,

Aku tak memandang rendah praktik lain.

Aku tak takut akan pengalaman baru.

Batu biru itu…

Nandini, Sudah kau beri tahu mereka?

Belum, aku baru mau beri tahu.

Tak masalah. Biar aku saja.

Begini, Bu,

pemerintah mengakuisisi tanah ini untuk kepentingan rakyat.

Kami akan membangun PLTN di sini, demi masa depan cerah negeri ini.

Kau dan aku tak bisa menolak ini.

Jadi, aku dengan tulus memintamu untuk mulai memindahkan markasmu.

Kami akan membangunkan kalian

Aayasthal yang lebih besar dan baik di tempat lain.

Adil, 'kan?

Terima kasih.

Ayo, Nandini?

Ayo pergi.

Yast telah memilih tempat ini.

Jika kalian ingin menghancurkannya,

baik pemerintah kalian, maupun pengabdian kami

takkan bisa menyelamatkan kalian

dari kehancuran di masa mendatang.

Bagus.

Ayo. Ayo pergi.

MANIPULATOR ENERGI, PROTOTIPE β

Ada apa?

Kenapa istriku terlihat kebingungan?

Siapa yang mengganggu geniusku yang cantik?

Masalah ini terlalu sepele untuk dipikirkan…

Fisikawan terkemuka India, Nandini Pant.

Lantas?

Ada apa, Sayang?

Anant, batu yang ada di leher patung itu,

sepertinya itu bukan batu biasa.

Rasanya… seperti dari dunia lain.

Dari dunia lain?

Aku tak bisa jelaskan, tapi ada yang aneh soal tempat itu.

Ada energi yang berbeda.

Sesuatu yang mistis.

- Kau tak merasakannya? - "Sesuatu yang mistis"?

Kenapa kau sampai percaya hal-hal mistis itu?

Pasti batu permata itu dicuci dengan bahan kimia agar makin bercahaya.

Apa yang mistis soal itu, Sayang?

Lupakan semua ini.

Kau benar.

Tapi mari lihat juga area yang diusulkan McCauley.

Bagaimana jika itu lebih cocok?

Kau serius?

Tak ada salahnya mencoba.

Lalu mengulangi seluruh prosesnya?

Desain, perizinan, dana, detail, berkas baru?

Kita mulai dari awal lagi.

Memangnya kita punya waktu?

Astaga, bisa-bisanya.

Mimpi kita adalah membangun PLTN pertama India merdeka,

itulah yang menyatukan kita, 'kan?

Kok bisa kau lupa itu?

Mereka akan mulai membangun PLTN kedua di Bombay.

Harus selesaikan proyek ini sebelum itu. Bagaimanapun caranya.

Aku juga ingin menyelesaikan proyek ini secepat mungkin.

Tapi jelas, ada sesuatu yang menahanku.

Anant, kumohon! Percayalah pada intuisiku.

Sains berlandaskan fakta, bukan intuisi.

Sejarah mengingat yang pertama, bukan yang kedua.

PLTN akan dibangun di sini, dan dibangun sebelum yang di Bombay.

Itu sudah jelas.

Nandini, pergilah ke rumah tamu. Aku yang akan bereskan ini.

Anant, hujan begini, perjalanan pulangmu akan lama.

Bisa, tenang saja.

Kakak Ipar,

jangan khawatir.

Pak Superintenden punya motor. Kami akan naik itu.

Nandini, jangan khawatir. Aku akan segera pulang. Oke?

- Pak Giyassudin. - Ya?

- Tolong antar dia ke rumah dinas. - Tentu.

Pak Giyassudin, berhenti.

Di sini?

Mandala Murders subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left