The first 200 lines.
DANAU CHAPEAU, SWISS
Nama tamu?
Tuan Brunner.
Silakan lanjutkan.
Pintu depan, masuk satu Mercedes.
Selamat malam.
Perimeter sudah diamankan?
Ya, sudah diamankan.
Ya, aku sedang berpatroli.
Sayang, aku pulang.
Dimengerti. Diterima di rumah perahu. Tepat waktu.
Faisil, kemarilah. Harry sudah di dalam.
Ya, aku datang.
- Hei, kau lahir di lumbung? - Bordil.
Baiklah.
Ada anjing penjaga dan sekelompok orang bersenjata di sana.
Aku beralih ke saluran kedua sekarang.
- Cek. - Ini radio komunikasi.
- Kami mendengarmu. - Cek.
Penjaga yang paling dekat denganmu bergerak pergi.
Dia ada di pintu pelayan. Dia masuk.
Singkirkan tanganmu!
- Permisi? - Kemarilah.
Apa itu? Perlu lebih banyak bawang putih.
Kau memasak untuk anjingmu? Singkirkan itu.
Cepatlah.
- Anjingku? - Tambah bawang putih?
Malam.
Senang bertemu. Anda dirindukan.
Baiklah, kau sudah lihat Khaled?
Ya, itu dia. Kenapa miliarder selalu pendek?
Jamal… Apa kabar, Sayang?
Permisi.
Benarkah? Sudah…
Kolonel! Apa kabar? Senang bertemu denganmu lagi.
- Ya, sudah lama sekali. - Luar biasa.
Siapa pria itu?
Bisa pegang ini sebentar? Terima kasih.
Baik, kau harus menyeberangi lobi utama, menuju ke tangga.
Baik, terus bergerak.
Aku di perpustakaan dan menuju balkon lantai dua.
Hei, Franz. Beri aku rokok.
Hei, kau selalu minta rokokku.
Kenapa kau tidak bawa sendiri?
WINDOWS VERSI 3.1
Modem terpasang.
Mentransmisikan, sekarang.
Baiklah. Sambungannya bagus.
SANDI, TERIMA, HAPUS
Ini fail terenkripsi. Hanya butuh beberapa menit.
Sandinya adalah…
Aku dapat sandimu.
Di mana toiletnya?
Aku sudah lama menahannya.
Di bawah sana, ke sebelah kiri.
Dan ini, Sayang, berasal dari era Darius III.
Dua dan enam.
Ya! Sempurna!
Kau benar.
Tarek memanggil Ali, kau mendengarku?
Lantai lima.
- Luar biasa, bukan? - Ya, lumayan.
Kukira aku kenal semua teman Khaled, tetapi kurasa aku belum bertemu denganmu.
Tidak, kita belum bertemu karena aku pasti akan ingat.
- Renquist, Harry Renquist. - Juno Skinner.
Juno Skinner. Ayo.
Juno Skinner, pedagang barang seni dan antik, spesialisasi Persia kuno.
- Ini Persia jika aku tidak salah. - Bagus sekali, tepatnya abad ke-6 SM.
- Kau suka abad itu? - Aku mengaguminya.
Perhatian! Penerobosan di rumah perahu!
Harry, ada masalah. Penjaga terlihat sibuk di sana.
- Sebagian besar karya ini untuk Jamal. - Kau bisa berdansa tango?
Tango.
Harry, kau tidak punya waktu untuk menari tango, Kawan.
Kau dengar?
Baiklah, Harry. Jangan terlalu bersantai sekarang.
Kau dengar? Kau harus pergi dari sana.
Ya! Fail terbuka!
Si Cepat Faisil berhasil lagi. Aku masuk. Aku siap, Sayang.
Aku akan masuk.
- Dan aku mengincar… - Salin saja failnya!
Kukira ini hanya akan jadi
sekumpulan bankir dan miliarder minyak membosankan lainnya.
Harry, tiap detiknya penting, Kawan. Singkirkan wanita itu.
Sayangnya, aku harus pergi. Aku harus mengejar pesawat.
Hubungi aku kapan-kapan. Kantorku di Roma.
Dengan senang hati.
Bajingan itu bersamanya dua menit, dan dia siap mengandung anaknya.
Baiklah, Pria Penari, apa strategi keluarmu?
Aku akan keluar dari gerbang depan.
Berani. Bodoh, tetapi berani.
Baiklah. Terima kasih. Selamat malam.
Kau!
- Pak, boleh kulihat undanganmu? - Tentu. Ini undanganku.
- Sial. Ini dia. - Ada perubahan rencana.
Berhenti! Berhenti, atau kutembak!
Ayo! Tangkap dia!
Diam.
Kami menuju titik pertemuan yang lebih sepi.
Kuulangi, titik pertemuan kedua.
Awas!
Ini disebut es, dan agak licin.
Itu dia!
Harry, kau dengar?
Aku bisa.
Sial.
Astaga. Aku bisa.
- Itu dia. - Sial.
Hai, Kawan-Kawan.
Ya. Itu berhasil. Tepat di gerbang depan lama.
Bisa bersandar?
Ayo. Kita masih bisa naik pesawat.
Baik, itu saja untuk Tuan Renquist. Baiklah, ayo.
Baiklah, ini dompet Harry Tasker, paspor Harry Tasker, potongan tiket.
Tagihan hotel, Tasker. Ada dua kartu pos di sini dari Jenewa.
Ada kunci rumah,
dan aku punya suvenir desa bersalju Swiss.
- Untuk apa itu? - Ini untuk Dana, Bodoh.
- Bawakan anakmu hadiah. - Baik.
- Sebagai seorang ayah. Ya. - Baik. Ide bagus.
- Baik, jemput aku besok pukul 08.00. - Baiklah.
Pengarahan pukul 10.00. Sampai jumpa pukul 08.00.
- Baik. - Sampai jumpa.
Hei, Harry. Kau melupakan sesuatu?
- Tim yang hebat. - Baiklah. Tidurlah yang nyenyak, Kawan.
Hai, Sayang. Bagaimana penerbanganmu?
- Baik-baik saja. - Bagus.
Ayah bawakan hadiah kecil dari Swiss, desa bersalju.
Astaga. Terima kasih, Ayah.
- Aku belum pernah punya ini. - Sama-sama.
Kau terlambat sekolah. Sebaiknya kau pergi.
- Jangan lupa beri makan Gizmo. - Baik. Ini cukup payah.
- Aku terlambat. - Ya, aku juga.
Bagaimana konvensinya?
Kau membuat para wiraniaga lainnya iri?
Itu luar biasa. Kau tidak akan percaya.
Kau seharusnya ada di sana. Kami menjadi pusat perhatian.
Dengan sistem pemesanan model baru, sistem 680 yang kuceritakan,
aku bisa menulis pesanan, lalu nama pelanggan segera muncul,
terlihat batas kreditnya, apa yang dia pernah pesan,
diskon apa yang didapatkannya, tiap detail kecilnya.
Kedengarannya bagus.
Luar biasa. Itu sebabnya aku suka bisnis komputer.
Dengar, tukang leding menelepon.
Katanya dia harus menggali di bawah pelat beton.
Harganya 600 dolar.
- Tidak masalah. - Itu masalah. Itu pemerasan.
Apa yang kau katakan padanya?
Aku tidur dengannya, dan dia memberi diskon 100 dolar.
Ide bagus. Sampai jumpa, Sayang.
Halo!
Dana!
Aku ingat kali pertama aku merasa bersemangat.
- Selamat pagi. Pergilah ke sekolah. - Ya. Sampai jumpa.
Terima kasih, Sayang.
- Lihat ini. Lihat kacamata ini. - Dari mana asal citranya?
Ada kamera CCD dan pemancar di bungkus rokok di sana.
Cukup keren, bukan?
Apa-apaan ini?
- Sampai jumpa, Ayah! - Apa yang…
Dana! Dia mencuri darimu.
- Dana! - Sudah kuduga.
Dana!
- Dana! - Ayo.
Tak bisa berhenti. Aku terlambat. Sampai jumpa, Ayah!
Astaga. Sial.
Anak-anak.
Sepuluh detik kebahagiaan, 30 tahun penderitaan.
Aku menikah tiga kali, tetapi tak cukup bodoh untuk punya anak.
Ya, dia seharusnya tak mencuri. Aku mengajarinya lebih baik daripada itu.
Kau bukan orang tuanya lagi, kau dan Helen.
Orang tuanya Axl Rose dan Madonna.
Lima menit bersamanya dalam sehari
tak bisa bersaing dengan paparan konstan itu.
Kau kalah, Ayah.
Bukan karena kau orang tua yang buruk.
Anak sekarang sepuluh tahun lebih tua daripada saat kita seusianya.
- Pagi. - Pagi, Pak Tasker.
- Aku yakin menurutmu dia perawan. - Jangan konyol.
- Dia… Berapa usianya? - Usianya 14 tahun…
- Baru 14 tahun. - Usianya 14 tahun.
Hormon kecilnya seperti alarm kebakaran.
Menurutku itu uang untuk pengemudi sepeda motor itu.
- Dana tak begitu. - Benar. Kau menyangkal.
Itu lebih daripada penyangkalan. Benar, Harry?
Dia mungkin mencuri uang itu untuk membayar aborsi.
Kenapa tak membuka pintunya?
Atau narkoba.
Kadang 20 dolar, 50 dolar.
Kukira pacar istriku yang mengambil.
Dia mengambil semuanya. Tidak pernah ada bir di kulkas.
- Kukira kau sudah pindah. - Aku terpaksa kembali.
Kata pengacaraku, agar lebih mudah dapat rumahnya
dalam penyelesaian properti.
Jangan ubah topik, Bung. Kau masih utang 200 dolar.
Selamat pagi, Janice.
- Pagi. - Tuan-Tuan.
Silakan identifikasi diri kalian ke pemindai.
- Harry Tasker, 10024. - Albert Gibson, 34991.
SEKTOR OMEGA GARDA PERTAHANAN TERAKHIR
No comments yet. Be the first to leave one.