Cruising

Cruising

Download Indonesian Subtitle

Release info

Cruising 1980 BluRay PAHE-IN RARBG-ID
A Commentary by SatoruGolojo
Original Subtitle From (myvideolinksnet), Sync & Translated by Satoru Golojo

Tags

bluray
professional_translation
full_subtitles
extended_edition
uncensored_version
hardcoded
Published on: 2026-02-08
Downloads: 35
Hearing Impaired: No
FPS: 23.976

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kapten! Ada sesuatu di haluan kiri.

Lihat apa ini cocok dengan potongan tubuh bulan lalu.

Jika tidak, kau tahu prosedurnya, Dok:

"Penyebab Belum Ditentukan, Menunggu Penyelidikan Polisi."

Tunggu sebentar. Ada potongan tangan di sini.

Kalau ada sidik jari, kita bisa jadikan ini kasus pembunuhan.

Baik, berikan aku penyebab kematiannya.

Aku tak bisa menyimpulkan dari ini.

Jelas bukan bunuh diri, bukan juga kematian alami.

Dok, aku tak bisa menuntut kasus pembunuhan tanpa penyebab kematian.

Artinya aku harus pergi mencari sisa tubuh lainnya.

Tidak bisa, Dok. Pekerjaanku sudah terlalu banyak.

Cuma main angka, ya? Jumlah mayat? Cuma itu peduli kalian!

Kalian baru mau mengusut pembunuhan

jika ada orang di kantor polisi yang menandatangani pengakuan!

Dia takkan bisa membodohiku.

Membawa anak-anak ke Florida menemui adiknya, lalu meninggalkanku surat.

Sepuluh tahun.

- Mereka semua sampah. - Apa?

Mereka semua sampah.

- Siapa? - Semuanya.

- Kau lebih baik tanpa mereka. - Setir saja mobilnya, hah?

Kau akan menyetir mobil ini seumur hidupmu. Kau tidak tahu apa-apa.

Akan kuhajar jalang itu.

Dia takkan bisa mempermainkanku.

Akan kuhajar dia.

- Kau akan menghajarnya. - Tentu saja.

Suatu hari, kota ini akan meledak.

Dulu kami bisa main bola di jalanan ini.

Sekarang lihat orang-orang ini.

Tuhan, apa yang terjadi?

Hei manis, kalian sedang kerja?

- Mau beli? - Tidak, sayang, aku tidak beli.

Hei, apa itu?

Bisa patah tulangmu kalau jatuh pakai sepatu hak tinggi itu.

- Ya, adikmu juga bakal begitu. - Apa katamu?

Sini kau, kuhancurkan mukamu! Sini!

Hei, kawan, jangan ganggu kami, oke?

Sudah kubilang, sini kau.

Ayolah, kau sudah menyeretku minggu lalu, brengsek.

Tak ada gunanya bagiku.

Ayolah, aku tidak sanggup ditangkap lagi bulan ini.

Dengar, kau di tikunganku lagi, tolol. Kau tahu apa artinya itu?

Masuk ke mobil.

Masuk.

Pengecut.

Kau mengingatkanku pada orang yang kukenal.

Dia dulu tukang isap kontol.

Dan sebelumnya, dia pengisap batang!

- Kalian lucu sekali. - Ya?

Kemari kau, ingin kutunjukkan tongkat polisiku.

Gerakkan pantatmu.

Naik ke sini.

Apa aku memenuhi syarat?

- Aku benci rokok. - Oh, ya?

- Menurutku itu menjijikkan. - Yah, aku menikmatinya.

Itu cuma perilaku anal regresif.

Jika ingin berhenti, kusamarkan kau coba stimulasi masa kecil lainnya.

Aku tidak mau berhenti.

Kusarankan kau coba bulu burung unta

di sepanjang punggungmu, naik ke tulang belakang hingga tengkuk.

Kedengarannya bikin ketagihan.

- Kenapa kau ke sini? - Kau sendiri kenapa?

Karena egoku bermasalah, aku butuh dipuja dan dikagumi.

- Berasal dari mana? - Mars.

Hebat. Aku belum pernah berhubungan dengan orang Mars.

Apa yang kau lakukan?

Cuma mencari sebungkus rokok.

Kenapa, kau takut?

Haruskah?

Pernah dirampok sebelumnya?

Tak ada yang bisa diambil dariku.

Aku tak percaya kau tidak takut.

Sekarang aku takut.

Ya.

Berbaringlah.

Cepat.

Berbaring.

Ya.

Balik badan.

Kubilang, balik badan.

- Apa yang akan kau lakukan? - Aku tahu apa yang harus kulakukan.

Tolong...

Aku tak ingin mengikatmu terlalu kencang.

Tolong. Jangan.

Kumohon.

Kau yang memaksaku melakukan ini.

Anus melebar pada saat kematian,

sedikit robekan di atas anus menunjukkan adanya penetrasi.

Kami temukan sperma, tapi tak bisa diidentifikasi.

- Apa maksudmu? - Aspermia.

Bahasa manusianya.

Kosong. Pembunuhmu menembak hampa.

Semennya positif, tapi tidak ada sel sperma di dalamnya.

Kenapa bisa?

Mungkin dia punya kelainan fisik atau malfungsi.

Bisa jadi testisnya terinfeksi, atau mungkin dia sudah vasektomi.

Apa lagi?

Luka pertama ini, potongannya bersih,

artinya dia tidak sadar itu akan datang.

Tapi yang ini, ini luka tangkisan, artinya dia mencoba melawan.

Jadi kita punya pengelompokan luka,

dan dari sudut tusukannya, kupikir pembunuhnya tidak kidal.

- Pisau ini meninggalkan jejaknya sendiri. - Tepat sekali.

Dan dari geriginya, lebar sayatan,

kedalaman: sekitar tiga inci ke dalam daging,

bisa dibilang sangat identik dengan pembunuhan satunya. Cukup identik.

Aku kenal dia. Ya, aku kenal orang ini.

Dia tak pernah muncul lagi. Dia menipu beberapa orang demi uang.

Aku juga kenal pria ini. Pernah liat dia di jalanan.

Dia tukang pukul terbaik, punya banyak cara menyiksa orang.

Bukankah kau bekerja di kota bersamanya?

Bekerja dengannya? Tidak.

Aku tidak bekerja dengan siapa pun.

Pelanggan datang padaku dan katakan apa yang mereka mau.

Punya fantasi, aku layani.

Pria itu terlihat bersama profesor Columbia yang terbunuh itu.

Dan katanya kau yang mengenalkannya.

Mungkin saja. Tapi dengar, orang ini bukan pembunuh.

- Maksudku dia cuma pelacur kelas teri. - Baiklah.

Aku harus bicara padamu, berdua saja.

Oke.

Aku butuh bantuan, kawan.

Dua polisi dari Polsek 6, mereka menekanku.

Siapa mereka?

Kurasa yang satu namanya Simone atau semacamnya.

Yang lainnya Jerry siapa aku tidak tahu.

Mereka partner. Benar-benar bajingan brengsek.

Dan dengar, mereka mengejarku malam itu,

si Simone itu, dia memaksaku memuaskannya tepat di mobil patroli.

Turunkan kakimu dari meja.

- Kau membual. - Demi Tuhan!

Bagaimana kau tahu mereka polisi?

Karena mereka pakai lencana dan keliling pakai mobil patroli.

- Berapa nomor lencananya? - Mereka kerja di Polsek 6.

Kau tahu berapa banyak orang ditangkap tahun lalu karena jadi polisi gadungan?

Lebih banyak polisi gadungan di luar sana daripada polisi asli.

- Aku butuh bantuan ini. - Kau mau pakai penyadap?

Akan kubawa kau ke Propam, kita buat laporan.

Dengarkan aku. Mereka itu orang jahat!

Beri aku nama atau nomor lencana, kalau tidak jangan datang bawa dongeng.

Dengar, kau membutuhkanku sama seperti aku membutuhkanmu!

Sana pergi.

Bajingan.

- Kapten Edelstein? - Edelson.

Maaf. Saya Steve Burns.

Tutup pintunya. Duduk.

Burns... menurutmu kenapa kau dipanggil ke sini?

Entahlah, mereka bilang ada tugas khusus

dan aku cocok untuk itu.

Biar kutanya sesuatu.

Pernahkah kemaluanmu diisap oleh pria?

Pria? Tidak. Eh...

Pernah disodomi? Atau pria mengulum batangmu?

Ha-ha! Anda pasti bercanda.

- Ya, kau bercanda, aku tahu itu. - Tidak.

Tidak? Berarti aku salah orang, kurasa begitu. Itu saja.

Lihat papan di sana.

Paul Vincent adalah profesor di Universitas Columbia.

Loren Lukas adalah seorang aktor.

Oh, penikaman di Hotel St. James. Aku membacanya.

Bagaimana kalau kau menghilang?

- Menghilang? - Menyamar.

Pembunuhan ini punya pola yang sama,

tapi kami juga menemukan potongan tubuh mengambang di sungai.

Kami tidak tahu apa-apa tentang korban potongan tubuh ini.

Bahkan kami belum tahu siapa mereka.

Tapi firasatku pelakunya adalah orang yang sama dengan pembunuhan ini.

Jadi kenapa aku?

Terang saja, semua korban tampak punya fisik yang serupa.

Singkatnya, mereka semua mirip denganmu.

Akhir 20-an, berat 65-70 kg.

Rambut gelap, mata gelap.

Begitu rupanya.

Aku ingin mengirimmu ke sana untuk melihat apa kau bisa memancingnya.

Ke mana?

Lukas dan Vincent bukan gay biasa pada umumnya.

Mereka suka gaya kulit, S&M.

Itu dunia yang berbeda.

Aku tak tahu seberapa banyak kau tahu soal hal itu.

Jika kau ambil tugas ini, kau akan punya lebih banyak pengalaman

daripada detektifku yang mana pun.

Eh... apa aku membawa pistol?

Tanpa pistol, tanpa lencana. Kau dibayar sebulan sekali.

Kau akan ditelepon di mana harus mengambil uangnya. Lapor hanya padaku.

Dan tak boleh ada yang tahu tentang apa yang kau kerjakan.

- Terjebak dalam bahaya sendirian, hah? - Bagaimana menurutmu?

Ya, aku terima.

Apa pekerjaan baru yang kau jalani ini?

Tak bisa kubicarakan, Nance, sudah kubilang.

Kenapa tidak?

Karena memang tidak bisa, jadi tolong jangan tanya lagi, oke?

Jangan tanya aku.

Berapa lama kau akan pergi?

Entahlah.

- Apa itu berbahaya? - Entahlah.

Kurasa begitu, ya.

Kalau begitu kenapa dilakukan?

Bisa lewatkan patroli, langsung dapat lencana emas.

Bisakah kita bahas hal lain?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left