The first 200 lines.
2 The Needles.
Taman Negara Black Hills, Dakota Selatan.
Tidak.
Sial!
Tapi kau tetap melanjutkan?
Dengan tanpa tali pengaman.
Benar. Ya.
Kau tahu banyak soal ini, Mike?
Bertahan Hidup. Rasa Bersalah Penyintas.
- Aku pernah mendengarnya. - Itu bisa dijelaskan dengan sendirinya.
Saudaramu meninggal.
Jauh dari lubuk hati terdalam yang tak bisa kau ungkapkan,
Kau berharap itu adalah kau, dan bukannya dia.
Dan ini penyebab perilaku itu.
Seperti memanjat The Needles tanpa tali pengaman.
Itu adalah contohnya.
Kau harus mendapatkan penutup untuk ini.
Aku akan tuliskan kau dua resep, satu untuk kecemasan,
Dan sesuatu untuk membantumu tidur jika dibutuhkan.
Ya untuk bahan bacaan, tidak untuk obat-obatan.
Aku akan membaca soal ini.
Terima kasih, dokter.
- Kami sudah selesai, Tn. McCann. - Terima kasih, semuanya.
Ayo jalan.
Kaylee.
Aku, John McCann dari Minot, Dakota Utara,
Menyatakan ini menjadi surat wasiatku.
Seandainya aku meninggal,
Aku meminta agar mayatku dikremasi,
Dan agar abuku ditaburkan di Gunung Everest.
Jika aku tak bisa ke sana saat hidup, aku akan ke sana saat mati.
147 Kilometer. Utara Kathmandu.
Jangan salah.
Tenaga hidroelektrik adalah jalan perkembangan.
Itu adalah jalan menuju masa depan.
Dan dengan persetujuan dari kalian,
Dam ini akan hasilkan 4,000 megawatt hidroelektrik untuk industri.
Dan dengan industri, diikuti pekerjaan.
Lalu semuanya akan menjadi peralihan.
Kau sangat benar, Pak! Menjadi wilayah kumuh!
Untuk bekerja di pabrik membuat iPhone bagi orang Eropa.
Mari dengarkan dari keluarga yang membangun...
...jalan serta setengah toko pertama.
Mari kita dengarkan dari perwakilan keluarga Rai.
Tentu saja.
Tn. Rai, silakan naik.
Itu ayahku yang bicara untuk keluarga. Kau tahu ini.
Dia hanya sedikit terlambat.
Untuk membangun dam ini,
Tn. Yash telah memberikan tawaran yang sangat murah hati...
...untuk Life Estates yang diberikan kepada keluargaku...
...berdasarkan UU Pertanahan tahun 1994.
Dan itu juga termasuk putraku yang juga terlambat.
Semoga tidak tidak terlambat untuk pemakamannya sendiri.
Jadi dam atau sungai...
Itu pertanyaan yang sangat sederhana, bukan?
Kita adalah orang yang sangat sederhana.
Ada yang menginginkan dam. Benar.
Tapi kita... Kita semua.
Kita butuh sungai kita, bukan?
Untuk membuat teh dan untuk mandi...
Dan untuk menyiram tanaman kita.
Jika kita melepaskan ini sekarang...
Kita akan kehilangan lebih dari sungai.
Kita akan memutus kaitan kita dengan para leluhur.
Dan kita akan berhenti menjadi satu dengan tanah ini,
Lalu kita takkan pernah merasakan air kita yang sakral lagi.
Selamat pagi, Kepolisian Nepal.
Terjadi kecelakaan di Jalan Upper Gorge.
Di East Traverse.
Vijay, kau ke mana saja?
Kemarilah. Dengarkan ini! Dengar ini.
Kakek meninggal.
Busnya jatuh di East Traverse.
Polisi menyebut itu kecelakaan.
- Siapa yang tahu soal ini? - Semua orang baru mengetahuinya.
Kita berikutnya, Ayah. Rudra Yash akan membunuhmu.
Lalu aku.
Kita tidak akan biarkan dia. Oke?
Ayo.
Berhenti di sana, terima kasih.
Oke, maju.
Maju.
Apa ini?
Abu saudaraku.
Sisa jasad manusia harus dibawa dengan wadah yang disetujui TSA.
Selamat malam, para penumpang.
Diinformasikan bahwa penerbangan...
- Sial. - ...AB304 tujuan Kathmandu...
- ...saat ini siap untuk berangkat. - Maaf, Dik.
Hei, hei.
Ini dia.
Terlihat rapi.
Aku tantang kau katakan itu kepada yang lainnya.
- Kau sudah bawa surat-suratmu? - Sudah.
Bulan pertama, sebuah tempat di utara bernama Falujah.
Bukankah Irak Utara adalah tempat dimana pertempurannya berlangsung?
Aku hanya mekanik.
Satu-satunya pertempuranku yaitu dengan manifold Hummer karatan.
Hei, kau adikku. Aku hanya protektif.
Ayo. Kita pergi. Aku tak mau terlambat.
Saat aku kembali, kita akan memanjat Everest.
Lalu kita akan berbisnis dengan kendaraan kita sendiri.
Aku menyayangimu, Mike.
- Berhati-hatilah di sana. - Ya.
Ini, mereka meminta kami melakukan ini,
Tapi aku akan merobek itu saat kembali.
Bapak dan ibu sekalian, ini kapten yang berbicara.
Kita akan mendarat di bandara Kathmandu...
...dalam 30 menit lagi.
Jika Anda melihat keluar dari jendela kanan pesawat,
Anda akan bisa melihat Everest, gunung tertinggi di dunia.
Cuaca di Kathmandu baik dengan langit yang cerah.
Sekali lagi, dari dek pilot serta awak kabin,
Terima kasih sudah terbang bersama kami.
Kami harap Anda menikmatinya. Terima kasih.
Halo, ya.
Starr!
Starr!
Selamat datang di Kathmandu.
- Ayah. - Ayo.
Ke mana arah menuju pusat kota?
Terlalu jauh untuk jalan. Sangat jauh.
- Seberapa jauh? - Terlalu jauh...
Terima kasih, semuanya.
Aku akan antar kau ke kota sekarang juga.
- Hei. - Tidurmu nyenyak, Tn. McCann?
- Sangat. Terima kasih. - Apa yang bisa aku bantu?
Aku menyewa seorang pemandu menuju Kamp Pusat Everest.
Seseorang bernama Dhani Yangchen.
Aku Dhani.
Pemandu Gunung. Dhani Yangchen.
Dhani. Baiklah.
Maaf.
Kau membawa wadah abunya?
Ya.
Setelahmu.
- Pertama kali di Kathmandu? - Pertama kali. Ya.
Orang Amerika antara menyukainya atau membencinya.
Aku menyukainya.
Aku juga.
Apa kau Hindu?
Bukan. Buddha.
- Kau? - Katolik murtad.
Apa ada harapan untukku?
Kita semua anak Tuhan, Tn. McCann.
Panggil aku Mike.
Mike. Oke.
Layanan Pemandu bilang kau pernah menjadi Sherpa.
Separuh.
Separuhnya lagi orang Malaysia.
Berapa banyak pendakian?
- Gunung Everest? - Ya.
Sepuluh.
Sepuluh. Wow.
Mengesankan.
Menurutmu aku bisa melakukannya?
Jika kau berlatih.
Dan aku bawakan oksigenmu.
Oke.
Kau pernah di militer?
Tidak. Adikku yang militer.
Kau?
Ya.
Kabar terbaru dari Irak,
Dimana pertempuran makin intensif setelah rangkaian serangan di wilayah tersebut.
Pangkalan militer AS diserang kemarin sore.
Kaitlin Dax akan membawakan liputan lengkapnya.
Ini menandakan delapan hari berturut-turut...
...dari bertempuran sengit di sisi luar Falujah.
Sersan, bawa kendaraan ini keluar dari sini!
Aku mengusahakan itu, Kapten!
Apa yang terjadi?
Dia tertembak di kepala dengan peluru kecepatan tinggi.
Mike?
Hei, Mike.
Kita sudah sampai.
Hei, itu cepat.
Sesuai seleramu?
Ya, bu.
Ya.
Ayo.
- Hai, Spike. - Dhani, cinta di hidupku.
Kau menuju ke Sir Edmund's Folly lagi?
- Ke mana lagi? - Silakan duduk.
- Mereka melaju cepat. - Hei. Mike.
Spike. Senang bertemu kau, kawan.
- Senang bertemu kau. - Silakan naik.
- Silakan. Halo. - Kamp Pusat Gunung Everest...
...di 17,000 kaki. Itu sangat menakjubkan.
Wow.
Apa itu membunuhmu untuk berusaha?
- Ya. - Halo. Bagaimana kabarmu?
Sangat baik. Ya, aku luar biasa. Terima kasih banyak.
Baiklah. Kia ora, whanau. Selamat datang.
Selamat datang. Kita berangkat.
Anak muda.
Anak muda.
Anak muda.
Kau menjatuhkan tas pria itu.
No comments yet. Be the first to leave one.