The first 161 lines.
Sebagai tunanganku dan villainess yang menyebut dirinya demikian,
tujuan Nona Bertia adalah…
Untuk dikalahkan di pesta kelulusan!
…tampaknya.
Di kehidupan lalunya,
dunia ini adalah latar untuk sesuatu yang dia sebut "gim otome".
Dan dia percaya
aku akan menemukan kebahagiaan sejati dengan menikahi sang heroine
sesuai skenario asli.
Sambil menghindari siasatnya yang terus-menerus,
aku berusaha mendekatkannya padaku meski dia berusaha menjauh,
menghasilkan kehidupan sekolah yang cukup sibuk bagi kami berdua.
Dan kini, hari pesta kelulusan akhirnya tiba.
Menurut Tia,
aku akan mengungkap aksi villainess-nya pada seluruh sekolah,
sehingga "mengalahkannya".
Lalu, aku akan bersatu dengan sang heroine selamanya.
Upacara kelulusan Akademi Halm akan dimulai sekarang.
Tapi pertama, mari dengar beberapa kata dari Paduka Raja.
Para Hadirin yang terhormat,
saya ucapkan selamat atas kelulusan kalian hari ini.
Manfaatkan pengetahuan kalian dengan baik
dan tunjukkan kemampuan baru kalian dengan bangga.
Saya menaruh harapan besar pada kalian semua.
Kini, mewakili kelas kelulusan,
kita akan mendengar dari Yang Mulia, Putra Mahkota Cecil Glo Alphasta.
Atas nama para wisudawan, terima kasih atas kehadiran di upacara ini.
Kami bisa sampai sejauh ini
berkat bimbingan dan dukungan bukan hanya dari Paduka,
tapi juga dari para profesor dan keluarga kami.
Kami akan mengabdikan diri sepenuhnya pada kerajaan kami,
dan sebagai Putra Mahkota, saya akan berusaha keras memimpin bangsa kami.
Hidup Akademi Halm!
Hidup Kerajaan Alphasta!
Hidup Akademi Halm!
Hidup Kerajaan Alphasta!
AN OBSERVATION LOG OF MY FIANCÉE WHO CALLS HERSELF A VILLAINESS
EPISODE DELAPAN CATATAN PENGAMATAN
VILLAINESS YANG MENYEBUT DIRINYA DEMIKIAN DAN KEKALAHAN
Putra kita sudah jadi pemuda yang hebat, ya?
Memang, sungguh begitu.
Tapi aku berharap dia sedikit lebih lugas.
Aku tak pernah menyangka menghadiri kelulusannya
akan membuatku merasa secemas ini.
Aku juga terkejut dengan rencana Cecil,
tapi aku yakin dia mampu mengendalikan semuanya.
Mungkin kau benar, tapi…
Aku lebih cemas pada Bertia kecil. Dia tak tahu apa yang akan terjadi.
Beri tahu lebih banyak, Yang Mulia!
Bertia sayangku jauh lebih rapuh dari penampilannya!
Tapi aku sangat khawatir!
Tenangkan dirimu, Douglas.
Kau sudah setuju ini untuk sementara, 'kan?
Yang lebih penting, gadis muda yang dia sebutkan…
Itu dia, 'kan?
Kenapa tak ada yang menawarkan mengantarku?
Aku terpaksa minta NPC melakukannya.
Berlanjut,
kini saatnya serah terima kekuasaan dewan siswa.
Ketua dewan siswa saat ini, Yang Mulia Cecil Glo Alphasta,
dan ketua dewan siswa selanjutnya, Courtgain Deles Vladir, silakan maju.
Baik.
Aku, Cecil Glo Alphasta,
sebagai ketua dewan siswa saat ini,
menyatakan kau, Courtgain Deles Vladir,
sebagai ketua dewan siswa berikutnya.
Dengan rendah hati, aku menerima jabatan ini.
Pangeran Cecil, terima kasih atas kerja kerasmu.
Sebagai wajah baru dewan siswa, aku akan tekun mengikuti teladanmu.
Terima kasih.
-Lalu rencananya? -Berjalan lancar.
Kini, ada satu pengumuman lagi yang ingin saya sampaikan.
Dia pasti salah paham kalau matanya berbinar begitu.
Nona Bertia Ibil Noches,
bisakah kau maju ke depan?
Nona Bertia!
Aku tak apa-apa!
Dia pasti terlalu fokus mengendalikan emosinya
sampai dia tersandung ujung gaunnya.
Bertia Ibil Noches, siap melayani.
Kalau mau lakukan, lakukan sekarang!
Habisi saja aku!
Aku yakin itu yang dia pikirkan.
Aku justru gugup, untuk sekali ini.
Ini mungkin akan jadi salah satu momen terpenting hidupku.
Nona Bertia Ibil Noches.
-Kau telah melakukan kejahatan serius… -Apa maksudnya ini?
Tia, bisa coba jangan menyela aku?
Aku tak melakukan satu pun pelanggaran…
Tidak, kau telah melakukan salah satu kejahatan terbesar.
Kejahatan terlahir dua tahun setelah aku.
Berkat itu, aku harus menunggu dua tahun lagi untuk kelulusanmu,
artinya kita harus hidup terpisah.
Ini pelanggaran serius.
Jadi, sebagai penebusan,
aku ingin kau jadi istriku begitu kau lulus.
Ini akan jadi bukti komitmen kita.
Apa ini?
Ini, ulurkan tanganmu.
Jangan malu.
Ke… Kekalahanku… Aku harus dikalahkan…
-Kurasa ini termasuk "kekalahan". -Kekalahanku, kau harus mengalahkanku…
-Bisa kita anggap aku capai tujuannya? -Kekalahanku! Kalahkan aku! Kalahkan…
Ini kekalahanku…
Untuk kalian semua yang menghabiskan tahun sekolah mengawasi kami,
saya menyatakan ini.
Dalam dua tahun, kami berdua akan menikah,
dan menjadikan kerajaan kami tempat yang lebih baik!
Aku menolak!
Jadi, kau bergerak juga.
Tindakan bodoh, Baroness Heronia Inderon.
Apa maksudmu?
Yang Mulia, kau ditipu oleh wanita licik itu, Bertia!
Dia mendiskriminasi dan merundung bukan hanya aku, tapi banyak lainnya!
Dan kemarin, dia coba mendorongku jatuh dari tangga!
Kemarin? Saat itu kau bilang terjadi?
Ya.
Sebagai tunangan Putra Mahkota,
banyak mata mengawasinya di siang hari, jadi dia tak bisa bertindak diam-diam.
Dan kemarin malam, dia bersamaku.
Setelah makan malam, dia tampak tak sehat, jadi kuantar dia kembali ke kamarnya.
Aku minta pengurus asrama mengeceknya sesekali.
Dia melapor Bertia tinggal di kamarnya sepanjang malam, beristirahat.
Berarti dia pasti minta orang lain mendorongku…
Artinya, bukan dia yang mendorongmu?
Karena ini menodai kehormatan Bertia, akan kuselidiki dengan saksama.
Maukah kau beri tahu siapa pelakunya?
Aku belum tahu…
Kau tak tahu?
Lalu kenapa kau sebut nama Bertia?
Sambil di sini, aku ingin tanyakan kasus perundungan ini.
Berarti kau punya bukti?
Ada yang lain yang mengalami perlakuan buruk sepertiku!
Kalian semua, maju!
Tampaknya tak ada?
Tapi tak mungkin!
Mereka selalu memberi tahu aku semua perbuatannya pada mereka!
Yah, apa yang kau harapkan?
Kalau ada yang mencela tunangan Putra Mahkota seterbuka itu,
itu akan sangat memengaruhi status mereka.
Aku melihat beberapa nona memalingkan pandangan tak nyaman,
tapi mereka mungkin hanya curhat dalam percakapan dengannya.
Kenapa? Kalian semua bilang dia membuat kalian merasa buruk…
Nona Muda.
Bisakah kuanggap "penolakan"-mu ditarik?
Tidak!
Aku berharap memberitahumu secara pribadi, tapi…
Apa dia baru mengeluarkan itu dari roknya?
Hanya karena tak ada tempat lain, bukan berarti kau boleh seperti itu.
Yang Mulia, mohon, terima ini.
Aku tak ingin menyentuh itu.
Biar saya yang mengambilnya.
Silakan.
Begitu.
-Zeno. -Baik, Pangeranku.
Sesuai dugaanku, ini laporan tentang Tuan Noches.
Aku sudah tahu dia menyewa orang untuk mengumpulkan info ini untuknya.
Ayah…
Ini yang selalu Tia inginkan.
Namun…
Dia pasti takut kehilangan sesuatu yang berharga baginya
No comments yet. Be the first to leave one.