The first 172 lines.
RESTORAN BINTANG
Maaf sudah membuat Anda sekalian menunggu lama.
Lalu, jadwal tur nasional idola favoritku sangat banyak.
Hm...
Meskipun aku tidak bisa pergi ke setiap pertunjukan,
setidaknya aku ingin mendatangi semua lokasi yang dekat.
Hei, apakah kau mendengarkanku?
Apa?
Kau terus menjawabku dengan asal-asalan sejak tadi.
Maaf, tadi aku sedang memikirkan sesuatu.
Jika ada kekhawatiran, kau bisa mengatakannya padaku.
Belakangan ini ada orang yang mengatakan bahwa aku licik...
Apakah ucapan mereka tepat sasaran?
Mungkin saja.
Saat itu aku tidak bisa mengatakan apa-apa.
Setelah itu aku berpikir cukup lama,
tetapi tetap tidak menemukan jawaban.
Terkadang aku mulai memikirkan hal ini lagi tanpa disengaja.
Begitu, ya.
Lagi pula, kau sudah mengalami banyak hal.
Tidak peduli seberapa besar rasa sukanya,
kesedihan saat putus
serta rasa sakit karena melukai orang lain.
Makin bertambahnya usia,
akan makin sulit untuk mendapatkan jawaban yang sederhana.
Kenapa wajahmu serius begitu?
Ini.
Kelihatannya enak sekali.
Ini piza margherita dengan ekstra tomat.
Bagaimana bisa ada ini? Apakah ini menu rahasia?
Benar, ini hidangan spesial.
Kau makin mirip dengan Pak Hoshikawa.
Kalau begitu, silakan dinikmati.
Oh iya, Mizuho.
Apa?
Apakah kau ada waktu luang akhir pekan ini?
SEDANG TUTUP
Mizuho, maaf membuatmu menunggu lama. Ayo naik ke mobil.
Eh, naik mobil?
Emangnya kita mau pergi ke mana?
Kita akan melakukan perjalanan kuliner ke Enoshima.
Kau bilang ingin aku menemanimu mengembangkan menu baru.
Aku kira kita akan memakan masakan buatanmu di restoran.
Mengembangkan menu baru juga butuh mencicipi makanan lezat di mana-mana.
RESTORAN BINTANG
Benar juga.
Eh, tetapi tidak apa-apa jika kau tidak ada di restoran?
Tidak masalah.
Hari ini aku meminta kakakku untuk membantu menjaga restoran.
Togo!
Lama tidak bertemu.
Serahkan saja pada kakakmu yang hebat ini, pergilah bersenang-senang.
Togo, terima kasih.
Nanti kita cari waktu lagi untuk mengobrol santai.
Oke.
Mizuho, ayo kita berangkat.
Meskipun sudah lama tidak bertemu,
Togo terlihat sangat bersemangat, syukurlah kalau begitu.
Iya.
Kakakku masih hidup dengan bahagia seperti dulu.
Apakah dia sesekali datang membantu di restoran seperti hari ini?
Benar.
Saat hari libur nasional atau saat sibuk, kakakku akan datang membantu.
Murid-murid serta wali muridnya kadang ke restoran untuk memberi dukungan juga.
Begitu, ya.
Pak Guru Togo memang sangat populer.
Benar.
Aku berencana tidak melanjutkan kuliah dan akan mengambil alih restoran itu.
Jadi, sebaiknya kau kembali menjadi guru saja.
Ternyata soal itu.
Kau tidak perlu mengkhawatirkanku.
Aku sudah tidak memiliki keterikatan lagi dengan profesi guru.
Aku juga merasa pekerjaan saat ini sangat cocok untukku.
Tidak ada hal yang tidak bisa aku lakukan.
Jangan menyembunyikan perasaan tulusmu seperti ini lagi.
Sejak dulu kau selalu suka memikul segala beban sendirian.
Bukankah lebih baik jika kau mengatakannya saja?
Tidak mengatakannya juga merupakan salah satu bentuk cinta.
Dari sudut pandangmu, mungkin kau merasa aku selalu menahan diri.
Namun, ini adalah pilihanku sendiri.
Karena aku menghargai keluarga dan semuanya.
Jadi, kau tidak perlu memikirkannya.
Aku juga memilih jalanku sendiri.
Aku sudah mendapatkan lisensi koki.
Ini bukan demi dirimu, melainkan hal yang ingin aku lakukan.
Jadi, aku ingin kau juga melakukan hal yang ingin kau lakukan.
Aku ingin kau kembali menjadi guru.
Benar-benar merepotkan.
Aku selalu merasa harus melindungimu.
Tanpa sadar, kau sudah tumbuh dewasa.
Aku mengaku kalah, terima kasih.
Oh, iya.
Kuserahkan padamu camilan untuk rekan kerjaku saat kembali bekerja nanti.
Seperti Puding Itali buatan sendiri atau semacamnya.
Kenapa aku?
Karena ini adalah permintaan dari kakakmu yang lembut.
Hentikan.
ENOSHIMA DAIKOKU
Jika ingin berburu kuliner memang di sinilah tempatnya.
Syugo, apakah ada sesuatu yang ingin kau makan?
Tidak ada, kita bisa pergi ke tempat yang membuatmu tertarik.
Pertama, tentu saja harus makan takoyaki.
Mizuho, hati-hati!
Itu sangat berbahaya. Kau harus memperhatikan jalan di depanmu.
Maaf, aku akan berhati-hati.
Syugo?
Tidak apa-apa, aku merasa lebih baik bergandengan tangan seperti ini saja.
Aku bukan anak kecil lagi.
Ini memalukan sekali.
Kau ingin makan takoyaki, 'kan?
Ayo, jalan.
Hei, Syugo.
Mizuho, ada bubuk nori menempel di wajahmu.
Benarkah?
Aku hanya bercanda.
Dasar.
Ini sedang viral di media sosial.
Oh begitu.
Ini...
Rasanya biasa saja, 'kan?
Sangat enak.
Apakah kau mau mencoba membuat masakan dengan tampilan yang unik juga?
Aku akan mempertimbangkannya.
Enak sekali.
Kenyang sekali.
Ayo kita istirahat sejenak.
Baik.
KUIL ENOSHIMA
Anginnya sejuk sekali.
Iya.
Lihat.
Waktu itu juga ada orang yang sedang bermain paralayang, 'kan?
Aku paling suka pemandangan di sini.
Apakah kau masih ingat?
Benarkah?
Aku masih ingat saat itu aku ingin menjadi nomor satu...
Namun, orang-orang di posisi pertama seperti kalian tidak akan mengerti.
Keseruan percintaan ada di posisi ketiga.
Apakah kau paham?
Lalu, esensi dari cinta...
adalah cinta bertepuk sebelah tangan.
Syugo?
Tidak, bukan masalah.
Sudah waktunya kita pergi ke tempat berikutnya.
Berikutnya?
Itu adalah akuarium.
Bagus sekali!
Aku sudah lama tidak pergi ke akuarium.
Waktu itu kita semua menonton pertunjukan lumba-lumba bersama, 'kan?
Hari ini hanya ada aku dan kau.
Eh, benar juga.
Permisi, bolehkah minta tolong untuk memotret kami?
Jika tidak keberatan, apakah pemuda tampan ini mau ikut berfoto juga?
Maaf, aku datang dengan orang yang paling penting bagiku.
Mizuho, ayo kita pergi.
Dulu aku bisa memanjat naik dan turun dengan mudah...
Apakah kau kurang berolahraga?
Ayo.
Entah kenapa Syugo hari ini…
Namun, Mizuho memang sudah berbeda dari yang dulu.
Kau sudah menjadi lebih cantik.
Hati-hati.
Kau baik-baik saja?
Maaf, sepertinya aku terluka.
Apakah kakimu terkilir?
Iya.
Maaf, aku lupa kalau kau memakai sepatu hak tinggi.
Berjalan terus-menerus pasti sangat melelahkan.
Mana mungkin, ini bukan salahmu.
Jangan meronta, ya.
Syugo!
Jika kau meronta, kita bisa terjatuh.
No comments yet. Be the first to leave one.