The first 175 lines.
LAYANAN TULUS YANG BERAKAR DI MASYARAKAT
Permisi... bisa tolong urus ini?
Tentu saja.
Terima kasih.
Saya periksa dulu barangnya, ya.
Tumben kalian berdua barengan,
mau pergi ke mana?
Iya, kami mau ke daerah Izu.
Kami mau menginap!
Kami bakal seru-seruan di sana!
Terus mau sketsa kapibara, buaya, dan pisang juga.
Hah? Kok kombinasinya aneh gitu?
Nanti kami bawakan oleh-oleh. Tunggu, ya!
Oke.
Enaknya bisa liburan.
Aku juga sesekali mau pergi jauh.
Gimana kalau kabur malam-malam?
Yasuji-san?
Cuma bercanda, kok.
Ini.
Tolong, ya.
Terima kasih.
Saya periksa barangnya di meja, ya.
Dicek lagi?
Kan baju yang biasa.
Enggak perlu dicek satu-satu, 'kan.
Ya ampun...
Enggak bisa gitu!
Sebaik apa pun pakaian dirawat,
pasti perlahan bakal pudar, melar, atau berubah warna!
Entah kancing copot, jahitan lepas,
atau ada noda yang enggak kelihatan dari luar!
Makanya setiap saat harus dicek dulu!
Maaf.
Aku jadi agak lancang.
Enggak apa-apa. Terserah kamu saja.
Sudah dua tahun ya sejak kamu pakai tempat ini?
Iya.
Gitu, ya.
Meja setrika itu masih sama seperti dulu.
Benar, ya.
Barang yang lama masih aku rawat dan pakai.
Baguslah kalau barang bekas masih bisa dipakai.
Ini berkat Yasuji-san yang menjaganya.
Bukan dijaga, cuma dibiarkan begitu saja, sih.
Masih belum selesai?
Anu... Yasuji-san... Maaf,
boleh aku tanya sesuatu?
Apa? Soal sewa tempat?
Gitu, ya.
Kalau ngerepotin, aku cuci sendiri saja.
Bukan begitu maksudku...
Aku cuma...
Terus dia langsung pergi gitu saja?
Iya...
Marisho-kun?
Apa aku menyinggung perasaannya?
Enggak, kok. Enggak usah dipikirin.
Dia cuma malu saja.
Malu?
Iya.
Biasa, anak cowok lagi puber.
Astaga, Kinme-san ada-ada saja.
Masa sih gitu?
Iya beneran.
Makanya, enggak usah dipikirin.
KAMI TUTUP HARI INI
GAJI TANGGAL 5 BULAN 9
Tumben, biasanya ambil akhir bulan...
Anu... Yasuji-san... Maaf,
boleh aku tanya sesuatu?
Apa? Soal sewa tempat?
Anu... Yasuji-san...
Belakangan ini kabarnya gimana?
Hah? Ngomong apa sih kamu?
Kan aku selalu bilang.
Aku ini dari dulu sehat terus.
Pas ngambil barang sebelumnya, aku juga kepikiran...
Di bagian selangkangan celananya,
ada noda yang sebelumnya enggak pernah ada...
Ini...
Gitu, ya.
Kalau ngerepotin, aku cuci sendiri saja.
Apa dia kepikiran soal itu ya...
Aku harus gimana...
GAJI TANGGAL 5 BULAN 9
SEDANG KELUAR. AKAN KEMBALI SEBENTAR LAGI. PEMILIK
Ini rumahnya Yasuji-san...
Padahal Yasuji-san selalu bilang,
jangan pernah datang langsung ke rumahnya...
Permisi. Aku Kinme Wakana.
Yasuji-san ada di rumah?
Apa lagi keluar, ya...
Tidak dikunci?
Permisi...
Aku Kinme Wakana.
Yasuji-san!
Maaf mengganggu acara bersih-bersihnya...
Aku datang mengantar uang sewa bulan ini.
Minggir, minggir.
Aku jadi enggak bisa nyapu, nih.
Daun gugurnya makin banyak. Sudah masuk musim gugur, ya.
Iya.
Musim sudah berganti, ya.
Jadi malas ke luar rumah.
Ampun deh.
Hari ini aku membawakan cucian yang dititipkan kemarin.
Makasih, ya.
Nodanya juga sudah bersih semua.
Gitu, ya.
Makasih.
Ya ampun, memalukan sekali, ya.
Selama ini aku selalu koar-koar soal kesehatanku...
Eh, kamu malah sudah tahu kondisiku.
Aku bukan bermaksud tahu segalanya...
Aku yang minta maaf...
sudah ngomong hal yang menyinggung perasaan Yasuji-san...
Aku benar-benar minta maaf.
Enggak apa-apa.
Untung saja kamu perhatian padaku,
waktu itu nyawaku terselamatkan.
Waktu tiba-tiba mau pingsan, aku sudah pasrah.
Seandainya dari awal aku dengerin teguranmu,
dan periksa ke rumah sakit,
pasti aku enggak bakal sampai ambruk begitu...
Bukan teguran kok...
Aku sendiri sebenarnya enggak punya pengetahuan medis.
Cuma...
karena lumayan lama kerja di penatu sini,
dari kondisi baju titipan pelanggan,
aku mulai terbiasa menyadari perubahan-perubahan kecil...
Seperti, "Oh, bentuk tubuhnya agak berubah ya,"
atau "Apa dia habis beraktivitas berat sampai berkeringat?"
Aku cuma menyampaikan dugaanku dari bajunya Yasuji-san, kok...
Semacam profiler, ya.
Profei...?
Intinya...
Pekerja penatu itu memang luar biasa, gitu.
Iya!
Oh iya.
Sudah dua tahun ya kamu buka penatu di sini.
Iya! Berkat Anda!
Ya ampun.
Awalnya pelanggannya sepi, kamu sampai kesusahan gitu.
Aku sempat deg-degan kamu bisa bayar sewa tiap bulan apa enggak.
Benar juga, ya.
Pelanggan setiaku bisa bertambah,
semua karena nasihat Yasuji-san.
"Kota ini banyak tanjakan dan tangga,
jadi orang tua yang mau ke toko pun sulit.
Jalannya juga rumit,
ada yang sempit banget sampai susah dilewati pakai mobil."
Pas dengar itu, aku mikir,
"Ah! Aku harus bikin pelayanan yang pas buat warga sini!"
Makanya...
Tokoku ini
punya moto, "Layanan Tulus Sepenuh Hati dari Warga untuk Warga."
Oh, begitu.
Terus, buat perayaan anniversary kedua ini kamu ada rencana?
Ah! Ada!
Kami ngadain Promo Anniversary
untuk ngucapin terima kasih sama para pelanggan.
Gitu, ya.
Kalau gitu, aku pamit dulu, ya.
Kalau lagi malas keluar rumah, nanti aku panggil lagi, ya.
Tentu. Jangan sungkan-sungkan.
Yasuji-san? Ada apa?
Enggak nyangka giliran aku yang ketiban sial.
"Giliran"?
Enggak...
Aku cuma ingat cerita serupa yang diceritain Tensaku.
Pemilik penatu sebelum kamu itu.
Waktu itu pemiliknya juga sama,
gara-gara nyadar ada yang berubah dari baju pelanggannya,
dia jadi sadar kondisi kesehatan pelanggannya memburuk,
No comments yet. Be the first to leave one.