The first 156 lines.
Saat Perang Dunia II,
Pasukan Jepang Membawa Tawanan Sekutu Perang ke Tanah Air Untuk Kerja Paksa.
Perjalanan Itu Dikenal Sebagai Kapal Neraka.
"Kapal Neraka" Ini Tidak Manusiawi dan Mematikan,
Yang Kebanyakan Target Yang Salah Oleh Pasukan Sekutu.
Lebih dari 30.000 Tentara Jepang dan Sekutu Tewas Dalam Pelayaran Ini.
Arisan Maru, 1944.
Minum.
Minum.
- Minum. - Minum, tolong.
Hei, hei! Hei!
- Diam! - Minum.
Minum, tolong.
Pakai ini.
Kenapa kau membawa dia keluar?
Dia tentara Jepang.
Si pengkhianat.
Kami tidak mencoba kabur bersama yang lain.
Hei, kami bicara denganmu.
Berhenti.
Aku pendarahan. Bantu aku.
- Ayo. - Masuklah.
Cepat!
Berlutut!
Bagaimana bisa kau bertahan selama ini, Letnan Dua?
Apa itu berkat bimbingan Tuhan yang kau percayai?
Kau tak pantas memakai itu!
Kau hanya pantas untuk satu hal atas dosamu.
Hukuman mati!
Masalahnya para petinggi berkata,
Kau akan dieksekusi di tanah air.
Kami akan menjadikanmu contoh,
Dihadapan ribuan orang.
Tapi di kapalku,
Aku yang putuskan bagaimana untuk menanganimu.
Dia salah satu tawanan yang mencoba kabur semalam.
Itu akan terlalu mudah jika hanya membunuh dia.
Kami akan biarkan dia tetap hidup,
Dan menjadikan dia contoh.
Kalian akan segera menyadari,
Siapa musuhmu sebenarnya.
Tuhan telah mengutukmu.
Kita diserang! Ada beberapa target!
Kita diserang! Ada beberapa target!
Semua ke posisi!
Kirim bala bantuan!
Ayo!
Torpedo!
Dasar bajingan!
Makhluk apa itu tadi?
Kau melihatnya?
Kau melihat apa yang melakukan ini?
Apa yang melakukan ini?
Kau gila?!
Hei, lihat aku.
Jika makhluk itu kembali, kita perlu bersiap untuk itu.
Kau, kau bawa ini.
Aku membawa ini.
Ini tidak berguna jika tidak disatukan.
Kau mengerti?
Lihat, makanan.
Ini bisa berguna.
Rokok?
Kau merokok?
Baiklah. Lebih banyak untukku.
Lihat. Kopi.
Ya?
Kau minum kopi, bukan?
Aku kenal anak ini.
Dia masih muda,
Tidak berdosa,
Disiksa tanpa alasan.
Dasar keparat!
Kenapa kalian melakukan ini pada kami?
Dasar binatang.
Kalian semua tidak manusiawi.
Tidur yang nyenyak, kawan.
Ambillah ini.
- Ini bagus. - Tidak untukku, kawan.
Aku berani bertaruh denganmu.
Ini, makanlah.
Astaga!
Ambil ini.
- Tidak, tak apa. Aku akan... - Ambillah.
Aku akan letakkan di sana.
Ini makanan terbaik yang aku makan setelah sekian lama.
Hampir mengingatkanku pada rumah.
Bronson.
Namaku...
Bronson.
Bronson?
Ya.
- Bronson? - Ya, cukup mendekati.
Kau?
Saito.
Saito.
Kenapa kau dirantai bersamaku?
Itu artinya kita tidak begitu berbeda.
Bagus! Selesai!
Mari urus rantai ini.
Oke.
Oke.
Oke.
Tunggu!
Pukul tepat di sana.
Lihat ini.
Pukul di sana.
Kau yakin?
Itu agak dekat, kawan.
Tak apa.
Arahkan di sana.
Oke.
Tak apa.
Di sana.
Ya!
Ya.
Sekarang giliranku.
Jangan khawatir.
Tunggu, tunggu, tunggu.
Kau yakin soal ini?
Oke, lakukanlah.
Sekarang.
Sekarang kau bebas.
Ya!
Ya!
Aku dan kau, kita bisa jadi tim yang andal.
Kita bisa bekerja sama di pulau ini.
Pelurunya. Berikan pelurunya padaku.
Lihat ini.
Ini makhluk laut itu lagi.
Cepat!
Ayo...
Cepatlah!
Lebih cepat!
Ayo, lebih cepat!
Pergilah sembunyi.
Ini, bawa ini.
Percaya aku.
Tunggu, berhenti.
Aku mencium sesuatu.
Pergilah periksa.
Jangan tembak!
Dia salah satu dari kita. Kau tak apa?
Sudah berapa lama kau di sini?
Sejak pagi ini.
Rokok!
- Kau dari kapal? - Ya.
Kami selamat karena memakai pelampung keselamatan.
Yang lainnya tenggelam.
Bajingan keparat.
Hei! Berikan itu padaku!
Air minum?
Apa ada orang lain lagi?
Hanya kau?
Ya.
Sebelum kita diserang,
No comments yet. Be the first to leave one.