The first 200 lines.
English subtitles by explosiveskull. Diterjemahkan oleh deep98.
Hope (Harapan),
Nama yang ironis
untuk seorang gadis yang menderita kanker, ya?
Apa yang lebih menyedihkan, dibanding anak yang punya kanker?
Tak ada lagi, tentu saja.
Aku punya dua pilihan.
Aku bisa saja depresi,
atau aku bisa tegar.
Ini catatanku dari dokter.
Tidak ada PR. Kau hanya buat Power Point.
Makan es krim di waktu siang.
Semua orang baik padamu,
karena mereka kasian padamu.
Ya kenapa tidak?
Ini kanker, kenapa aku tak memanfaatkannya?
Aku tau bagaimana hidupku nanti akan berakhir.
Berakhir ya akan berakhir.
Kau tau, aku..
Ada banyak hal yang belum terjadi di masa depan,
Dan aku tidak sabar untuk menghadapinya.
Jangan menghakimiku.
Aku tidak menyerah.
Aku masih berusaha.
Kau tau apa? Ulurkan tangamu.
- Hey. Hai. - Hai.
Semuanya sudah siap.
Aku bisa minta yang lain untuk mengantarkannya ke RS
- nanti jika kau mau. - Oh, ya ampun, jangan.
Sudah cukup pelayanan Curbside. Jangan lakukan itu lagi.
Tidak bu, itu Zofranku, jika aku tak memilikinya
- aku akan muntah kemana saja. - Ehh. Menjijikan.
Uh, yeah, itu akan sangat bagus.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Kau tau? Kau belum makan sama sekali,
letakkan HPmu, dan buat vlog nanti.
Makanlah pisang ini.
Pisang!
Apa?
"Makan aku, Hope. Makan aku."
Baiklah, Berikan padaku.
Ibuku punya ide yang bagus
dengan menamaiku Hope dari salah satu nama tokoh favoritnya
di buku yang di tulis oleh laki-laki Inggris yang sudah mati.
Ini bukan kesalahan Ibuku.
Siapa yang tau ini akan terjadi?
Hope!
Kau tak harus melakukannya.
- Aku yang traktir kali ini. - Oh, trims.
Aku janji tak akan berkeliaran lebih lama lagi.
Aku tak ingin menahan bisnismu.
Tapi dia luar biasa,
tapi waktunya kelewat.
Aku akan menjemputmu setelah pulang sekolah nanti
dan menemui dokter.
Apa itu hari ini?
Mm-hmm. Tidak.
Hasil tesmu sudah keluar.
Yay. Berita buruk lagi.
Baiklah.
Kau adalah gadis yang kuat dan cantik.
Kemoterapi hal yang mudah. Kau bisa melakukannya. Aku menyayangimu.
Apakah kita harus melakukan ini setiap saat?
Okay, aku gadis yang kuat dan cantik,
dan aku bisa melakukan ini, aku juga menyayangimu.
- Dah. - Oke.
Hey, Dr. Pham.
Anak-anak seharusnya seperti Twinkies,
lahir tanpa ada tanda masa berlakunya.
Aku lebih mirip susu.
Ada satu tanda stempel di sebelah kanan.
Dan, tentu, kau bisa coba dan kabur..
tapi kau sudah terlanjur masuk ke dalam situasi ini.
Uh, permisi. Beri jalan anak yang sekarat.
Kau tau, jangan sampai telat ikut kemoterapi.
Jangan sampai jatuh, ya, jangan..
mungkin tak berhasil...
Ke lantai tiga.
Favoritmu tetap coklat, Stephanie?
Kau tau lah.
Jadi aku tetap tegar menghadapi situasi
dengan sebuah candaan.
Mereka bilang tertawa adalah obat terbaik.
Dua sel darah putih saling bertemu.
dan salah satu dari mereka bilang, "Senang bertemu kau di sini."
Aku pamit.
Ini telah menjadi penyelamat sungguhan.
- Ayo lakukan. - Oke.
Sarah, waktunya mengganggu dia.
Baiklah.
Aku baru saja belajar pengandaian.
Apakah aku masih ingat.
Kau berbaring dibawah hangatnya terik di pantai.
Kakimu ada di atas pasir,
dan kau berbaring diatas kain simpul itu..
Ini Sarah,
Hal terbaik yang ada di situasi seperti ini.
Kita bertemu lima tahun yang lalu di grup pendukung.
Dia juga punya kanker, jelas.
ketika kau punya kanker, kau bisa paham.
Selesai.
Saluran ini sudah bekerja dengan baik.
Aku siap mempertemukanmu, segera setelah Apotik membawakan tasnya.
Penting untuk memahaminya.
Bagaimana kabar kalian?
kau taulah, sedang menjalani kemoterapi,
dan nonton The Fault in Our Stars.
Ada rasa sakit?
Jika aku harus memberikan skala nilai,
um, mungkin nomor delapan,
jadi bisakah aku dapat makanan dan minuman bersoda?
Tentu.
Mereka harus buat kontes antar pasien setiap bulan.
Apa menurutmu akan jadi kompetisi yang adil?
Kau suka jadi pusat perhatian.
Aku suka diperhatikan seperti halnya orang disampingku,
tapi aku takkan bilang kalau aku memanfaatkan itu.
Bagaimana keadaanmu? Ada rasa sakit?
Kurasa skala rasa sakitku ada di nomor dua,
seperti rasa sembelit.
Itu mengingatkanku, um, Ibuku mau aku menghubunginya,
membahas jus berserat.
Maafkan aku. Aku tau dia sangat..
Tidak, tak apa. Itu manis.
Aku suka Ibu yang sangat protektif.
Ibuku sangat sibuk belakangan ini.
Baiklah.
Aku akan melepaskan ini dan memasang saluran lagi.
Baiklah.
Aku merasakannya.
Mm-hmm.
Air Zofran.
Mm. Terima kasih.
Kau siap?
Kau harus mampir minggu ini,
kapanpun ibumu pulang larut malam.
Ibuku akan buat banyak makanan hambar
yang tidak enak untuk kita.
Baiklah.
Aku menyayangimu.
Aku lebih menyayangimu.
Tidak mungkin.
Itu Seth.
Dia sahabatku juga.
Ya, kau bisa punya dua sahabat. Ini tahun 2016.
Seperti orang kebanyakan, dia tak punya kanker.
Dia berumur 17 tahun, tapi kadang seperti 40 tahun.
Bagaimana kabarmu?
- Hey. Yeah.. Aku baik-baik saja. - Kau baik?
- Apa kau sudah makan sebelum kemo? - Iya sudah.
- Benarkah? Baguslah. - Iya.
Kau butuh catatan pelajaran Bu Laga?
Boleh. Ini. Aku punya minuman soda untukmu.
Tidak, buat kau saja. Kau perlu itu.
Ayo jalan. Kita akan terlambat sekolah.
Tunggu. Sejak kapan kau peduli tentang sekolah?
Sejak aku punya kelas seni di jam pertama.
Baiklah.
Itu Kai, dia pacarku.
Terdengar aneh kalau diucapkan dengan lantang.
Aku sudah bilang ribuan kali di pikiranku.
Yeah, pacarku. pacarku.
Okay, yeah, itu terdengar gila.
Sebentar, sayang.
Kau berlebihan.
Yeah, mungkin seharusnya aku tidur siang saja.
Yeah, yeah. Kau harus beristirahat.
Baiklah.
Kemarilah.
Aku dan ibuku telah
membuat rencana di Make-A-Wish ke Australia musim panas ini.
Aku selalu ingin menyelam di Great Barrier Reef
Ternyata, menyelam lebih susah dari kelihatannya,
apalagi jika ada masalah sakit.
Kami hanya mencoba untuk foto beberapa ikan dengan GoPro.
Aku pasti terlihat seperti aku tenggelam.
karena Kai berenang dan membantuku.
Spontan saja.
Lalu dia mengajakku keliling kota selama beberapa hari,
pengalaman terromantis yang pernah kurasakan,
bahkan ibuku ketinggalan.
Jadi saat dia menemuiku,
dia datang ke sana dengan kami, mendaftarkan semacam sumbangan.
Ternyata Australia membiarkan
anak-anak muda yang mau menikmati dunia,
dan itu keren.
Kau membuat sekarat terlihat seperti hal biasa.
Apa kau berbicara padaku?
Apa ada orang lain yang sekarat juga di sini?
Tidak ada. Um, maaf.
Kukira kau tidak tau siapa aku..
Tentu saja aku tau siapa kau.
Kau anak yang mengidap kanker.
Dan pacarnya Kai.
Dimana kau bertemu dia?
Di Make-A-Wish.
Kau bisa dapat pria tampan di Make-A-Wish?
Tidak, tidak. Waktu itu di sebuah trip,
dan dia hanya sebuah bonus.
Aku mau bilang, "Aku mau kanker." Tapi aku bercanda.
No comments yet. Be the first to leave one.