The first 200 lines.
Maaf.
Tak apa. / Maafkan aku, Sayang.
Maafkan aku. / Bahuku.
Teruskan.
Itu cukup membantu.
Takkan pernah.
Hanya sedikit. Biar terlihat bersih.
Aku takkan mencukurnya.
Tapi kau terlihat seksi dengan rambut pendek.
Benarkah? / Ya.
Terima kasih. / Tidak, tidak...
Maaf, aku tak bermaksud begitu.
Kau seksi.
Kau yang paling seksi.
Teruskan. / Kau dan ketampananmu,
badan tegap, rambut panjang.
Teruskan... / Aku suka caranya memanjang.
Benarkah?
Selamat hari Ayah!
Anak-anak, kami bilang setelah sarapan pagi.
Aku ingin sarapan kue.
Wow! Cokelat dengan taburan!
Kesukaanku.
Selamat Hari Ayah!
Buka! Buka! / Buka! Buka!
Baiklah.
Ayah suka meningkatkan antisipasi.
Oh, kalian...
Ayah suka? / Suka sekali.
Ayah sayang kalian.
Terima kasih. / Ibu bantu kami.
Bukan Ibu. Itu semua ide mereka.
Iya kan, anak-anak? / Benar.
Kue! Kue! / Kue! Kue!
Baiklah. / Kue! Kue! Kue!
Kue! Kue! Kue!
Oh, lihat kue yang cantik itu!
Siapa yang melakukan ini pada monster!
Kau tidak bisa sembunyi dari monster!
Monster bisa mencium bau tubuhmu!
Lari! Monster datang!
Monster sudah membuat anak-anak menghilang.
Dan...
Monster ingin menyelesaikan apa yang kita mulai.
Terlambat, anak-anak sudah bangun.
Monster sedih.
Aku yakin monster bisa menunggu sampai hari Senin.
Monster sudah menunggu tiga minggu.
Ya, tapi ada anak-anak dan pameranku.
Aku tak bisa membahagiakan semua orang sepanjang waktu.
Monster tak ingin memulai pertengkaran.
Baik. Maaf, aku juga.
Aku janji kita akan menyelesaikan ini segera setelah aku kembali.
Oh, monster bahagia.
Monster bahagia.
Monster sangat bahagia.
Lisa, bisa tolong berikan makanan ini ke Monyet.
Ya, Ibu.
Terima kasih. / Sama-sama.
Semuanya sudah berkemas? / Ya.
Monyet, anjing pintar.
Ayah, kenapa kami tak boleh membawa Monyet ke pantai?
Ayah kan tahu dia suka pantai.
Monyet harus di sini menemani ayah kalian,
jadi Ayah tidak sendirian selama akhir pekan.
Tidak adil. / Tok tok.
Hei, Louis!
Hei, kalian, ini baru terbit.
Apa kabar, Louis? / Apa kabar?
Apa kabar, anak-anak kecil?
Tn. Webber, apa kabar?
Selamat pagi, Louis.
Aku mau menjabat tanganmu, tapi aku hanya kuat memegang cangkir kopi.
Oh, itu yang terjadi ketika kau berusaha membuat gadis terkesan di gua kelelawar.
Aku tidak menggoda, aku jadi pria sejati.
Ya, aku yakin dia gadis 25 tahun yang tidak berdaya.
Ya, tidak berdaya.
Kau tahu ini apa?
Apakah ini hadiah Hari Ayah untuk Ayah?
Bukan. Ini katalog milik Ibu.
Mudah-mudahan mereka memilih warna yang tepat kali ini.
Semoga saja.
Kurasa mereka memilih warna yang tepat.
Aku suka.
Sedikit magenta, tapi hampir sempurna.
Apa itu magenta? / Nama warna.
Sayang, ini sempurna.
Ibu, Louis boleh ikut ke pantai bersama kita?
Ya.
Tidak, Louis harus di sini dan mengerjakan sesuatu.
Sama seperti ayah kalian.
Benar.
Aku dan ayah kalian akan mengadakan Pesta Hari Ayah malam ini.
Louis!
Yang benar saja. / Ayah tidak mengadakan pesta.
Ayah tidak berpesta,
Ayah akan sibuk bekerja.
Sudah kau kemas senjatamu?
Sudah. / Sudah kau kemas bomnya?
Sudah. / Sudah kau kemas meriamnya?
Sudah. / Sudah kau kemas gergajinya?
Kau tidak mengemas gergajinya?
Ambil gergajinya, bung!
Semennya masih belum kering, tapi besok malam pasti kering.
Namun, itu sangat rapuh dan aku tidak percaya para pemindah barang...
... setelah kerusakan yang mereka lakukan di galeri.
Aku yang akan mengurusnya. Jangan khawatir.
Baiklah, terima kasih, aku akan mengemasnya.
Oke.
Ini sudah hampir kering.
Ya, aku akan mengirim pesan padamu setelah ini sampai di galeri.
Jangan khawatir,
aku yang urus semuanya. Kau bersenang-senanglah di pantai.
Nikmati saja. Aku pergi.
Terima kasih, Louis.
Tn. Webber, sampai bertemu besok. / Terima kasih.
Maksudku, malam ini untuk pesta rahasia.
Louis... / Sampai nanti, anak-anak.
Sampai nanti, Louis. / Pesta rahasia?
Pesta rahasia. / Baiklah.
Inikah yang terakhir?
Kau suka? / Aku suka.
Bagus.
Menurutku seharusnya ini lebih besar.
Begitukah? / Ya, lalu kita bisa membuat kolam renang.
Baik, lain kali akan kubuat yang lebih besar.
Aku memberitahu Vivian besok jam 2:00.
Aku tidak butuh terapi dari dia, ini akan sembuh sendiri.
Katakan itu pada bahumu.
Ayah yakin tak bisa ikut bersama kami ke pantai?
Ayah ingin sekali.
Tapi jika Ayah tidak bekerja akhir pekan ini, kita harus tinggal di dalam kardus.
Kalian ini tinggal di dalam kardus?
Tidak. / Tidak mau.
Ayah juga. Kecuali kalau Ayah yang merancangnya.
Baiklah, pamitan pada Ayah.
Sampai nanti, Ayah.
Pamitan pada Monyet.
Dah, Monyet.
Ayah, jangan lupa kirim semua foto pestanya di Instagram.
Baik.
Telepon aku kalau sudah sampai.
Pasti. Aku mencintaimu.
Aku mencintaimu. / Aku mencintaimu.
Sampai nanti.
Sampai nanti. / Sampai nanti, Ayah.
Cukur rambutnya, Ayah!
Baiklah, Monyet,
sepertinya tinggal kita berdua.
Hei, Sayang.
Bagaimana rumahnya?
Hai! Luar biasa.
Lihat. Anak-anak, ucapkan salam pada ayah kalian.
Hai! / Hai.
Yang dibutuhkan adalah dirimu.
Aku mencintaimu. / Aku juga.
Aku kangen padamu.
Selamat malam.
Siapa di sana?
Cuma sebentar, Pak, kumohon.
Halo? / Boleh pinjam teleponmu, kumohon?
Ya?
Kami minta maaf sudah mengganggumu, Pak,
tapi tolong bisa beritahu kami rumahnya keluarga Gregorys?
Ini rumah ketiga yang kami ketuk.
Sepertinya semua orang pergi selama akhir pekan.
Keluarga Gregorys?
Tidak, aku tidak hapal nama orang-orang di sini.
Di mana alamatnya?
Sejujurnya aku tidak tahu.
Ponselku basah dan ponsel dia tertinggal di rumahnya.
Taxi barusan yang menurunkan kami di sini.
Kami sudah berjalan berkeliling sekitar 20 menit.
Ya, kakiku serasa tak bisa digerakan.
Maaf. Sepertinya aku tak bisa membantumu.
Kau diberkati.
Ini.
Terima kasih.
Jika kalian mau kalian bisa masuk dan menggunakan teleponku.
Oh, terima kasih, tapi...
... semua nomer kontak kami ada di dalam ponselku.
Aku bahkan tidak tahu nomer ponselku sendiri. Bisa kaupercaya?
Mungkin Ashley sedang mengobrol di Facebook?
Jenius.
Sebenarnya, kau tak keberatan jika kami menggunakan komputermu sebentar?
Kami tidak ingin memaksa.
Kami hanya cari alamat lalu pergi.
Ya. Tentu.
Masuklah.
Terima kasih.
Tidak, tak apa. Jangan khawatir.
Oh, aku tak keberatan.
Kami tak ini mengotori rumahmu.
Ya. Permisi.
Terima kasih banyak.
Aku tahu ini sangat tak biasa. / Tak apa.
Tunggu, akan kuambilkan iPad dan handuk.
Terima kasih.
Rumah yang bagus.
Terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.