The first 200 lines.
Di penjara, orang sering bertanya bagaimana kau berakhir di sini.
Setelah menjawab
pertanyaan yang sama berulang-ulang
ingatanmu menjadi kabur.
Katanya itu proses melupakan.
Jika begitu kau keluar, kau akan melupakan semua.
Dan kau bisa mulai lagi.
Halo?
Masih di toko?
Tiketnya sudah ada.
Aku tidak menunggu jika kau terlambat.
"Angka pertama adalah 25."
"Angka kelima adalah 19."
"HILANG"
Permisi!
Aku ingin mengajukan kasus pidana.
Tentang apa ini?
Suamiku hilang berhari-hari.
Itu kasus orang hilang.
Isi formulir.
Ada berita?
Belum.
Halo?
Halo?
Halo?
Kaukah itu, Lian?
Ini hari keberuntunganmu!
Kami menyediakan perawatan AC gratis...
Aku tidak butuh itu!
Itu dia.
Sayang, makan malam
Bu, di mana baju putihku?
Hei, aku di sini mau memperbaiki AC.
Sebentar.
Halo?
Ya, bicara.
AC ada di ruang tamu.
Sebentar. Biar kucatat.
Xin.
Itu dieja...
...X-I-N.
Restoran.
Baik.
Restoran.
Terima kasih!
Bersihkan sepatumu.
Apa salahnya?
Menyala, tapi tidak ada udara dingin.
Kau menemukannya?
Ya.
"Angka keenam adalah 23."
"Jumlah tambahannya 8."
"Sekarang biar kuulangi angka keberuntungan."
Kejar dia!
Hei, gendut!
Mau ke mana?
Sudah siap?
Ya.
Siapa kau?
Kau sudah 18 tahun?
Kau pikir kau sudah dewasa?
Merokok di usiamu?
Itu akan menunjukkan kepadamu. Jangan ganggu dia!
Beri aku satu.
Korek!
Aku ingin menyerahkan diri.
Kau ingin apa?
Aku ingin menyerahkan diri.
Apa yang kau lakukan?
Aku menabrak seseorang dengan mobilku.
Tahan sebentar.
Di mana orang itu sekarang?
Aku tidak tahu.
Kau tahu siapa yang kau pukul?
Xiaoqin!
Kemari sebentar.
Tunggu di sini.
Apa yang merasukimu akhir-akhir ini?
Kau tidak pergi bekerja.
Aku mencari seseorang.
Siapa?
Aku tidak tahu.
Aku punya sesuatu miliknya.
Aku cuma ingin mengembalikannya.
Kau pasti menyembunyikan sesuatu.
Kau menyembunyikan sesuatu dariku?
Tidak.
Kau melewatkan filmnya.
Dan tidak meminta maaf.
Seperti biasa.
Siapa yang tahu isi kepalamu.
Aku mau pergi.
Nyonya Liang,
Makan semangkanya.
Gratis. Aku yang bayar.
Beri aku seperempat.
Ada kabar terbaru tentang Tuan Liang?
Kupikir aku akan berani itu.
Hati-hati di jalan!
"REPARASI AC PROFESIONAL"
Halo, aku tukang reparasi AC.
Aku yang menabrak suamimu.
Maaf.
Hei, aku tukang reparasi AC.
Aku menabrak suamimu.
Maaf.
Halo.
Aku tukang reparasi AC.
Aku menabrak suamimu.
Maaf.
Aku menabrak suamimu.
Maaf.
Kau menemukannya?
Ya.
Nyonya Liang!
Waktu yang tepat untuk mengepel lantai!
Kami dari Komite Warga.
Kalian sangat baik!
Kami datang untuk melihat bagaimana keadaanmu.
Saudari-saudari!
Ayo duduk di ruang tamu.
Kami turut berduka atas kehilanganmu.
Biar kuambilkan air.
Aku akan mengambilkanmu air.
Kami saja.
Di sini sangat panas!
Pendingin ruangannya rusak dan tidak ada kipas angin.
Ayo semua!
Mari kita membawa beberapa kursi di sini.
Silahkan duduk!
Saudari-saudari!
Kita semua sudah dengar kabar sedih.
Ya Tuhan, suami Huifang meninggal terlalu tiba-tiba.
Dia bingung.
Dan hancur.
Polisi bertanya kenapa
aku bertingkah begitu
dengan mendatangi rumahnya.
Aku tidak tahu kenapa.
Hal yang aneh adalah
dia tidak terlihat sedih.
Seolah dia berharap itu terjadi.
Jangan memendam semua.
Menangislah sesukamu.
Aku tidak bisa menangis.
Aku tidak bisa.
Jaga dirimu.
Pastikan kau makan.
Terima kasih!
Berapa?
Jangan khawatir.
Aku hampir selesai.
Gratis.
Bahkan kau mengasihaniku.
Bukan begitu.
Sungguh, tak apa.
Aku cuma punya terlalu banyak waktu sekarang.
Saat mereka ada
aku harus memasak, mencuci pakaian...
Hampir tidak punya waktu untuk diriku sendiri.
Dan sekarang
aku tidak tahu harus apa.
Boleh minta rokok?
Korek.
Liang sering merokok tiga bungkus sehari.
Tapi dia melarangku merokok.
Dia bicara banyak hal hari itu.
Hal-hal yang cuma bisa dia ceritakan pada orang asing.
Hal-hal yang tidak pernah dia ceritakan ke teman-temannya.
Aku ingin memberitahunya.
Tapi aku menahan diri setiap saat.
Apa yang kulakukan?
Sudah makan, Nyonya Liang?
Belum.
Jika kau bosan, jangan ragu datang.
Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Sudah kubilang suaminya tidak berguna.
Lihat bagaimana itu berakhir?
Aku baru saja melihat dua pria yang tampak mencurigakan
berdiri di luar pintu rumahnya.
Katanya mereka mencarinya.
Berhenti jahat padanya.
Dia sudah berduka berat.
Jahat?
Aku tidak meneriakkannya di depan umum.
Beres.
Nyonya Liang?
Suamimu
berutang 50.000 dolar pada kami.
Kau lebih suka mentransfer uang atau...
Aku tidak punya uang.
Tidak punya uang?
Mari kita lihat
jika ada sesuatu yang berharga di sana.
Kau bisa membayar kami dalam bentuk barang.
Aku tidak punya barang berharga!
Hei, kau!
Cuma ini yang kumiliki, ambillah untuk saat ini.
Sering berkelahi, ya?
No comments yet. Be the first to leave one.