The first 200 lines.
Gigiku.
Halo, Merritt.
Kami merasa mungkin kami melakukan kesalahan.
Kami kurang menekanmu untuk memotivasimu dengan baik.
Tekanannya akan kami tingkatkan hari ini.
Secara harfiah.
Kita lihat bisakah itu membuatmu ingat.
Kau akan melihat tubuhmu bisa beradaptasi
dengan kenaikan tekanan udara setelah beberapa lama.
Tapi ini sedikit tidak nyaman.
Kau tak apa-apa.
Selama tak ada yang datang dan membuka ventilasi di atasmu itu.
Tentu saja, jika itu terjadi,
dengan meningkatnya tekanan udara,
itu akan menimbulkan kekacauan besar,
yang memaksa pengurus jenazah mengepel untuk mengumpulkan anggota tubuhmu.
Entah sebanyak apa derita yang akan kau rasakan.
Tubuhmu akan langsung meledak.
Semoga kau tak perlu mengalaminya.
Kendalikan dirimu, Pecundang.
Ya. Aku akan menyampaikannya.
Itu juga akan kusampaikan.
- Menyampaikan apa? - Kau tak menjawab ponselmu.
- Alasanku bagus. Yang kedua apa? - Itu yang kedua.
- Apa yang pertama? - William Lingard menghilang.
- Kapan? - Dia kabur semalam.
Melempar televisi lewat jendela.
Semalam.
Tepat saat konferensi persmu. Pemilihan waktu yang menarik, ya?
Ya, dia menontonku di teve, lalu kabur. Cukup menarik.
Menurutmu mungkinkah konferensi persmu memprovokasinya?
Itu memprovokasiku, tapi pertanyaan yang tepat, dia pergi ke mana?
Pukul berapa Merritt membeli keripik?
Transaksinya pukul 10.22. Tepat setelah mereka meninggalkan Oban.
Lalu apa?
William terlihat di titik kumpul darurat tepat sebelum pukul 11.00.
Kenapa mereka bertengkar?
Topi William jatuh ke laut dan dia hendak memanjat susuran untuk mengambilnya.
- Jatuh ke laut? - William melemparnya.
Terbawa angin dan tak tertangkap kamera.
Hari itu berangin, ya?
Seperti saat ini. Anginnya kencang.
Dan sangat dingin.
Tapi di dalam nyaman, bukan?
Itu boleh kupinjam?
Kenapa?
- Menarik. - Ya.
Permisi. Terima kasih.
Semua kamera ini terpasang empat tahun lalu, ya?
Ya. Aku sudah melihat rekamannya.
Merritt tak terekam setelah meninggalkan William.
Baik. Jadi, kita kembali ke awal.
Dia ada di kapal, lalu tak ada di kapal. Menarik.
Para Penumpang, sekarang kita akan berlabuh.
- Jadi, dia sudah lama tak pulang. - Dia tak pulang sejak remaja.
Tiketnya dibeli saat pagi, jadi tak terencana.
- Jadi, pelakunya jelas beruntung. - Benar sekali.
Tak ada yang tahu topi William akan hilang
atau Merritt akan turun untuk mencarinya.
Jadi, kejahatan kesempatan. Orang yang salah di waktu yang tepat?
Tidak, mereka mengawasinya.
Mengikuti orang ke mana pun, setiap saat, tanpa terlihat butuh banyak pengalaman.
Atau dedikasi, Kawan. Seseorang sangat menginginkannya.
Mereka bernasib sial.
Keluarga Lingard dibayangi kesialan
ke mana pun mereka melangkah.
Aku tak pernah lihat kesialan sebanyak itu menimpa satu keluarga saja.
Ibunya wafat, anak-anak berjuang sendiri, ayahnya terlalu mabuk untuk membantu.
- Penyebab kematian ibunya? - Tak ada di berkas Merritt Lingard?
Kecelakaan mobil.
Aku menanyaimu. Sebagai polisi lokal, kau pasti punya perspektif.
Perspektifku, kejadiannya sesuai dengan yang tertulis di berkas.
Dia tertidur lalu mobilnya selip.
- Ada laporan kecelakaan? - Tentu ada.
Di Glasgow, tempat kecelakaan itu terjadi.
- Kau tak penasaran? - Itu tak terelakkan.
Nasib sial?
Yang paling sial.
- Apa yang dia lakukan di Glasgow? - Aku tak tahu.
Tapi yang jelas, anak laki-laki itu menghadapinya dengan baik.
Dia siswa dan atlet yang baik. Seorang pemuda yang baik.
- Dan Merritt? - Bermasalah.
Selalu membuat masalah. Sering dibawa ke kantor ini.
Bukan jenis anak yang tumbuh menjadi jaksa.
Jika kau melihat kepala adikmu diremukkan,
itu tentu berpengaruh.
Ya, bisa tolong beri kami detail serangan terhadap William Lingard?
Harry Jennings, penjahat yang mendalangi serangkaian perampokan.
Dia masuk ke rumah Lingard saat William tidur.
- Dan Merritt? - Dia keluar.
Kemungkinan teler dengan beberapa pemuda. Bisa dibilang, dia agak gatal.
Kalau pria yang memukulinya? Harry Jennings?
Dia tewas saat mencoba menghindari penangkapan.
- Tewas bagaimana? - Lompat dari feri.
Dia mau kabur dengan naik feri?
Dia tak cerdas. Dia kira dia lolos, tapi kami menelepon kapten kapal.
Saat kapten dan mualim I mendekatinya, dia melompat ke laut.
- Tinggi kapal tak cukup untuk membunuh. - Cukup jika kau mabuk.
Harry Jennings jelas mabuk.
Kadar alkohol dalam darahnya amat tinggi
dan dia mabuk berat.
Omong-omong, ada pub khusus tempat Jamie Lingard bisa kutemukan?
Tidak. Dia tak mabuk lagi, tak pernah ke pub.
Saat ini, dia mungkin ada di pelabuhan,
main kartu dengan nelayan lain.
Masih memancing?
Ikannya tak banyak, tapi di sini, mereka memancing sampai napas terakhir.
- Sangat puitis. - Aku seperti Rabbie Burns.
Pasti menyenangkan punya waktu. Terima kasih sudah mau berbagi.
- Aku melihatmu di teve. - Ya?
Kukira kau akan muntah saat itu.
Cuaca Skotlandia tak cocok buatku.
Aku baru mengenalmu, dan perasaanku mengatakan
kau tak cocok dengan banyak hal.
Tak heran tak ada kejahatan di sini. Kau memahami semua.
Tak banyak kejahatan di sini karena semua bajingan ada di London.
Aku mengatakannya karena penasaran
apa kau meyakini perkataanmu saat konferensi pers?
Kau pikir kau akan menemukannya?
Jujur?
Entah apa bisa ditemukan, tapi aku ingin tahu apa yang menimpanya.
Karena kau penasaran?
Karena aku tak memercayai teori nasib sial.
Kau sedang apa?
Polisi.
Tak perlu melanggar aturan.
Sangat rapi.
Ya.
Sulit dipercaya hal buruk bisa terjadi di tempat nyaman seperti ini.
Hal buruk memang terjadi.
Kalian jarang memakai sarkasme di Suriah.
Sangat jarang.
Foto William. Tak ada foto Merritt.
Karena dia wanita yang menyebalkan.
Kami polisi, Pak Lingard.
- Detektif… - Aku tak peduli.
Jangan asal masuk ke rumah orang.
Kau benar. Aku minta maaf. Pintunya terbuka.
Kenapa ke sini?
Kami membuka kembali penyelidikan hilangnya putrimu.
- Kenapa? - Ada bukti baru.
Bukti baru apa?
Kalau boleh tanya, kenapa kau menyebut putrimu menyebalkan?
Karena dia menyebalkan.
Tapi dia menjadi wali William di usia 24 tahun, bukan kau.
Aku tak punya banyak pilihan.
Dia ingin membuktikan aku bukan ayah yang layak di pengadilan.
Petisi itu tak kau tantang.
Aku bukan pengacara. Kau kira aku punya peluang?
Kau juga punya catatan kriminal.
Mengemudi dalam kondisi mabuk, 2001. Serangan, 2003.
Aku tak pernah bilang dia salah. Memang benar.
Aku hampir selalu mabuk, bahkan di gereja.
Tindakan Merritt benar. Aku tak layak.
Lalu dia mencarimu 12 tahun kemudian. Tahu kenapa?
Aku tak tahu dia akan datang.
Aku memberi tahu polisi sebelumnya. Dia tak mau berhubungan denganku.
- Kapan bertemu William? - Sehari setelahnya di rumah sakit.
Cuma itu? Tak bertemu lagi?
Aku tak bisa. Terlalu sulit.
Bahkan setelah Merritt hilang dan dia sebatang kara?
Dia pemuda yang baik.
Sangat manis dan pintar.
Masa depannya menjanjikan. Aku tak sanggup melihatnya seperti itu.
Pernah mencoba menemukan Merritt dan William?
Untuk apa? Merritt tak mau ditemukan.
Kau juga takkan menemukannya.
Aku pandai menemukan sesuatu yang tak mau ditemukan.
Ya, selain kendali dirimu.
Terima kasih, Pak Lingard.
Merritt mencuri dariku.
Mencuri apa?
Sebuah kalung. Milik Lila, ibunya.
Cuma itu peninggalannya. Itu milikku, bukan milik Merritt, tapi dia ambil.
Dia tahu itu berarti, tapi tetap dia ambil.
Cuma untuk menyakitiku.
Dan dia berhasil.
Oke.
Terima kasih.
Hidup sudah cukup menyakitkan tanpa harus diperburuk oleh keluarga.
Itu dia.
Ibumu menyadari bahwa dia tak bisa pulang.
Dia mencoba berkali-kali, tapi mereka tak mau menerimanya.
Tidak setelah Ayah…
Apa kata mereka, ya?
"Merusaknya".
Dia disingkirkan.
Mereka bilang dia tak dapat apa pun jika bersama Ayah.
Bahkan setelah kau dan adikmu lahir. Mereka tak mau bicara dengannya.
- Mereka merasa Ayah terlalu tua. - Mereka bilang begitu.
Walau Ayah 20 tahun lebih muda, pandangan mereka tetap sama.
Karena Ayah nelayan.
Bukan dokter, pengacara,
atau lebih bagus lagi, bankir.
Ayah kira Ayah menyelamatkannya dari kaum kaya Edinburgh,
jadi Ayah amat sedih mendengar Ayah malah menyengsarakannya.
Bahwa dia tak bahagia,
berniat meninggalkan kita dan kembali ke mereka.
Ibu tahu mereka tak akan membantunya selama masih bersama Ayah.
Ya, selama dia bersama Ayah. Tapi dia pasti pulang.
No comments yet. Be the first to leave one.