The first 200 lines.
Episode sebelumnya di "School Spirits"...
Aku tidak akan pernah bisa menebak kata sandinya.
Oke, letakkan pulpen kalian.
Jadi, Claire, apa artinya menjadi ratu pesta dansa bagimu?
Satu-satunya kepulangan yang penting tahun ini adalah kepulangan Maddie.
Lucu sekali, aku belum pernah mendengar kau bicara sepatah katapun padanya
sejak aku di sekolah ini.
Claire, dia bilang tidak peduli dengan pesta dansa,
lalu dia menangis di depan kamera soal Maddie.
- Mau swafoto? - Dari mana kau dapat ponsel itu?
Apa tidak terkunci? - Aku tahu kata sandi semua orang.
Simon, periksa riwayat panggilannya.
Anda terhubung dengan Claire Zahler.
Tolong kirim SMS saja, ya?
Ayolah.
Oh, di mana kau?
Sialan.
Ugh!
38.
39. - Boleh aku turun sekarang?
Tidak. Satu lagi. 40.
- Oke, aku turun. - Oke. Ya, tentu.
Baiklah, siapa berikutnya?
Charley, kau mau naik kuda-kudaan?
Oh, oke.
Jadi itu termasuk agresi mikro,
atau sudah makro sepenuhnya?
Aku tidak tahu apa arti semua itu.
Ini hitung mundur, sayang.
Kita punya sepuluh jam sampai pertandingan.
Kita harus pompa semangatnya. Ayo.
Oh, kami sudah semangat, Wally.
Beginilah wujud semangat bagi sebagian dari kami.
Kalau lebih semangat lagi, aku akan muntah di topiku.
Atau tidak.
Semangat lagi.
Baiklah.
Sekarang, apa semua sudah mendaftar di panitia persiapan?
Kita masih butuh bantuan untuk dekorasi dan konsumsi.
Di mana Maddie?
Oh, mungkin dia pergi saat main kuda-kudaan.
Seharusnya tidak ada yang berkeliaran, Charley.
Ya, dia benar.
Spanduk ini tidak akan selesai dengan sendirinya, oke?
- Aku akan mencarinya. - Oh, jangan.
Aku saja. Dia lebih menyukaiku.
Tunggu. Tunggu. Tunggu. Tunggu. Oke, kalau kalian berdua pergi,
siapa yang meniup balon?
Siapa yang membuat mahkota kembang apiku?
Aku menambahkannya agar tahun ini sedikit lebih meriah.
Maksudku, ini akan-- Oke, maaf.
Baiklah, aku akan tetap di sini
dan membantumu meniup balonmu.
Tak ada yang suka kuda poni yang sedih.
Pak Martin, haruskah aku--
Tidak. Tidak, tidak. Tidak apa-apa.
Banyak yang harus dilakukan, dan kita butuh semua bantuan.
Benar, 'kan, Rhonda?
Hei.
Pilih aku. Aku melihat dirimu yang sebenarnya.
Apa dia jualan mulsa?
Mungkin itu bar salad.
Kenapa banyak sekali batu?
Jangan picik begitu.
Menurutku dia sangat cantik.
Apa?
Kau jadi penasaran, 'kan?
Seberapa jauh para pengikut setia Claire akan berusaha membuatnya terkesan.
Apa? Maksudmu seperti membunuh seseorang?
Jangan kaget begitu. Mereka hidup demi persetujuannya.
Ya, tapi apa kau pikir mereka mau membunuh untuk itu?
Maksudku, mereka bahkan tidak bisa berpakaian
tanpa bertanya pada Claire dulu.
Masuk akal, tapi, Maddie, kita sudah membuntutinya selama seminggu.
Kita masih tidak tahu bagaimana dia terhubung dengan Anderson.
Bagaimana bisa kau berteman dengannya?
Kami tetangga.
Kau tahu, itu mudah saja.
Lalu apa, dia mencampakkanmu begitu saja
demi domba-domba robot ini?
Tidak juga.
Oh, aku tidak bisa menemukannya.
Di mana itu?
Itu sudah lama sekali.
Kenapa aku tidak pernah bisa menemukan apa pun
di rumah sialan ini?
Ibu sedang mengalami hari yang buruk.
Siapa yang butuh semua barang ini?
Aku sudah tidak tahan lagi.
Aku hanya butuh sedikit bantuan.
Aku berumur 12 tahun, dan aku tidak tahu
betapa buruknya keadaan Claire di rumahnya juga.
Maddie, kumohon.
Maddie, cepat. Ayolah.
Maddie, ayo. Aku bisa melihatmu.
Orang tuanya sedang bertengkar.
Dia ketakutan, dan dia butuh tempat untuk pergi.
Kau tidak boleh masuk.
Aku harus pergi.
Apa?
Maddie. Maddie, kumohon.
Tapi aku tidak bisa menolongnya.
Aku sudah tidak sanggup lagi.
Lalu apa yang terjadi?
Dia pindah ke rumah ayahnya selama setahun.
Dan ibunya menikah lagi dengan pria kaya itu.
Yang wajahnya ada di semua bangku halte bus?
Pria pengusaha properti itu?
Dan saat dia kembali ke Split River
untuk SMP, dia...
menatapku seolah aku tidak ada di sana.
Kami tidak pernah bicara lagi setelah itu.
Ya Tuhan, Maddie.
Bagaimana jika dia masih
menyimpan dendam soal itu?
Aku bisa mendengar pembawa acara "Dateline" sekarang.
"Luka masa kecil terbuka kembali.
Satu-satunya yang bisa menyembuhkannya, balas dendam."
Orang-orang menyimpan dendam seperti itu.
Mungkin Claire juga.
Oke, ya.
Oh, apa itu hanya ranselnya?
Oh, tidak. Tidak. Tidak, saya mengerti.
Tolong, uh--ya, apa saja.
Terima kasih.
Mereka menemukan ransel Maddie?
Di mana?
Rumah kosong dekat tempat lama
di sudut jalan 10th dan Lasher.
Kau tahu rumah itu?
Aku pernah melewatinya.
Maksudku, rumah itu selalu terlihat kosong bagiku, tapi--
Yah, ayahmu berpikir ada seseorang
yang tinggal ilegal di sana.
Itu Maddie, kan?
Pasti dia.
Mungkin dia takut untuk pulang.
Oh.
Banyak sekali yang harus kulakukan.
Aku hanya ingin dia tahu
bahwa semuanya akan berbeda.
Apa kau mau aku menyelesaikan urusan garasi?
Jam kosongku sampai-- - Tidak, tidak. Tidak. Tidak.
Tidak, kau sudah cukup membantu.
Berangkatlah ke sekolah.
Dan terima kasih.
Lip gloss, kunci, ponsel, dompet.
Lip gloss lagi, kacamata hitam.
Ooh, permen mint.
Jangan pernah menolak permen mint.
Sisi baiknya, tidak ada senjata pembunuhan.
Ya, tapi tidak ada apa-apa di sini.
Apa menurut kalian Pak Anderson akan menjadi pendamping
di pesta dansa tahun ini?
Bisakah kau menjadi pendamping sambil memakai gelang monitor?
Mungkin kalau pesta dansanya dipindahkan ke penjara federal.
Claire, kau baik-baik saja?
Oh, sial. Benar.
Orang tuamu pasti sangat marah.
Bukankah mereka menyumbang banyak sekali uang ke klub pendukung sekolah?
Ya, benar.
Claire, kau mau ke mana?
Ini mungkin bagus.
Pak Hartman.
- Ya. - Hai.
Ada apa sebenarnya dengan dia?
Kau punya waktu sebentar?
Untukmu, aku punya dua menit. Apa kabarmu, Claire?
Dan apa yang bisa kubantu?
Yah, orang tuaku ingin tahu apa yang terjadi
dengan Pak Anderson dan uang yang dia curi.
Ooh, aduh-- jangan gunakan
kata-kata beracun seperti itu.
Yah, dia memang mencurinya, bukan?
Aku jamin pada orang tuamu bahwa kami telah memberhentikan Pak Anderson
untuk sementara, dan polisi Split River
sedang menyelidiki.
Sudah seminggu.
Apa dia sudah mengaku?
Apa dia bekerja sendiri, atau dia mengisyaratkan
ada orang lain yang terlibat?
Dia sedang memancing informasi.
Aku yakin ada penjelasan yang masuk akal.
Ya, memang ada.
Dia itu pencuri.
Dan orang tuaku akan marah besar
jika mereka terseret ke dalam skandal.
Itu pasti akan menjadi cek terakhir
yang mereka berikan ke sekolah ini.
- Wow, dia dramatis sekali. - Claire.
Claire. Claire. Um--
Maaf menyela.
Tapi kami butuh kalian berdua kembali ke gimnasium.
Mereka masih butuh bantuan untuk spanduk Wally.
Oh, ya. Benar sekali.
Kita seharusnya kembali ke sana.
Aku, kayak, jadi teralihkan.
Maaf, tadi ada permen mint. - Benar.
Yah, kalian berdua sudah pergi berjam-jam.
Masih ada orang di sekolah ini yang mengandalkan kalian.
No comments yet. Be the first to leave one.