The first 200 lines.
Kau dilarang menoleh.
Baik?
Kau penontonnya.
Mari kita mulai.
Daniel, AC sekarang menyala.
Baik, berikan satu petunjuk.
Ayo.
Menurutlah, bangun.
Bergabung denganku?
Andai waktuku banyak.
Kenapa tak ke bawah saja?
Sayang sekali.
Tidak.
Sial. / Biar kugosok.
Tidak. Berhenti menunda, ayo!
Malamku menyenangkan.
Ayo.
Jadi, kudengar pesanmu.
Lucu sekali.
Aku tidak bercanda.
Ayolah.
Aku tak bisa apa-apa.
Ini penandatanganan kontrak itu.
Kau harus ada di sini.
Itu seremonial.
Uangnya sudah direkening.
Kau bisa mengatasinya.
Kau seremoninya.
Kau menawan.
Mereka ingin merayakan bersamamu, bukan aku.
Aku tak bisa apa-apa.
Ulang tahun Imogen?
Katamu kau akan menemuinya di tengah minggu.
Dia diskors dari sekolah.
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Apa yang dilakukannya?
Entah. Urusan anak remaja.
Dan kau pilih minggu ini dari sekian banyak minggu untuk menjadi ayah.
Apa katamu?
Aku cuma... Dengar. aku stres.
Hal terbesar dalam hidup kita. Kau tak muncul berjabat tangan.
Tipikal Daniel Crane.
Dalam seminggu dari sekarang, kau akan kaya, kau takkan peduli.
Sekarang diam.
Kau berutang padaku.
Kurasa tidak.
Sampai jumpa.
Selamat ulang tahun, Sayang.
Parfum Eau de Malbec.
Persetan kau juga, dasar jalang.
Hei!
Tolong taruh itu di kamarmu.
Aku baru saja duduk!
Dan kau akan duduk sepanjang minggu.
Menurutlah. Taruh di kamarmu.
Ada noda di karpetmu.
Jadi, mau apa hari ini, dari segi makanan?
Biar kutebak. Italia?
Mungkin makanan Italia.
Bagaimana?
Ya, kedengarannya bagus.
Kenakan yang bagus.
Diam.
Aroma menarik di kamarmu.
Parfum Summer Sanctuary, kalau aku tidak salah.
Aku ingin tempat ini harum untukmu hari ini, seperti rumah.
Tapi tak ada wanginya di sini.
Baik, Imogen.
Tak ada orang yang suka orang sok tahu.
Dia cantik?
Cukup.
Aku yakin dia sangat cantik.
Berapa usianya?
Aku tidak boleh punya pacar?
Jadi dia pacarmu.
Sudah berapa lama pacaran?
Imogen... / Tidak, katakan.
Apa ini cinta?
Kau akan melamar?
Apa perlu kupanggil, 'ibu'?
Bagaimana kalau kita mencoba hal yang lain?
Ya Tuhan.
Tidak suka?
Itu arloji dan ponsel.
Aku punya arloji.
Sungguh? / Ya.
Dan ponsel.
Tapi ini yang baru.
Ini teknologi terdepan.
Cobalah.
Aku tidak butuh yang baru.
Aku suka milikku yang lama, yang bahkan belum setua itu.
Aku tidak bisa mengimbangi.
Kusimpan struknya. Ambil saja kembali.
Belanjakan uang untuk apa saja.
Jelas aku mengacau.
Tidak, Ayah, aku...
Ayah?
Ada seseorang di taman.
Imogen, tetap di sini.
Bisa kubantu?
Temanmu?
Kau harus keluar dari kebunku sekarang juga.
Kau mendengarku? Aku akan menelepon polisi.
Kau pikir aku bercanda?
Imogen, ke ruang tamu.
Ayah...
Halo.
Kami di sini untuk berpesta.
Permisi?
Pesta ulang tahunnya.
Kami suka sekali pesta ulang tahun.
Dan kami bawa hadiah.
Imogen, kemari sekarang.
Kau tidak ingin membukanya?
Itu kejutan.
Keluar dari rumahku.
Perusak pesta.
Dan bagaimana denganmu?
Kau ingin buka hadiahmu, 'kan?
Baik, jelas topengnya ide buruk.
Kupikir akan menyenangkan.
Kita salah memulai, 'kan?
Kami dikirim untuk membantu merayakan ulang tahunmu.
Apa perlu kubukakan?
Kejutan.
Bisa membukakannya?
Di luar sangat dingin.
Apa maumu?
Kami cuma ingin bergembira.
Ayolah, jangan terlalu serius.
Pintu. Sekarang.
Kau lahir di kandang?
Kau tidak kedinginan di luar sana, bukan?
Bagus.
Tidak.
Orang-orang sudah cukup takut.
Dia jelek sekali.
Maaf, kasar sekali aku!
Tiga, dua, satu...
Imogen.
Imogen
Selamat ulang tahun.
Baik, berhenti sekarang.
Kenapa kalian di sini?
Kami melihat balon di luar dan kami suka sekali pesta.
Tolong, pergi saja.
Aku tahu ini terlihat aneh. Aku berdiri di sini, memegang senapan.
Tapi kami tidak ingin menyakitimu.
Kami cuma ingin Imogen merayakan ulang tahun paling mengagumkan.
Ada kue?
Ini tidak lucu.
Mari menyalakan lilin. Lalu mungkin kami akan pergi.
Keluar dari rumah kami, dasar jalang psikopat.
Ayolah, Imogen. Jangan seperti itu.
Hidup bisa lucu dan menyedihkan.
Dan kami di sini membantu memutuskan yang mana.
Kenapa tidak ke kamar lain?
Sementara aku ngobrol sedikit dengan ayahmu.
Tidak mungkin.
Aku tidak meminta.
Dia tegang.
Dia ketakutan setengah mati.
Apa? Dan kau tidak?
Tidak ada kue, 'kan?
Ini ulang tahun putrimu yang ke-16 dan kau tidak membelikannya kue!
Baik, ada miras?
Ya.
Aku yakin kau punya miras.
Dapat.
Kau orang yang bersemangat.
Buatkan kita semua minuman.
Cepat.
Empat gelas.
Aku akan mengambil senjata itu darimu dan menendang gigimu.
Akan ada banyak waktu untuk itu.
Kau mati.
Ya, akhirnya kita semua akan mati.
Itu dunia hiburan.
Ya?
Kau akan lebih cepat mati.
Ungkapkan itu sekarang.
Tuangkan minuman untuk kami.
Kau sangat cantik.
Imogen, tidak ada kue.
Ayahmu lupa.
Jadi, mari kita minum saja.
Ayo, semuanya.
Kita tidak bisa bersulang tanpa sebuah minuman.
Semua orang, untuk Imogen. Dan bukan ayah brengseknya
yang tidak membelikannya kue.
Kau ada sedikit masalah di situ?
Sini, biar kubantu.
Gak asik.
Imogen.
Pidato.
Pidato, pidato, pidato, pidato.
Tolong pergi saja.
Maaf, itu tidak bisa.
Dalam teater kehidupan, kita semua perlu mempelajari seni monolog.
No comments yet. Be the first to leave one.