The first 133 lines.
Dia berbeda dariku,
rambutnya panjang, cantik, dan anggun.
Nampak begitu berkilauan.
Wah, lama tak bertemu, ya.
Angsa hitam anggunku!
Kamu sampai jauh-jauh datang kemari,
bulu putih kesayanganku.
Bibir mengkilapmu,
jemarimu yang lembut,
dan rambut hitammu yang lebih indah dari gelapnya malam.
Lelah perjalanan jauhku demi melihatmu walau sekilas langsung terbayar lunas!
Mulutmu manis seperti biasa.
Dia siapa, sih?
Orang itu...
Adalah Wali Kota Yanago.
- Walikota? - Walikota?
Mau apa ke sini?
Rekening berjalan Nona Veronica...
Dia pelanggan tetapnya dan bersikeras ingin bertemu,
jadi dia cuti untuk ke sini.
Aku sudah dengar, lo.
Sosok ratu malam sepertimu ikutan main-main sebagai petualang.
Ratu...
Malam?
Kenapa kamu senekat itu?
Kalau perlu uang, aku masih ada...
Terima kasih sudah khawatir, Pak Wali Kota.
Namun, karena di antara para pria yang ingin beristirahat di kedaiku
adalah para petualang
dan aku terlalu berambisi mencari sesuatu untuk menenteramkan mereka,
hingga tanpa kusadari pijakan kakiku
mengarah ke dunia petualang.
De...
Dewiku!
Kamu sungguh baik!
Kebaikan hatimu, wahai Veronica, sungguh terasa hingga ke relung sukmaku!
EPISODE SEPULUH, POTONG RAMBUT DAN PILIHAN
Aku tunggu di Yanago, ya!
Kak Veronica!
Terima kasih banyak.
Kamu juga, Tanya.
Nona Veronica mau sampai kapan di desa ini?
Oh iya. Enggak bisa lama-lama juga, ya...
Banyak pelanggan akan mencariku, kan?
Benar.
Tapi, itu bukan masalah.
Banyak orang di kedai, termasuk aku,
yang telah ditolong olehmu.
Soal kedai, serahkan saja pada kami.
Nona Veronica silakan lakukan apa yang disuka.
Kamu mengusirku karena aku beban, ya....
Bukan begitu, anu...
Aslinya, aku ingin kamu kembali...
Bohong! Makasih, ya.
Wah.
Keren.
Semuanya berkilau-kilau.
Orang tua itu royal juga, ya.
Kalau mau, kukasih, kok.
Ogah, ah.
Gimana caranya biar Rirui bisa sejago Mbak dalam memikat pria?
Ngomong apa, sih?
Asalkan kamu bisa jadi wanita secantik aku,
kamu juga bisa, Dek Rirui.
Wah!
Rirui juga mau jadi cewek cantik!
Kalau begitu, pertama-tama, panjangkan rambutmu sepertiku.
Warna rambutmu sudah indah, jadi sayang banget.
Rambut adalah nyawa wanita.
Rambut yang indah adalah syarat wajib untuk jadi cantik.
Tapi, Rirui yang petualang lebih suka rambut yang bisa diajak lincah!
Petualang mana ada waktu ngurusin rambut.
Kamu, sih, emang dasarnya malas aja, kan?
- Hajime. - Kenapa?
Rambutmu sudah panjang, ya.
Masa?
Biar kupotong rambutmu sebelum jelek.
Ayo ikut aku.
Sekarang?
Kamu lagi senggang ini, kan?
Kira-kira bagusnya gaya rambut apa, ya?
Eh, aku kan belum jawab!
Bercanda, sih.
Gaya rambut yang biasanya, kan?
Aku serius nyukurnya, kok. Jangan khawatir.
Wah!
Sudah terbiasa, kan?
Mau Rirui bantu juga, gak?
Mending kamu diam.
Padahal Rirui juga bisa jago nyukur, tahu.
Kalau diingat-ingat, kita sudah berteman lama, ya.
Enggak nyangka kamu sudah jadi petualang Rank Platinum.
Kamu juga, kan?
Ratu Malam.
Di masa depan,
aku akan jadi Ratu Malam yang rambutnya panjang dan berkilauan.
Kalau aku, nanti bakal jadi petualang yang sangat kuat
dan tiap hari bisa makan sampai kenyang!
Tapi, aku enggak nyangka sekelas wali kota bisa kepincut sama kamu.
Aku juga gak nyangka dia bakal ngejar ke sini.
Kamu udah kelamaan di sini.
Buruan balik, lah, sana!
Kamu gerak-gerak bikin ketusuk, lo.
Oh, kamu udah nusuk, ya?
Ya ampun.
Selesai.
Sudah, ya?
Iya. Terima kasih.
Sudah selesai, Hajime.
Lo, tidur dia.
Ya sudah, jalan-jalan dulu, deh.
Dek Rirui mau ikut?
Rirui mau nungguin Hajime.
- Begitu, ya. - Biar Rirui rapikan alat-alatnya.
Terima kasih. Tolong, ya.
Selamat jalan-jalan.
Rirui juga bisa bikin Hajime makin keren.
Banyak orang di kedai, termasuk aku,
yang telah ditolong olehmu.
Pulang, ah.
Rambutku sudah terlalu panjang untuk jadi petualang.
Okelah kalau begitu. Waktunya berkemas.
Bagaimana ini?
Ada apa, Bapak-Bapak?
Oh, Veronica.
Yah, di gudang ada laba-laba.
Laba-laba?
Laba-laba doang, buat apa ribut-ribut.
Biar aku yang usir, deh.
Sebentar, tapi laba-labanya...
Tunggu!
Maaf! Shinonome ada di sini?
Hajime sedang tidur. Tolong tenang.
No comments yet. Be the first to leave one.