Season 1

Release info

Sentenced To Be A Hero S01E05 CR WEB-DL Bahasa Indonesia ID
[Crunchyroll] Yuusha-kei ni Shosu Choubatsu Yuusha 9004 Tai Keimu Kiroku - 05
A Commentary by Abu3safeer
💢||🅲🆁🆄🅽🅲🅷🆈🆁🅾🅻🅻💢

Tags

webdl
anime
Published on: 2026-02-05
Downloads: 54
Hearing Impaired: No
FPS: 23.976

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Namamu Tsav.

Ya.

Tanpa nama keluarga.

Dikenal sebagai "Ghoul Pemakan Manusia".

Pembunuh didikan Ordo Gwen Mohsa semuanya seperti itu.

Jadi, kau membunuh delapan orang dalam sebulan?

Kau benar-benar mengamuk, ya?

Itu tidak benar.

Aku orang yang jujur.

Jadi, aku akan jujur kepadamu.

Sebenarnya, aku membunuh 12 orang. Tambahkan 50 persen lagi.

- Apa... - Lihat?

Sebenarnya aku jujur dan suka menyenangkan orang.

Aku selalu diberi tugas yang buruk.

Kau membunuh orang.

Kau tidak merasa bersalah?

Maaf, apa kita bicara soal baik dan jahat?

Aku tidak paham hal-hal moral begitu.

Tentu saja.

Aku tidak bisa membunuh orang yang kukagumi.

Tapi selain itu, aku tidak paham.

Alasanku tidak terpengaruh oleh Ordo

mungkin karena aku terlalu bodoh untuk memahami hal itu.

Aku tahu persis cara Ordo beroperasi.

Memakai rasa sakit, obat, kebahagiaan, dan berbagai metode pada anak-anak...

Astaga!

Apa aku orang terpilih?

Astaga, tekanannya terlalu besar.

Kau tidak takut?

Apa?

Kalau beruntung, kau akan dipenjara seumur hidup.

Jika tidak, hukuman mati.

Kau tidak takut?

Aku ketakutan.

Tapi takut tidak akan mengubah apa pun.

Jadi, aku ingin menikmati momen ini.

Kebanyakan orang tidak berpikir seperti itu.

Apa kau tak punya imajinasi?

Kau jahat sekali!

Imajinasiku bagus, mengerti?

Tapi...

aku sungguh tidak paham.

Apa ada yang lebih berarti daripada keuntungan dan kerugianmu

dan orang yang kau kagumi?

Ini menarik.

Tsav.

Bagaimana caramu memilih siapa yang akan dibunuh?

Entahlah.

Aku membunuh mereka jika mereka mudah ditangani.

Mudah ditangani?

Pria bernama Taldy ini

hilang dari kantor pemerintahnya di siang bolong, hanya dalam 70 detik.

Kau sebut itu mudah ditangani?

Maksudku bukan metodenya, tapi perasaannya.

Bagiku, sulitnya membunuh tidak jauh berbeda.

Itu sebabnya saat aku harus membunuh,

aku memilih orang yang tidak akan membuatku sedih.

Bagaimana kau menilai itu?

Entahlah. Hanya menggunakan intuisi.

Rasanya mudah saja.

Begitu rupanya.

Ya.

Bagus.

Tsav.

Kematian terlalu ringan untukmu.

Apa?

Jika ada hukuman yang lebih buruk daripada kematian...

Benar.

Aku menghukummu menjadi hero.

Tidak, tunggu!

Tunggu dulu! Hero adalah...

Ya, benar.

Kau bahkan tak boleh mati.

Lihat?

Pada dasarnya aku lemah, kan?

Makin aku menyelidiki targetku, makin aku berpikir,

"Aku tak bisa membunuh orang seperti itu. Dia punya istri dan anak!"

Hal semacam itu.

- Makanya targetku tak pernah kubunuh. - Tak percaya orang seperti itu jadi hero.

- Tapi jika aku tanpa hasil, - Mati berkali-kali pun tetap sama.

- Ordo akan memarahiku lagi. - Aku sudah sering dengar cerita ini.

Makanya aku mencincang orang yang tak ada hubungannya

dan kubawa pulang.

- Bukankah aku yang terbaik... - Tsav!

Diam.

Astaga.

Maaf, Kawan.

Apa aku terlalu mengoceh lagi?

Kenapa tidak kita sumpal saja mulutnya?

Kalau sekamar dengannya, dia akan mengoceh semalaman.

Aku memang tak bisa diam.

Dengar, Kawan-Kawan.

Bukankah aku punya masa lalu tragis,

dan menjalani pelatihan kejam di Ordo?

Saat itu, aku dikurung di penjara bawah tanah...

Diam!

Jangan sampai kuulangi.

Lihat? Xylo jadi marah.

Astaga! Maaf, Kawan!

Baiklah, Dotta, kau juga minta maaf.

Apa?

- Kenapa aku minta maaf juga? - Astaga.

Itulah yang kubenci darimu. Kau tidak sadar, ya?

Baiklah.

Dotta, kau juga harus belajar berkomentar cerdas.

Sudah, cepat minta maaf.

Mereka cukup dekat.

Jika terus begini, mereka akan tiba malam nanti.

Ya.

Lalu?

Berapa banyak Kesatria Suci yang akan bertahan?

Sekitar 50.

Mereka semua prajurit tepercaya.

Itu belum cukup.

Meski Venetim juga merekrut tahanan dari Penjara Milnid...

Merekrut tahanan?

Melalui suap?

Ya.

Ya. Katanya mereka napi hukuman mati, jadi, bisa diperlakukan sesuka hati.

Hukuman untuk penjahat tetap sama, di mana pun mereka berada.

Aku bisa melihat mereka.

Mungkin pengintai peri.

Benarkah?

Coba kulihat.

Itu agak mirip anjing.

Mungkinkah itu cir sith?

Dia bisa melihat sejauh itu?

Penglihatannya melebihi manusia.

Tsav, kau bisa mengatasinya?

Akan kucoba.

Kalau aku meleset,

tolong jangan bunuh aku.

Apa itu Daisy buatan Korporasi Verkle?

Ya.

Senjata penembak runduk yang disetel oleh Yang Mulia.

Tapi kau yakin soal ini?

Bagaimana kalau mereka punya teman...

Bisakah kau menembak mengoceh?

Siap.

Bagaimana? Tepat sasaran, bukan?

Ya, tapi masih ada lagi.

Baiklah.

- Tak masalah kita serahkan kepada mereka? - Dari belakang! Cepat!

- Jangan cemaskan mereka. - Semua peningkatan

- Mereka bisa menyelesaikan misi. - fokus ke jarak dan daya tembak.

- Terutama tembakan Tsav. - Tingkat tembakannya tidak bagus.

- Aku tidak pernah melihatnya meleset. - Cepat tembak!

- Baiklah. - Kena.

- Kini kita cuma perlu memasang perangkap. - Aku benar-benar genius.

Ya, gelombang berikutnya datang.

- Kau tidak mendengarkan, ya? - Apa?

Kau tetap tak mau menyerah?

Tak mungkin kubiarkan orang yang senang melihat kami mati berkeliaran.

Selain itu,

masih ada urusan menunjukkan betapa bergunanya orang itu...

Di sana!

- Lihat, ada lebih banyak di samping. - Kudengar kau begitu ingin

- Baik. - dikenal banyak orang

- Kita belum membunuh semuanya. - hingga membahayakan pasukanmu.

Dasar tukang perintah.

Kau dari keluarga bangsawan mana?

- Ya, kita hampir selesai. - Aku bukan bangsawan.

- Kurasa itu saja. - Tidak mungkin.

- Mereka datang lagi. - Galtuile akan izinkan orang seperti itu

- Baik. - menjadi komandan?

Apa itu peri?

Maksudmu di bawah bayangan batu itu?

Pamanku adalah Imam Agung.

Itu peri.

Itu pangkat tertinggi di Kuil.

Pantas saja aku belum pernah mendengarnya.

Kawan, sudah selesai.

Setiap tembakan tepat sasaran.

Dotta dan Tsav, bersiagalah di sini.

Kivia, ayo.

Keluarkan semuanya.

Kita tak punya cukup peralatan di sini.

Komandan akan pergi.

Cepatlah bersiap.

Kudengar kau tetap di sini, Komandan Kivia.

Tak disangka kau ingin melihat kematian para hero dengan matamu sendiri.

Meski menurutku itu agak merendahkan,

aku akan mendoakan keselamatanmu.

Aku juga akan mendoakan keselamatanmu,

Kivia.

Pelmerry.

Jangan jauh-jauh dariku.

Pria ini adalah pembunuh dewi.

Dasar...

Baiklah, Hord.

Aku tak akan meninggalkanmu.

Sial.

Hord, apa aku berguna dalam misi ini?

Kau sempurna.

Tidak diragukan lagi.

Kalau begitu,

bisa katakan, "Seperti yang diharapkan dari Pelmerry"?

Aku mengerti.

Seperti yang diharapkan dari Pelmerry.

Kami pamit dulu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left