Love Is Blind: Sweden

Love Is Blind: Sweden (Love is Blind: Sverige)

Download Indonesian Subtitle

Season 3

Release info

Love is Blind Sweden S03E02 id
A Commentary by dappeloe

Tags

webdl
Published on: 2026-03-12
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Seandainya saat ini aku duduk menangis,

menceritakan kecelakaan mobil saat aku kecil.

Lalu datang pria baru yang tak menangis, tak emosional,

tak pernah trauma. Bukankah kau akan merasa

punya hubungan lebih dalam dengan pria sebelumnya?

Aku hanya ingin jawaban ya atau tidak.

Tidak. Kalau begitu, menurutku kau terlalu meremehkan kami, para wanita.

Tidak, tapi hal yang sama terjadi pada para pria.

Orang yang menderita paling diperhatikan

- dan dianggap punya karakter. - Kurasa tidak begitu.

Kau bisa jadi pribadi berkarakter walau tak pernah alami trauma.

Kau bisa terbuka untuk membahas hal sulit. Itu yang disebut pribadi berkarakter.

Tapi kuberi tahu, tak banyak kesulitan dalam hidupku.

Tak mungkin lahir langsung seperti ini.

- Kau punya pengalaman 40 tahun lebih. - Kehidupan yang indah.

Banyak hal terjadi dalam hidupmu dan aku mau dengar.

Kurasa hidupku sangat baik.

Aku tak mau dijauhkan dari itu.

Maksudku, kau seperti tipe orang yang suka menolong…

Kau orang yang paling tulus di sini. Jika aku punya masalah dan butuh bantuan,

kita akan lebih dekat ke tahap lebih serius dengan lebih cepat.

Hanya karena aku tak memiliki trauma atau menjalani hidup yang mudah,

tak berarti aku dangkal.

Aku tak merasa menganggapmu sebagai orang yang dangkal.

Tidak.

Tapi kini aku khawatir karena sepertinya kau memandangku secara berbeda…

Kurasa kita agak salah paham satu sama lain.

Maksudku, aku ingin lebih mengenalmu.

Bukan berarti kau harus menceritakan traumamu.

Tidak, itu bagus. Terima kasih.

Aku akan merenungkan ini dan mencatat beberapa poin penting.

- Ya. - Kurasa itu perlu.

Aku sangat berharap kita segera bertemu lagi.

- Jaga dirimu. - Tentu. Jaga dirimu. Sampai jumpa.

Astaga.

Kurasa aku tak lagi berada di peringkat teratasnya.

Sulit untuk bersaing dengan mereka yang mengalami suatu kejadian.

Mungkin dia menginginkan pria yang dia rasa bisa dia dukung dan bantu.

Itulah yang kutakutkan.

SWEDEN

Bagaimana harimu?

Sebenarnya agak aneh.

Aku merasa sedikit bingung dan sedikit disalahpahami…

Ya.

…oleh salah satu pria. Dia memberiku citra yang menurutku tak benar.

Seolah-olah aku mencari pria yang ingin kurawat,

dan aku mencari pria yang ingin kuselamatkan.

Rasanya agak aneh.

- Kau bilang, "Kita akan bahas ini…" - "Besok"?

Kami belum bilang akan bertemu lagi,

tapi juga tak bilang tidak. Aku harus memikirkannya dulu.

Aku harus lebih baik lagi dalam mendengarkan kata hatiku.

Seharusnya hanya itu fokusmu. Kau di sini untuk dirimu.

Pulang secepat ini rasanya berat sekali. Itu bagian terburuknya. Ini terlalu cepat.

Tak ada pria potensial lain yang kau rasa…

Tidak ada.

Hari ini terasa agak berat menurutku.

Aku ingin sekali melanjutkan pembicaraan dengan Ibrahim, tetapi itu tak terjadi.

Tadinya aku memikirkan Daniel untukmu. Mungkin ada kecocokan.

Entah apakah dia punya kepribadian

yang terlalu egois bagiku.

Ya, tapi kau tak harus pergi.

Kau harus mengobrol untuk mengenal mereka dan lihat bagaimana nanti.

- Ya, itu benar. - Ya.

Baiklah. Dah.

- Saatnya pergi, Teman-Teman. - Ayo.

Semoga beruntung!

Aku masih merasa bahwa aku datang ke sini karena suatu alasan,

yaitu untuk bertemu seseorang.

Jika aku tak berusaha maksimal, itu tak akan terjadi.

- Semua akan baik saja, Sayang. - Ya, terima kasih.

Aku tak sabar ingin bertemu Daniel hari ini.

Lalu kita lihat bagaimana perasaanku setelahnya.

Aku ingin merasa menjadi pilihan pertama seseorang.

Aku ingin duduk dan merasakan pria ini telah memilihku,

dan bukan menjadi pilihan kedua siapa pun.

- Halo! - Halo, Daniel.

- Hai. - Ini Johanna.

Apa ini Bank Johanna?

Bank Johanna?

Atau apa tadi? Kau bekerja… Tidak… Aku salah ingat nama kalian.

- Itu tak bagus. - Apa… Tunggu. Sebentar.

Aku bekerja sebagai manajer acara dan penjualan.

- Manajer acara dan penjualan? - Aku dari Sydney, ingat?

- Ya, benar. - Kau ingat aku sekarang?

Ya, kini aku ingat kau.

- Sekarang baru sadar. - Sekarang baru sadar.

Hari pertama kau bicara tentang Australia…

Saat itu kau sudah pindah.

Ya, aku sudah pindah ke Australia.

Sekarang kau sudah lupa namaku. Astaga.

- Semua berubah dengan cepat. - Tak lupa, hanya salah ingat.

- Kau berusia 37 tahun. - Usiaku 38 dua minggu lagi.

Itu bukan usia yang muda, tapi…

- Ya, tapi hidupku sangat bahagia. - Ya.

Aku masih merasa bahwa hidup baru saja dimulai.

Aku suka wanita yang sudah berpengalaman

dibandingkan yang baru mulai menjalani hidup.

Sudah tahu apa yang kau inginkan dan yang tidak.

Tepat.

Itulah inti dari eksperimen ini.

Bukan cari wanita untuk kuajak tidur,

tapi ingin bangun tidur bersamanya.

Itu bagus. Lucu sekali kau mengatakan itu.

Aku selalu bilang aku ingin pasangan

yang bisa kubayangkan diriku bersamanya.

Kami duduk di ayunan teras saat usia kami 80 tahun, tertawa mengenang hidup,

"Kita sangat bahagia."

Ya, aku mau habiskan 25-30 tahun terakhir hidupku di tempat seperti Australia.

Aku setuju.

Duduk bersantai, mungkin mewarisi kebun anggur bibiku.

Duduk di sana, sambil minum.

- Menikmati hidup. Aku setuju. - Menikmati hidup.

Omong-omong, kau mau tahu nama belakangku?

Jika kau beri tahu.

Tak masalah. Namaku Daniel Fjäll.

Ini akan sulit bagi kita berdua.

- Kenapa? - Karena aku Johanna Storm.

- Namamu Johanna Storm? - Ya.

Fjällstorm, "badai gunung." Itu keren sekali. Kita akan unik.

- Ya, atau Stormfjäll. - Ya, atau Stormfjäll. Keren.

- Maksudku… Astaga. - Apa-apaan?

Jadi, kita diberi nama mengikuti jenis cuaca.

- Aku tahu. - Bagus sekali.

Aku memulai dengan buruk, tapi kurasa kau memaafkanku.

- Aku tak begitu mudah… - Mudah tersinggung?

Tepat. Kau bisa bicara banyak sebelum aku mulai merasa terganggu.

Astaga, itu bagus.

Bagaimana bisa aku melewatkannya? Karena begitulah kenyataannya.

Namun, menurutku dia juga merasakan hal yang sama.

Mungkin aku tak selalu menjadi favoritnya.

Jadi, mungkin kami sedang makin naik di "daftar suka" masing-masing.

Berjalan baik?

Ya, lancar. Semua baik saja. Itu menyenangkan. Aku gembira.

Siapa tadi?

- Jangan disebarkan. - Aku janji.

Aku bertemu Johanna, dan rasanya luar biasa.

Ini jauh lebih sulit dari yang kukira.

Perasaan yang tak bisa kubendung, melandaku begitu saja.

Kini kupertaruhkan semuanya pada satu wanita,

dan tentu saja itu menakutkan.

Namun, aku tak akan puas jika perasaanku kurang dari yang kurasakan pada Aniela.

Aku tak akan merasakan hal yang sama pada orang lain.

Tolong doakan aku ya, Teman-Teman. Astaga.

- Ini penting. - Lakukan!

Tentu saja aku penasaran. Dia mungkin kencan tiga kali sebelum denganku.

Mungkin bahkan lebih.

- Menuju kencan. - Menuju kencan dan calon suami.

Para calon suami.

Aku tak sabar ingin bicara denganmu seharian ini.

Bisa dibilang, aku terus memikirkanmu semalaman.

Dia mungkin akan merasakan berbagai macam emosi sebelum bertemu aku.

Jantungku berdebar kencang sebelum masuk tadi.

Astaga, siapa gadis ini?

Astaga.

Setiap kali aku memasuki pod,

- aku berharap itu kau. - Terima kasih!

Kau selalu jadi nomor satu bagiku sejak awal.

Astaga, kau membuatku sangat bahagia.

Aku punya banyak pikiran, seperti ada mesin cuci dalam kepalaku.

Aku sangat senang, menikmati setiap kencan.

Aku tak ingin terburu-buru mengerucutkan pilihan.

Pada saat yang sama, sulit untuk tak merasa terikat pada pria tertentu.

Saat ini, perasaanku lebih condong kepada Ibbe.

Namun,

aku jadi tertekan karena itu berarti dia sudah memberiku kepastian.

Ini saat yang menentukan.

Aku akan memberinya pemutar MP3-ku.

Ada lagu yang judulnya sama dengan nama panggilannya, tanpa sepengetahuanku.

Hebat!

Aku sedang berbaring mendengarkan musik, lalu lagu "Annie" diputar.

Aku tak terlalu percaya takhayul, tetapi itu tetap terasa istimewa bagiku.

Teman-Teman?

- Semoga sukses. - Ibbe!

Dah!

Aku datang ke sini bukan untuk bertemu sembarang wanita,

tetapi wanita yang bisa kubayangkan untuk dinikahi.

Jika semua lancar, kami bertemu besok. Namun, jika tidak, aku akan pulang.

- Hai. - Hai.

- Hai! - Hai. Apa kabar?

Baik. Bagaimana kabarmu?

Kurasa kau tak mengerti apa yang telah kualami hari ini.

Maksudku…

- Bagaimana harimu? - Baik.

- Ada banyak emosi. - Ya, aku tahu.

Aku bahagia duduk di sini bersamamu.

Perasaanku sama.

- Kau mengirimkan penyuara jemala? - Ya.

Ada beberapa lagu di sana,

dan ada sedikit kejutan pada awalnya.

Baik. Aku akan menyalakannya. "Menyala."

Apa aku harus mendengarkan seluruh lagu?

Tidak, menurutku yang pertama sudah cukup…

Maksudku…

Kau sadar betapa anehnya aku punya lagu yang persis sama?

Tidak, aku tak tahan.

Ibbe, ini hal paling indah yang pernah orang lakukan untukku.

- Astaga. - Aku senang kau bahagia.

Tentu saja aku senang. Ini sungguh menyenangkan.

Aku sangat senang mendengarnya.

More Indonesian subtitles for Love Is Blind: Sweden

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left