The first 193 lines.
PEMBENCI MANUSIA DAN KEINGINAN YANG TULUS
RUANG PEMILIK SEKOLAH
Bagaimana kelas Tingkat Lanjut-nya?
Banyak hal terjadi, tapi...
Rencana masa depan Oogami juga sudah ditentukan dan kita bisa lega.
Begitu.
Sisanya tinggal rencana masa depan Haneda.
Aku?
Iya.
Kalau sudah menjadi manusia, apa yang ingin kau lakukan?
Mungkin ingin mencoba bermain musik.
Serius?
Setengahnya serius.
Lalu setengahnya lagi apa?
Aku ingin menjalani hidup sepertimu.
Apa kau mengejekku?
Sensei, kau kelihatannya menikmati banyak hal, ya?
Malam ini juga ada hal yang seru, kan?
Tolong cara bicaranya yang benar! Aku cuma main gim!
Aku juga ingin sepertimu, punya banyak hal yang disukai.
Mungkin akan ada hal yang tidak menyenangkan,
tapi berkat itu, aku bisa jadi lebih baik.
Seperti kau.
Aku sebenarnya tidak baik...
Kau baik.
Menurutku, kau itu sangat manusiawi.
Manusiawi? Apa maksudnya?
Hal yang tidak sempurna.
Sensei, kau pernah marah?
Pernah.
Ada hal menyebalkan?
Banyak.
Ada hal yang membuatmu senang?
Itu juga banyak.
Ada hal yang membuatmu kesulitan?
Banyak sekali.
Ada hal yang membuatmu pasrah?
Tiap hari selalu ada hal yang membuatku pasrah.
Ada hal yang membuatmu sedih?
Sudah tak bisa dihitung.
Hidupmu diwarnai begitu banyak perasaan, ya.
Semua itu yang membentuk dirimu sekarang, ya?
Yah, banyak penyesalan juga.
Eh, Sensei.
Apa?
Kalau bisa menghadapi penyesalan, apa kau akan berusaha melakukannya?
Apa maksudnya?
Cuma misalnya saja.
Apa kau ingin melupakan penyesalanmu?
Atau menghadapinya?
Benar juga.
Kalau bisa mengulang dari sekarang,
mungkin aku ingin mencoba menghadapinya.
Begitu.
Sensei, kau sudah jadi lebih kuat, ya.
Aku harap begitu.
Tahun ini juga, tugas akhir kelas Tingkat Lanjut sudah tiba.
Agar bisa lulus dan menjadi manusia,
kalian harus lulus tugas akhir.
Masing-masing dapat tugas yang berbeda.
Semuanya, berusaha yang terbaik!
Kenapa cuma aku yang dapat benda sebesar ini?
Apa itu?
Ini tugas akhirku.
Benda itu rusak.
Itu karena Machi ceroboh dan kasar, lalu malah memecahkannya.
Ujian akhirnya langsung gagal.
Bukan begitu!
Tugasku itu praktik kintsugi (reparasi).
Ada tugas seperti itu, ya?
Kau dapat tugas apa, Usami?
Aku dapat tugas menulis surat untuk semua yang ada di kelas Tingkat Lanjut.
Eh? Gampang banget!
Tinggal tulis sebentar juga selesai!
Curang!
Kau meremehkan tugas, ya?
Kalau menulis asal-asalan, nilainya jelek.
Benar juga, ya.
Selain ujian akhir, aku juga harus belajar untuk ujian masuk sekolah kedokteran.
Ini sangat berat.
Sepulang sekolah, kau juga dibimbing belajar oleh Hoshino-sensei.
Kalau duo Oogami dapat tugas apa?
A... Aku...
Ujian akhirku membuat ulasan tentang sepuluh karya
seperti novel, manga, dan esai.
Sepuluh karya juga?
Dari Kisah Genji sampai Metamorfosis karya Kafka,
bahkan komik Amerika dan macam karya lainnya.
Kalau Ryuuzaki dapat tugas apa?
Aku ditugaskan menggantikan Bu Asrama, Ryouko-san, selama sepuluh hari.
Serius? Sepertinya berat, ya.
Kabarnya Ryouko-san mau pergi selama sepuluh hari.
Lalu aku menjadi penggantinya.
Berarti kau harus masak di asrama?
Bukan itu saja.
Mengurus murid kelas Pemula,
bersih-bersih, mencuci, dan pekerjaan rumah lainnya.
Lalu kalau ada masalah, harus bisa mengatasinya.
Kedengarannya cukup berat, ya.
Apa aku sanggup melakukannya?
Kau pasti bisa, Karin!
Semangat, ya!
Terima kasih, Tobari-chan!
Anggap saja ini latihan untuk menikah dengan Rei-sensei nanti!
Oh...
Kau dapat tugas apa, Tobari-chan?
Aku dapat tugas membuat alat musik sendiri.
Membuat alat musik sendiri?
Mau buat apa?
Apa, ya?
Baru mau dipikirkan sekarang?
Iya, tapi, jadi tidak sabar, ya!
Sepertinya proyek besar, ya.
Sedang buat apa?
Gitar listrik.
Aku kepikiran ingin buat model Les Paul.
Memangnya gitar listrik bisa dibuat sendiri?
Ada yang jual leher gitar yang sudah ada fret-nya.
Lalu di bagian peg, bridge, dan rangkaian listriknya juga bisa debeli.
Begitu. Aku tidak paham.
Duh, ternyata ini merepotkan.
Ini teka-teki kerajinan tradisional!
Machi! Berisik!
Tobari-chan yang sedang mengurus kayu lebih berisik dariku.
Itu memang tugasnya, jadi bukan masalah.
Tidak adil! Pilih kasih!
Oogami sedang membaca, ya.
Ryuuzaki, kau sedang baca apa?
Manual tentang mengurus asrama.
Ryouko-san menulis banyak hal penting di sini.
Sepertinya Ryouko-san orangnya bisa diandalkan.
BUKU MANUAL MENGURUS ASRAMA
Di sini juga tertulis hal-hal yang perlu diperhatikan soal murid kelas Pemula.
Semua murid di sini punya sifat yang terlalu unik!
Sifatmu juga sudah cukup unik.
Sudah seminggu dan mulai terlihat seperti gitar, ya.
Sensei! Dengar!
Karin kejam!
Tolong nasihati dia!
Tunggu dulu, Machi!
Mengadu sambil memohon ke Rei-sensei itu curang!
Ada apa?
Aku tidak boleh tambah nasi!
Apa?
Anggarannya memang tidak ada!
Aturannya juga begitu.
Bukankah itu tugasmu untuk mengatasinya?
Kau petugas yang jahat!
Berisik!
Usami?
Maaf.
Tidak apa-apa.
Aku cuma agak terkejut.
Ini salahku.
Usami!
Maaf Haneda, sebaiknya kita sudahi kelasnya.
Oke!
Hitoma-sensei.
Karasuma-sensei.
Usami-san ada di UKS.
Usami.
Aku memang parah.
Mentalku tidak tenang.
Gampang marah.
Bahkan Isaki pun sampai menangis.
Maafkan aku.
Aku yang paling membuat kelas jadi kacau.
Tidak apa-apa.
Apanya yang tidak apa-apa?
Siapa pun
pasti ada momen sulit menjalin hubungan baik dengan orang lain.
Itu benar.
Untuk sekarang, minum yang hangat dulu, nanti perasaanmu tenang.
Enak.
Syukurlah.
Saat kembali ke kelas nanti, aku akan minta maaf ke semuanya.
Iya.
Aku juga maaf tidak melerai yang berisik.
Itu juga salahmu.
Sepertinya kau sudah agak tenang, ya.
Usami-san, terima kasih sudah datang ke UKS.
Aku akan selalu ada di sini,
jadi kalau ada perlu, datang saja kapan pun.
Haruka, kenapa kau jadi guru kesehatan?
Aku ingin membuat tempat bagi siapa pun bisa datang untuk menenangkan diri.
Tempat untuk menenangkan diri?
Kadang ada orang yang terlalu memaksakan diri.
Jangan melihat ke arahku.
Punya banyak tempat bergantung tak akan pernah rugi.
TINGKAT LANJUT
Apa?
Jangan menatapku begitu.
Kau sedang mengerjakan ujian akhir, bukan ujian masuk kuliah, kan?
No comments yet. Be the first to leave one.