Release info

Goodbye My Princess-Ep 34
A Commentary by BlackSpiders
IDFL™ SubsCrew

Tags

other
Published on: 2019-03-18
Downloads: 41
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Li Chengyin?

Sedang apa kau di sini selarut ini?

Kau ke sini bukan untuk bertengkar denganku lagi, kan?

Aku ke sini bukan untuk bertengkar denganmu.

Aku ke sini untuk tidur denganmu.

Ini bukan urusanmu. Keluar.

Putra Mahkota ingin tidur di aula Putri Mahkota, apanya yang tidak pantas?

Cepatlah, ini pertama kalinya Putra Mahkota menginap di Aula kita. Kalian harus melayaninya dengan baik.

Ya.

Salam untuk Putra Mahkota.

Salam untuk Putra Mahkota.

Aku tidak tahu bahwa Putra Mahkota akan datang ke sini malam ini.

Kami belum sepenuhnya siap untukmu, mohon maafkan kesalahan kami.

Cepat persiapkan.

Baik.

Kau, buatkan teh. Airnya harus hangat dan tehnya jangan terlalu banyak.

Kau, siapkan pakaian tidur. / Baik.

Kalian, layani Putri Mahkota dan bantu dia mandi dan mengganti pakaiannya.

Cepat.

Cepat.

Putri Mahkota, lewat sini.

Putri Mahkota, lewat sini.

Putra Mahkota, lewat sini.

Putri Mahkota, lewat sini.

Putri Mahkota, lewat sini.

Apa pendapatmu tentang anak Xu Niang?

Permaisuri telah memberitahuku.

Memberitahumu apa?

Bahwa nantinya, aku akan membesarkan anak itu.

Aku akan menjadi ibunya.

Dan kau setuju melakukannya?

Bagaimana kau bisa seegois ini?

Kau mencuri anak orang lain untuk dibesarkan...

... dan ingin dia memanggilmu "ibu" untuk melindungi posisimu di masa depan?

Itukah yang kau inginkan?

Aku tahu mengapa kau sangat marah.

Kudengar dari orang lain bahwa...

... kau bukan putra kandung Permaisuri.

Ibu kandungmu terpisah darimu ketika kau masih sangat kecil.

Jangan khawatir.

Aku takkan membiarkan anak Xu Niang terpisah darinya.

Tapi kau.

Kaulah yang bertindak dalam kebingungan di bawah pengaruh alkohol, menyebabkan Xu Niang hamil.

Lalu kau merasa bahwa statusnya terlalu rendah dan takkan menerimanya ke Istana Timur.

Kau melakukan kesalahan pertama dalam situasi ini.

Bukan itu yang kau pikirkan.

Kalau begitu izinkan aku bertanya,

kau punya anak dengan Xu Niang karena kau benar-benar menyukainya?

Selain ini,

tidak ada hal lain yang ingin kau katakan kepadaku?

Hal lain apa?

Aku ini suamimu.

Apa kau tidak marah karena aku sekarang punya anak dengan wanita lain?

Bukankah kau bilang bahwa orang-orang di Dataran Tengah yang punya tiga atau empat selir adalah normal?

Selain itu, aku sudah dengar semua tentang istana kerajaan dan selirnya yang banyak.

Dan di Negara Xi, ayahku juga punya banyak istri. Aku punya banyak saudara juga.

Dengan siapa kau ingin menikah dan punya anak, bukanlah sesuatu yang bisa aku kendalikan.

Aku tidak suka Xu Niang.

Aku tahu, yang kau sukai adalah Zhao Sese.

Jadi malam ini, kau seharusnya tidak datang ke sini.

Kau harus pergi padanya, tinggal bersamanya, dan membujuknya.

Ini Istana Timur. Aku Putra Mahkota.

Aku akan tidur di mana pun aku ingin tidur. Malam ini, aku akan tidur di sini.

Tidur saja sana. Aku akan tidur dengan Ah Du.

Kau Putri Mahkotaku. Malam ini, kau tidur di sini.

Atas dasar apa aku harus mendengarkanmu?

Jika Ah Du datang sekarang,

dan Ibu menghukumnya...

... atau Kaisar atau Ibu Suri menghukumnya,

maka aku benar-benar tidak bisa melindunginya.

Li Chengyin, kau tercela, tidak tahu malu, dan tidak senonoh.

Dan jika kau benar-benar tidak tidur,

maka aku benar-benar akan menjadi tercela.

Kau berani?

Geser sedikit.

Sikapmu sangat baik saat tidur?

Apa yang kau lakukan?

Mengapa kau menggunakan dua selimut?

Kau harus bersyukur aku datang ke sini.

Kau masih ingin memperebutkan selimut?

Siapa yang memintamu datang ke sini?

Ini tempat tidurku, selimutku.

Jika Sese tidak membujukku untuk ke sini, aku tidak akan datang sama sekali.

Zhao Sese membiarkanmu datang ke sini?

Jika bukan karena reputasi Sese,

akankah aku datang ke sini untuk mendengar omelanmu?

Kau pergi sana.

Jangan khawatir, aku akan pergi besok pagi.

Kenapa kau masih belum tidur?

Apa yang sedang kau lihat?

Tidak ada.

Tidak ada selimut untuk kugunakan. Aku keluar untuk mencari udara segar.

Akan kukembalikan selimutnya padamu.

Cepat kembali tidur.

Jangan khawatir.

Aku telah mengirim mereka ke tempat yang berbeda untuk berpatroli.

Malam ini, hanya ada aku dan kamu.

Mari kita minum sepuasnya.

Terima kasih sudah mengurusku.

Kapan aku mengurusmu?

Jika bukan karenamu, komandan besar Tentara Yulin, selalu menawarkan bantuan yang tepat.

Aku khawatir aku harus tampil setiap hari, bermain kucing-kucingan dengan pasukan pemerintah.

Asal tahu saja.

Jika jadi kau,

aku akan melupakan peristiwa masa lalu.

Mengapa kau harus merasa sedih sendiri?

Jika kau bisa melupakan,

tidakkah kau akan memiliki hati nurani yang bersalah karena tidak menjaganya?

Bagiku dan kau,

Xiaofeng bukan hanya Putri Mahkota.

Selama dia aman dan sehat,

sisanya tidak penting.

Kau benar.

Yang Mulia. / Yang Mulia.

Ah Zhao. / Yang mulia.

Kau bertugas tadi malam?

Tidak, tadi malam aku tidak bertugas.

Tadi malam, seseorang mengintip di luar Aula Jin.

Dari suara langkah kaki, sepertinya tidak terampil dalam bela diri. Mungkin seorang pelayan istana.

Pastikan untuk menyelidiki dengan benar para pelayan Aula Pemberian Rahmat.

Baik.

Kulitmu tidak terlihat bagus. Kau tidak tidur nyenyak semalam?

Tidak. Mungkin karena angin kuat tadi malam.

Benarkah? Mengapa aku tidak mendengarnya?

Tadi malam adalah tidur terbaikku dalam setahun terakhir aku kembali ke Shangjing.

Permaisuri, tadi malam, sesuatu yang aneh terjadi di Istana Timur lagi.

Jika kau ingin mengatakan sesuatu, katakan saja. Hentikan sikap palsumu.

Putra Mahkota menginap di Aula Putri Mahkota untuk pertama kalinya.

Dia benar-benar menginap di sana sepanjang malam?

Meskipun Putra Mahkota dan Putri Mahkota bertengkar,

Putra Mahkota meninggalkan Aula saat matahari terbit hari ini.

Mengapa Putra Mahkota mengubah sikapnya?

Lihat dirimu! Saat kau bicara terus, aku telah membuat gerakan liang tanpa sepengetahuanmu.

Permaisuri curang.

Beri tahu Ying'er untuk mengawasi Aula Putri Mahkota.

Jika ada situasi, dia harus melaporkannya. / Baik, Permaisuri.

Pion apa pun itu, dalam game catur ini,

yang penting adalah tangan yang kau gunakan untuk melempar dadu,

bukan pion sendiri!

Liangdi, Liangdi.

Liangdi. / Ada apa?

Kenapa membuat gaduh?

Liangdi,

tadi malam, Putra Mahkota menginap di Aula Pemberian Rahmat Putri Mahkota.

Liangdi.

Mungkin Putra Mahkota hanya bertindak gegabah karena dia merasa dirugikan,

dengan sengaja bertindak seperti ini untuk kau lihat.

Bukan itu.

Dia benar-benar marah.

Aku merusak liontin giok yang dia berikan padaku.

Dia benar-benar kesal denganku dan tidak mau mengunjungiku.

Liangdi, karena Putra Mahkota tidak mau datang ke sini,

bagaimana kalau kita mengunjungi Putri Mahkota.

Dan dengan cara ini, kita bisa memberi tahu Putra Mahkota bahwa kau adalah orang yang toleran.

Putri Mahkota. Bermartabat. Tetap tenang.

Kakak!

Kakak, kau baik-baik saja? / Kau baik baik saja?

Hati-hati. / Pelan-pelan.

Kakak tidak apa-apa? / Aku baik-baik saja.

Ayo masuk. / Baik.

Aku selalu ingin datang menemuimu,

tapi aku takut mengganggumu jadi aku tak pernah punya kesempatan untuk itu.

Hari ini, cuacanya bagus dan kudengar kakak tidak sedang bertugas, jadi aku datang hari ini.

Aku memilih hadiah ini dengan hati-hati.

Meskipun tidak seberapa,

itu dari ketulusan hatiku.

Kau setahun lebih tua dariku. Mengapa kau memanggilku kakak perempuan?

Meskipun kakak lebih muda, tapi memiliki status lebih tinggi.

Adik perempuan ini memberi hormat seperti itu tepat.

Tidak perlu! Aku merasa canggung ketika mendengarnya. Kau bisa memanggilku Xiaofeng.

Ini...

Putri Mahkota.

Liangdi memanggilmu kakak agar merasa lebih dekat dan harmonis.

Aku sudah lama mendengar bahwa ada pelayan yang piawai di sisimu.

Sekarang kami bertemu, dia mengharumkan namanya sebagai dukungan kuatmu.

Di Istana Timur, Liangdi adalah dukungan solid Putri Mahkota.

Liangdi, jangan merasa terasing!

Adik perempuan ini telah memahami hati yang tulus dari kakak perempuan.

Putri Mahkota tidak kenal banyak orang di Shangjing.

Di Istana Timur, dia hanya kenal Liangdi saat kalian masuk pada saat yang sama, tidak seperti yang lain.

Aku harap Liangdi akan mengunjungi Aula Pemberian Rahmat.

Siang ini membosankan. Mengapa kita tidak bermain sesuatu untuk bersenang-senang?

Bagus.

Ayo bermain kartu daun. / Baik.

Lewat.

Liangdi sungguh terampil. / Kakak yang mengalah padaku.

Entah ada apa dengan hari ini. Sepertinya aku tak bisa punya kartu yang tepat.

Aneh sekali!

Lewat.

Sepatu bot Kakak benar-benar cantik.

Dataran Tengah kami tidak punya barang-barang seperti itu.

Kau benar. Jenis sepatu bot ini hanya bisa ditemukan di Negara Bagian Barat.

Kau menyukainya?

Jika kau suka, aku akan meminta ayahku mengirim sepatu bot yang bagus lain kali anak buahnya datang.

Bagus sekali. Aku ucapkan terima kasih lagi.

Sepatu bot ini hangat. Kakak bisa memberikan satu pasang kepada Putra Mahkota.

Li Chengyin? Aku takkan pernah melakukan itu.

Bukankah Putra Mahkota menginap di Aula Pemberian Rahmat tadi malam?

Jadi kau datang hari ini...

... karena tadi malam Li Chengyin menginap di sini.

Good Bye My Princess (Dong Gong / 东宫) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Good Bye My Princess (Dong Gong / 东宫)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left