Love Is Blind: Poland

Love Is Blind: Poland (Love is Blind: Polska)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Love is Blind Poland S01E05 id
A Commentary by dappeloe

Tags

webdl
Published on: 2026-05-09
Downloads: 25
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kau tahu aku mudah sekali emosional.

Di pesta itu, ada jarak di antara kita.

Bukan berarti aku tak ingin kau bahagia. Ini bukan kompetisi.

Saat itu, kuanggap sebagai kurangnya dukungan.

- Kau tak bilang. Baru sekarang. - Aku tak mau bilang…

Sekarang aku sudah siap. Aku mau bicara jika tak banyak orang.

Aku agak stres soal pertemuan kita berempat.

Aku penasaran bagaimana hasilnya. Aku…

Kulihat kau sangat bahagia dan aku tak mau…

menghalangimu.

Kau tak perlu mengatakan yang ingin kudengar, bukan itu intinya.

Aku tak seemosional kau.

Itu akibat dari topeng dan baju zirah

yang selalu harus kukenakan.

Menurutku kita harus saling mendukung, dalam cinta atau pertemanan.

Pertemanan yang buruk mengajariku membatasi pergaulan.

Aku masih harus mempelajari beberapa hal.

Maafkan aku.

Kau bilang, "Aku harus belajar."

Bagiku, itu sudah cukup.

Sial.

LOVE IS BLIND POLAND

Aku mungkin harus mengganti isi lemariku.

Dia tak suka semuanya. Dia sangat cerewet.

Kau? Kulihat kau memilih pakaian sendiri.

Kau benar.

- Apa kabar? - Kabarku sangat baik.

- Kau cantik. - Terima kasih.

Aku tak bosan. Aku tertawa bersamanya karena Damian memang begitu.

Aku senang bisa mengenalnya, tapi dia mengatakan sesuatu

dan kupikir, "Apa dia menertawakanku, bercanda, atau serius?"

- Itu yang tersulit. - Sangat.

Kami mengobrol. Aku tahu dia bisa emosional,

dia bisa bicara serius denganku.

Damian pelawak bercelana pendek adalah bonus.

Ya. Hal lainnya adalah kalian punya tujuan hidup yang sama.

Ya. Kami dekat karena keinginan kuat untuk menjadi orang tua.

- Aku mendukung kalian. Jangan menangis. - Terima kasih banyak.

- Kau orang yang sangat berharga. - Kau kesayangan kami.

Sepertinya aku akan terbakar di sini.

- Kepalamu? - Seharusnya kita bawa topi.

Kau tak membawa syal?

Aku tak bawa. Katamu kita tak membutuhkannya.

- Kata siapa? - Kau.

- Kubilang bawa syal. - Kau bilang lebih baik tanpa syal.

Menurutmu tak apa-apa jika kulepas ini?

Menurutku malah lebih baik kau lepas.

Aku tak mau, tapi baiklah.

Apa kabarmu?

- Kau yang meletakkan ini di sini? - Itu sudah ada di sini. Santailah.

Aku mau makan sesuatu.

Aku mau M&M.

Mau makan sesuatu?

Tahu kau tak kena sinar matahari?

- Aku tahu. - Baiklah.

Masalahnya, kakiku putih, dan tubuhku kecokelatan.

Astaga, ini keren sekali. Pesta pribadi…

- Ya. - …di kolam renang.

Aku penasaran berapa harganya.

Apa?

Pesta hari ini menunjukkan kepadaku

bahwa sisi romantis dalam diri wanita penting bagiku.

Aku perlu tahu dia merasakan sesuatu.

Kurasa cara terbaik menunjukkannya adalah dengan kata-kata atau gestur.

Aku tak tahu apa yang sedang terjadi.

Kurasa Malika bisa merasakan aku peduli. Aku sama sekali tak merasakannya.

- Jangan pergi dulu. - Jangan dulu?

Tetaplah bersamaku.

- Kau senang? - Ya.

- Tapi lebih seru bersamaku? - Ya.

Aku mau gabung dengan para pria, ya?

Kita akan…

Mau minum?

- Tidak sekarang. - Tidak?

Baik, pergilah.

Kamil!

Mau tukar kacamata hitam?

Sebentar saja, ya?

Kau pergi untuk menciumnya? Tengah hari, waktunya ciuman?

- Aku harus memberinya kacamata hitam. - Pergilah!

- Kacamata kami berdua. - Pergilah ke pacarmu!

Uno, kau punya jadwal ciuman?

Julia, kau benar-benar jauh lebih tenang.

- Mereka saling melengkapi. - Ya.

Selera humor kalian berbeda. Dia agak kasar, tapi kau sempurna.

- Seperti kami. - Aku lebih santai.

Dia sedikit menenangkanku. Di antara temannya, dia lucu dan energik.

Aku ingin dia memberiku energi sebanyak yang dia berikan pada orang lain.

Kupikir ini timbal balik.

PODIATRIS

Kau punya kekhawatiran tentang Warsawa?

Ya, cukup banyak.

Aku akan sering terbang, tak selalu ada. Aku bisa pergi seminggu penuh.

Benarkah?

Sekarang indah, tapi nanti aku tak ada waktu untuknya.

Kau juga merasa sekarang memang indah.

Aku menikmatinya, aku mencintainya. Tapi menurutku ini terlalu indah.

- Aku merasakan hal yang sama. - Kemarin

kubilang, "Dia terlalu manis dan ceria." Ini bagus dan aku sudah…

- Itu bukan kehidupan nyata. - Ya! Aku terbiasa…

Melihatnya, rasanya seperti kami sudah saling kenal beberapa bulan.

Kami saling menggoda, banyak lelucon dan ciuman,

- semua terasa pas bagiku. - Ya.

Ada yang terasa janggal. Setelah semua ini.

Aku terbiasa dengan hal buruk. Apa ini?

- Aku juga merasa sama. - Sama.

Baiklah, ayo temui para wanita kita,

- minta ciuman… - Lalu kembali.

- Lalu kembali. - Apa mereka mau? Ini semacam ujian.

Hai, Cantik. Bisa minta tambah sedikit?

Boleh minta ciuman?

- Bisa tambah prosecco-ku? - Tak terlalu manis?

- Ada bir juga, 'kan? - Bir setelah prosecco?

Itu terserah kau.

Aku merasa agak canggung. Aku tak terbiasa dengan hal seperti ini.

Aku merasa kewalahan secara emosional.

Hari ini aku menyadari bahwa Malika membuat jarak di antara kami.

Aku tak butuh pujian darinya.

Bagiku, pujian adalah saat dia tersenyum ketika aku memujinya,

atau dia mencariku di tengah keramaian.

Kau mau pergi?

Aku khawatir apa yang akan terjadi selanjutnya.

Hubungan harus tumbuh secara emosional. Jika tidak, kami tak membuat kemajuan.

- Ada apa? - Tak ada apa-apa.

Ada apa?

- Aku tak… - Tak ada yang salah, hanya…

situasinya canggung.

Baiklah, jika kau tak mau bicara, aku tak mau bicara denganmu.

Apa yang bisa aku… Aku akan pergi jika kau tak mau bicara.

Baiklah.

Serius?

Baiklah, aku pergi.

Tidak, aku pergi. Aku tak suka situasi ini.

Aku juga tak mengerti. Apa kita akan membicarakan cuaca?

Baiklah, aku pergi saja.

Aku tak begitu mengerti apa yang sedang terjadi.

Bagiku, komunikasi itu lebih tentang berbagi perasaan.

Aku perlu mendengar bahwa dia peduli.

Dia bisa terbuka dan menunjukkan sisi sensitifnya kepadaku.

Ada sesuatu yang hilang. Aku tak tahu persis apa.

Mungkin obrolan mendalam tentang perasaan.

Saat ini, muncul pikiran

bahwa aku telah salah memilih orang untuk bersamaku.

Jadi…

Ya.

Kau mau makanan penutupnya sekarang?

Aku lupa soal itu.

Enak.

- Kau punya alergi? - Alergi kebodohan.

Kau bisa hidup dengan dirimu?

Bersin.

- Kau berbeda saat di dalam pod. - Itu masa percobaan.

Aku mau mengeluh.

Sejauh ini kami belum mencapai batas lelucon kami.

Batasnya sama sekali belum terlewati.

Kuharap kami tak akan melewatinya dan mengetahui batasan kami.

Kuberi tahu para gadis kau bilang "wajahku judes".

Memang betul. Tapi saat kau tahu kau tak begitu…

- Lalu apa? - Itu bahkan lucu.

Baiklah, bagus.

- Begitulah keadaannya, Pak Tua. - Apa kita sudah tua?

- Itu kau, aku tidak. - Bercanda atau tidak.

Kau akan menanggung akibatnya. Apa pun caranya.

- Kau senang melihatku mengenakan gaun? - Ya, aku akan menangis.

- Benarkah? - Ya.

Lagu apa yang akan kau pilih untuk dansa pertama kita?

- Boleh kubuatkan koreografinya? - Sudah bisa kubayangkan.

Apa?

- Kita mulai dengan lagu-lagu 50 Cent. - Bagus.

Aku akan menunjukkan langkahnya nanti.

- Tidak. - Ya…

Tidak?

- Kau tak mau? - Tidak. Aku akan merasa canggung.

Ayo berdansa untuk senang-senang.

- Ayolah. - Apa?

- Tidak. - Tidak?

- Serius? - Ya.

Mungkin kau terlalu tenang, setidaknya bagiku.

- Karena aku tak mau berdansa? - Entahlah.

Di mana senyum itu?

- Kau yakin bisa mengimbangiku? - Kau terlalu khawatir.

Bagaimana mungkin kita bisa berdansa jika kau merasa canggung?

Tak akan canggung.

Kau tahu aku agak…

Mungkin itu akan terasa sangat berat bagimu.

PODIATRIS

Entahlah. Aku hanya khawatir apa aku cukup tenang,

apa dia benar-benar ingin bicara denganku, atau apa dia sudah muak denganku.

- Ada apa? - Tak ada apa-apa.

Aku tahu banyak hal membuatmu canggung, dan tak yakin apa kita terlalu berbeda.

Aku tak ingin kau bilang nanti, "Aku tak nyaman dengan ini atau itu,"

dan itu membuatku menahan diri.

Entahlah, aku tak akan menjadi diriku sendiri.

Aku akan mulai tenang dan… Aku tak menginginkan itu.

- Kau terlihat imut saat marah. - Baik.

Baiklah.

Aku akan melakukan sebaran pasangan,

tapi kita anggap saja kau butuh jasaku.

- Kau membayar jasaku. - Benarkah?

Bisa apa saja. Membuatkanku teh, memijatku.

More Indonesian subtitles for Love Is Blind: Poland

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left