200 rreshtat e parë.
Pernyataan mana yang benar?
Hubungan dengan rekan kerja, Terlarang, B: Boleh, dengan izin,
Boleh, jika tak ada yang terluka. - C, selalu.
- Salah. Jawabannya adalah A. - Apa?
Suzanne, itu gila.
Maksudmu jika ada konflik antara pekerjaan dan cinta,
kau harap aku bersumpah setia pada kerja?
Aku tim cinta.
Davis, dari kemungkinan skor 50, kau mencetak dua skor.
Temuilah manajermu untuk pelatihan lebih lanjut.
Terulang lagi.
Jangan tiduri rekan kerjamu.
Maaf, apa?
Ini New York, genit memang memberdayakan, tetapi itu hukumnya.
Ini pelatihan pelecehan seksual kita. Jangan sentuh rekan kerjamu.
Maksudmu Nadia?
Tentu saja bukan Nadia.
Kau asisten penata gaya pesohor.
Jangan tiduri klien kita.
Mereka seksi, terkenal, dan akan meniduri apa saja.
Tanda tangan, katakan aku melatihmu atau kau dipecat.
- Nadia. - Ya, Bu.
Hari ini kita akan membedah mayat, termasuk genitalia.
Mungkin bengkak.
Kuingatkan, kalian calon dokter,
jadi aku tak mau mendengar cekikikan.
Aku tak mau melihat donor heroik kita memakai kacamata hitam di TikTok.
- Ya, Kel. - Apa kita harus melakukannya?
Apa kita harus apa?
- Membedah mayat. - Ya, itu intinya.
Baiklah. Apa ada vegan atau karet?
Entahlah, tak terlalu ada pilihan mayat?
Kau tak bisa menjadi dokter tanpa sentuh mayat.
Kau mau apa? Maneken?
Mau memotongnya untuk tahu itu kue atau bukan?
- Itu akan bagus. - Kel, buka seprainya.
Sial, pria itu memang mati.
Tolong ambilkan brankar.
HARAPAN
Ya.
Oh, ya. Ya.
Enak sekali.
Ya, di sana.
Astaga!
Kau melihat teleponmu?
Kuperiksa ulang waktu wawancara.
Astaga, yang benar saja.
Viv, maaf.
Josh, kau sudah memeriksanya ratusan kali.
Sayang, ini Wes Dryden Show. Tak bisa buat kesalahan.
Ini acara TV.
Aku pacarmu yang baru saja bercinta denganmu.
Aku suka dan ingin kembali ke sana,
tetapi Wes Dryden Show bukan sekadar acara TV.
Bagiku, Wes Dryden Show contoh terbaik jurnalisme investigatif.
Wes Dryden adalah pahlawan Amerika.
Aku sadar kukatakan itu kepada pekerja sosial.
Aku berengsek.
Maaf. Aku hanya sangat gugup.
Kau bukan bajingan.
Kau cuma kutu buku yang berenjana tentang jurnalisme TV.
Yang sangat kuat dan mahir bercinta.
Ava?
Bangun, Tukang Tidur, aku membuatkanmu late susu gandum.
Ava.
Apa-apaan ini?
Davis, kau pria yang baik, tetapi kurasa ini tak akan berhasil.
Bisa kirimi aku merek pelembap udara milikmu?
Peluk cium, Ava?
Hei, apa kardigan ini sok?
Sangat cocok denganmu.
Terima kasih.
- Tunggu, apa aku sok? - Akan kubahas nanti.
Kulatih dialog bagi panggilan kedua.
Ada panggilan kedua untuk drama? Hebat.
Ya. Aku mengirim rekaman dua pekan lalu dan tak ada kabar,
itu selalu terjadi dengan panggilan audisi terbuka.
Aku dapat sur-el, diminta bertemu langsung.
- Kau hebat secara langsung. - Aku tahu.
Bagaimana bisa melakukan ini dan kuliah kedokteran?
Aku punya sistem baru, yaitu aku tak tidur malam hari,
tetapi saat mandi, kubiarkan aku tertidur,
saat air mendingin, aku bangun.
Itu bukan sistem, itu teriakan minta tolong.
Tidak, itu berhasil baik.
Aku belum tahu cara berhenti pingsan atau tertidur dalam percakapan.
Apa ada wanita cantik pergi tadi pagi?
Ya, dia jelas terburu-buru.
Itu dia.
Aku akan sendirian seumur hidupku.
- Davis, cuma satu gadis. - Tak apa.
- Kau akan baik-baik. - Tidak.
Kalian tak paham. Aku sempurna.
Aku pria heteroseksual di New York bergaji tinggi dan tubuh bagus…
Betis perlu dilatih.
…yang ingin menikah dan punya empat anak rupawan
yang bersekolah swasta.
Kau tahu betapa langkanya itu? Namun, aku lajang.
Aku pecundang.
Kau tak anggap pecundang.
Kau baru memuji dirimu lima kali.
- Kel, kau tidur? - Ya! Aku bangun.
Ya, para gadis menyukaimu dan tubuhmu bagus.
Davy, kau harus tenang dan jangan terlalu agresif.
Terlalu agresif?
Aku hanya melihat media sosialnya, mencari tahu minuman favoritnya,
lalu dapat sertifikasi barista untuk belajar menulis di busa late
agar bisa ubah suai kopinya saat dia bangun.
Kel, bantu aku.
Aku tak bisa. Kau seperti sosiopat.
Jangan bertindak aneh lagi.
Soal kopi, kalian bisa menggiling kopi
dan sarapan di teras?
- Kenapa? - Kenapa?
Kata Vivian, bising untuknya pada pagi hari.
Vivian tak tinggal di sini.
Pada dasarnya ya.
Ya, kecuali dalam caranya membayar sewa.
Aku tahu ini tak ideal, tetapi kami akan segera pergi
saat pindah ke apartemen di seberang.
Terima kasih, maaf! Kuhargai.
Sulit dipercaya kau punya pacar dan aku tak punya.
Aku akan mandi sendiri.
- Bisa kubantu? - Hai.
Aku penghuni baru. Ponselku mati. Aku lupa nomor apartemenku.
Nona, sudahlah.
Aku tahu penipuan ini.
Kau masuk, mengobrol dengan kami dan tiba-tiba laptopku hilang.
Astaga, itu kau.
- Apa? - Bukan apa-apa.
Kau tahu tempat tinggal Abby Chilukuri?
Abby, orang India, cantik, harum bagai taman setelah hujan musim panas.
Astaga. Ya, dia orangnya.
Di seberang lorong, 6D.
Hei, sedikit saran, jangan pakai topi Red Sox.
Kau tak akan dapat banyak teman.
Astaga.
Kau dapat teman dengan kardigan itu?
Maaf, kardigan ini milik ayahku.
Saat pembantu tak sengaja menyusutkannya, dia berikan kepadaku.
Keren.
Hai, senang berkenalan, Tetangga.
Tetangga?
- Kau pindah ke seberang? - Ya.
- Aku mujur. - Titip salam untuk Abby dari Kel.
Senang berkenalan.
- Tidak, Kel. - Kenapa?
Tak menyenangkan berkenalan dengannya. Dia mengejek sweterku.
Akhirnya kau datang.
- Selamat datang di New York. - Abby. Masuklah.
Tutup pintunya.
Kenapa kau tak katakan kita bertetangga dengan Josh?
- Siapa? - Josh dari Botswana.
Siapa Josh dari Botswana?
Ini apartemen tanpa sepatu, tetapi lanjutkan.
Tahun kedua, Model PBB. Dia datang ke Penn bersama tim Michigan.
Saat itu puncak COVID.
Sudah setahun aku tak melihat bagian bawah wajah pria.
Kuajak ke kamar dan kami bercinta,
tetapi Josh dari Botswana pergi sebelum fajar.
Aku bangun dan dia pergi.
Kini aku ingat. Bajingan itu.
Aku tidur di lorong agar kalian bisa bercinta.
Aku disandarkan sepeda.
Kukirimi pesan, tetapi dia abaikan, tak kudengar kabarnya lagi sampai kini.
- Persetan dengan ini. - Tunggu, kau mau ke mana?
Menegur Josh Botswana, mempermalukannya di depan teman sekamar.
Tidak, hentikan. Dia tak mengenaliku.
Kita tak boleh membicarakan ini. Terlalu memalukan.
Lupakan saja. Tunjukkan apartemennya.
Aku bukan apa-apa.
Ayah, aku bukan apa-apa. Ayah tak paham?
Tidak ada dendam lagi.
Aku hanya diriku.
Itu saja.
Itu bagus. Apa kabar?
- Quest. - Astaga.
- Questlove. - Ya.
- Sedang apa kau di sini? - Aku salah satu produser.
Jika ada di New York dan keren, mereka harus bertanya kepadaku.
Terima kasih.
Ini kehormatan bagiku dan ibuku ingin menjodohkanmu
dengan sepupuku jika kau lajang.
Aku sering dengar dari para ibu.
Mari lanjutkan ke bagian berikutnya.
Bagian berikutnya.
Ya, rap gaya bebas.
Rap gaya bebas.
- Itu termasuk acara? - Mungkin. Kami sedang menggarapnya,
- kau pasti bisa. - Ya.
Bersenang-senanglah. Putar musik.
- Kau pasti bisa. - Ya.
Ayo.
Kulakukan yang berikutnya.
Ya. Ayo.
Ya.
Namaku Kel
Aku di sini berkata Aku makan roti lapis kalkun siang ini
Mayones, selada, saus tomat, dan kalkun
Itu bagus,
No comments yet. Be the first to leave one.