200 rreshtat e parë.
Minggir!
Jalan sini!
Rumah sakit Saint Luke. Kuulangi, Rumah sakit Saint Luke.
Ada yang sakit?
Sayang, ibumu ada?
Kau tahu dimana dia?
Sungguh, aku hanya..., Tidak.
Jangan datang.
Tidak. Aku bersumpah. Aku tidak melihatnya.
Maksudku, bisa saja sebuah lelucon.
Aku tidak tahu siapa.
Tidak, sungguh. Aku cuma ingin menemuimu besok di sekolah.
Terima kasih, Leann.
Dah.
Luna?
Luna?
Ayolah. / Di sini.
Beth sedikit gila. Tapi dia mengadakan pesta.
Ya, jadi aku bisa bermain cinta dan telepon seks pada saat bersamaan.
Kau serius?
Memang, tapi ia tampan sekali.
Aku begitu gugup, tahu?
Aku mencoba menjelaskan betapa aku mencintainya...,
lalu aku mulai menangis.
Tahun yang sempurna, kan? Aku suka sekali.
Brian, bisa alihkan pandanganmu dari Taylor dan coba membantuku?
Luar biasa.
Kau cepat sekali tertarik wanita lain. Tak heran Leann berpaling.
Aku lelaki yang punya kebutuhan. Ada masalah denganmu?
Tidak. Tapi masalahnya pada Taylor.
Panas. Ya, baik...,
Tak mungkin memaksa Taylor untuk memiliki selera bagus, kan?
Potong saja terus.
Akan terus kupotong.
Kau pasti sedang mengamatiku. Katakan saja terus terang.
Baiklah. Kau sengaja membuat Leann cemburu.
Kau pikir dengan mendekati Taylor...,
Leann akan cemburu dan kembali lagi padamu.
Aku salut dengan cara pikirmu. Aku mengharap yang lebih baik.
Hei, bisa buka pintunya?
Hai, Leann. / Hai.
Senang bertemu denganmu.
Aku juga. / Brian ada di sini?
Dia ada di dapur. Kita naik saja dulu.
Hei, ini Leann.
Dah.
Baik. Matikan saja alarmnya.
Hei.
Bagaimana keadaanmu.
Hari pemakaman. Sedih sekali.
Mulai sekarang, aku mau ke pesta jika tak ada yang meninggal.
Bagaimana orangtua Shelley?
Mengingat puteri mereka yang berusia 24 tahun tenggelam di kolam...,
mereka sangat tabah.
Dan kau?
Aku kenal Shelley. Kami bersama-sama di Saint Luke.
Maksudku, dia tidak gila.
Aku tahu, tapi caranya berbicara itu...,
Ya, bukan berarti dia bunuh diri.
Itu bukan nada deringku.
Tertulis dari Shelley.
Siapa yang menelepon dari ponsel Shelley?
Menyeramkan.
Tanggal panggilan hari Senin, 10:17 malam.
Ini hari Jum'at. Mungkin kau salah atur pewaktu.
Leann, kenapa?
Leann?
Jika ingin mendengar pesan ini lagi...,
tekan angka satu.
Panggilan diterima hari Senin, 12 Juni, pukul 10:17 malam.
Entahlah. Sungguh aneh sekali.
Ini seperti waktu yang sudah kujalani...,
Tidak! Aaah!
Ini suaramu.
Suaramu.
Ya? / Ya.
Kurang sedikit, bung.
Tidak, kau tahu berapa harganya. Ini harga pas.
Baiklah, aku beli.
Tenang dulu, kawan.
Sudah?
Ya. Mereka sungguh hebat.
Detektif Andrews. Ya.
Pejalan kaki menemukannya.
Kami belum mengotopsi dulu sampai kau datang, detektif.
Walau begitu, adikmu berada di luar lebih dari seminggu.
Tak perlu sampai melakukan ini.
Wow.
Ya ampun.
Dalam kasus kekerasan anak yang berulang...,
stress pasca traumatik mungkin terjadi.
Efek jangka panjangnya mungkin disfungsi seksual, amnesia...,
dissosiasi, bahkan halusinasi dan kepribadian ganda.
Anak yang mengalami trauma ini...,
mengalami perkembangan yang berbeda...
dan kita menyebutnya dengan ''Disosiatif keahlian''
Anak yang mengalami trauma ini memiliki satu sifat yang utama...,
yang berasal dari pengembangan kepercayaan dirinya...
akan suatu harapan dan makna dalam hidup.
Dari pengalaman ini, anak mencoba untuk...,
menciptakan penjelasan mengenai apa yang terjadi.
Penjelasan yang diperolehnya mungkin mengenyampingkan kelalaian orang tua.
Anak bisa menyalahkan diri sendiri atas apa yang telah terjadi.
Leann!
Hei, mau minum kopi?
Tidak. Aku harus...,
Aku harus ke pustaka. Untuk makalah minggu depan.
Kau tak apa-apa? Kau tampak aneh.
Tadi malam aku susah tidur.
Telepon aku nanti malam. Akan kubacakan makalahku...,
mengenai perspektif perkembangan dalam kasus pelecehan. Itu lebih baik daripada Ambien.
Baiklah. Dah.
Dah.
Perpustakaan tutup lima menit lagi.
Hai, Lee. / Hai.
Hei, sedang apa?
Aku baru saja menyelesaikan makalahku. Kau sedang apa?
Aku baru mendapatkan buku yang kucari. Otakku kusut sekali.
Oh, Tuhan, aku tahu maksudmu.
Leann?
Leann? Halo?
Dengar, Beth, aku tak bermaksud mengacuhkanmu tadi. Aku...,
Leann, kau masih ada?
Aku tak tahu bagaimana menjelaskannya. Aku...,
Aku sedang banyak masalah. / Masalah apa?
Sejak aku...,
Yah, entahlah.
Maksudku, Shelley tenggelam, ada suaraku menjerit di telepon.
Dan ada telepon aneh yang bertanggal hari ini.
10:17 malam.
Aku tidak..., / Kau dimana sekarang?
Aku di jembatan kampus.
Jaraknya dua menit. Aku akan segera ke sana.
Aku terus melihat sesuatu. Seperti orang aneh yang mengawasiku.
Leann? / Maaf.
Aku tak bermaksud panik. Aku baru saja...,
Aku telah melihat sesuatu yang sangat aneh.
Aku tak tahu, ini sesuatu yang paling aneh.
Setiap kali aku berbalik, mereka...,
Leann!
Tidak! Tidak! / Leann!
Kau melihat sesuatu? / Seperti kubilang, dia loncat sendiri.
Boleh kami pergi? Sudah lama kami di sini.
Kau harus tetap di sini sampai informasinya jelas.
Tolong tanda tangani pernyataan ini.
Hei. / Hei.
Dia mendapatkan telepon aneh.
Sulit dipercaya.
Ya, Leann menceritakan hal sama yang terjadi pada Shelley sebelum ia tenggelam.
Menakutkan. / Taylor.
Apa? Aku cuma bilang cerita Leann.
Waktunya tidak tepat, paham?
Kudengar Shelley mendapat panggilan telepon dari penasihat lamanya.
Aku juga mendengarnya. Penasihatnya itu sudah lama meninggal.
Bisa kau hentikan?
Orang tuanya ada di sini.
Seperti orang mati memanggilmu, tapi suaramu sendiri.
Lalu kau mati juga.
Sial, Taylor, kau tahu apa?
Jangan berpikir, tahu? Kau semakin konyol saja.
Aku juga mendengarnya.
Benar, kan? Sekarang aku benar-benar merinding.
Ini omong kosong, paham? Omong kosong.
Brian! Brian!
Apa masalahnya?
Dia memikirkan Leann.
Brian.
Kau tak apa-apa?
Kau ada masalah?
Untuk mendengarkan pesan, tekan satu.
Panggilan suara diterima hari Rabu, 14 Juni...,
pukul 12:02 siang.
Sial, aku lupa. Jika saja aku sedang tak punya masalah...,
Panggilan itu dari dua malam sebelumnya. Dari ponsel Leann.
Malam kematiannya. / Hanya saja tertanggal hari Rabu.
Hari ini, pukul 12:02 siang.
Aku tak percaya sihir, Beth.
Aku tak percaya apapun. Tapi sejak ada panggilan itu, segalanya...,
terasa aneh. / Aneh seperti apa?
Beritahu aku.
Leann menceritakan hal yang sama sebelum ia...,
Brian?
Ada apa? Brian?
Dengar...,
Apa? / Lupakan saja, ya?
Jangan, Brian! / Hal ini terjadi...,
karena mereka memikirkannya, Beth. Kau orang psikolog, kau pasti tahu.
Jika kau tak memikirkannya, kau tak akan kenapa-kenapa.
Seperti kubilang.
Brian, teleponmu!
Teleponmu ketinggalan.
Sial, aku lupa. Jika saja aku sedang tak punya masalah...,
Baik, kita ulangi.
Tangki hidrogen las meledak. Temanmu kebetulan lewat di sana.
Lalu bagaimana dengan Leann dan kotak suara?
Kami sudah periksa teleponnya. Tak ada kotak suara di situ.
Telepon lain juga tidak. / Tapi aku mendengarnya, tahu?
Leann mendapat telepon, juga Brian, tepat sebelum mereka meninggal.
Keduanya menerima telepon.
Kudengar itu terjadi pada Shelley juga, Shelley Baum, tepat sebelum dia meninggal.
No comments yet. Be the first to leave one.