200 rreshtat e parë.
Jadi, saat menuju ke pertemuan ini,
aku sadar melupakan buku koleksi klien.
Sayang?
Kau ada di mana?
Dierdre?
Dierdre?
Dierdre.
Kau tak dengar aku memanggilmu?
Bisa bantu aku?
- Kenapa kau ada di rumah? - Aku melupakan ini.
Semoga presentasimu berhasil.
Terima kasih.
- Astaga! Kau sudah menikah? - Apa itu masalah?
Saat suamimu muncul tanpa diundang, ya, itu masalah.
Sayang, aku baru saja ingat,
aku kehabisan minuman pembersih jus hijau itu.
- Apa kau mendengarku? - Ya.
Aku akan membelinya di Whole Foods saat pulang dari yoga panas.
Aku melompat sekitar enam meter ke dalam kolam itu.
- airnya seperti es... - Penyusutan yang parah.
Tamparan keras untuk harga dirimu.
Lalu ada anjing Rottweiler mengejarku.
Aku hampir tak bisa keluar dari sana.
Kau bilang padaku, kau tak tahu wanita itu telah menikah?
- Tak ada cincin di jarinya. - Peselingkuh biasanya tak memakainya.
Kau mungkin menganggap ini sangat lucu, tapi aku merasa dimanfaatkan.
Kasihan sekali, Street.
Perilakumu yang menyebabkan hal ini.
Kau pikir aku yang mencari wanita-wanita gila itu?
- Ya, karena kau bilang padaku... - Hei.
Ada situasi yang terjadi di Valley. Bersiap-siaplah.
Jawab aku! Sekarang!
Jika tidak, aku akan mengincar keluargamu!
Tidak.
Tidak!
Perlihatkan tanganmu!
Di sini aku memasang pemindai suhu
agar pengguna bisa tahu apakah pasiennya masih hidup atau tidak.
Setelah enam bulan, aku akhirnya mendapatkan meja makanku kembali?
Aku berjanji, Bu, setelah besok, semuanya akan...
- Owen! - Apa yang kau lakukan?
Lakukan saja perintahku.
Masuk ke sana. Ayo!
- Di depan jendela. - Tunggu!
Berlutut!
Tersangka baru saja memaksa masuk ke kediaman pribadi.
Nomor 11874 Hazeltine. Kapan tim SWAT akan kemari?
Satu pertanyaan terakhir,
seperti apa rasanya menjadi kapten perempuan pertama
dalam sejarah SWAT,
dan apa reaksi bawahanmu setelah kau mendorong mereka
untuk lebih terlibat dengan masyarakat yang mereka layani?
Itu dua pertanyaan.
Rasanya benar.
Komisari Polisi Michael Plank,
dia benar-benar rekanku dalam semua perubahan positif
yang kami coba menerapkan di dalam departemen.
Stella, ini adalah bosku, Komandan SWAT, Robert Hicks.
Ya, kau harus pergi dari sini.
Cortez, pengejaran mobil kita baru saja menjadi situasi barikade dengan sandera.
Stella?
Sejak kapan SWAT berteman dengan wartawan?
Dia menulis artikel tentang inisiatif lingkungan terbaru kita.
Maksudmu inisiatifmu?
Pertanyaan, Cortez, kau bekerja untuk SWAT atau SWAT bekerja untukmu?
- Pak... - Kau ingin melakukan pencitraan
dengan proposal yang kau dan Komisaris paksakan pada kami?
Lakukan di waktu pribadimu.
Kini, aku membutuhkanmu sebagai wakilku di mobil komando.
Baiklah, dengarkan. Ada situasi penolongan sandera.
Ada pria Latin dipersenjatai dengan pistol.
Dia menyandera satu keluarga.
Hicks dan Cortez menemui kita di tempat untuk memberi kita lebih banyak intel.
Van Nuys, pusat kota yang indah.
Seratus jalan keluar bebas hambatan dan tak satu pun bar yang layak.
Hei, setidaknya ini panas, lembap, dan umumnya tak sejuk.
Jangan khawatir, Deac, kita tahu kau tinggal di sini.
- Kau punya anak-anak. - Hei,
jika kau takkan tinggal di dekat pantai, kenapa kau ada di LA?
Kau bisa menyimpan semua studio yang terlalu mahal di Venice
dan rumah-rumah panggungmu di perbukitan.
Di sini, aku bisa mendapat rumah yang sesungguhnya
dan anakku bisa ke sekolah publik.
Tak seperti daerah yang lain di LA, selalu ada tempat parkir.
Apa keputusannya, Hondo? West Side atau Valley?
Tidak, aku tetap di LA Selatan. Itu akan selalu menjadi rumahku.
Baiklah, kalian tahu situasinya. Jangan gegabah, tangkap orang ini.
"Tim Penjinak Bom"
Kau sudah memadamkan listrik dan layanan selulernya?
DWP telah mematikan air dan listrik, penindas selulernya sudah menyala.
Tak ada telepon masuk dan keluar kecuali kita menginginkan itu.
- Kau sudah punya identitas penjahatnya? - Dua penjahat.
Yang mati di kendaraan yang rusak adalah Manuel "Man Killer" Lopez.
Lopez adalah pembunuh bayaran setia untuk Los Reyes, East Side Kings.
Tersangka yang membunuh Lopez dan mengendarai mobilnya, Angel Lucero.
Lucero adalah kriminal kawakan. Seorang rekan Los Reyes.
Dia baru saja dibebaskan bersyarat dari Corcoran
setelah menjalani hukuman enam tahunnya karena perampokan.
Aku pernah menangani Los Reyes saat mereka baru datang di Rampart.
Mereka punya reputasi membuang mayat di tempat yang susah ditemukan orang.
Menurutmu, ini perselisihan antara rekan yang berubah menjadi kacau?
Apa pun itu, ada keluarga tak bersalah yang terjebak di dalam sana
dengan seorang pria yang bisa melakukan apa saja.
Baik. Cobalah ajak dia bicara untuk menyerah.
Jika gagal, kita akan melakukan pekerjaan kita.
Hei!
Kau melangkah sekali lagi, dia mati.
- Hei! - Ini adalah Kepolisian LA.
Ada telepon untukmu.
Tak ada yang akan masuk.
Kami takkan masuk.
Aku hanya ingin melempar ponsel ini melalui jendela,
agar kita bisa memulai pembicaraan.
Aku akan melemparnya.
Tiga.
Dua.
Satu.
Ini Kapten Cortez.
Apakah ini Angel Lucero?
Dengar, aku tak ingin melukai mereka, tapi kalian perlu pergi dari sini.
Aku juga menginginkan itu. Jadi, ayo kita bekerja sama untuk mewujudkannya.
Aku ingin bus SWAT besar itu pergi
dan aku ingin mobil tak tanpa tanda diparkir di belakang rumah untukku.
Angel, kau mengerti Kepolisian LA tak bisa pergi begitu saja, 'kan?
Aku mendengar helikopter berita.
Aku yakin mereka menyukai siaran langsung mayat yang dilemparkan ke halaman rumah.
Aku sudah menjalankan Rook-nya, Hondo. Bersiap untuk menyerang masuk.
- Perintahkan saja. - Luca, ada satu keluarga di dalam.
Gas air mata adalah opsi terakhir, tapi tetap nyalakan.
Baiklah, aku mengerti.
Tim dua, apakah ada kejutan di dalam?
Negatif, Hondo.
Pengindra panas menunjukkan hanya ada tersangka dan tiga sandera.
Mengerti, bersiagalah. Tim empat, apa yang kau lihat?
Tersangkanya terlihat mania.
Akan lebih baik jika Cortez bisa membuatnya keluar.
Tim dua, apa kau sudah bisa melihatnya?
Mengerti. Saat tersangka melangkah keluar ke belakang, aku bisa menembaknya.
Kenapa kau melakukan ini? Apa yang kau inginkan?
- Dia akan membunuhnya. - Siapa yang akan mereka bunuh?
Adikku! Mereka membawanya!
Polisi tak pernah percaya kata-kataku. Tidak dengan dosa-dosaku.
Hondo, apa kau mendengar ini?
- Ya, tersangka ingin mobil untuk kabur. - Dia hanya meminta itu sampai saat ini.
Jika dia itu Los Reyes, kita tak bisa menganggap dia takkan melukai mereka.
Kita harus memisahkan dia dari mereka. Terus ajak dia bicara.
Angel, dulu aku bekerja di Boyle Heights. Aku tahu Los Reyes.
Lopez adalah pembunuh yang telah membunuh banyak orang.
Yang terjadi di antara kalian, apa kau membunuhnya untuk melindungi dirimu?
Lopez itu orang gila.
Tapi dia layak mendapatkan itu.
Aku mengerti itu, tapi keluarga yang tersandera,
mereka tak pantas terlibat dalam hal ini.
Beri saja aku mobil dan dua jam, lalu akau akan menyerahkan diriku.
Aku hanya harus menangani sesuatu terlebih dulu.
Dia bilang sesuatu tentang adiknya dalam keadaan bahaya.
Tersangka akan menceritakan cerita apa pun yang bisa mereka ciptakan
untuk menyelamatkan mereka.
Meskipun yang dikatakannya benar,
kita harus membuktikannya dan kita tak punya waktu untuk itu.
Sebelum aku bisa menarik anak buahku, aku perlu tahu kau berniat baik.
Lepaskan sandera-sanderanya.
Kau mencintai orang tuamu?
Bilang pada mereka kau mencintainya.
- Bu, aku mencintaimu. - Aku mencintaimu, Sayang.
- Ayah, aku mencintaimu. - Aku mencintaimu.
Baiklah, kau ingin tahu aku berniat baik?
Ambil putra mereka!
- Berdiri! - Tidak!
Pergi dari sini.
- Pergi. - Sayang, pergi!
- Pergi! - Berlutut!
Julian, tarik napaslah dan ikut denganku.
- Ibu dan ayahku? - Kami akan menolong mereka.
Baiklah, aku telah melepaskan seorang, kini beri aku mobil!
- Tidak! - Jika tidak, aku akan menembak otaknya
ke luar jendela!
- Sepuluh! - Tidak!
Hondo, bilang kau telah siap.
Dia ingin mobil, kita akan melempar kuncinya melalui jendela belakang.
- Mengerti. - Enam!
Angel, berhenti menghitung. Kau telah melepaskan satu sandera,
jadi, aku akan menepati janjiku.
Salah satu anak buahku mendekati belakang rumah.
Dia akan melempar kuncinya padamu.
Itu kunci untuk mobil Dodge yang diparkir di gang.
Berlutut!
Tim tiga, Deac datang dengan penyengat,
tapi jika tersangka lari keluar dari pintu belakang, tembak.
- Kau boleh menembak. - Siap untuk menembaknya, Hondo.
Deac, hantam dia bertubi-tubi dan jatuhkan dia.
Polisi, jangan bergerak!
Tan, lindungi aku.
Deac, kita mendapatkan sanderanya, Berdiri. Kalian telah selamat.
- Borgol tangannya. - Ayo.
Berikan aku tanganmu!
Nak.
- Terima kasih. - Senang kami bisa membantu.
Ayo.
Bukan sore yang buruk.
No comments yet. Be the first to leave one.