200 rreshtat e parë.
M_Generation89
Hei, apa itu UFO?
UFO?
Dia adalah Terasaka Rita.
Dia adalah "Hero" dalam cerita ini, mungkin.
Dia tak memiliki kepercayaan diri dengan pandangan orang lain tentang dirinya.
Pria kesepian yang menyukai diri sendiri.
Tapi perasaan itu, sebaliknya dia adalah tipe pria yang bersikap keren.
Terasaka, selamat pagi! / Pagi!
Oh.
...yang sebenarnya disayangkan.
Tapi, Rita bukan pria tak menarik.
Karena, dia memerankan karakter iblis.
Dan disini hanya memainkan peran numpang lewat.
Kau tanya apa peran yang ku mainkan?
MATSUZAKI HATORI
Rita !
Hei.
Aku, Matsuzaki Hatori, heroin yang mulai saat ini akan menjadi pasangan Rita.
Tunggu, Rita!
Jika Rita adalah Hero dari cerita ini, tak ada selain aku yang cocok menjadi Heroin.
Kau tanya kenapa?
Karena kami adalah teman sejak kecil.
Lebih dari yang lain, aku selalu disampingnya, melihatnya sejak saat itu.
Benar.
Sejak hari itu...
Apa benar ibumu lari dari rumah?
Dengan pria tua lagi.
Luar biasa! Seperti drama saja!
Ibu!
Pria tua~!! Pria tua~!!
Kau marah? Kau marah, 'kan? / Dia marah!
Guru! Panggil guru!
Berhenti Rita.
Biarkan mereka. Mereka tidak pantas dilayani.
Kenapa aku sesemangat ini?
Karena ketika itu, aku sangat terpengaruh oleh Yankumi dari Drama serial GOKUSEN.
Rita. Dengar baik-baik.
Tak peduli apapun, aku akan selalu berada di sampingmu.
Kami berdua hanya teman sekelas.
Tapi hari itu, benih cinta mulai muncul.
Saat itu, aku selalu menginginkan seseorang yang melindungiku.
Hal itu berubah menjadi perasaan ingin melindungi Rita.
Dan, seiring bertambahnya usia kami
Aku sadar perasaan itu... berubah menjadi cinta.
Bagaimana? Bukankah kau merasa itu adalah "Kebenaran Cinta?"
Lalu, kenapa tak kau nyatakan saja perasaanmu?
Aku tak mengerti soal "Kebenaran Cinta," tapi jika percaya diri, kenapa tak nyatakan perasaanmu dan berkencanlah dengannya?
Kau sungguh bodoh, Nakajima.
Kebalikannya, ini masalah perasaan.
Kau sama sekali tak mengerti teoriku.
Hingga karakter utama menyadari "Kebenaran Cinta..."
...Heroin tidak boleh goyah.
Itulah jalan seharusnya!
Teruslah bicara seperti itu dan jika dia menjadi milik seseorang, kau akan menyesal.
Aku tak peduli.
Oh, serius? Penasaran?
Adachi-san. Kami minta maaf sekali.
Bukankah dia dari kelas kita?
Saat ingin merokok, mereka akan mengganggu dia.
Tidak mungkin!
Ayolah, Adachi-san.
Cepat makan itu!
Nanti dingin.
Ayo Adachi!! Hei, Adachi!!!
Kalian, hentikan!
Jika ingin teriak, keluarkan suaramu.
Hei, cepat!
Makan itu! Adachi!
Konyol sekali.
Kau bilang apa?
"Konyol sekali. Apa kalian bocah?"
"Bodoh," aku bilang begitu.
Baca situasinya!
Brengsek, kau!
Kalian mengganggu.
Aku menginginkan ketenangan hari ini.
Mengerti.
Kau lihat itu? Rita keren sekali, 'kan?
Yang menyelamatkannya adalah Pak Tua! Pak Tua!
Dulu, dia tak akan pernah meninggalkan tipe "gadis membosankan" yang terlibat masalah sendirian!
Dia sangat baik, 'kan?
Aku tak mengerti arah pembicaraanmu.
Mau?
Jangan bicara... pada seseorang seperti..
Ku berikan tomat untukmu. Aku tak suka.
Tidak.
Tapi, aku tak mau berbagi daging, oke?
Bukan itu.
Reputasimu akan hancur jika bersama denganku.
Bodoh sekali.
Aku tak peduli pandangan orang padamu.
Ada naruto di bajumu...
Bukankah suasana mereka terlihat baik?
Kau tak keberatan?
Bukan masalah, 'kan?
Kau meniru siapa?
Pada kondisi yang bisa dipahami, gadis itu berperan sebagai karakter pendukung, 'kan?
Seperti yang si kacamata Rokkaku Seiji katakan, heroin tidak pernah kalah!
Pada akhirnya, yang akan menang adalah... AKU!
Karena itu,
kuputuskan untuk berpacaran dengan Adachi-san.
Ke-kenapa?
Aku yang menyatakan perasaan
dan dia sepertinya orang yang baik.
Rokkaku Seiji sialan.
Ayo pulang.
Hei, aku tahu! Yang itu, 'kan?
Seorang gadis biasa menempel padamu, jadi kau tak bisa menolaknya.
Ya, aku ingat! Jika ada gadis yang putus asa kau selalu ingin mendukung mereka! Sungguh orang baik!
Aku sama sekali tak mengerti apa maksud perkataanmu.
Hei, tunggu! Rita!!
Dah.
Hei, Rita, ayolah...
Apa ini?
Wah?
Apa yang terjadi?
Lokermu penuh sampah.
BOHUHUHUHUHU!
Dasar sampah!
Maaf.
Jangan pedulikan mereka.
Apa kau takut?
Apa kau tidak takut?
Hei...
Aww! Aww!!!
Hei, jelek---
Jika ingin memukulku, Silahkan saja.
Tapi, jika kalian menyerang Terasaka-kun,
kalian tak akan ku ampuni.
Siapa saja! Ada yang berkelahi!
Sial!
Jangan lari kalian!!!
Maju, Pak Tua!!!
Itu tadi membantu sekali, 'kan?
Aku takut sekali.
Bodoh.
Apa yang kau lakukan?
Tubuhku... bergerak sendiri.
Jangan ceroboh.
Itu menyusahkan.
Ya, aku tahu.
Eh?
Apa ini?
Tanganku.
Adachi-san, adalah karakter pembantu tadi dia menonjol.
Tapi,
Adachi-san saat ini terlihat seperti...
heroin yang lebih baik.
Maaf... Hari ini, aku akan pulang bersama Adachi-san.
Adachi-san adalah heroin Rita?
Lalu... aku yang selalu menunggu dan tak pernah melakukan apapun. Siapa aku?
Aku heroin yang gagal.
HEROINE SHIKKAKU
Heroin Gagal
Master.
Tambah lagi.
Salahmu sendiri.
NA-KA-JI-MA!
Aku minum alkohol karena tak tahan lagi dengan semua ini!
Seminggu ini.... aku diabaikan!
Mungkin.
Sembuh? Kenapa?
Kau bertingkah seperti pria tua.
Kenapa?
Kenapa?
Itu benar.
Tidak!
Ternyata kau manis juga.
Seperti ini lebih baik.
Tidak!
Pencuri sialan itu! Dia akan membayarnya!!!
Sejak awal dia bukan milikmu.
Minum dan lupakanlah.
Tidak perlu.
Ini kejam sekali!
Adachi itu, dasar menyebalkan!
Kau tahu?
Dengar baik-baik.
Adachi mengakui perasaanya lewat audisi resmi. Dia secara jujur menjadi heroin Terasaka.
Lalu, bagaimana dengan aku?
Kau tidak ikut audisi! Jangan salah paham soal alasan kenapa kau tidak jadi heroin!
Untuk bocah yang tidak naik ke panggung...
Kau lebih rendah dari karakter pendukung!
Peranmu sebagai heroin Terasaka sudah berakhir.
Karena itu kau juga...
harus menemukan hubungan baru dimana kau adalah heroinnya.
Ayo.
Berhenti dengan lelucon konyol.
Kau sungguh bodoh, Nakajima-san.
Jika dia menginginkan posisi heroin milikku,
maka aku hanya harus mencurinya kembali!
Jika Adachi-san mengambil alih peran heroin baik maka,
aku akan berjuang menjadi heroin iblis!
Apa wajahmu,
tak apa-apa?
Apa ini? Ada apa dengan pria super ganteng ini?
Hei, ayo pergi.
Boleh aku duduk disini?
Untuk apa kau bersikap sok baik? Hanya karena kau jadi sedikit lebih manis?
No comments yet. Be the first to leave one.