200 rreshtat e parรซ.
Dulu, semua yang di sini
berjalan searah jarum jam.
Sampai pria itu
mengubah segalanya
dalam waktu 12 jam.
Datang lagi minggu depan.
Perlu berapa minggu depan lagi?
Di negara ini,
kau tidak akan bisa apa-apa tanpa kesabaran.
Kau harus belajar untuk bersabar.
Kau juga harus bersabar terhadap diri sendiri.
Emilio, mana asbak rokokku?
Kesabaranku sudah habis.
Dasar ceroboh!
Hujan baru turun, jalanan licin.
Sebaiknya kau duduk.
Sudah berapa tahun kau melewati
jalan keluar masuk kota ini?
Kau lebih memahaminya daripada aku.
Sudah sepuluh tahun.
Kenapa bisa tidak ketemu?
Paman Li.
Besok bawa aku masuk ke kota lagi.
Setiap minggu aku hanya punya waktu istirahat satu hari.
Apakah kau mengira aku ini sopir taksi?
Lei.
Masalah ini sudah berlalu selama sepuluh tahun.
Jika aku adalah sekelompok polisi itu,
aku juga akan merasa terganggu jika terus melihat
berkas yang sama selama sepuluh tahun.
Istri dan putrimu sudah dikubur.
Haruskah kau mencari lagi mayat putramu
baru bisa merasa tenang?
Apa bedanya?
Benar, 'kan?
Tanda lahir berwarna merah di bagian kanan leher.
Sudah terbakar jadi abu.
Mana ada terlihat tanda lahir lagi?
Kaleng yang aku buka minggu lalu
juga membuat leher bagian kananku memerah.
Kau lihat saja itu tanda lahir atau bukan.
Kau menjadikanku sebagai putramu saja.
Benar, 'kan?
Manusia itu sama seperti menyetir mobil.
Jika kau terus melihat kaca spion,
cepat atau lambat akan terjadi masalah.
Kau harus melihat ke depan.
Baunya busuk seperti neraka.
Halo.
Aku beli dua botol kopi.
Botol kedua dapat diskon, tidak?
Bahkan botol kedua diberi setengah harga di McDonald's.
Pria tengik.
Entah omong kosong apa yang dia bilang.
Diamlah, wanita tengik.
Apakah kau mengira aku suka datang ke Distrik Tionghoa kalian?
Pria tengik.
Kau kira aku tidak mengerti, ya?
Kakak Tampan, bantu aku terjemahkan.
Tadi dia memakiku, 'kan?
Apa yang kau maki?
Dia mau botol keduanya setengah harga.
Bocah miskin, kau masih berani berpura-pura?
Bagi siapa yang mengusir pria tengik ini keluar,
aku akan membayar setengah tagihannya.
Mereka menculik anakku.
Seperti biasa, catat ke dalam tagihanku.
Aku adalah kepala polisi daerah di sini.
Sudah kubilang catat ke dalam tagihanku.
Lihat dirimu ini.
Kenapa kau marah lagi?
Akan kubayar.
Kami juga tidak mengerti
kenapa ekspresimu selalu jelek di setiap hari Jumat.
Lebih tepat waktu dari datang bulan,
seperti terjadi masalah di rumah setiap hari Kamis.
Eh, begini saja.
Lei Jun, bukan, Kak Jun.
Ajarkan aku dua jurus kungfu yang kau miliki,
lalu aku akan melunasi semua utangku.
Bagaimana?
Apa-apaan sikapmu ini?
Apakah itu sikap terhadap atasan?
Lihat saja sikapmu yang tidak giat bekerja itu.
Kembali ke sini!
Nenek Sangji.
Anda sama seperti aku saat kecil,
memiliki tubuh yang bisa menabrak orang.
Beratku tidak sampai 150 kg saat kecil.
Pergilah.
Bawa barangku.
Jika istri bos dari swalayan ini masih hidup,
dia pasti sudah memecatmu dari awal.
Tidak, Nenek.
Dari awal aku sudah bukan satpam swalayan ini.
Bulan lalu, aku sudah naik jabatan menjadi
kepala polisi daerah di Distrik Tionghoa kita.
Ini adalah dosa.
Orang bodoh mana yang memberi suara
untuk pria gendut sepertimu?
Bagaimana?
Tempat yang kucari untukmu bagus, 'kan?
Ada sumur pertahanan.
Apanya yang bagus?
Ini adalah hadiah ulang tahun pernikahan ke-7 kita?
Ini sangat berharga jika di negara kita.
Apakah kau tahu sekarang ada banyak restoran hotpot di Sichuan
yang menggali sumur pertahanan di dalamnya?
Itu sangat diperhatikan.
Kau sendiri saja yang bermain di dalam sumur.
Sebenarnya, aku merasa itu cukup bagus.
Kita bisa membuka swalayan atau semacamnya.
Ayo.
Ayah.
Keren.
Lihatlah hadiah yang aku siapkan untukmu.
Apakah kau menyukainya?
Turunkan aku.
Turunkan aku.
Itu barang bekas.
[Kedutaan Besar Negara M, Rumah Perlindungan Philae]
Keluar dari negara kami!
Para bocah tengik, cepat enyahlah!
Jangan membuatku emosi.
Enyahlah!
Jadi, kapan pemindahanmu selanjutnya?
Mungkin musim panas nanti.
Sudahlah.
Jangan bahas tentang musim denganku, Kim.
Tempat bobrok ini selalu terlihat seperti musim panas.
Mungkin satu bulan lagi.
Dengan begitu, tugasku selesai
dan aku kembali ke tanah airku.
Pulang ke rumah kalian,
dasar sekelompok bocah sialan!
Dasar negara yang bobrok.
Keluar dari negara kami!
Akan lebih baik jika kau kembali ke tanah air.
Kau sungguh beruntung.
Dave!
Mana Dave?
Dave sudah mati.
Dia di luar, Ketua.
Apa yang terjadi di luar?
Pasukan berskala kecil
dari Kelompok Dekil.
Apa?
Sudah sepuluh tahun Kelompok Dekil tidak muncul.
Ada yang tidak beres.
Bukankah mereka sudah menandatangani
perjanjian gencatan senjata dengan pemerintah?
Apa yang sedang mereka lakukan?
Tidak bisa membiarkan mereka mengacaukan...
Diamlah, Rex!
Juan, hubungi kantor perdana menteri.
Sudah aku hubungi, Ketua.
Namun, semuanya diputuskan.
Kita sudah dikepung.
Kita tidak akan bisa lolos dari situasi ini.
Kim.
Kim, apa yang kau temukan?
Sial!
Ada gadis kecil.
Kita harus menyelamatkannya.
Tidak boleh.
Tidak ada yang boleh keluar!
Jon, lindungi dia.
Rex, bidik ke luar.
Juan, diam dan jangan bergerak.
Ikut aku.
Kelompok Dekil sialan!
Dasar sekelompok berengsek!
Mati sana!
Berhenti, Jon. Hemat pelurumu!
Rex!
Buka matamu dan bidik ke depan.
Juan.
Lindungi saksi kita, Lin Wan, dengan baik
dan kabur dari pintu belakang!
Pastikan untuk mengantarnya masuk ke kota dengan aman.
Setelah itu, panggilkan bala bantuan.
Baik, Ketua.
Kenapa kau kembali?
Bukankah aku menyuruhmu mengantar saksi kita
dan pergi ke kota untuk meminta bala bantuan?
Ketua.
Dia menghilang.
Sial!
Aku tahu apa yang kau inginkan.
Namun, saksinya sudah menghilang.
Jadi, kalian mati saja.
Dasar gila.
Ayah.
Halo.
Apakah kau sudah gila?
Sudah kubilang, jangan membuat marah orang-orang ini.
Maaf.
Ada yang mencuri barangku.
Aku hanya ingin mengambil kembali barang milikku.
Jika tidak, kita berdua mungkin akan menderita.
No comments yet. Be the first to leave one.