Wait Until Dark

Wait Until Dark

Shkarko Titrat Indonesian

Informacioni i lëshimit

Wait Until Dark 1967 720p BluRay X264-AMIABLE
Një Komentar nga Chyrus

Etiketat

BluRay
x264
720p
720
Publikuar më: 2017-11-01
Shkarkime: 42
Dëgjim i Dëmtuar: No

Pamje paraprake e titrave në Indonesian

200 rreshtat e parë.

Ayo, Louis. Ayo.

Mereka mustinya buat heroin

yang bentuknya seperti yang lain.

Permen batangan, mungkin.

Kau harus cepat, Louis.

Aku bisa ketinggalan pesawatku.

...barat menuju ke Montreal.

Sudah.

Sudah selesai sekarang.

Hati-hati, Lisa.

Kau juga, Louis.

Taksi!

Taksi!

Air Canada penerbangan 760,

Layanan pesawat jet DC-9

ke bandara internasional Kennedy New York.

Hey, ini St. Luke's place?

Kau, nomor 98.

Siapa, aku?

Di mana St. Luke's place?

Aku tak tahu apa-apa. Aku diberhentikan.

Aku ajukan padamu pertanyaan, nak.

Ya, di sini tempatnya.

Terima kasih.

Siswa terkenal di kampus.

Dia bilang apa?

Aku sudah bilang dia hanya meninggalkan pesan.

Tapi dia menanyakanku?

Benar.

Bersenang-senang lagi di sini, huh?

Kita lihat nanti.

Kau yakin ini benar?

Baca sendiri.

Santai saja. Aku cuman ajukan pertanyaan.

Kalau kalian datang selagi aku tak ada, buat diri kalian nyaman. Pintunya terbuka.

Lisa?

Lisa?

Untuk apa kau memanggilnya?

Dia bilang dia tak ada di sini.

Lisa tidak tinggal di sini.

Ya, aku tahu. Itu jelas.

Ada apa?

Sejak kapan Lisa bisa mengetik?

Sejak tak pernah. Ayo.

Menurutmu tempat ini disadap?

Kau butuh sesuatu?

Kau, Mr. Talman.

Dan kau juga, Sersan Carlino.

Aku butuh kau juga.

Sebenarnya, aku butuh kalian berdua.

Dan aku kemari untuk membeli kalian.

Sersan Carlino,

bila kau bisa tutup pintunya, tolong.

Jangan panggil aku Sersan.

Kenapa? Kau orangnya mudah tersinggung?

Hanya jangan panggil aku Sersan.

Tak masalah. Duduk. Duduk.

Kita punya sedikit obrolan.

Kita mulai dengan kau siapa?

Aku Harry Roat Jr, dari Scarsdale.

Scarsdale?

Sekarang, bisa kami minta senjatanya diserahkan?

Kami harus punya penjelasannya dulu.

Ini akan kembali ke sedikit obrolan itu.

Jadi mari kembali ke sedikit obrolan itu.

Baiklah.

Dahulu,

ada puteri peri bernama Lisa.

Dia punya dua teman yang baik sekali

yang akan tetap tak punya nama.

Tiga orang ini suka mempertontonkan

sedikit drama buat para penonton pilihan.

Drama itu tontonan yang amat mengesankan

di mana suami yang biadab

dan detektif berusaha mengungkap istrinya yang bersalah

yang berada dalam pelukan kekasihnya,

atau yang sebaliknya.

Mereka dapat menyelaraskan diri.

Sang detektif, patut disebut,

utamanya karena meyakinkan dalam kinerjanya.

Namun kemudian dia punya keuntungan

atas pelatihan tugas yang sebelumnya.

Bung. Kau pandai berbicara.

Terima kasih.

Semua berjalan dengan mudah buat tiga pahlawan kami

hingga suatu hari seorang makelar saham,

Charles f. Parker, mendatangkan masalah.

Kemudian para pahlawan kami dijebloskan ke penjara,

atau dua dari mereka yang dijebloskan.

Lisa...

Dia,

dia berhasil melarikan diri.

Apa kesimpulannya?

Lisa ingin berbuat sesuatu

terhadap dua teman tanpa namanya

sekarang mereka kembali berhubungan lagi.

Apa yang dia inginkan?

Boneka, untuk itu dia bersedia membayar mahal.

Sekarang bisa kami minta senjatanya diserahkan?

Aku bersih.

Berani bersumpah?

Lisa bilang kau suka roti kalung, Sersan.

Itu saku terlihat sedikit tebal.

Aku tak bisa bernegoisasi

dalam suasana kecurigaan.

Baiklah, kau.

Dan kau, apa mainan kegemaranmu?

Geraldine.

Apa itu gunanya?

Bisa kami minta Geraldine itu diserahkan juga.

Tidak, kami tak bisa.

Kenapa tak bisa?

Karena dia ini wasit.

Sekarang, Lisa bersedia membayar kalian $2,000 per orang

untuk pekerjaan selama beberapa jam. Berminat?

Pekerjaan macam apa?

Menemukan boneka Lisa.

Kau serius?

Ya.

Boneka macam apa?

Boneka biasa, boneka anak.

Apa yang ada di dalamnya?

Haruskah kami mencelakai seseorang?

Tak perlu. Kalian mau?

Tidak.

Bagaimana menurutmu?

Bagaimana menurutku? Dia penipu.

Ya, sayang.

Tidak seperti kita, huh?

Kami mau uang muka.

250...

per orang.

Lisa dan aku berpikir lebih suka 500 per orang.

Kenapa banyak sekali?

Agar kalian tidak menanyakan apa yang di dalam boneka itu.

Jadi sekarang kami tahu apa yang ada di dalam boneka itu.

Ada yang menang ada yang kalah.

Jumlahnya benar.

Apa yang harus kami lakukan?

Apa yang biasanya kau lakukan, Mr. Talman,

berbohong, menipu, dan bersandiwara.

Lanjut.

Lisa memberikan boneka itu kepada orang yang bernama Hendrix.

Dia kenal dengannya di pesawat dari Montreal.

Lisa yang suka berkenalan.

Kenapa?

Aku tak tahu.

Ada yang menunggunya, dia tidak mengharapkannya.

Makanya Hendrix membawanya pulang kemari.

Hendrix? Dia siapa?

Dia, bukan siapa-siapa.

Mr. clean (seorang profesional). Fotografer.

Sepertinya dia punya istri. Dia di mana?

Keluar.

Dia berangkat sekolah.

Ayo. Ini bukan tempat yang tepat untuk berbicara.

Jangan panik, Sersan.

Kenapa tidak?

Karena ini sudah diatur. Semuanya sudah diatur.

Olehmu?

Si fotografer Hendrix ada dalam studionya

menunggu untuk memotret Nona Lejiana.

Tapi beberapa waktu yang lalu,

sekretaris lakinya menelepon,

sangat efisien, sangat rendah hati,

amat sopan,

untuk mengatakan dia telah menundanya.

Dia ini menakutkan.

Kemarin malam,

Lisa menghubunginya perihal boneka,

tapi Mr. Hendrix tak bisa menemukannya.

Dia sudah mencari ke mana-mana,

tapi dia tak sanggup menemukannya.

Tidakkah kalian pikir itu aneh?

Menurutku aneh juga, Mr. Talman.

Dia berbohong?

Aku tak tahu,

tapi kita akan mengetahuinya.

Sekarang, perhatikan sekitar.

Biasakan diri kalian dengan tempat ini.

Kita kembali kemari besok.

Boneka itu ada di sini, kau yakin?

Lisa dan aku sudah cek sebelumnya.

Kami tidak melihatnya.

Ada di sini.

Kau sudah cek di dalam sini?

Kami tidak membobol brankas.

Aku tahu, tapi kau mengatakannya,

dan itulah kenapa kalian diundang dalam acara ini,

untuk membicarakan cara kalian terhadap brankas hitam besar itu, Sersan.

Ada lemari dikunci di kamar.

Bukan di sana. Hanya pakaian.

Kau tahu dari mana?

Aku sudah cek.

Kau punya kuncinya?

Ada di langkan di atas pintu.

Tidak, tak ada.

Berarti mereka pasti membawanya bersama mereka.

Mengunci lemari sedang mereka tidak mengunci pintu depannya?

Mereka orang aneh.

Komentet

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left