200 rreshtat e parë.
Tiba-tiba tenang.
Setelah meneror umat manusia, kaiju (monster raksasa) yang mengerikan
mati secara misterius 10 hari lalu.
Kelegaan dan kegembiraan semula
berakhir segera saat orang-orang menyesuaikan diri
dengan kenyataan baru.
Kemudian ada bangkainya...
WHAT TO DO WITH THE DEAD KAIJU?
Pesawat penjelajah tempur Nomor 2!
- Aku tidak pernah melihatnya! - Wow!
Nikmati pestanya! Teman sekolah lamamu.
Perang sudah berakhir. Nikmati reuninya.
Itu pesawat penjelajah tempur Nomor 2.
Apa pada akhirnya aku akan pergi...?
Apa itu?
Surat pemberitahuan!
Itu milikku!
- Tunjukkan padaku! - Hei!
Apa itu sebabnya pesawat penjelajahnya dikerahkan?
Apakah kaiju-nya hidup?
Akan ada peringatan darurat...
Tidak!
Waspada kaiju! Hati-hati dengan aktivitas apa pun.
Waspada kaiju! Hati-hati dengan aktivitas apa pun.
Jangan main-main!
Itu bohongan.
Itu tidak benar!
Kau brengsek!
Apa yang begitu mendesak, Pak?
Apakah karena kaiju?
Aku hanya bercanda. Maaf, Kapten.
Aku akan kembali pukul 18:00.
Arata.
Ada masalah apa?
Aku harus pergi.
Sayang sekali...
Kenapa?
Bagaimana pun juga kau adalah mantanku...
DEFCON (Kondisi kesiapan pertahanan) level 2 diangkat jadi aku bisa mengirim surel level 3?
Bisa, aku akan mencoba untuk membalas.
Kau suka bersembunyi di balik misimu.
Artinya?
Seperti saat itu...
Ini adalah kendaraan darurat dengan prioritas utama.
Semua kendaraan harus memberi jalan.
Kau selalu meninggalkanku...
Semoga berhasil.
Kaiju, monster yang menghancurkan
dan meneror ibu kota
diselimuti oleh cahaya yang tidak diketahui asalnya dan
tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan...
Kasualitas antara cahaya
dan monster itu tidak diketahui.
Tingkat energi dan intensitas cahaya
menyerupai peluahan istrik.
Seperti yang telah saya katakan berulang kali
kami tidak menggunakan senjata nuklir.
Ini adalah gambar satelit yang diambil saat itu.
Seperti yang bisa kalian lihat
ada fotosfer besar berada di atas monster.
Ada zona eksklusi dengan radius 10 km
di sekitar situs kaiju.
Zona itu berada di bawah pengawasan ketat.
Analisis bangkai kaiju menunjukkan
tidak ada patogen, zat beracun atau radioaktif.
Ini suram... Kapan kehidupan akan kembali normal?
Warga diimbau untuk tetap di rumah
kecuali urusan darurat.
Kaiju-normal... Apa itu?
Prajurit muda yang direkrut untuk melawan kaiju,
sudah kembali.
Sekarang untuk konferensinya Perdana Menteri Nishiohtachime.
Kaiju-nya sudah mati.
Para tentara menjaga kerusakan seminimal mungkin, dengan pengorbanan
prajurit muda dan berdedikasi.
Sebagai Perdana Menteri, saya menyayangkan kehilangan itu.
Karena Status Darurat terus berlaku...
Halo, dengan Yukino.
Benar, sudah selesai.
Aku akan pulang dan melapor.
Tidak masalah.
Tentang pembuangan bangkainya kaiju...
Kau sudah pulang!
Kau juga pulang lebih awal.
Pesta penugasan kami menjadi reuni kelas!
Oh, begitu. Apa Arata juga hadir di sana?
Aku rasa dia ada.
Benarkah?
Aku rasa PKJ memanggilnya.
Apa yang mereka kerjakan sekarang?
Aku tidak tahu.
Dengan matinya kaiju, PKJ telah kehilangan tujuannya.
Sama seperti kaiju yang sudah mati, PKJ adalah sampah tidak berguna.
Kenapa memberitahuku itu?
Kau benar. Itu bukan urusanmu.
Aku akan tinggal di kantornya Perdana Menteri selama beberapa hari.
Oke. Sebagai istrimu, apa ada yang bisa aku lakukan?
Kau baik-baik saja?
Aku akan menghubungimu.
Sial!
Aman!
Ada apa?
Mereka datang terus!
Apa ini pekerjaan kita?
Ini menyia-nyiakan penembak jitu terbaik kita...
Kapten ingin bertemu denganmu.
Aku tahu.
Lambang pedang dan palem melambangkan PKJ,
Pasukan Khusus Jepang.
Dilatih dalam sains dan pertempuran,
mereka bekerja untuk Perdana Menteri.
Mereka diam-diam dibentuk 15 tahun lalu
setelah insiden teroris Bikuni.
Mereka membuka jati diri ketika
mereka dikirim untuk menghadapi kaiju.
Bapak Perdana Menteri, sudah waktunya.
Ini seperti sungai gelap mengalir melewati Tokyo.
Pemandangan yang indah...
Pemadaman bergilir akan berakhir ketika
kau menyatakan negara aman.
Amane.
Ya?
Kemampuanmu untuk mengumpulkan intel mungkin bisa mengkhianatimu.
Aku melihatnya sebagai zirah untuk melindungi diriku sendiri.
Sama kebalnya terhadap senjata seperti kulitnya kaiju!
Deus ex machina.
"Dewa dari mesin"
Muncul entah dari mana
dan memecahkan masalah yang tidak terpecahkan
sehingga mengakhiri ceritanya.
Terdengar familiar?
Yang terpilih...?
Ya, jika memang ada. Kalau tidak, tidak masuk akal
kaiju mati ketika tidak ada serangan militer
menimpanya.
Kami belum mengidentifikasi cahayanya...
Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengabaikannya.
Ada tanda kehidupan?
Tidak ada. Tidak untuk saat ini.
Bayangkan suatu pagi pergi keluar
dan menemukan binatang mati...
Binatang apa yang terburuk?
Kucing, mungkin...?
Bukankah lebih buruk jika itu monyet atau unta?
Sejauh ini yang kita punya sekarang adalah yang terburuk.
Aku rasa mereka mau kita, PKJ untuk menanganinya.
Jadi mereka tidak perlu melakukannya.
Mereka tidak bisa menangani krisis.
Benar.
Kapten!
Lapor, Pak.
Maaf hari liburmu menjadi seperti istirahat makan siang yang panjang.
Tidak ada perubahan?
Aku harap begitu.
Ada sedikit peningkatan suhu...
Mungkin karena sudah membusuk.
Ia benar-benar sudah mati.
Jadi...
Ada masalah apa?
Bisakah kita bicara?
Baik, Pak.
Selamat malam, Pak.
Selamat malam!
Kalian tidak perlu repot-repot
mengenakan jaket mencolok itu!
Namun, ini seragam kami!
Seragamnya terlalu kecil.
Jangan bicara lagi!
Pasukan Khusus melapor kepadaku
bahwa kaiju-nya sudah pasti mati.
Itu berita baik tetapi
apa yang akan kau lakukan dengan itu?
Bangkainya?
Benar.
Siapa yang akan menyingkirkannya?
Aku rasa yang harus melakukan adalah...
Oh, aku sudah menduga. Tidak ada yang mau melakukannya...
Ada di mana?
Ada di Sungai Kelas A.
- Kalau begitu Menteri Perhubungan. - Benar.
- Jangan bercanda. - Kau saja yang lakukan.
- Kau mengurus Kelas A. - Bukan, Kelas B!
Itu pekerjaanmu!
Jangan menghindarinya.
Tidak bisa.
Itu bukan radioaktif
maka pemerintah daerah bisa membuangnya.
Jadi itu adalah sampah yang mudah terbakar?
Namun tidak bisa dibakar.
Aku rasa itu lebih seperti sampah dapur.
Maka itu adalah tanggung jawabmu.
Kau bisa menyimpannya di Museum Nasional,
Pak Menteri Pendidikan.
Tidak akan muat, 'kan?
Capung!
Dia kelihatan seperti itu jika berada dalam situasi sulit.
Saringan?
Namanya tidak penting.
Mungkin capung jarum?
Capung!
No comments yet. Be the first to leave one.