200 rreshtat e parë.
Tuhan yang bisa dipahami bukanlah Tuhan. William Somerset Maugham
A
AL
ALI
ALIH
ALIH B
ALIH BA
ALIH BAH
ALIH BAHA
ALIH BAHAS
ALIH BAHASA
S
SA
SAP
SAPU
SAPUT
SAPUTR
SAPUTRA
SAPUTRA N
SAPUTRA NA
SAPUTRA NAI
SAPUTRA NAIN
SAPUTRA NAING
SAPUTRA NAINGG
SAPUTRA NAINGGO
SAPUTRA NAINGGOL
SAPUTRA NAINGGOLA
SAPUTRA NAINGGOLAN
SAPUTRA NAINGGOLAN p
SAPUTRA NAINGGOLAN pu
SAPUTRA NAINGGOLAN pui
SAPUTRA NAINGGOLAN puis
SAPUTRA NAINGGOLAN puisi
SAPUTRA NAINGGOLAN puisis
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisa
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisap
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisapu
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaput
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputr
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputra
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputran
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputrana
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranai
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranain
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranaing
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranaingg
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggo
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggol
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggola
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.b
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.bl
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blo
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogs
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogsp
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspo
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.
SAPUTRA NAINGGOLAN puisisaputranainggolan.blogspot.c
Dewi Tripartit.
Pemberi buah.
Arahkan pandanganmu ke Bumi.
Dewi Tripartit.
Buatlah matahari terbit sekali lagi.
Dewi Tripartit.
Pemberi buah.
Arahkan pandanganmu ke Bumi.
Buatlah matahari terbit sekali lagi.
Dewi Tripartit.
Pemberi buah.
Arahkan pandanganmu ke Bumi.
Buatlah matahari terbit sekali lagi.
Lari!
Lari!
Remus!
Kakak!
Romulus!
Remus!
Kakak!
Bertahanlah!
Kakak!
Romulus!
Kakak!
RAJA PERTAMA
Mereka mengambil ternak kita.
Kita sudah tak punya rumah.
Kita sendirian.
Para Dewa tidak memperhatikan kita.
Makanlah.
Apa gunanya makan?
Kita kini ada di Alba.
Kau tak tahu apa yang akan terjadi besok.
Makanlah.
Karena itu belum terjadi.
Itu Dewa.
Dewi Tripartit.
Dewi pemberi buah.
Semoga api suciMu terus menyala untuk kami.
Bawa air sungai ini ke rahimmu...
...dan sisakan kehidupan yang Kau berikan pada kami.
Api...
...yang menghancurkan musuh kami,...
...lindungi aku dan orang-orangku.
Lihatlah penderitaanku...
...dan sudahilah.
Dan sudahilah.
Bawa aku.
Bawa aku.
Pukul aku.
Percaya padaku, pukul aku.
Lebih keras.
Lagi.
Diam.
Lindungi Kakakmu.
Selalu lindungi dia.
Semoga Dewa memberkatimu.
Ibu, tinggallah bersama kami.
Kumohon, Ibu./ Cepat.
Kali ini Dewa ada di pihak kami.
Kakakku, Dewa bersama kita.
Kita tak lagi sendirian.
Alba akan mengirim ksatria besinya mengejar kita.
Kita tak bisa tinggal di sini.
Setelah dua ceruk, di puncak,...
...ada tanah tinggi.
Mungkin kita bisa seberangi sungai dari sana.
Tapi tak ada cara untuk sampai ke sana.
Lewat hutan.
Tak ada yang bisa keluar dari hutan itu hidup-hidup.
Itu tanah Velienses.
Hutan itu terkutuk.
Penuh arwah.
Mereka bersembunyi di antara pepohonan.
Kita tak punya pilihan.
Jangan diminum!
Jika kau ingin hidup.
Adik.
Kakak, bangun.
Kau takkan bisa membawanya.
Tinggalkan dia di sini, dia akan mati dengan tenang.
Kakakku masih hidup.
Kita tak bisa pertaruhkan nyawa untuk orang mati.
Kita bebas berkat mereka.
Selagi dia mampu...
...mereka ikut dengan kita.
Bukan ide baik membawa wanita ini.
Aku berjanji pada Kakakku...
...aku akan bawa api bersama kami.
Jalanlah duluan.
Ikatkan dia padaku.
Kita tak boleh berhenti. Bangun.
Bangun, kalian semua.
Kita istirahat malam ini. Kita lanjutkan saat fajar.
Apa kau tidak mengerti, kita umpan segar jika seperti ini?
Semakin cepat keluar dari hutan ini, semakin aman.
Sebaiknya jangan sendirian di hutan.
Lebih mudah bertahan hidup jika tetap bersama.
Bagaimana cara kita bertahan hidup?
Alba takkan mengikuti kita sampai kemari. Ini tanah Velienses.
Jika tetap di sini, arwah-arwah itu akan menangkap kita.
Atau Kepala Serigala akan menggorok leher kita.
Marce, duduklah!
Arwah-arwah takkan mengganggumu...
...jika kau tidak berisik.
Ini tanah Velienses.
Ada yang setuju denganku?
Ada yang setuju denganku?/ Diamlah!
Kau?
Bagaimana denganmu?
Kita tak bisa pergi sendiri.
Maka matilah.
Matilah kalian semua.
Aku lapar.
Tetap jalan, kita tak boleh berhenti.
Kita tak punya harapan.
Dia sendiri yang memintanya.
Pria itu telah menyentuh perempuan itu. Dia terkutuk.
Kita tak bisa membawanya bersama kita.
Kakak?
Jangan sekali kali berani menyentuhnya.
Dia membawa kutukan Dewa!
Jika ingin tetap hidup kita harus korbankan dia.
Ini kehendak para Dewa.
Biarkan aku membunuhnya, kau akan tetap bersama kami.
Tak ada yang akan melukaimu.
Coba saja mendekat...
...kau akan mati.
Dengarkan aku!
Pria itu telah melanggar api.
Dewa akan membunuh kita satu per satu selama dia masih hidup.
Kita semua akan mati.
Bunuh dia!
Bunuh dia!
Satu langkah saja...
...aku bersumpah hari ini kau akan ada di kerajaan orang mati.
Maka matilah bersamanya!
Ingat mataku.
Siapa lagi yang ingin mati?
Siapa lagi yang ingin mati?
No comments yet. Be the first to leave one.