200 rreshtat e parë.
Yinlou, terima kasih.
Aku tahu kamu sedang membantuku
dan Wanwan memperbaiki hubungan kami.
Kamu berpikir demi aku,
aku merasa sangat senang.
Yinlou tentu
bersedia berpikir demi Kaisar.
Dalam hati Yinlou,
Anda sama seperti Putri Pertama,
seperti saudara
bagi Yinlou.
Saudara?
Betul.
Kaisar begitu baik pada Yinlou.
Yinlou tidak bisa membalasnya.
Hanya saja Yinlou adalah selir Kaisar Terdahulu.
Lagi-lagi masuk ke harem
sudah menyebabkan
banyak masalah bagi Kaisar.
Yinlou tidak punya keberanian dan kemampuan.
Beberapa hari lagi aku akan mengajukan
untuk menjaga Ibu Suri.
Bersedia di sisa hidupku berdoa
dan membaca kitab suci demi Kaisar.
Kamu lebih rela hidup menyendiri sebagai biksuni,
juga tidak bersedia menjadi wanita milikku?
Kaisar.
Apakah dalam hatimu
sungguh sudah ada orang lain?
Apakah kakak sepupumu itu?
Bu Yinlou, aku beri tahu kamu.
Tak peduli kamu bersedia atau tidak,
seumur hidupmu jangan coba berpikir untuk meninggalkanku.
Pelayan, bantu Yang Mulia mandi dan berganti pakaian!
Baik.
Nona.
Kaisar sedang menunggu di luar aula.
Kalau dalam hatimu
masih belum bisa terima,
bagaimanapun hamba seumur hidup ini
sudah tidak punya harapan apa-apa lagi,
lebih baik hamba menggantikan Anda menemani Kaisar tidur.
Ide buruk apa ini?
Apa hukuman bagi dayang yang berinisiatif
menemani Kaisar tidur?
Bagaimana mungkin
aku menggunakan nyawamu sebagai bahan lelucon?
Hentikan pikiran ini.
Tapi kita juga tidak bisa
terus seperti ini.
Memang tidak perlu terus seperti ini.
Nona.
Bukankah hanya demi pria?
Apa Anda perlu mencari mati seperti ini?
Apa yang kamu pikirkan?
Ini adalah obat rahasia dari harem
yang kuminta dari Wanwan.
Begitu diminum
bisa membuat wajah penuh dengan borok.
Keuntungan terbesarnya adalah
tabib kekaisaran juga tidak bisa memeriksanya.
Untuk apa kamu menginginkan ini?
Menghindari kasih sayang Kaisar.
Kaisar begitu menyayangimu,
demi kamu berusaha keras melawan opini publik.
Kamu sungguh
tidak tergerak sedikit pun padanya?
Hatiku tergerak atau tidak,
apakah kamu masih belum jelas?
Aku takut.
Saat aku di sisinya,
aku pun tidak berani bernapas.
Kalau kamu, apa perasaanmu bisa tergerak?
Tapi...
Wanwan.
Aku tahu perbuatanku
sudah mempersulitmu.
Tapi aku juga manusia.
Aku juga ada saatnya merasa egois.
Aku bukan sedang memohon padamu,
aku sedang bertransaksi denganmu.
Terserah padamu kamu mau setuju atau tidak.
Baik, aku setuju.
Katanya waktu itu Selir Agung Shao
di dalam kisah hidupnya yang tidak biasa
mengandalkan obat ini
untuk memperebutkan kasih Kaisar
dan membuat kehebohan di harem.
Membuat semuanya sungguh kacau balau.
Anda ingin menggunakan obat untuk mengacaukan harem?
Aku tentu saja menggunakan obat untuk mengacaukan diriku sendiri.
Orang mana pun yang menghadapi
wajah yang buruk rupa,
dia tidak mungkin berani menyentuhku.
Benda yang digunakan orang lain untuk memperebutkan kasih sayang Kaisar,
malah Anda gunakan untuk menghindari kasih sayang Kaisar.
Kalau begitu, apa perlu kamu mempersulit dirimu sendiri?
Apa ini disebut menyiksa diri sendiri?
Diperlakukan sesukanya seperti sebuah benda,
membuatku seperti bukan diriku lagi.
Itu barulah disebut menyiksa diri sendiri.
Kalau dulu, aku masih bisa tahan.
Tapi sekarang
aku sudah bertemu orang yang paling baik.
Pernah dicintai, pernah dihargai,
pernah bahagia.
Kalau ingin aku hidup seperti dulu lagi,
aku sungguh tidak bersedia lagi.
Nona.
Anda jelas-jelas tahu
Anda tidak mungkin
punya hubungan apa-apa lagi dengan Kepala Xiao.
Anda harus membuat rencana
demi kehidupan Anda selanjutnya.
Anda berserah pada takdir saja.
Sekarang sudah begini,
tak peduli ada atau tidaknya dia,
aku tidak akan berserah pada takdir.
Seumur hidup ini aku pernah menikah.
Aku hanya pernah menikah dengannya seorang.
Ini sudah cukup.
Juga tidak tahu obat ini ada gunanya atau tidak.
Langsung kuhabiskan saja.
Anda jangan macam-macam.
Kaisar tiba.
Sebenarnya kamu mau aku menunggu berapa lama lagi?
Kaisar.
Bagaimana kalau makan dulu?
Apa menurutmu
sekarang aku punya niat untuk makan?
Aku agak gugup.
Aku ingin minum sedikit arak dulu untuk menenangkan diri.
Tongyun, tuangkan arak.
Nona, sebaiknya jangan minum.
Berikan araknya padaku.
Tadi Yinlou membuat Kaisar tidak senang.
Yinlou bersulang untuk meminta maaf.
Sudahlah.
Tuangkan juga untukku.
Aku minum denganmu.
Kita lupakan saja masalah tidak menyenangkan sebelumnya.
Tuangkan.
Kamu...
Lihat aku.
Kamu merasa gugup?
Kalau begitu, kamu pasti haus.
Ini, kamu minum.
Baik.
Minum!
Kaisar.
Kaisar.
Semua salah hamba,
tidak ada hubungannya dengan nona hamba.
Ada apa dalam arak ini?
Dalam arak ini...
Hamba...
Di dalam arak adalah...
Baik. Jangan katakan kalau kamu tidak mau.
Jangan katakan, ya.
Habiskan semua arak ini.
Minum!
Kaisar.
Memang ada sesuatu di dalam arak ini.
Nona.
Nona.
Ini bukan racun.
Tapi sejenis obat kuat yang bisa
merusak wajah.
Merusak wajah?
Obat kuat yang dapat merusak wajah.
Baik.
Bereskan dia dulu.
Seret dan hukum pukul 30 kali.
Lalu masukkan ke bengkel warna dan tenun.
Baik. Cepat bawa pergi. - Kaisar.
Kaisar, mohon ampun. - Kaisar.
Cepat.
Kaisar. - Nona.
Tongyun.
Bu Yinlou.
Aku tidak pernah punya perasaan pada siapa pun.
Hanya kamu seorang.
Tidurku tidak nyenyak, saling mencintai tapi harus berpisah.
Setiap kamu menginginkan sesuatu, aku selalu
memberikannya padamu.
Sifatmu yang sesukanya,
sifat tidak pengertianmu,
aku selalu menoleransinya.
Bahkan kamu punya hubungan tidak jelas
dengan pria lain pun,
aku juga tidak pernah menyalahkanmu sedikit pun.
Bagaimana denganmu?
Bagaimana denganmu? Bagaimana sikapmu terhadapku?
Ternyata ingin menghancurkan wajahmu
untuk menjaga kesucianmu demi pria itu.
Kamu menganggapku sebagai apa?
Menganggapku sebagai apa?
Kaisar. Kaisar, jangan.
Kaisar.
Jangan sentuh aku.
No comments yet. Be the first to leave one.