The 7th Voyage of Sinbad

The 7th Voyage of Sinbad

Shkarko Titrat Indonesian

Informacioni i lëshimit

The 7th Voyage of Sinbad 1958 All BluRay by Lebah Jelek
Një Komentar nga Lebah Jelek
DIREQUEST OLEH: Agan Phillipsvega via sub berbayar. Monggo diicip2 gan, trus kasih kami kritik dan saran gan biar lebih baik kedepannya. Kalau menurut agan sub ini bagus dan membantu, mohon donasinya gan ke no rek yg ada di akhir sub. Berapapun sumbangan

Etiketat

BluRay
Publikuar më: 2016-06-25
Shkarkime: 72
Dëgjim i Dëmtuar: No

Pamje paraprake e titrave në Indonesian

200 rreshtat e parë.

Diterjemahkan oleh: Lebah Jelek

PELAYARAN KETUJUH SINBAD

Harufa.

Ya, Kapten?

Ukur kedalaman.

Ukur kedalaman? Di sini?

Ya.

Baik, Kapten.

Apa dia ingin mendarat di sini, yang sama sekali bukan daratan?

Mungkin rasa lapar membuatnya hilang pikiran. Perutnya sama kosongnya dengan perut kita.

Jika pun ada daratan, pasti tak akan ada orang yang berani menginjakkan kaki di sana.

Sinbad berani. Dia tak takut apa pun.

Kapten!

Kedalaman 7 batu!

Awasi pandangan di depan!

Baik, Kapten!

Kira-kira apa itu?

Mungkin karang yang terbenam.

Atau ular laut raksasa. Atau yang lebih mengerikan.

Kedalaman 5 batu!

Semoga saja daratan.

Daratan! Ke arah kiri!

Matanya setajam mata burung hantu. Aku tak lihat apa-apa.

Lihat! Di sana!

Daratan!

Semua awak, bersiap!

Turunkan jangkar. Kita berlabuh saat fajar.

Semoga Allah mengizinkan kita menemukan makanan dan air.

Dan semoga Allah mengizinkan kita tak akan menemukan apa pun selain itu.

Ini bukan waktu yang tepat saat malam hari mengetuk kamar wanita.

Aku ingin bicara dengan tuan putrimu. Aku punya kabar bagus.

Aku tahu tipuan pelautmu.

Sekarang, pergilah. Pergilah ke tempat lain.

Sadi, kau harus lebih sopan pada Kapten.

Dia tak bertanggung jawab atas angin misterius...

...yang membuat kita keluar jalur. Ya, kan?

Aku menyalahkannya karena membawamu...

...keluar dari istana ayahmu yang aman dan nyaman ke sini.

Aku ikut atas kehendakku sendiri, Sadi.

Ada kabar bagus apa, Kapten?

Kita akan mendarat di sebuah pulau.

Besok kita akan mengambil makanan dan air untuk melanjutkan pelayaran kita.

Sudah terlambat untuk makanan.

Bajak laut Harufa itu sudah mengincar peliharaanku.

Seminggu lagi, kau akan makan besar di Baghdad...

...di pernikahan kami.

Kurasa kau cuma mengarang ada pulau, hanya untuk ini.

Untuk ciuman yang ini, aku akan mengarang cerita benua.

Pisang! Melon!

Makanlah kelapa dan anggur ini.

Kapten Sinbad sedang mengisi tempat airnya dengan air segar dari mata air.

Tetap di sini sampai dia kembali.

Jejak hewan berkuku belah. / Di sini! Ada lagi!

Langkah yang panjang sekali.

Kapten Sinbad, lihat!

Kapten!

Apa itu?

Batu itu punya tanda peradaban kuno.

Itu tanda setan.

Ayo, Sinbad, ayo kita kembali ke kapal.

Pegang ini.

Aku ingin lihat ke mana mulut batu itu bermuara.

Tolong aku! Tolong aku!

Ke perahu, cepat!

Dari daratan nun jauh di sana.

Dari dunia yang mengatasi harapan dan ketakutan.

Kuperintahkan kau jin, muncullah.

Aku mematuhi pemilik lampu ini.

Kuperintahkan kau membuat penghalang antara orang-orang itu dan cyclop.

Akan kucoba, Tuan. Akan kucoba.

Kekuatan aneh apa yang menghalangi monster itu?

Orang yang memegang barang berharga ini akan selamat dari bahaya besar.

Jika lampumu memang sekuat itu kenapa kau tak hancurkan saja monster itu?

Jin di lampu ini tak bisa digunakan untuk membahayakan.

Tapi dalam hal perlindungan, kekuatannya tak terkalahkan.

Awas!

Tolong! Tolong!

Tolong!

Tolong!

Oh, doaku terkabul. Kau selamat.

Kembangkan semua layar! Ke kanan! Menuju lautan bebas!

Lampunya!

Ayo. / Lampunya!

Ayo. / Lampuku!

Untuk kapalmu, permata yang hanya dimiliki para raja.

Kau lupa satu hal, kawan. Para cyclop akan berjaga-jaga sekarang.

Selain kekuatan yang besar, mereka juga punya lampu ajaib.

Cyclop tak bisa bicara. Lampu itu tak berguna bagi mereka.

Hanya aku saja yang bisa menggunakan kekuatan jin itu.

Siapa kau?

Aku Sokurah, Sang Pesulap.

Apa lampumu begitu berharganya...

...hingga kau rela membahayakan nyawamu untuk kembali ke pulau cyclop itu?

Tak ada yang tak akan kulakukan untuk kembali mendapatkannya.

Ambisimu hampir saja membuat kita mati.

Jika kau memang pesulap...

...kenapa kau tak gunakan kekuatanmu untuk membunuh monster bemata satu itu?

Aku sudah siapkan ramuan untuk tujuan itu...

...tapi aku tak bisa membujuk para cyclop itu untuk meminumnya.

Kapten, angin yang membawa kapalmu ke pulau Colossa...

...telah membuat banyak kapal hancur di pantainya.

Para cyclop sudah mengumpukan harta dari puing-puing kapal itu selama seratus tahun.

Kekayaan yang menunggu kita di sana...

...beribu-ribu kali lipat lebih berharga daripada yang kau lihat ini.

Kami sedang dalam misi penting untuk Khalifah Baghdad.

Kehadiran kami di sana menentukan terjadinya perang ataukah perdamaian.

Aku tak akan ambil risiko dengan kembali ke pulau itu.

Itu keputusanku.

Mungkin setelah kau sampai dengan selamat di Baghdad...

...kau akan berubah pikiran soal tawaran ini.

Aku meragukannya.

Harufa, tunjukkan si pesulap ini tempatnya.

Dengan cukup angin, kita bisa mencapai pelabuhan dalam 5 hari.

Pesulap! Permatamu.

Tuanku Sinbad adalah pangeran yang hebat di negerinya.

Orang-orang bersukacita atas kabar yang kubawa.

Perdamaian antara kerajaan ayahmu dan kerajaan kami.

Dan apa kau mencintaiku hanya untuk menyelamatkan Baghdad dari kehancuran?

Aku mencintaimu karena aku tak bisa tidak mencintaimu.

Matamu jauh lebih kuat daripada seluruh pasukan ayahmu.

Selamat datang, Sinbad. Kau telah melakukan keajaiban untuk menghindarkan perang.

Dan hadiah cantik apakah ini?

Putri Parisa, putri dari Sultan Chandra.

Bersedia menjadi pengantin wanitaku...

...simbol persahabatan abadi antara kerajaan kita.

Selamat datang sebagai putriku, anakku.

Sama seperti aku menyayangi Sinbad sebagai putraku sendiri.

Aku berterima kasih, Tuan.

Ayahku, Sang Sultan, berkirim salam semoga Anda sehat...

...dan menyuruhku mengatakan pada Anda bahwa dia akan datang seminggu lagi ke pernikahan kami.

Dan itu akan menjadi pernikahan akbar, dengan segala kemegahan dari istana kami.

Ceritakan tentang perjalananmu, Sinbad.

Oh, itu perjalanan dan kisah yang sangat aneh, Khalifahku.

Aku tak mengira ada tempat yang lebih indah daripada Chandra...

...tapi ternyata Baghdad lebih indah.

Kota ini menjadi makin indah dengan kehadiranmu.

Tanpamu, semuanya biasa saja.

Kini karena kita telah di sini, semua teror aneh di pelayaran kita seolah tidak nyata.

Tapi saat itu semuanya terasa sangat nyata.

Mungkin semua itu hanyalah mimpi, dan raksasa bermata satu itu adalah mimpi buruk.

Dan Sokurah Si Pesulap juga mimpi?

Dia itu nyata.

Ada sesuatu tentangnya yang membuatku takut.

Andai saja dia lenyap saat aku bangun.

Dia bertekad ingin mendapatkan kembali lampu ajaib itu.

Hidupnya rusak karena hasratnya itu.

Aku kasihan padanya, karena aku punya satu keinginan.

Khalifah Baghdad yang termahsyur dan luar biasa...

...aku merasa terhormat dipanggil untuk menghadap Baginda.

Sinbad bilang kau orang dengan kekuatan yang tidak biasa.

Kami ingin melihatmu mempertunjukkan kemampuanmu...

...di pesta penyambutan Sultan.

Keinginan Baginda terkabul bahkan sebelum Baginda memintanya.

Aku menjanjikan pertunjukan...

...yang akan dikenang oleh Khalifah seumur hidupnya.

Semoga dia hidup seribu tahun.

Kau sudah membuatku senang.

Istana Baginda penuh kenikmatan dan kenyamanan, tapi...

Tapi? / Kebahagiaanku akan lengkap...

...jika Baginda mengabulkan permintaanku.

Katakan. / Sebuah kapal cepat...

...dan awak yang bersenjata untuk kembali ke pulauku.

Kapal itu mahal dan nyawa tidak boleh disia-siakan.

Di sini aku punya rancangan senjata baru.

Sebuah busur panah raksasa yang akan melindungi orang dari bahaya.

Aku tak bisa menilai, karena aku belum pernah melihat raksasa bermata satu itu.

Sinbad, bagaimana menurutmu?

Kisah perjalanan kami sudah menyebar ke seantero Baghdad.

Hanya orang gila yang akan kembali berlayar ke Colossa.

Pendapat Sinbad adalah pendapatku.

Sampai jumpa di perjamuan Sultan.

Apa kau yakin kau bisa bahagia di Baghdad ini?

Sangat. Aku semakin mencintai Sinbad dengan setiap terbitnya matahari.

Aku sempat ragu setelah aku membiarkanmu pergi.

Jika terjadi apa-apa denganmu, mereka akan membayar dengan banyak nyawa.

Ayah, kau marah. Kini Ayah tak perlu marah.

Oh, Khalifah datang. Tersenyumlah. Dia orang yang sangat baik.

Semoga kehadiranmu yang termahsyur di istana sederhanaku...

...dikembalikan ke istanamu beribu-ribu kali lipat.

Jika putriku bahagia, aku sudah cukup merasa terhormat.

Putriku.

Ingat, bukan hanya kau akan berjaya di atas kebaikan dan keburukan...

...tapi kau akan menjadi wanita paling anggun di seantero Baghdad.

Apa yang harus kulakukan? / Serahkan saja semuanya padaku.

Aku sudah menyiapkan pertunjukan yang akan membuat Anda tertarik.

Panggil Sokurah si Pesulap.

Bukankah itu Sadi, pelayanmu?

Ya, Ayah.

Dia menawarkan diri jadi relawan si Pesulap.

Jika dia bisa mengubahnya jadi wanita yang menarik...

...berarti dia memang pesulap yang hebat. / Ayah.

Itu ular. Ayah, dia akan terbunuh.

Semoga Allah mengasihi keduanya. / Oh, Ayah.

Lihat.

Itu mustahil. Aku pasti sedang tertidur.

Jika begitu, aku pasti bermimpi yang sama.

Sadi?

Kupastikan pelayanmu baik-baik saja. / Sadi, kau tak apa-apa?

Bagus, Sokurah.

Jika aku telah membuat Baginda senang, kuharap Baginda mengabulkan permintaanku...

Komentet

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left