The Big Heat

The Big Heat

Shkarko Titrat Indonesian

Informacioni i lëshimit

The Big Heat (1953) 720p BluRay x264 SUJAIDR
Një Komentar nga Chyrus

Etiketat

BluRay
x264
720p
720
Publikuar më: 2018-06-25
Shkarkime: 42
Dëgjim i Dëmtuar: No

Pamje paraprake e titrave në Indonesian

200 rreshtat e parë.

Mr. Lagana.

Aku tahu ini sudah malam. Bangunkan dia.

Bilang padanya ini jandanya Tom Duncan.

Aku sungguh minta maaf, Mr. Lagana, tapi ada panggilan penting di saluran pribadi...

wanita yang mengatakan dia jandanya Tom Duncan.

- Janda? - Itu yang dia bilang.

Ya? Ini Lagana.

Tidak. Aku senang kau meneleponku, Mrs. Duncan.

Aku mangapresiasinya.

Ya, tentu saja kami akan datang sama-sama.

Tapi sekarang aku sarankan kau hubungi kepolisian sekarang juga.

Hubungi Vince.

Mr. Lagana ingin Vince Stone.

Ini kekasihnya. Dia bilang dia sedang bermain kartu.

Ini bukan panggilan tak penting, Debby. Bilang ke Vince aku membutuhkannya, sekarang juga.

Oh, tentu, Mr. Lagana. Aku selalu ingin bilang ke Vince kau yang menelepon.

Aku ingin melihatnya segera pergi.

Vince!

Ini dia!

Lewati pembagian kartunya, hmm?

Kenapa kau tidak tutup pintunya lalu cari tahu apa ada yang ingin minum?

Aku tak kenal dengan teman-teman politikmu,

tapi aku sangat bosan, aku membutuhkannya.

Dua.

Debby! Tutup pintunya.

Ya, Mike?

Aku tak tahu ini panggilan dari saluran pribadi atau aku bisa mengangkatnya sendiri.

Kapan? Kapan itu terjadi?

Tentu, aku akan mengeceknya.

Disayangkan kau harus melakukan perjalanan dari Markas Besar, Sersan.

Dari tempat tidur, maksudmu. Ketika seorang polisi bunuh diri, mereka meminta laporan lengkapnya.

- Kau mengenalnya? - Tidak. Hanya mengucapkan halo.

Dia bertanggung jawab di biro pencatatan.

Luka sekali serangan. Luka di pelipis dan tangan kanannya.

- Bunuh diri. Tak diragukan. - Bilang ke petugas di mobil mereka bisa membawanya.

Ya.

- Tak ada catatan atau apa saja, Gus? - Tidak. Tak ada.

Sebaiknya kau buat daftar terhadap semua ini untuk laporannya.

Baik.

Aku mau ke atas, hendak bicara dengan Mrs. Duncan.

Silakan masuk.

Mrs. Duncan, aku tak akan menahanmu begitu lama.

Kau tak perlu meminta maaf. Aku tahu ini diperlukan.

- Silakan duduk. - Terima kasih.

Namaku David Bannion. Aku...aku kenal suamimu sekilas.

Tom punya banyak teman.

Bisa kau ceritakan padaku apa yang terjadi?

Ketika pertama kali aku dengar suara tembakan,

Aku begitu terkejut untuk bergerak sesaat.

Kemudian aku bergegas ke bawah.

Ketika aku menemukannya, dia...

dia sudah meninggal.

Maafkan aku harus mengajukanmu pertanyaan ini,

tapi mereka butuh laporan lengkapnya di kota.

Tentu saja.

Ketika seorang polisi bunuh diri, departemen merasa khawatir.

Itu tergantung dengan persoalannya.

Tak ada suatu persoalan.

Segala yang Tom pernah lakukan...

bersih dan bermanfaat.

Itulah sosok dirinya.

Kau tahu kenapa dia merenggut nyawanya?

Itu pasti kesehatannya.

Beberapa kali beberapa bulan yang lalu,

dia mengeluh...

tentang rasa sakit di sekitar pinggang kirinya.

Waktu aku sarankan dia mengunjungi dokter bedah kepolisian,

dia mencari-cari alasan.

Kupikir dia takut.

Berarti dia tidak mengunjungi dokter?

Tidak, itu yang dia bilang padaku.

Kau sudah banyak membantu.

Sekarang dengar, jika ada sesuatu yang kau butuhkan, sesuatu apa saja,

kau hubungilah kami, huh?

- Terima kasih, Mr. Bannion. - Sampai jumpa, Mrs. Duncan.

Veteran Sersan Polisi Bunuh Diri

Kepala Biro Pencatatan Dalam Kondisi Kesehatan Yang Buruk

- Bagaimana dengan makan malamnya? - Bagaimana kalau taruh surat kabarnya kemudian membantu?

Baiklah.

- Apa itu, bistik? - Setengah matang.

Ya. Bagaimana kau mengupayakan bistik dengan gajiku...

Kau tahu, di kota mereka sungguh tidak percaya padaku.

- Bilang ke mereka kau menikahi wanita penerima warisan. - Baiklah.

Tahun depan, waktu Joyce masuk Taman kanak-kanak,

kau akan mendapatkan ciuman perpisahan pada bistik hingga dia selesai kuliah.

Kecuali kau jadi komisaris polisi di rentang waktu itu.

- Itu pasti terjadi. - Tentu saja.

Baiklah, Komisaris, kau dapat bistik yang lezat.

- Bagaimana dengan Joyce? Dia tidur dengan lelap? - Dengan usaha yang keras seperti biasanya.

Dia harus ke kamar mandi beberapa kali, mendengarkan tiga cerita...

kemudian minum segelas air sebelum dia akhirnya tertidur.

Dia menyenangkan di sepanjang hari. Tapi di malam hari, dia sangat menyusahkan.

Itulah yang biasanya aku paparkan padamu.

Itulah yang dikatakan di buku, kan? Bersabar, tapi tegas.

Buku, buku. Sangat ilmiah dan menenangkan.

Masalahnya, sang penulis belum pernah menemui putri kita.

Itu wajar sekali. Dia sangat menyayangiku. Itu saja.

Hey, kau tahu sesuatu? Itu konflik di antara kalian berdua.

Kalian berdua menyayangi pria mengagumkan yang sama.

- Benar? - Salah. - Benar.

Kami hanya terbiasa bersamamu.

Jadi? Bagaimana rasanya?

- Ini bistik yang nikmat. - Terima kasih.

- Kau mau segelas bir? - Aku bisa minum sedikit milikmu.

Kau lihat? Itulah persisnya yang aku maksud. Ini pernikahan yang sempurna.

Kita berbagi scotch yang sama, rokok yang sama, kaleng bir yang sama.

Di antara hal-hal lainnya.

Hey, kau tahu sesuatu? Aku akan minum birku. Aku akan minum sedikit birmu.

Itu akan jadi sesuatu yang berbeda demi sebuah keberlangsungan.

Itu bisa membangunkan Joyce.

Halo?

Dia sedang makan malam.

Oh. Ini Sersan Kahn.

Halo, Marty.

Apa?

Siapa yang bilang Duncan tidak bunuh diri?

Aku lihat jasadnya, Marty. Tak ada keraguan dengan bunuh diri itu.

Baiklah, namanya siapa?

Baiklah, aku akan menemuinya.

Lucy Chapman di sini?

Bangku terakhir di ujung sebelah.

Lucy Chapman?

- Ya. - Aku Bannion, bagian pembunuhan.

Karena band ini sedang bermain, kau butuh megafon untuk berbicara di bar.

- Kita bisa duduk di pojokan. - Baiklah.

Baiklah, apa informasi yang kau punya?

Semua berita itu salah, Mr. Bannion. Tom tak mungkin bunuh diri.

Dia tidak mengkhawatirkan tentang kesehatannya, tidak semenit pun.

- Tidak? Lantas apa yang dia khawatirkan? - Tak ada. Tak ada sama sekali.

Tidak karena istrinya sepakat bercerai dengannya.

- Duncan bilang padamu dia akan bercerai? - Dia tidak membicarakan yang lain.

- Kapan itu? - Malam sebelum malam terakhir. Libur malamku.

- Pesan apa, tuan? - Kau tak usah pesan apa-apa.

Tak apa. Aku mau pesan bir. Bagaimana denganmu?

Hanya saat aku bekerja.

- Bagaimana kau mengenal Duncan? - Aku...aku berjumpa dengannya setahun yang lalu.

Setahun yang lalu tanggal 11 Mei, di Lakeside.

Tom punya rumah musim panas di sana.

Aku menyukainya saat itu juga.

Dia sungguh pria yang mengagumkan, Mr. Bannion. Baik dan ramah.

35, tuan. Bayar sekarang.

- Ambil. - Terima kasih.

Tom biasanya datang ke klub tiap malam.

Istrinya sering bepergian.

Kadang, waktu dia tak ada, aku...

selalu pergi ke rumahnya.

- Kami berenang lalu berjemur di bawah sinar matahari. - Itu kedengarannya nikmat sekali.

Itu tidak seperti itu, Mr. Bannion.

Oh, tentu. Tentu.

Tolong. Tolong, kau harus memercayainya.

Kau harus memahami bagaimana semua ini berlangsung bersama Tom.

Bagaimana dia memahami di antara kami berdua.

Antara aku dan... wanita yang dia nikahi.

Apa niatanmu, Lucy? Kau berniat memanfaatkan kami demi sebuah pemerasan?

Pemerasan?

Aku?

Tentu. Aku mengerti.

Kau hendak melindungi seorang jandanya polisi.

Kau tak ingin tahu sesuatu yang akan mengubah ceritanya.

- Aku ingin tahu fakta-faktanya. - Sama sekali kau tak menginginkan fakta-faktanya!

Satu-satunya perbedaan antara aku dengan Bertha Duncan adalah aku bekerja sebagai wanita penghibur...

- sedang dia punya cincin pernikahan dan sertifikat pernikahan. - Sudah cukup.

Mungkin buat dirimu. Aku masih bisa berbicara pada surat kabar.

Ya, aku tahu. Kau bisa menjerumuskanmu dalam banyak masalah.

Terus kenapa? Setidaknya aku bisa tunjukkan dia seorang pembohong.

Tom tak punya alasan untuk bunuh diri.

Nyatanya, dia telah bunuh diri. Dan itu positif.

Bisa aku pesan brandy?

Dia bilang dia bertemu suamimu beberapa malam yang lalu...

Rabu malam... dan tak ada masalah dengan kesehatannya.

Kau hendak mengatakan apa, Mr. Bannion?

Aku...hanya berusaha memeriksa keterangannya,

mencari tahu kenapa suamimu merenggut nyawanya.

Mungkin aku sudah berusaha begitu keras untuk menjaga persoalan pribadi keluarga kami dari terungkapnya ke publik.

Aku menduga wanita itu sudah ceritakan padamu tentang hubungan mereka?

Dia bilang suamimu kesehatannya baik dan sangat bahagia, Mrs. Duncan,

dan kau sepakat untuk bercerai dengannya.

Dia bohong. Tom tak pernah menginginkan sebuah perceraian.

Dan dia bukan orang yang sehat.

Aku tak punya pilihan sekarang...

selain menceritakan padamu tentang Tom dan diriku.

Selama sekian tahun kami menikah, ada empat wanita seperti Lucy Chapman.

Empat yang aku ketahui.

Tom besar kepala.

Dia harus membuktikan pada dirinya bahwa dia masih menarik buat para wanita.

Mungkin dia telah membual terhadap wanita itu jika dia dalam kesehatan yang baik.

Apa lagi yang hendak kau harapkan padanya untuk dilakukan?

Aku harap kunjungan ini tidak diperlukan.

Ada kemungkinan Lucy Chapman akan melakukan sedikit pemerasan.

Dia tahu kau memiliki rumah itu di Lakeside.

Mungkin mengira kau kaya.

Polisi yang kaya akan jadi suatu hal yang baru.

Terima kasih atas kesabaranmu, Mr. Bannion.

Ada satu hal kecil yang ingin aku pastikan,

kau tahu, agar tak ada hal yang belum diungkapkan.

- Tentu saja. - Kau tak keberatan menceritakan padaku tentang rumah di Lakeside?

Kapan itu dibeli, harga yang dibayarkan, hal-hal kecil seperti itu.

Aku sangat keberatan!

Demi kebaikan Tom, aku membenci implikasi atas pertanyaanmu.

Dengar, Mrs. Duncan, tak ada implikasinya.

Komentet

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left