175 rreshtat e parë.
Sebelumnya di Vikings...
Kuperintahkan tangkap Floki atas pembunuhan Athelstan.
Kau mengkhianati kepercayaan dan sayangku padamu.
Aku melakukan apa yang Dewa perintahkan.
Kau akan membunuhku atau tidak?
Aku datang untuk memberitahumu Aku akan pergi.
Aku ingin melanglang padang salju.
Kenapa kau ngotot pergi?
Karena menurutmu aku tak bisa bertahan hidup.
Ratu Kwenthrith telah dilemahkan oleh perang saudara.
Tanpa Wessex, Mercia berharap belas kasihan dari tetangga Saxon lainnya.
Beberapa prajurit tidak puas dengan apa yang terjadi.
Sekarang kau bangsawan Frankia.
Aku akan tenangkan mereka.
Rollo!
Kau telah mengkhianati kaummu sendiri!
Ragnar akan balaskan dendam kami.
Di sebelah sana!
Bawa obor! Kita membutuhkan cahaya!
Temukan dia!
Periksa lumbung itu!/ Kita butuh lebih banyak lagi!
Di sebelah sini!
Ia pergi ke arah sana!
Floki telah melarikan diri, Raja Ragnar.
Tentu saja, ia akan kabur.
Kalau begitu...
Pergi cari dia.
KERAJAAN WESSEX, INGGRIS
Kami ada berita tak terduga dan mendesak dari Mercia.
Kami mendengar, beberapa bangsawan Mercia, menolak memberi penghormatan kepada kita.
Mereka lakukan pemberontakan melawan Ratu Kwenthrith, dan berupaya menggulingkannya.
Sejauh yang kami tahu, dia dan anaknya Magnus telah dipenjara di menara di suatu tempat.
Sementara itu, bangsawan pemberontak ini
telah menetapkan diri mereka sebagai Dewan Hukum!
Penyalahgunaan dari perjanjian terakhir kita dengan Mercia
tidak bisa dan tidak akan ditoleransi.
Aku sudah mengirim pesan ke Raja Aelle, sekutu kita, memanggil dia di sini.
Mungkin kali ini kita akan gunakan kekuatan untuk mengatasi Mercia.
Tetapi tidak sebelum kita melakukan upaya untuk menyelamatkan Ratu dan anaknya.
Kau harus menemukan menara itu terlebih dahulu!
Tuanku, kami sudah mengirim pengintai.
Kami menunggu laporan mereka.
Sementara itu, kami minta kalian semua memberikan peringatan.
Panggil anak buah dan pendukung kalian untuk bersiaga.
Tapi, Pangeran, jika mereka mungkin tak membutuhkannya,
akan lebih bagus dan tak buang-buang tenaga,
jika menahan pasukan untuk diam dan siap siaga.
Apapun biaya pengeluarannya, Tuanku,
akan lebih baik jika kita siap merebut momen jika waktunya tiba,
daripada melihat biaya itu terbuang dan hilang.
Kau cuma putera raja, apa yang kau ketahui tentang biaya pengeluaran?
Tuanku,
kau berbicara seolah-olah menyiagakan pasukan itu mahal.
Tapi kuperingatkan kau, ini keharusan.
Bahwa Ragnar Lothbrok, atau yang lain seperti dia,
bisa kembali ke pesisir kita setiap saat!
Aku mohon, hentikan adu mulut ini.
Kita berbicara tentang takdir Wessex!
Apa kau yang melepaskan Floki, Helga?
Entahlah. Aku mungkin telah melakukan itu.
Angrboda, kemari.
Aku tak menyalahkanmu.
Itu tugasmu sebagai seorang istri.
Floki menyayangimu./ Ia hanya sayang dirinya sendiri.
Kau tahu itu lebih baik dari siapa pun.
Musim semi akan datang.
Apa pun yang terjadi, kau dan anakmu butuh makan.
Itu makanan.
Mundur!
Buka gerbang itu!
Beri jalan untuk Raja!
Para pengintai Mercia kita.
Semuanya?
Prajurit mendekat!
Ia salah seorang kita.
Mundur, satu!
Dua! Samping!
Tiga!
Lagi!
Angkat!
Kau tahu di mana menara itu?/ Ya.
Dan kau bisa tuntun kami ke sana?
Siapa yang memberitahumu?/ Aku tak tahu.
Lalu bagaimana kau memercayainya?
Ia seorang bangsawan.
Ia bilang ia menolak untuk bergabung dengan Dewan Hukum.
Siapa namanya?
Aku hanya kenal dia sebagai "W."/ "W?"
Ya, Tuan./ Dan kau masih percaya padanya?
Ya.
Tentu saja dia anggota Dewan Hukum.
Mereka menggunakan Kwenthrith sebagai umpan.
Sudah jelas./ Itu jelas bagimu.
Apa maksudmu?
Itu cara berpikirmu. Tak semua orang berpikir sepertimu, Ayah.
Jadi kau percaya ucapan orang ini, dan pergi bersamanya ke Mercia?
Kau pergi bersama beberapa prajurit terbaik kita.
Tuhan juga menyertaimu, anakku.
Dan...
Jika ada keraguan terhadap si pengintai itu,
maka berpikirlah seperti diriku.
Bunuh dia, tanpa ragu.
Aku mendengar nasihatmu, Ayah.
Dan, bagaimanapun, selamatkan putranya!
Selamatkan Magnus.
Selamat tinggal, Istriku.
Sekarang aku memercayaimu kembali, perpisahan kita terasa kurang mengharukan.
Ayo berangkat!
Jalan!
Ada masalah apa?
Aku baru saja melihat suamiku bepergian menantang bahaya.
Judith, apapun yang terjadi, aku--/ Hanya karena kau Raja,
jangan menganggap semua ini akan berjalan normal lagi.
Aku tidak pernah beranggapan apapun.
Begitupun, kau tak bisa memaksaku tidur denganmu.
Aku tak akan bermimpi untuk memaksamu.
Paksaan hanya pantas dilakukan pada musuh.
Lagipula, Aku ingin kau bebas.
Bebas?/ Ya.
Bukan hanya terlindungi, tapi bebas.
Menjadi dirimu sendiri.
Aku bisa bayangkan kau tak pernah bebas seumur hidupmu.
Tidak sejak kau dilahirkan.
Menjadi seorang puteri membuat itu semakin buruk.
Kau tinggal di sangkar emas.
Tapi, sebuah sangkar, semuanya sama.
Itu benar.
Aku tak bebas memilih siapa suamiku.
Kau punya pilihan lain?
Mungkin saja.
Dan apa menurutmu pangeran lainnya akan mengijinkanmu jadi bebas?
Jadi, saat kau katakan "bebas," apa maksudnya?
Bagaimana aku bisa jadi bebas?
Biar aku, tanya kau sesuatu, Judith.
Apa yang sangat kau inginkan? Apa yang sangat ingin kau lakukan?
Jika kau bebas untuk memilih,
Hal apa yang akan memberimu kesenangan dan kepuasan?
Ayo, katakanlah.
Apapun yang kau pikirkan.
Aku ingin menjadi pelukis, seperti Athelstan.
Baiklah.
Maka aku akan carikan guru hebat untuk mengajarimu.
Aku tak percaya padamu./ Kenapa tidak?
Karena tak ada wanita yang dibolehkan
untuk mempelajari atau mengerjakan teks suci.
Periksa abu itu!
Masih hangat.
Ia tak mungkin jauh dari kita.
Mungkin.
Di sini atau di sini.
Dua benteng di kedua sisi sungai,
untuk mencegah Viking berlayar sampai ke kota.
Tapi apa usulannya untuk mencegah kapal berlayar melewati benteng?
Bagus./ Bagus.
Kami akan bangun benteng ini.
Kapal.
Dia bilang kita harus bangun lebih banyak kapal
yang mampu menyerang Orang Utara dari air.
Bagus.
Jadi, setelah hari ini, tampaknya Aku punya dua alasan untuk senang.
Pertama,
Pendapat Duke Rollo dan saran menariknya
untuk melindungi Paris.
Dan kemudian, yang kedua,
Puteri Gisla ngeri menikahinya.
Aku yakin dia akan segera berusaha untuk membatalkan pernikahannya,
dengan alasan bahwa pernikahan itu tidak pernah dinikmatinya...
meski itu benar atau tidak.
Aku harus bertanya, Pangeran,
apakah kau tidak kecewa, bahwa Kaisar
mendapat semua pujian karena telah menyelamatkan Paris?
Tentu saja.
Melihat laki-laki kecil itu berjemur di cahaya kesuksesannya
membuat jasmaniku sakit.
Terutama saat kuingat bagaimana pengecutnya dia selama pengepungan.
No comments yet. Be the first to leave one.