200 rreshtat e parë.
LINDA LIDDLE
MASA DEPAN DITENTUKAN TINDAKANMU HARI INI
YAKINLAH KAMU BISA, MAKA SETENGAH JALAN TERLAMPAUI ~THEODORE ROOSEVELT~
OPTIMISME ADALAH KEYAKINAN MENUJU KEBERHASILAN ~HELLEN KELLER~
Halo Linda?
Oh.
Masih mengerjakan laporan perusahaan?
Sudah aku selesaikan pekan lalu.
Aku hanya sedang mengerjakan
proyeksi untuk bulan depan.
Data tahun lalu sudah masuk?
Semua indeks dan estimasi kuartal depan sudah ada.
Kamu luar biasa.
Oh.
Aku sering kesulitan mengerjakan hal ini.
Baiklah.
Mereka semua sudah menunggu.
Waktunya tampil.
Aku segera menyusulmu.
Oh.
Oh.
Pesertanya dibatasi menjadi grup kecil.
Aku hanya akan menyerahkannya.
Aku yang menyusun datanya.
Katanya aku harus ikut rapat jika ada pertanyaan.
Pertanyaan?
Ya, aku juga kurang tahu.
Kamu tahu sendiri kondisi kantor saat ini, Linda.
Semuanya masih belum pasti.
Ya.
Tapi jangan khawatir.
Mereka tahu siapa yang bekerja paling keras.
Namamu tertulis paling atas.
LINDA LIDDLE
Baiklah.
Terima kasih.
Semoga berhasil di dalam.
Sepertinya tangga sukses rusak lagi, ya?
Apa?
Maksudku, um,
kita harus berjuang melewati tangga.
Selangkah demi selangkah.
Hore!
Hei!
Apa kabar?
Apa kabar?
Kami akan pergi minum setelah pulang kerja.
Aku ikut.
Itu tempat karaoke terbaik di kota.
Ya, benar. Aku butuh lagu dan minuman malam ini.
Lagu andalanku adalah One Way or Another.
Tidak tahu? Blondie? Debbie Harry?
Astaga. Baiklah.
Aku akan menangkapmu, menangkapmu...
Hei!
Kamu harus cari tahu tentang dia.
Kamu punya lagu andalan?
Ini tinjauan perusahaan yang aku siapkan.
Aku kurang tidur demi menyusun laporan ini.
Tiada istirahat bagi yang rajin. Benar, kan?
RUANG EKSEKUTIF
CARA BERTAHAN HIDUP 101
Dengarkan ini.
Setelah semua kerja keras itu, aku tidak masuk rapat.
Sumpah, Sayang, kadang kesal.
Ya, aku masih duduk bersama asisten.
Tapi semua akan berubah
saat Bradley resmi menggantikan posisi ayahnya.
Ya.
Ayahnya bilang aku adalah calon Wakil Presiden.
Dia tahu nilaiku bagi perusahaan ini.
Dia juga tampan,
lajang, mempesona, dan sebagainya.
Sudah aku bilang dia sangat ramah saat pesta Natal.
Wah!
Tapi itu tidak ada hubungannya.
Kita harus fokus pada kantor dan jabatan baru.
Mungkin apartemen yang lebih besar.
Kita akan mulai mengembangkan diri.
Ini belum berakhir bagi kita.
Hal terbaik akan segera datang.
Tepat sekali.
Kita layak mendapatkannya.
Kamu layak mendapatkannya.
Ayo coba, Ayo
Kita layak mendapatkannya.
Mmm!
Waktunya tiba. Baiklah.
Siapa yang mampu bertahan?
Aku akan bertahan sampai akhir.
Inilah Acara Survivor.
Sumpah, jika Keyshawn kembali padaku.
Itu yang aku katakan.
Hadirin sekalian, mohon perhatiannya.
Inilah presiden baru kalian,
Bradley Preston.
Marshal IT.
Baik, silakan duduk kembali.
Semuanya kembali bekerja.
Bisa bicara di ruanganku? Ya, Tentu.
Pak Preston! Halo.
Panggil Bradley. Senang bertemu.
Oh, Linda Liddle. Kita bicara di pesta Natal kemarin.
Oh, benar juga. Ya, tentu saja.
Senang bertemu kamu lagi. Ya, aku juga.
Aku turut berduka atas ayahmu. Terima kasih.
Beliau orang yang sangat hebat.
Beliau sangat membimbingku. Ya, aku juga.
Aku antusias membantu visi strategismu memimpin perusahaan ini ke era...
Um... Ah, era kesuksesan.
Tepat sekali. Aku harap bisa mewujudkannya.
Banyak pekerjaan yang menanti. Tanggung jawab besar, kan?
Kalian butuh semua bantuanku.
Aku sudah siap melangkah.
Maksudnya?
Aku sebut ini sepatu petarungku.
Sudah lama aku pakai kerja keras.
Bisa menanggung beban apa pun yang kamu berikan.
Ya. Aku harus lanjut kerja. Baiklah.
Astaga, lihat sepatumu. Sepatu itu sangat mewah.
Jangan sampai terkena kotoran, ya?
Maaf, aku tidak dengar?
Jangan sampai kotor.
Aku akan berhati-hati. Baiklah.
Bagus. Kembali bekerja.
Baik, Semuanya. Ayo kita bereskan semuanya.
Barbara, senang bertemu. Sambungkan teleponku.
Semua berjalan lancar.
Ikuti saja saran firma konsultan itu.
Lucu juga, ya?
Firma konsultan menyewa konsultan.
Bau apa ini? Apa?
Ini. Aku tidak tahu.
Cium saja. Tidak mau. Ayo.
Coba cium.
Bau ikan tuna.
Wanita menjijikkan itu.
Yang menggangguku dengan sepatu murah.
Linda Liddle.
Ayahmu menjanjikannya promosi.
Dari manajer ke wakil presiden.
Benarkah?
Kenaikan jabatan dan gaji besar.
Ya. Dia sudah menantikannya.
Benar. Donovan yang akan menjabat.
Ayahmu mengandalkan Linda.
Pekerja keras. Aku serahkan semua padanya.
Apa aku terlihat peduli?
Tentu tidak, kan? Karena memang tidak.
Ayahku sudah tiada. Jabatan itu milik Donovan.
Lagi pula, aku sudah janji. Pindahkan dia.
Ke kantor cabang, mungkin. Ke tempat yang jauh.
Hal ini membuatku mual.
Proyek Bangkok sudah dekat.
Kita bahkan belum menyentuh Lampiran D.
Donovan akan kewalahan sendiri.
Semua bisa kacau tanpanya.
Baiklah. Terserah.
Bawa dia.
Dia yang akan melatih Donovan.
Setelah itu, kita pindahkan dia.
Baiklah.
Bisa kembali bekerja?
Baik. Kembali bekerja.
Mereka terlihat sangat akrab.
Ya, dia dipromosikan menjadi Wakil Presiden.
Maaf, apa?
Aku sedang mengetik pengumuman surelnya sekarang.
Katakan kamu bercanda.
Aku tidak tahu.
Aku melihat profil LinkedIn-nya, mereka satu kampus.
Mereka sering main golf bersama. Sudahlah, pergi sana.
DONOVAN MURPHY KONSULTAN PEMASARAN
Linda, ada apa?
Pertanyaanku, seberapa besar pengorbananmu untukku?
Ya.
Pak Preston?
Aku sedang rapat.
Maafkan aku. Aku butuh waktumu sebentar.
Baiklah, aku... Tolonglah.
Tolong.
Tentu.
Kami akan menghubungimu.
Terima kasih sudah datang.
Permisi.
Maaf menyela seperti ini.
Tidak apa. Pintuku terbuka.
Ada apa?
Aku baru mendengar kabar itu.
Kamu kecewa tidak dapat promosi.
Benar.
Ya. Baiklah.
Ya. Dengan segala hormat.
Donovan baru bekerja 6 bulan, sedangkan aku sudah 7 tahun...
Aku mengerti.
Mari kita bicarakan.
Silakan. Tutup pintunya.
Ayo kita bahas.
Silakan duduk.
Aku akan jujur padamu, jika tidak keberatan.
No comments yet. Be the first to leave one.