155 rreshtat e parë.
Cina pada abad ke-7, Dinasti Tang mulai mengalami kemunduran.
Istana Kekaisaran berusaha mempertahankan diri..
..dengan mendirikan benteng di daerah perbatasan.
Dua abad kemudian,..
..kesetiaan tentara provinsi pada Kekaisaran mulai goyah.
Ada yang berusaha menjauhkan diri dari kontrol Kaisar.
Saat itu, Weibo menyatakan diri sebagai yang terkuat di antara provinsi lain.
Orang itu meracuni ayahnya sendiri,..
..dan membunuh saudaranya.
Dia dihukum atas kesalahannya.
Bunuh dia, dengan keahlianmu.
Anggaplah seperti seekor burung yang terbang.
Jangan dijepit!
Ke mana perginya?
Terbang ke mana?
Ke mana?
Aku ingin menyentuhnya.
Ke mana perginya?
Ke mana perginya?
Main bola saja.
Kenapa lama sekali?
Putra gubernur ada di sana.
Hamba tak bisa melakukannya.
Lain kali,..
..bunuh orang yang dicintainya dulu,..
..kemudian baru dia.
Kau sudah menguasai ilmu pedang...
..tapi keteguhan hatimu masih kurang.
Aku akan mengirimmu kembali ke Weibo..
..untuk membunuh sepupumu,..
..Tian Ji'an.
Nyonya, ada seorang biksuni.
Dia mengantarkan Yinniang pulang.
Sebagai pelayan setia Anda,..
..terimalah hormat hamba, Yang Mulia.
Yinniang telah menuntaskan pelatihannya.
Hari ini dia kembali.
Aku pamit.
Burung biru Raja Kophen...
..tak mau berkicau selama 3 tahun.
Suatu hari Ratu berujar,..
..burung hanya akan berkicau pada sesama burung,..
..jadi taruhlah di depan cermin!
Raja menuruti sarannya.
Burung biru itu melihat bayangannya sendiri,..
..ia berkicau tentang kesedihannya,..
..ia menari,..
..sampai mati.
Yinniang, pakaian ini untukmu.
Saat kau pergi dengan biksuni itu,..
..ibumu yang menjahitnya sendiri untukmu,..
..setiap musim semi dan musim gugur.
Nenek, terimalah hormatku.
Bangunlah.
Ini pemberian gurumu.
Beliau menitipkannya pada pedagang teh.
Giok itu dihadiahkan...
..pada Putri Jiacheng..
..saat beliau dipaksa menikah dengan Bangsawan Weibo.
Kaisar memberikannya sebagai hadiah perpisahan.
Giok itu...
..melambangkan perpisahan selamanya.
Kaisar menitahkan Tuan Putri..
..untuk meninggalkan Istana dan mengamankan Weibo.
Untuk mencegah Weibo...
..menyerang Kekaisaran.
Tahun itu, aku dan pamanmu yang bertanggung jawab menangani upacaranya.
Seingatku,..
..Tuan Putri menolak menggunakan keretanya yang biasa.
Jadi Kaisar memberinya kereta kencana Kekaisaran.
Setibanya Putri Jiacheng di Weibo,..
..beliau meninggalkan adat istiadat lamanya...
..dan menyesuaikan diri dengan adat Weibo.
Beliau memecat rombongan pengiring yang diberikan oleh Kaisar.
Beliau menghadiahi mereka emas dan sutra,..
..supaya mereka bisa mendapat kebebasannya.
Sejak saat itu,..
..Istana adalah Istana...
..dan Weibo adalah Weibo.
Tuan Putri melaksanakan perpisahan selamanya itu.
Saat putranya, Tian Ji'an, beranjak dewasa,..
..beliau membagi 2 giok yang sama.
Satu untuk putranya, dan satunya lagi untukmu.
Dengan harapan kalian berdua dapat mempertahankan maklumat Kaisar.
Bersikap tegas...
..dalam menjaga perdamaian antara Istana dengan Weibo.
Kaisar mangkat empat tahun lalu.
Setahun kemudian, keponakan dan Putra Mahkota juga mangkat.
Saat utusan Kekaisaran menyampaikan berita duka itu,..
..Putri Jiacheng batuk darah..
..dan membanting perhiasannya..
..ke lantai.
Tahun itu,..
..bunga peony putih...
..yang dibawa dari Istana...
..layu dalam semalam.
Tuan Putri memiliki satu keprihatinan terakhir.
Hatinya risau memikirkan...
..bahwa tindakannya telah mengecewakanmu.
Setahun lalu,..
..Istana mengutus seorang pejabat menuju Chengde...
..untuk melipur hati Wang Chengzong..
..atas kematian ayahandanya.
Dia membujuk Wang agar membayar pajak garam dan besi ke Istana..
..dan menyerahkan dua provinsi untuk mendapatkan promosi.
Istana segera membangun...
..Benteng Baoxin di kedua provinsi itu.
Paduka Tian memiliki orang di Chengde, untuk menabur masalah...
..antara Wang dan Xue Changchao.
Dia bisa memberitahu Wang bahwa Xue mengadakan perjanjian rahasia dengan Istana.
Itu akan mendorong Wang untuk menyerang Xue,..
..dengan begitu Xue tak akan mendapatkan promosi!
Rencana ini harus dibatalkan!
Saat ini, Istana sedang memperluas kewenangannya.
Istana pasti akan tersinggung...
..dan menyerang Weibo!
Provinsi-provinsi baru itu letaknya berbatasan dengan Weibo,..
..dan di sanalah dibangun benteng baru.
Istana sedang memamerkan kekuatannya untuk menakuti Weibo.
Sekaranglah saatnya untuk bertindak.
Istana bisa menaklukkan Weibo..
..semudah mereka menaklukkan provinsi-provinsi Wushu.
Tak semudah itu menaklukkan Weibo.
Kita tak seperti Wushu.
Benteng Wushu...
..dikepung oleh pasukan Istana.
Penguasa mereka bertingkah seperti diktator...
..dan berkuasa tanpa dukungan rakyat!
Jadi, rakyatnya langsung menyerah pada pasukan Istana.
Jangan disamakan dengan Weibo.
Sejarah kita selama 50 tahun telah menempa persatuan...
..antara penguasa dan rakyatnya.
Selain itu, meskipun Wang dan Xue berperang,..
..mereka berkerabat.
Perselisihan mereka tak akan sampai ke perbatasan.
Xue Changchao tertarik pada Weibo.
Dia tak selalu patuh pada Istana.
Paduka,..
..menghasut Wang melawan Xue...
..akan menyinggung Istana dan mereka akan mengirim pasukannya.
Itu akan membahayakan Weibo!
Paduka Tian tiba.
Dia seorang wanita berbaju hitam.
Putramu melihatnya saat tengah bermain.
Sepertinya dia tak bermaksud jahat.
Penjaga bilang...
..saudaraku akan diasingkan.
Dia berbicara lancang.
Bagaimana kondisinya?
Dia mengalami stroke.
- Yinniang sudah kembali. - Aku sudah dengar.
Biksuni maharani itu yang mengantarnya pulang.
Paduka Tian tiba.
Paduka memikirkan wanita berbaju hitam itu?
Tian Xing akan diasingkan.
No comments yet. Be the first to leave one.