200 rreshtat e parë.
Kalau begitu... Hari ini
Aku mau memberimu obat yang sama dengan yang sedang kamu minum.
Untuk obat tidur, terakhir kamu dapat Brotizolam
tapi karena kamu masih susah tidur...
Aku tambahkan sedikit lagi ke resepmu.
Jadi
ini Broti-
Aku terlalu takut untuk pergi.
Aku yakin aku akan tertangkap juga.
Bisa minta tolong Yuki-san saja yang pergi?
Oke.
Aku gimana?
Sini.
Kenapa tidak kamu pakai sendiri?
Baiklah, ini dia.
Tapi Htet.
Berhenti Htet.
Berhenti memukul. Serius.
Kamu dengar itu?
Ayah dimana?
Ayah ...
Dia akan kesini untuk melakukannya kapan-kapan.
Tapi aku mau sekarang.
Kamu mau sekarang?
Aku mau melakukannya bersama ayah!
Kamu mau ayah?
Aku ingin melakukannya dengan ayah.
Oke. Aku tidak akan memaksa lagi.
Aku mau ayah.
Aku ingin ayah, ibu.
Sudah berapa kali kamu bilang begitu?
Ibu, aku mau ayah.
Diam!
Apa kamu tidak mengerti?
Aku mau ayah.
Ayah tidak ada di sini sekarang.
Apa yang kamu lakukan?
Tidak boleh begitu.
Idiot.
Htet, kamu suka ngomong yang jelek-jelek.
Idiot.
Kaung, kamu juga jangan begitu.
Jangan pukul kakakmu.
Turun.
"Ayolah. Ayo main mainan saja."
"Pemberhentian selanjutnya "Biro Imigrasi." "Ini adalah perhentian terakhir."
"Situasi di sekitar kita semakin berbahaya."
"Jadi aku berpikir sebaik mungkin."
"Kami datang ke sini karena kami merasa negara kami tidak aman lagi."
"Apakah Anda memiliki bukti bahwa hidup Anda dalam bahaya?"
"Tidak ada yang bisa saya tunjukkan. Bagaimana bisa?"
"Anak-anak Anda lahir di Jepang?"
"Kedua putra saya lahir sebelum kami datang."
"Mengapa Anda tidak langsung melamar setelah tiba di Jepang?"
"Saya tidak tahu tentang prosedur pendaftaran ini."
Kamu tidak apa-apa?
Aku baik-baik saja.
Apa kamu sudah ke dokter?
Aku ... menunggu dokter ...
Tapi tidak pernah datang.
Oh...
Iya.
"Kami akan melanjutkan proses pendaftaran, jadi..."
Bersabarlah sebentar lagi.
Terima kasih.
...tolong.
Iya.
Baik.
"Jangan terlalu banyak nasinya, jadi..."
Oke. Baik.
Satu Set Lidah Sapi.
Baik.
Cepatlah.
Ini mendidih. Hati-hati.
Ya. Langsung.
Ya, begitu.
Telurnya.
Jangan lupa telurnya.
"baru dipuji sedikit langsung sombong."
Maaf...
Dah. Terima kasih.
Iya.
Maaf aku harus pulang lebih awal.
"Tidak apa-apa. Cepat. Nanti kamu terlambat."
Terima kasih.
Sampai jumpa besok.
Ya. Terima kasih.
Dah.
Dah.
Dah.
Aku perjalanan kesana sekarang.
Sebentar lagi sampai.
Tidak ada yang akan terjadi.
Semua akan baik-baik saja.
Jangan terlalu khawatir.
Iya.
Aku tidak sabar untuk melihat anak-anak.
Sebentar lagi aku sampai, oke?
Ok, sampai nanti.
Baiklah.
"Terima kasih. Saya Issace."
Pak Issace.
Benar, tsilakan cermati ini.
Namamu,
dan tanggal lahirmu.
Apakah semuanya benar benar?
Ya, semua benar.
Oke.
Apa Anda ada pertanyaan?
Tidak.
Oke.
Ini ayah!
Ayah.
Sudah menungguku, ya?
Kamu menunggu?
Selamat Datang di rumah.
Kalian tambah berat, ya?
Ayah.
Ayah. Hati-hati.
- Aku menunggu lama sekali. - Aku juga. Gendong aku.
Benarkah? Terima kasih sudah menunggu.
3... 4...
Bola Basket.
Bola Basket?
L... L... L...
1... Bola...
L...
L L L L L
Kamu kalah.
Aku tidak kepikiran.
Apa yang dimulai dengan L?
Bagaimana hasilnya?
Mari kita bicarakan nanti.
Oke.
Sekarang makan dulu.
Ada apa di TV?
Ada drama sekolah besok
Kamu dapat peran apa?
Sebuah cerita berjudul "Kecebong 101."
Ada sebuah buku...
"Kamu suka menu malam ini? Ini tambah."
Jadi kamu berperan dari buku itu.
Berdasarkan buku itu.
Buku itu.
Ada skrip.
Akankah kamu dapat peran?
Belum tahu?
Tidak, Kaung dapat peran.
Aku memainkan peran.
Peran apa?
Namanya?
Nama dan...
Barusan aku sudah bilang.
Coba bilang lagi. Tadi aku tidak dengar.
Luar biasa. Semua selesai.
Kelinci.
Kepalamu seperti kelinci.
Jangan berhenti.
Enak banget.
Pendaftaran Anda ditolak.
Apa yang akan kita lakukan sekarang?
Mau bagaimana lagi.
Kita harus mendaftar lagi.
Apa? Lagi? Berapa lama kita harus menunggu?
Aku benar-benar tidak tahu.
Kita menunggu lama sekali. Mengapa mereka menolak kita?
Bagaimana aku tahu?
Teman-temanmu semuanya telah diterima.
Aku tidak tahu kenapa, tapi...
Sementara ini, bersabarlah.
Yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu.
Semua akan baik-baik saja.
Jangan khawatir.
Aku akan mengurusnya.
Itu saja.
Tidak apa-apa?
Iya.
Yuki-san.
Maaf, tapi...
Tolong ambil ini. Tidak banyak, tapi...
Tidak tidak Tidak.
Aku tidak bisa menerima itu.
Aku ingin berterima kasih...
Jangan khawatir, aku akan melakukannya.
Baik...
Semua akan baik-baik saja.
Baik. Terima kasih.
Sama-sama.
Kami mengandalkanmu.
Aku akan mengusahakannya.
Bagaimana bahasa Burma Kaung?
Dia cukup muda untuk belajar dengan cepat.
Dia punya telinga yang bagus, jadi
Dia akan segera belajar membaca dan menulis.
Senang mendengarnya.
Aku agak khawatir...
Oh, kamu melihatku.
Beri dia senyuman.
Dia besarjuga.
Dia baru 5 bulan?
No comments yet. Be the first to leave one.