200 rreshtat e parë.
Yang membuat suara, berdiri.
Tidak ada?
- Tidak ada? Sungguh? - Terima kasih.
Lihat seragammu. Apa kalian wanita tua yang akan mendaki?
Apa kau mau menunjukkan semua warna pelangi?
Pak, aku baru bicara satu kata.
- Maafkan kami. - Benarkah?
Dong-man dan Joo-man, saudara laki-laki kita.
- Jika kau bisa jawab, aku tak memukul. - Pak.
Jangan buat kesepakatan dengan siswa. Tolong bermurah hati.
Aku setuju.
Baiklah, aku pukul saja. Majulah.
Tantangan diterima!
- Aku akan menantang diriku. - Dengar baik-baik.
Ada 20% kemungkinan kau tahu pertanyaan ini.
Kau punya peluang 40% untuk salah.
Berapa persen kau bisa aman?
Apa itu pertanyaan?
- Bisa kau ulang sekali lagi? - Lima...
- Empat, tiga... - Kurasa 50%.
- 50%. - Dua...
Lima puluh! Jawabannya 50%!
Lima puluh? Tepuk tangan untuk mereka.
Kalian berdua kuberi hadiah. Maju.
Baik, Pak.
Astaga.
- Kami sampai. - Ya, berbaliklah.
- Maaf? - Kalian berdua, balik badan.
Karena kau yakin jawabannya 50, aku akan memukulmu 50 kali.
Kukira jawabannya 1%.
Satu? Berbaliklah.
Ada yang tahu jawabannya?
Ya, Moo-bin.
Jawabannya 11%.
Benar!
- Bajingan itu. - Dia berkicau lagi.
Pak, tunggu sebentar. Itu tulangku.
- Aku dipukul di bagian tulang. - Diam!
SMA WANITA PUNGWOON DI SEOSAN, 2006
Kumohon, Bu. Sakit!
EPISODE SATU
Kau akan tampil di acara?
- Mimpinya adalah jadi pembawa acara. - Berikan bandomu.
Cepat.
Tak bisa kau lepas sebentar?
Bukan begitu, Bu.
Saat aku jadi pembawa acara,
aku akan mencarimu di acara televisi.
Ae-ra.
Kau harus belajar dengan keras untuk menjadi pembawa acara.
Bu, dia pintar. Terakhir kali, dia masuk peringkat 29.
Jadi, Nona peringkat ke-35.
Apa kau akan jadi pembawa acara seperti Ae-ra?
Tidak, aku akan jadi istri yang baik.
Sudah cukup bicaranya.
Bersihkan auditorium jika barangmu disita.
Tidak, jangan hari ini.
Lepaskan sebelum kupatahkan tanganmu.
Hei, mereka kehabisan kopi susu.
Sialan.
Bo-ram, ini.
Aku membelinya tadi.
Jangan lakukan itu lagi. Ibumu akan memarahiku.
Kau akan datang les hari ini?
Aku tak bisa.
Aku mau bolos dan pergi ke Gangnam.
Gangnam? Kenapa?
Bukan urusanmu.
Pelayan toko wanita itu sedang bermasalah.
- Kenapa pangsit goreng ini... - Terasa seperti kesemek?
Apa kau seorang koki? Apa kau punya standar rasa tertentu?
Baunya seperti burger.
Karena itu aku melarangnya memakai pemanas yang sama.
Apa ini? Kenapa kau pakai itu hari ini?
Cocok dengan pakaianku.
Kau tak akan pernah bisa jadi pria kota.
Tolong bersikap seolah kau dari Seoul.
Lihat aku.
Potongan serigala.
- Kau pakai itu untuk pengakuan? - Aku?
- Kepada siapa? - Jang Bo-ram.
Untuk apa?
Kau pejuang terbaik kami dan dia yang mengatur para wanita.
Kalian harus bersekutu.
Bersekutu?
Apa itu?
Ngomong-ngomong...
Apa dia bilang dia suka padaku?
Apa kau tak sadar? Dia bawakan kopi susu tiap hari.
Apa kau tahu betapa sulitnya mendapatkan kopi susu di sekolah kita?
Bahkan aku tak mau terlibat dengan pria berbaju merah robek.
Park Moo-se. Bukan, siapa namamu?
- Moo-bin. - Benar, Moo-bin.
Dukung pria malang ini.
Pinjamkan dia kaus mahalmu.
Temanmu mengikuti Festival Olahraga Nasional.
Bisa kau lakukan itu untuknya?
Dia akan ke Gangnam dan kau akan dapatkan kausmu kembali sebelum sore.
Gangnam?
Di sanalah pertandingan taekwondo-nya.
Dia akan memenangkan kejuaraan
dan menanggalkan seragamnya untuk upacara luar biasa.
Jika dia menunjukkan cakar yang bagus di pundaknya,
dia akan terlihat seperti bocah dari Seoul.
Lihat apa yang dia tawarkan kepadamu. Itu hadiah yang berharga.
Aku tak bisa mengabaikan pentingnya sebuah upacara yang baik.
Kau tahu, ini nasib seorang pejuang.
- Kapan pertandingannya? - Pukul 18,00.
Bisakah kita naik kereta pukul 15,00?
Ya, kita bisa sampai tepat waktu.
Kita terlihat sempurna.
Dia sakit.
Ibu, kurasa kami sedang flu.
Kami harus dikarantina.
Boleh kami pulang cepat?
Bibirmu sangat pucat.
Maaf.
Ayo pergi.
Kurasa kami mengidap konjungtivitis hemoragik akut.
Aku bisa mencium gel pereda nyeri dari sini.
Jangan gunakan di matamu. Kau bisa buta.
Aku terkena kok saat kelas olahraga.
Rasanya seperti dipukuli Hyun Jeong-hwa.
Hyun Jeong-hwa bermain tenis meja.
Kau berusaha terlalu keras.
Habislah kita.
Tak ada yang berhasil.
Haruskah kita bilang kita mematahkan pergelangan kaki?
Siapa yang menyentuh mobilku kali ini?
Itu mobil baru.
Aku punya ide bagus.
Ikuti aku.
Mik plastiknya, ada di mana?
Hei, apa yang kau lakukan?
Letakkan itu.
Jangan lakukan itu.
Kau mau ke mana? Kuning dan merah muda, aku melihat kalian!
Kalian mau ke mana?
Choi Ae-ra! Baek Sul-hee!
Kalian dalam masalah.
Tampaknya kau hanya hidup sekali!
Apa yang akan kita lakukan besok?
Aku tak memikirkannya. Aku tak pikirkan itu.
PUSAT TAEKWONDO DUNIA DI GANGNAM, 2006
Kau tahu kenapa pria mati demi kawan-kawan di kotanya?
Untuk minum bersama?
Bukan, karena orang desa tak boleh terintimidasi.
Juga, kami membesarkannya sejak usia enam tahun.
Kita harus mendukungnya.
Ko Dong-man!
Jaga jarakmu. Bagus.
Berpisah!
- Mulai! - Dong-man, gunakan kakimu.
Gunakan kakimu!
Ayo, maju terlebih dulu!
Tendang dia!
Tendang dia!
Tendang dia!
Ya, tendang dia!
- Dia sedang apa di sana? - Tendang dia!
Lagi-lagi wanita mikrofon gila itu.
- Begitu! - Tendang dia!
- Tendang dia! - Ayo!
Ko Dong-man!
Seosan dari Ong-bak, Ko Dong-man!
Awas! Perhatikan bagian kirimu!
Berputar, minggir!
- Ko Dong-man! - Bagus sekali!
Buat mereka diam.
Gadis desa sangat menyeramkan.
Ada apa dengan mereka?
Bo-ram!
Sedang apa kau di sini?
Kenapa kau berikan kopi susu yang kuberikan pada Dong-man?
Apa? Kau datang untuk menanyakan itu?
Kau tak ada kelas?
Apa kau menyukai Dong-man?
Mulai sekarang, katakan kau punya pacar.
Ayo kita pacaran!
Jang Bo-ram!
Hei, kau dengar itu?
Selamat!
Kita punya sekutu sekarang!
Bukan itu.
Dia bilang apa tadi?
Tentang kuliah bersama, kurasa?
Beraninya kau berikan seragammu?
- Kemarilah. - Lepaskan telingaku.
Semangat!
Aku mengirimnya ke Seoul untuk berlatih dan lihat apa yang dia rencanakan.
Selamat.
Apa dia patah leher? Kenapa dia tak bisa diam saja?
Apa kau benar pacaran dengannya?
Ya, tentu saja. Kenapa?
- Beri tahu ibuku jika kau mau. - Aku akan lakukan itu.
Dia bahkan tak bisa menghitung kemungkinan...
dan selalu dipukuli di kelas. Dia juga pakai baju merah, lalu kenapa?
Karena dia keren dan dia yang terbaik!
Aku hanya berkencan dengan yang terbaik.
Hei!
No comments yet. Be the first to leave one.