191 rreshtat e parë.
Sebelumnya di Vikings...
Ceritakan padaku tentang Paris.
Kota itu memiliki dinding besar.
Seumur hidupku, belum pernah kulihat hal seperti itu.
Dia orang Kristen. Aku heran kenapa Ragnar mendengarnya.
Kau tak bisa bersembunyi dari Tuhanmu dan Dewa kami.
Segera selesaikan perselisihan ini !
Terima kasih, puteraku.
Kau membereskannya dengan baik.
Aku hamil.
Anak siapa itu ?
Datanglah saat musim semi, aku akan menjarah ke negeri Frankia.
Dan aku ingin mengajakmu.
Erlendur, Putera Horik.
Aku telah menunggu kedatanganmu.
Jika kau tahu apa yang direncanakan para Dewa padamu,...
...kau bakal menari telanjang di pantai.
Tahun ini, kita akan serang Paris.
Ini adalah Sungai Seine.
Aku tak tahu darimana awalnya,...
...tapi sungai ini mengalir sampai ke sini dan terus melebar.
Melebar mengitari pulau ini.
Dan di pulau ini...
...adalah Paris.
Pulau ini dikelilingi tembok.
Tembok tebal dan tinggi.
Dan ada menara di seluruh tempat.
Begaimana mereka masuk ke kota ?
Ada jembatan. Satu-satunya.
Seperti ini.
Pertahanan apa yang mereka punya ?
Dulu aku hanya biarawan.
Saat itu aku tak bisa menilai hal tersebut.
Bagaimana penilaianmu sekarang ?
Sekarang ?
Menurutku, kota ini...
...susah ditembus.
Tak lama lagi.
Pergilah, Bjorn ! / Tidak !
Aku tak mau anak ini !
Aku tak mau anak ini !
Aku mau.
Dia akan lemah, buruk.
Dan kau akan menyayanginya.
Bayinya keluar.
Berdoalah pada Freya.
Bayinya perempuan !
Berikan padaku.
Shh.
Aku jadi Ayah.
Kau punya puteri yang sempurna.
Dia anak paling cantik yang pernah kulihat.
Puteri cantikmu, butuh sebuah nama.
Aku sudah punya nama,...
...jika Porunn setuju.
Aku menamai dia Siggy.
Siggy Sang Penyelamat putera-putera Ragnar.
Tak apa-apa, Siggy cantik.
Semoga para Dewa melindungi dan menjagamu, puteri cantikku.
Ragnar!
Ragnar!
Orang ini adalah petani, dan dia ada kabar untukmu.
Yang Mulia. / Namanya adalah Stender.
Ladangnya ada di Wessex.
Aku tahu, Floki. Biarkan dia bicara.
Putera Raja Ecbert, Aethelwulf, datang...
...bersama para pasukannya dan membunuh, membakar, dan memusnahkan...
...semua lahan pertanian kita.
Semuanya, Ragnar !
Lanjutkan.
Semua dibantai.
Semua pria, istri dan anak mereka.
Hanya sedikit yang selamat.
Kami berhasil ke pantai.
Kami curi perahu...
...dan berlayar mengarungi es dan kabut.
Aku hanya ingin mati,...
...seperti halnya istri, beserta anak-anakku...
...tapi para Dewa berkehendak lain.
Kemalangan kami tak berakhir.
Badai menerjang kami.
Akhirnya kami sampai di teluk kecil yang dingin di Gotland.
Perahu kami diselimuti es.
Aku melihat putera sulungku meninggal di hadapanku.
Dan di sinilah aku, Yang Mulia,..
...pria malang, yang hanya ingin mati dan bergabung dengan keluarganya.
Ya, aku tahu.
Sekarang kau lihat, Ragnar ?
Petualangan ini telah dikutuk dari awal.
Kita mengabaikan peringatan para Dewa.
Dan mereka menolak melindungi para petani kita.
Dan siapa yang patut disalahkan, Ragnar ?
Percayalah padaku, Floki.
Aethelwulf...
...dan ayahnya...
...akan menerima kemarahan para Dewa...
...dan pembalasanku. / Dan Athelstan ?
Bagaimana dengan Athelstan ?
Athelstan mendorong kita untuk bersepakat dengan Ecbert dan orang Kristen itu.
Dia mendorong kita untuk keuntungan mereka.
Sekarang lihatlah kenyataan, Ragnar.
Itu semua hanya jebakan.
Jangan salahkan Athelstan, Floki.
Jika ada yang disalahkan, itu aku. Kau paham ?
Aku !
Lihat apa yang para Dewa coba sampaikan pada kita !
Aku.
Apa kau beritahu orang lain tentang ini ?
Tak ada, Yang Mulia. Tak seorangpun.
Kau pria pemberani, Stender.
Terima kasih, Yang Mulia.
Tidak, aku yang berterima kasih.
Kau dikasihi para Dewa.
Kenapa...
Ya.
Sekarang kau bisa bersama keluargamu.
Kau boleh bercinta dengannya di depan anak-anak.
Tapi itu selama kau menjaga mereka.
Tidur yang nyenyak, Sayang.
Shh, shh, shh.
Yang Mulia.
Ini puteramu, Yang Mulia Aethelwulf.
Seorang anak laki-laki ?
Selamat.
Yang Mulia. / Yang Mulia.
Bawa ke sini bayiku.
Kau harus ikut kami, ke tempat yang ditentukan.
Tapi aku belum berpakaian. Tempat yang ditentukan apa ? Apa maksudmu ?
Kau tak ada pilihan. Ini perintah Raja.
Tidak ! Lepaskan aku !
Kau menyakitiku !
Tidak !
Anakku membutuhkanku !
Tidak !
Aethel...
Aethelwulf ! Suamiku ! Apa yang kaulakukan padaku ?
Yang Mulia ! Kumohon. Ampuni aku !
Kumohon, Yang Mulia. Kumohon, ampuni aku !
Puteri Judith, kau bersalah karena menyeleweng dari suamimu.
Kau menolak tuduhan itu,...
...tapi kami menemukan bukti untuk menjalankan hukuman...
...yang ditetapkan Kitab Suci...
...bahwa hidung dan telingamu akan dipotong...
...untuk memberi efek jera bagi pelanggar hukum.
Tuhan Yesus tak pernah menetapkan hukum barbar.
Kumohon, kumohon. Suamiku, Ayah !
Kenapa kau tak bisa beri ampunan layaknya Tuhan pada hambanya yang lemah ?
Kumohon !
Jangan diampuni !
Judith, puteri Aelle,...
...istri Aethelwulf,...
...kau dituduh bersalah atas perbuatan tak terpuji...
...berbuat senonoh dengan orang tak dikenal.
Kau harus memohon tobat pada Tuhan.
Tahan !
Judith, kau tak akan menyebut siapa Ayah anak itu ?
Tidak !
Athelstan.
Tahan ! / Athelstan !
Apa maksudmu, Athelstan ? Apa alasanmu menyebut namanya ?
Athel...
Athelstan adalah Ayah anakku.
Tidak.
Athelstan orang suci.
Aku tak bisa salahkan menantuku tertarik pada seorang pria abdi Tuhan.
Ayah ! Bisakah kau bayangkan betapa malunya aku ?
Aku tahu.
Tapi bisakah aku menganggap ada hal lebih besar di sini ?
Dalam pikiranku, tak ada keraguan akan kedalaman iman Athelstan,...
...dan hubungan dekatnya dengan Tuhan.
Jadi menurutmu Tuhan punya andil atas semua ini ?
Ya.
Ya, anakku.
Jadi bagaimana...
...kita bisa menghukum seorang wanita...
...seperti titisan perawan suci, yang dipilih Tuhan,...
...yang akan melahirkan seorang anak yang istimewa ?
Akan ada pembaptisan.
Anak itu diberi nama Alfred.
Oh, Tuhan.
Tuhan.
Tuhan Yesus !
Aku meminta pertanda.
Kau beri aku pertanda.
Kau telah menjawab doaku.
Aku dulu buta, sekarang aku melihat. Aku dulu mati, tapi...
...kini aku terlahir kembali.
Bapa.
Dengarlah doaku.
Dan biarkan aku menangis dalam haribaanmu.
Untuk anugerah pertanda.
No comments yet. Be the first to leave one.