200 rreshtat e parë.
Tolong aku! Aku tak bisa berenang!
Naik ke perahu!
Tolong aku!
Apa itu?
Ini glow stick.
Kenapa bisa nyala?
Dari campuran bahan kimia.
Kau pikir ada orang lain disini, Pak?
Ini sebuah pulau. Tak ada seorangpun disini.
Aku haus. / Ya, aku juga. Aku lapar.
Bagaimana kalau disini tak ada air?
Kita semua haus dan lapar.
Kita harus bertahan dan cari tempat untuk tidur.
Dan besok kita akan memutuskan apa yang akan kita lakukan.
Air.
Air.
Pak. Pak.
Aku menemukan air.
Inilah, Kolonel.
Apa itu?
Ini cangkang.
Nenekku punya satu yang begini.
Jika ada lubang di ujungnya kau bisa meniupnya, seperti terompet.
Ayo! Lemparkan ke kami.
Ayo.
Dengar. Siapa saja yang memegang cangkang boleh berbicara. Begitu aturannya.
Seperti di pertemuan, Pak?
Ya. Kecuali kalau mau bicara harus memegang cangkang.
Tapi sebelum kita menemukan cangkangnya.
Benar. Tak ada seorangpun disini kecuali kita.
Dan babi. / Itu tadi babi hutan.
Tidak, itu tadi babi biasa. Besar, tapi biasa.
Babi biasa akan kabur kalau ada manusia.
Ya. Jika ada babi dan manusia.
Baik, Kadet. Seperti kubilang, pulau ini mungkin tak berpenghuni.
Kita tak tahu. Kita harus menjelajahinya. / Itu yang akan kita lakukan.
Intinya tak hanya kita sendiri. Kita ada Kapten Benson.
Boleh kubicara?
Hal yang paling penting adalah siapa yang tahu kita disini?
Tak ada yang tahu kita disini. Mereka tahu kemana tujuan kita.
Tapi mereka tak tahu kita dimana. Kita takkan tahu dimana kita sekarang.
Kemana tujuan kita? / Pulang.
Aku yakin mereka akan mencari kita.
Kita harus membuat sinyal, seperti api,...
...dan bersiaga sepanjang waktu. Dan menaati semua aturan.
Boleh aku pinjam cangkangnya?
Ya, Ralph bener. Kita harus membuat api.
Pak, apa anda pemimpinnya? / Jack yang paling tua.
Tapi Ralph kolonel. / Kurasa harusnya Ralph.
Aku memilih Ralph. / Ya, dia seorang kolonel.
Ya, Ralph. / Dia kolonel. Ralph.
Kurasa kau baru menang pemilihan. / Tak penting siapa pemimpinnya.
Kita harus bekerja sama. Pertama, kita buat tenda.
Hati-hati.
Ada banyak buah berry yang terlihat bagus tapi sangat beracun.
Aku tahu yang beracun dan tidak.
Kakakku bekerja di Outward Bound, belajar cara bertahan hidup. Dia mengajariku.
Apakah Outward Bound di daerah tropis?
Tidak juga. / Lalu dimana?
Colorado.
Sangat berbeda racun di tanaman Colorado dengan di tempat ini.
Kita harus lakukan tindakan pencegahan atau itu tak penting lagi.
Apa yang tak penting lagi? / Agar dapat di tolong.
Lebih baik kau belajar bertahan hidup sendiri, karena kami takkan menolongmu.
Apa maksudmu? / Bicara logika.
Pesawat jatuh di tengah laut, tanpa ada puing. Siapa yang akan mencari kita?
Kenapa kau tak diam saja? / Kau mengajariku diam?
Yang kita butuhkan disini orang yang berpikir positif, bukan orang yang menakuti orang lainnya.
Kami tak membutuhkanmu, Bodoh.
Namanya bukan Bodoh. Tapi Piggy.
Ya, Piggy! Ya!
Diam. Semuanya diam.
Itu hanya karena kau baru. / Tidak. Aku selalu begini.
Bisa diam, oke?
Mama, mama, kau tak tahu. / Mama, mama, kau tak tahu.
Apa yang tentara lakukan padaku? / Apa yang tentara lakukan padaku?
Mereka mendudukkanku di kursi barber. / Mereka mendudukkanku di kursi barber.
Memotong rambutku sampai habis. / Memotong rambutku sampai habis.
Aku berkendara menggunakan mobil Cadillac. / Aku berkendara menggunakan mobil Cadillac.
Sekarang aku disuruh berbaris. / Sekarang aku disuruh berbaris.
Aku berkendara menggunakan mobil Chevrolet. / Aku berkendara menggunakan mobil Chevrolet.
Sekarang aku menuntut upahku. / Sekarang aku menuntut upahku.
Mereka menjauhkanku dari TV. / Mereka menjauhkanku dari TV.
Biarkan kami menggunakan teknologi. / Biarkan kami menggunakan teknologi.
Whoa, whoa, whoa, whoa. / Whoa, whoa, whoa, whoa.
Whoa, oh, oh.
Ayolah, biar aku coba. / Aku bisa, aku bisa.
Sial!
Sialan... / Tidak akan butuh bantuan.
Dengar, Piggy, tutup mulutmu. / Tahan! Tahan!
Hei, tunggu dulu. Piggy, pinjam kacamatamu.
Kembalikan. / Percaya padaku.
Apa yang kau lakukan?
Api! / Ya!
Astaga, apinya merembet! Matikan. Matikan apinya.
Ayo, matikan apinya.
Matikan apinya. Gunakan jaketmu.
Matikan apinya. Ayo, matikan apinya.
Karena kau muncul. Orang seharusnya bisa memadamkan api jadi gagal.
Omong kosong.
Hutannya sangat gelap,...
...tapi dia terus berlari karena makhluk itu di belakangnya.
Nanah dimana-mana.
Dia bisa merasakannya dan makhluk itu di belakangnya dan mulai mendekatinya.
Lalu, tiba-tiba,...
...dia sadar itu bukan tanaman biasa yang dengan mudah di lewati.
Itu bukan biasa tanaman yang dapat menangkapnya,...
...menyentuh tangan dan wajahnya.
Tanamannya memiliki cakar yang panjang, mencengkeramnya,...
...untuk menghentikannya, agar makhluk itu menangkapnya.
Dan dia mencoba kabur, tapi tanaman itu mencekiknya. Dia mencoba berteriak.
Itu cuma cerita.
Itu tidak nyata.
Aku tak tahu apabila Kapten bisa bertahan. Bagaimana jika dia sakit parah?
Berhentilah khawatir. Kita akan berhasil.
Tanpa orang tua, tanpa guru, tanpa sekolah, tanpa cewek.
Tentu, aku tak akan kehilangan akal sehat.
Seperti kau punya saja. / Aku masih punya akal sehat.
Oh! Tanganku.
Kau tak apa?
Kena kau!
Hampir kudapatkan dia. Lain waktu.
Apa kau pikir kadal mengandung protein?
Sini, letakkan disini.
Kudengar kadal rasanya seperti ayam.
Kau mau?
Kau berbicara yang sesungguhnya? / Ya.
Kami tak percaya kau. / Ya, kau pembohong.
Kenapa kalian belum bersiap?
Pak, ini beneran anda?
Kau harus percaya. Simon benar. Kita akan di selamatkan.
Kerjakan sesuatu bersama-sama. Kita akan pulang.
Aku...
Jangan diam saja.
Ayolah. Kenapa tak ada seseorang yang mencarikan makanan?
Meludah! Ayo! / Ayo! Meludah!
Meludah! / Lanjutkan, meludah!
Meludah. / Aku berhasil. Itu dia.
Tidak, kau tak boleh keluar sampai kulihat ludahmu mencapai laut.
Tadi berhasil. / Aku tak melihatnya.
Ow! / Lihat? Berhasil lagi.
Ha! Ini saatnya kami bersenang-senang.
Berkumpul!
Ada apa?
Alasan aku menyuruh berkumpul adalah,...
...banyak sekali yang berkeliaran dan tak bekerja. Ada banyak yang harus dilakukan.
Beberapa anak tak tahu kapan waktunya mandi.
Ada salah satu anak waktu itu,...
...dia boker di celana dan mendudukinya.
Aku takkan menyebutkan namanya karena mungkin Mikey bukanlah orangnya.
Itu memalukan? Saat berlari kotorannya jatuh?
Semuanya diam!
Ralph yang memegang cangkang.
Intinya adalah kita harus lebih disiplin.
Lebih banyak memancing. Kita harus dapat makanan sungguhan.
Kita bisa berburu babi. / Itu yang akan kukatakan.
Ada yang mau meminjam cangkangnya? / Ada yang mencuri pisau lipatku.
Ya, banyak yang hilang belakangan ini.
Kita apakan pencurinya? / Tendang sampai boker.
Masukkan penisnya ke dalam cangkang! / Tusuk pantatnya pakai tongkat.
Masukkan ke dalam! / Oke, oke!
Kita tak bisa menemukan pencurinya dan masuk ke hutan.
Kita harus menuruti aturan. Dan menerima kekurangan, kurasa.
Kekurangan! / Kekurangan?
Kekurangan bagi pencuri?
Mati saja sana. / Ya!
Pak?
Apa kita akan pulang?
Tentu, segera setelah mereka melihat sinyal kita.
Jack bilang kita takkan pernah di selamatkan.
Tidak, kau salah paham. Bukan itu maksudnya.
Itulah maksudku. Ada 8 juta pulang di luar sana.
Kenapa mereka harus menemukan satu pulau?
Jangan dengarkan dia. Kita akan di selamatkan, Peter.
Percayalah.
Kau akan berburu babi lagi? Aku mau ikut nanti.
Aku juga.
Aku tak tahu apa yang akan kulakukan.
Hei, hentikan.
Kau bodoh? Hentikan.
Kau tahu kenapa Jack di masukkan ke sekolah militer?
Karena dia dalam masalah. / Siapa bilang?
Tony. Jack bilang dia mencuri mobil dan meletakkannya di jalan raya.
Dia pembohong. Dia tak mencuri mobil. / Dia tak bilang dia mencurinya.
Dia meminjamnya. Itu milik tetangganya.
Dan saat tetanggnya pergi dia meminjamnya lalu meletakkanya di jalan raya.
Dia mungkin mengendarai sepeda ayahnya keliling blok.
Kenapa dia bisa di tangkap? / Ya, oleh polisi lalu lintas.
Mereka menuduhnya melakukan pencurian.
Jam berapa ini?
Apa itu membuat perbedaan?
Jika aku tahu ini jam berapa, aku tahu ada acara apa di TV.
Aku tak yakin ini hari apa. / Ini hari senin.
Kau yakin? / Aku yakin.
Senin. Monday's ALF.
ALF tayang jam 8. Jam 8 sudah lewat.
Ya. Aku bertaruh kita di zona waktu yang berbeda.
Aku bertaruh disana jam 8 dan ALF membuat masalah sekarang.
Ya.
Mereka gesit dan cepat. Mereka takkan mudah di bunuh.
No comments yet. Be the first to leave one.