Sezoni 1

Informacioni i lรซshimit

[๐‚๐จ๐Ÿ๐Ÿ๐ž๐ž๐๐ซ๐ข๐ฌ๐จ๐ง] ๐€ ๐๐Ž๐๐€ ๐…๐ˆ๐ƒ๐„ ๐Š๐ˆ๐‹๐‹๐„๐‘ ๐’๐ŸŽ๐„๐ŸŽ๐Ÿ ๐•๐Š ๐–๐„๐
Njรซ Komentar nga Coffee_Prison
๐—ฅ๐—˜๐—ง๐—”๐—œ๐—Ÿ ๐—ฉ๐—œ๐—ž๐—œ >> ๐Ÿฌ๐Ÿญ:๐Ÿฌ๐Ÿฎ:๐Ÿฐ๐Ÿฌ || เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Etiketat

webdl
Publikuar mรซ: 2026-08-16
Shkarkime: 0
Dรซgjim i Dรซmtuar: No

Pamje paraprake e titrave nรซ Indonesian

200 rreshtat e parรซ.

[Ini cerita fiktif. Semua tokoh dan peristiwa tidak berhubungan dengan dunia nyata]

[Adegan yang melibatkan anak-anak dan hewan direkam secara aman]

Selamat Hari Natal!

Selamat Hari Natal!

Apa-apaan itu?

Ji Ah, ini hadiah untukmu.

Wah! Boneka beruang!

Terima kasih, Ayah!

Sudah tujuh tahun aku tidak melihat wajahmu.

Selama itu, aku rindu sekali padamu.

Maafkan aku karena sudah meninggalkanmu sendirian.

Aku menyalahkan diriku sendiri setiap harinya.

Waktu itu

seharusnya aku tidak melakukannya.

Sepertinya ada sesuatu di dalamnya. Aku akan membuatkan yang baru untukmu.

Kau tumbuh dengan sangat baik, putriku.

Kalau dilihat-lihat, kau mirip sekali dengan mendiang ibumu.

Selama tujuh tahun berada di penjara,

aku menatap langit-langit dengan penuh penyesalan setiap malam.

Waktu itu

aku seharusnya membunuhmu juga.

- Lepaskan aku! - Dasar anak tidak tahu diuntung!

Setelah semua pengorbananku, kau malah melaporkan ayahmu sendiri?

Apa kau tahu sudah berapa lama aku menantikan hari ini?

Dasar...

Bajingan.

Kau mau kabur ke mana?

Akan kuselesaikan apa yang seharusnya kulakukan waktu itu.

Dasar bajingan kecil.

Kemari. Kemari kau!

Jangan bergerak, Bajingan.

Semakin kau memberontak, kau akan semakin menderita.

Santai saja...

Ini saatnya kau menyusuli ibumu.

Apa kau mau hadiah Natal?

Kalau mau, berhenti menangis.

Kau harus menjadi anak yang baik.

Katanya, Santa sangat tegas soal mana yang benar dan salah.

Siapa kau?

Saat kau pulang nanti, buka sedikit jendela di ruang tamu.

Lampunya juga biarkan saja tetap menyala.

Sampai jumpa.

Ibu, ayo bangun.

Yul, sudah bangun?

Ayah juga bangunlah!

Lima menit, lima menit saja...

Tidak boleh, Ayah harus pergi bekerja!

Yul mirip sekali denganmu, sama sekali tidak diragukan.

Astaga, dia sedang mendengarkan.

Yul Sayang, kau begitu pintar karena mirip ayahmu.

Kau sudah bangun?

Sungguh?

Apa kau begitu pintar karena mirip denganku, Yul?

Yul, ayo kemarilah!

Ayah, ayo cepat bangun.

Oh, sayangku yang kecil. Kemarilah.

Yul, apa tidurmu nyenyak?

Sepertinya kita terlalu cepat menidurkannya.

Memangnya siapa yang bersikeras menidurkannya begitu cepat?

Memangnya aku?

Lalu, sayangku yang besar juga...

Aku mau ke toilet.

- Toilet... - Ayo kita ke toilet.

Ayo. Ayo kita ke toilet.

Ayo! Ayo kita ke toilet.

Monsternya mengejarmu! Aku akan menangkapmu!

Ayo! Yul! Ayo!

Selesai! Ayo!

Ayah! Mau ayunan!

Ayunan!

Enak, 'kan?

Anak berusia empat tahun sudah bisa makan sendiri, 'kan?

Bisa.

Baiklah, Yul. Coba makan sendiri.

Ini waktunya untuk keputusan yang penting.

Penampilan baru yang terlihat egois, dibeli sembunyi-sembunyi dari istriku.

Atau penampilan acara malam yang nakal, berbohong soal lembur dan pergi ke klub.

Pilih yang mana?

Penampilan nakal untuk hari ini?

Oh. Sungguh?

Wah, istriku baik sekali.

Kapan terakhir kalinya aku pergi ke klub?

Yul, kau memakan semuanya sendiri?

Luar biasa! Kau sudah bisa makan sendiri!

Ayah! Yul menghabiskan makanannya.

Benarkah? Kau menghabiskannya sendiri?

Putriku hebat!

Sudah jam berapa ini? Oh, waktunya mengganti pakaian.

Ayo!

Ayo, ayo! Ayo kita mengganti pakaian.

Sayang, seragam olahraganya di sana.

Yul, apa hari ini ada pelajaran olahraga?

- Ya. - Bagus.

- Sekarang jam berapa? - Baiklah, kalau begitu,

berdiri menggunakan satu kaki selama lima detik.

Mulai!

Satu, dua, tiga, empat, lima!

Berhasil!

- Berhasil! - Berhasil!

- Satu, dua, tiga! - Satu, dua, tiga!

- Satu, dua, tiga! - Sekali lagi. Satu, dua, tiga!

Bersenang-senanglah dengan temanmu. Sampai jumpa nanti malam!

- Baiklah! Sampai jumpa! - Sampai jumpa!

Ini.

Apa?

Aku merasa seperti punya alasan penting untuk pulang kerja lebih cepat hari ini.

Kenapa begitu?

Aku serius, kenapa bisa begitu?

Entahlah, kira-kira apa, ya?

Kau tidak tertipu, ya?

Aku akan pulang lebih cepat hari ini. Demi hari besar sayangku besok.

Oh, hentikan.

Namun, kalau kau sampai lupa, kau akan mendapat masalah besar.

Aku sangat menghindari itu.

Baiklah.

Bu Yoo Bo Na, semoga harimu menyenangkan. Sampai jumpa sore nanti.

Baiklah.

Bagaimana dengan hal yang tidak kita lakukan tadi?

Sekarang!

Aku pergi dulu. Sampai jumpa.

- Sampai jumpa! - Aku juga!

Ciuman untuk Yul juga!

Ciuman untuk Yul juga! Sampai jumpa!

Sampai jumpa!

- Sampai nanti. - Semoga harimu menyenangkan!

- Aku pergi dulu. - Yul, aku akan tutup pintunya.

Yul, bagaimana kalau kita menyanyikan lagu itu lagi?

Ya, ya. Jangan berlari! Pelan-pelan!

- Sampai jumpa! - Ya, ya.

Hati-hati.

Seo Jun!

Ayo.

Tolong jaga dia hari ini, ya.

Dengarkan gurumu, oke?

- Aku pergi dulu. - Baik, semoga harimu menyenangkan, Bu.

- Halo! - Halo!

Halo.

Halo!

- Halo. - Halo!

Dia selalu terlihat tenang. Menyenangkan sekali.

- Yul, kau sudah datang! - Halo.

Bu, hari ini aku menghabiskan sarapan sendiri.

Oh, benarkah? Kau hebat sekali.

Yul, ayo sapa gurumu dulu.

- Ayo membungkuk yang sopan. - Selamat pagi.

Tolong jaga dia hari ini, ya.

Tenang saja. Kelihatannya, Yul sudah bisa beradaptasi.

Tidak seperti awalnya, sekarang dia sudah bisa bermain dengan nyaman.

Itu berkatmu. Terima kasih.

Yul, ayo berpamitan dengan Ibu.

Oke. Yul Sayang.

- Akurlah dengan teman-teman... - Akurlah dengan teman-teman

- hari ini! - Hari ini!

- Semoga harimu menyenangkan! - Yul, ayo.

Semoga harimu menyenangkan, Bu. Sampai jumpa.

- Oke. - Ibu Yul!

Bagaimana kalau sekali-kali kita minum kopi di pagi hari?

Ide bagus.

Oh, ibu Ye Geon, apa tidurmu tidak nyenyak tadi malam?

Anakku tidur siang sebentar di sore hari, lalu terbangun,

dan kemudian tidak bisa tidur sampai larut malam.

- Oh, astaga, benarkah? - Lihat, 'kan?

Sudah kubilang, bukan?

Itu sebabnya kau harus memiliki rutinitas harian.

Kalau tidak begitu, kau akan sangat kelelahan.

Lihat saja aku. Selelah apa pun aku, aku tidak pernah biarkan anakku tidur siang.

Iya, tidur siang...

Omong-omong, bukankah ibu Seo Jun luar biasa?

Tadi sepertinya dia lupa kalau hari ini ada pelajaran olahraga.

Aku tidak paham bagaimana dia bisa bekerja sambil membesarkan anak.

Aku... Aku saja yang ambil. Kau di sini saja.

Bagaimana bisa kau bilang begitu setelah melihat anak malang itu tadi?

Jika tak bisa menangani keduanya, kau harus fokus pada satu hal saja.

Astaga.

Aku merasa kasihan padanya.

Oh, sudahlah.

Terima kasih!

Latte-nya...

Meskipun begitu, terkadang aku iri pada ibu Seo Jun.

Keadaannya memang sulit, tetapi setidaknya dia bisa tetap bekerja.

Aku berencana beristirahat sejenak, tetapi kadang aku menyesal memilih di rumah.

Aku juga begitu.

Setelah seharian mengurus anakku, terkadang aku juga rindu bekerja di luar.

Siapa yang tidak ingin tetap bekerja?

Memangnya siapa di sini yang tidak ingin bekerja?

Itu sebabnya aku menyebutnya serakah.

Anak-anak butuh banyak perhatian di usia mereka sekarang.

Bagaimana bisa kau meninggalkan mereka dan malah bekerja?

Apa itu benar-benar tidak mungkin terjadi?

Apa benar-benar sesulit itu bekerja sambil membesarkan anak?

Bagaimana ini?

Ada apa?

Besok aku sudah kembali bekerja.

Astaga.

Masa cuti melahirkanku berakhir hari ini, jadi besok aku mulai bekerja lagi...

Tunggu, ternyata kau ibu yang bekerja?

Kenapa kami tidak tahu soal itu?

Apa, jadi kau hanya sedang beristirahat dari pekerjaanmu?

Sudah berapa lama kau cuti bekerja?

- Satu tahun? - Tiga tahun.

More Indonesian subtitles for A Bona Fide Killer

Komentet

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left