102 rreshtat e parë.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Ini orisinal
Seperti aku!
Kita semua butuh seseorang untuk mendukung kita
Membantu kita membuat satu sama lain lebih baik
Meski dunia tak selalu benar Masa sulit membuat kita kuat
Kita saling memiliki Kebersamaan kita indah
Kebersamaan kita indah
SOFA PERTEMANAN
Selamat pagi, Burung.
Selamat pagi, Plang Berkarat!
Hari indah lagi di Tepi Laut di Tepi Pantai,
rumah baruku!
Selamat pagi, Furlecia!
Selamat pagi, Arlo!
PEMBUKAAN BESAR!
- Pagi, Tony. - Hei, pagi.
Bantu aku, teriak jika kau lihat petugas kesehatan.
Tawaran hari ini. Beli satu dapat satu dengan harga sama!
Pagi, Kuda Air Mancur Megah!
Pagi, Marcellus.
Singkirkan dirimu dari air mancurku.
Bertie, keluar! Cepat!
Ada apa? Siapa mengejarmu? Burung camar? Akan kuhabisi mereka.
Aku aman, tetapi aku senang kau menjagaku.
Coba tebak?
Ada sesuatu untuk apartemen kita.
Apartemen kita?
Seperti kataku, berkali-kali,
kita tetangga, bukan teman sekamar.
Aku punya apartemen sendiri dan kau juga, di sana.
Ya, itu maksudku.
Kita sepakat, punya ruang sendiri-sendiri itu baik.
Ingat? Membangun kemandirian.
Aku tahu! Aku bukan bayi rawa lagi. Aku kini mandiri.
Kugosok gigiku setidaknya sebulan sekali, makanya kubelikan kau sesuatu.
Sudah tiba! Kejutanmu!
Lihatlah kemegahannya, Sayang.
Hei!
Apa itu?
Mimpi kita terwujud.
Mimpiku tak seperti itu.
Kami temukan di pantai.
Kejutan yang menyenangkan!
Sangat basah dan lembek.
Hore!
Basah dan lembek!
Arlo, maafkan aku. Aku tidak...
Maaf untuk apa? Ini malah lebih baik! Kini kita bisa ambil sepotong.
Tadinya mau kusarankan kepemilikan bersama,
tetapi ini lebih baik, percayalah.
Sepertinya sifku di kedai Tony akan dimulai... dua jam lalu.
Ya ampun.
Selamat bersenang-senang.
Dah! Baiklah, ayo pindahkan ini ke dalam.
Jangan khawatir. Aku bisa, tak butuh bantuan.
Begitu, bagaimana?
Sempurna. Ini hal terseru yang pernah terjadi.
Ini memang sangat menyenangkan.
- Aku tahu kau suka. - Terima kasih atas separuh sofa barunya.
Mau bermain? Aku punya sepatu kuda.
Bisa main Tendang Willie Keluar Lumbung.
Aku akan kembali ke tempatku. Aku masih harus membongkar barang.
Lihat. Aku hanya mengujimu, dan kau lulus.
Baiklah.
Hadiah lulus tesnya adalah membuatkanmu pai.
- Mau buat bersama? - Dah, Arlo.
Baiklah! Silakan! Aku juga banyak pekerjaan.
Jika mau mengobrol dalam dua menit, aku di sini.
Aku sendirian di tempat ini. Aku suka.
Kuharap Bertie tak terlalu kesepian sendirian di sana.
Bertie, apa sofaku harus pindah ke kamar?
Terserah kau, itu apartemenmu.
Kau tak apa?
Ya! Aku baru pindahkan sofaku ke tangga.
Mau lihat?
Tidak, terima kasih! Aku mau bersantai sekarang.
Ya, aku juga.
Ini menyenangkan.
Ini... menyenangkan?
Sekarang apa?
Kedai Piza Tony. Bicara cepat, waktu adalah uang.
Hei, Teeny Tiny Tony!
Arlo? Berhenti menyumbat saluran telepon!
Bagaimana jika ada pelanggan sungguhan?
- Kedai Piza Tony, apa- - Hei! Aku lagi!
Tidak, tunggu, jangan ditutup. Aku ingin bertanya.
Mimpi apa yang berani kau impikan jika kau tak bisa gagal?
Saluran ini hanya untuk pelanggan!
Baik. Maka aku akan pesan piza. Apa kesukaanmu?
Aku tak mau meladenimu.
Kau dapat yang klasik, 20 menit, dah.
Aku sudah merindukannya.
Piza panas segar!
- Bagus, mau membantuku? - Sebenarnya, aku tadi lapar, jadi…
Kuharap kau tidak.
Tidak apa. Aku tak terlalu lapar. Cuma...
Harus pergi! Tony sangat marah hari ini. Urat dahinya menonjol. Dah!
...ingin bicara.
Bertie, mau mampir dan makan piza?
Baik, kau pasti sibuk.
Katakan. Apa yang mengganggumu?
No comments yet. Be the first to leave one.