200 rreshtat e parë.
Lebih jauh, Tony!
Ini semua salahku.
Kita dikutuk, Anak-Anakku.
Ini salahku.
Kita harus menemukan karavan itu.
Siapa orang-orang dari Saint-Gilles?
Entahlah. Gipsi dari rusunawa.
Aku hanya tahu mereka berengsek.
Tenanglah.
Baiklah. Sudah menemukan kamp baru?
Itu masalahku.
Aku akan menangani Juan.
Selesaikan pekerjaanmu, dan biarkan aku memikirkan kamp.
Mengerti?
Ayo, masuk.
Bisa kubantu, Ferran?
- Mencari sesuatu? - Tidak.
Aku hanya melihat anak-anakmu kembali pagi-pagi sekali.
- Kau juga, setelah kupikir-pikir. - Lalu kenapa?
- Aku khawatir. Kita keluarga. - Kau pernah muda, kan?
Apa yang kau rencanakan?
Apa urusannya denganmu?
- Jika terjadi sesuatu... - Jangan ikut campur!
Selidikilah karavanmu sendiri.
Wanita itu...
Sulit dipercaya.
- Ibu! - Ya?
- Di mana ponselku? - Tanya ayahmu.
- Di mana? - Ayahmu mengambilnya.
Ayah!
- Leti, dia sedang tidur. - Maka akan kubangunkan! Ayah!
Gadis itu membuatku gila.
Selalu terpaku pada ponselnya. Seperti bayi pada payudara!
Ayah!
Hentikan!
Kalau begitu, bangunkan dia!
- Ayah! - Apa-apaan ini?
Di mana ponselku?
Aku menyitanya. Di mana kau kemarin?
Keluar. Apa masalahnya?
Aku tak mau kau "keluar". Tidak dengan Tony.
- Berikan ponselku. - Pria itu bukan untukmu.
Kau bilang aku bisa memilih suamiku.
Kita semua menikah di usia 20 tahun.
Kau harus memilih seseorang, asalkan bukan Tony.
Ibumu dan aku ingin bangga memakaikan mahkota itu di kepalamu
di hari pernikahanmu.
Hei, Juan.
Dia tidak akan pernah menikah dengan warna putih jika terus begini.
Jangan ikut campur!
Aku yang memberi perintah di keluargaku.
Dia benar.
Memang kau tahu apa? Dia harus mengawasinya.
- Gadis itu membuatnya gila. - Dia menyiksaku.
Di sinilah para gadjo ingin menempatkan kita.
Siapa mereka?
Gipsi rusunawa.
Mereka tak seperti kita.
Mereka seperti rumput liar, tumbuh dari beton.
Kau siap?
Hei, siapa bos di sini?
Kenapa? Siapa kalian?
Aku pelancong. Kau tak mengenalku.
Aku kehilangan karavan, kudengar ada di sini.
- Apa katanya? - "Tak ada apa pun untukmu di sini."
Pelancong.
- Pelancong! - Apa?
- Di mana karavanmu? - Siapa yang bertanggung jawab?
Kau bosnya?
Apa katanya?
Bos membawa kudanya pergi untuk buang air besar.
Kau mencoba melucu?
Kupotong kau, Bodoh!
Enyahlah, Berengsek!
Bos kembali!
Itu bosnya.
Pergilah.
Ada apa?
Mereka mencari karavan.
Mercedes putih dari tahun '90-an.
Ada di sini?
47 BNJ 13.
Kau ingat?
- Apa urusannya denganmu? - Itu karavan ayahku.
Kau punya, tidak?
Aku akan membayarmu.
Baiklah, pergi. Enyahlah.
Tidak masalah, tenang. Hanya saja, ada nilai sentimentalnya.
Dia keluarga.
Persetan dengan pria tua itu.
Dia tidak punya kesetiaan dan prinsip.
Pengedar yang payah.
Tidak. Pria yang kumaksud hanya menyukai barang antik.
Dia penjual barang antik? Begitu rupanya.
Kukira kita membicarakan Miguel.
Pasti ada kesalahan.
150.000 dolar. Itu kesalahannya.
Miguel kabur dengan uang kami.
Kami mencarinya, tapi hanya menemukan karavannya.
Jika kau menginginkannya, bayar kami kembali.
Apa? Uang tunai apa ini?
Dari kokaina.
Kokainaku.
Mustahil.
Itu mustahil.
Dia pergi pada hari Kamis pertama setiap bulan, bukan?
Kau tahu kenapa?
Karena itu hari pengiriman.
Pernah bertanya-tanya kenapa dia pulang dengan uang 500 euro?
Karena itu caramu membayar narkoba. Bukan barang antik.
Kalian para pelancong tidak tahu itu?
Jika mau karavannya, harganya 150.000 dolar.
Sekarang, pergilah!
- Pergi! - Ayo, Kawan.
Pergi dari sini!
Lepaskan!
Aku tidak percaya.
Sudah jelas sekarang. Semua uang yang Ayah bawa pulang.
Itu bukan dari barang antik.
Kita semua lebih baik memercayai itu.
Dia bahkan bilang, "Kita tak menyentuh kokaina."
Omong kosong!
Ayah berurusan dengan Manu.
Bagaimana sekarang?
Kita perbaiki kekacauan ini.
Kita bayar utang Ayah, dan bungkam para gipsi rusunawa.
Apa Martinez mungkin saja menemukan uangnya?
Tidak, dia menjual karavannya.
Kurasa ibu kita memilikinya.
Dia pasti menyembunyikannya atau menguburnya di suatu tempat.
Dia tahu soal narkoba itu?
Entahlah.
Tidak.
Dia tidak tahu. Itu mustahil.
Kita tidak menyentuh narkoba. Titik.
- Kita harus memberitahunya. - Tidak! Kita diam saja.
Kita perbaiki ini sebelum dia menyalahkan kita.
Kita tidak punya pilihan.
Itu Leti.
Jo.
Hei, Leti.
Maaf, Leti.
Aku tidak ingin membatalkan pertunangannya.
Aku sudah mengemas barang-barangku.
Bawa aku pergi.
Jika kau melakukan itu, kita bisa menikah.
- Ayahku tak bisa menghentikan kita. - Aku tidak bisa.
Mereka akan membenciku. Kau mau diusir dari klan?
Kita akan tinggal di tempat lain. Aku tak peduli!
Ini tradisi. Banyak orang melakukannya.
- Leti. - Apa?
- Tapi tidak seperti ini. - Lalu bagaimana?
- Dengan cara yang benar! - Tidak bisa!
- Dengan persetujuan orang tuamu! - Mereka akan menolak.
Kau tuan putriku, Leti.
Aku mencintaimu.
Beri aku waktu sepekan.
Satu pekan saja.
Aku punya rencana untuk menghasilkan uang.
Apa yang akan kau lakukan?
Aku merencanakan perampokan. Setelah itu, aku akan berhenti.
Culik aku.
Maaf, aku tidak bisa.
Hei...
Aku berjanji akan menikahimu.
Aku bersumpah akan menikahimu, Leti.
Kita akan membeli tanah dan bahagia, ya?
Hanya kau dan aku.
Lihat aku.
Hanya kau dan aku.
Semua ini akan berlalu.
- Lalu Miguel? - Ada apa dengannya?
Jika dia kembali.
Miguel tidak akan kembali. Jika dia kembali, kutembak dia.
Juan akan menyerah, aku tahu itu.
Dia mengamuk, tapi...
Tapi dia takut.
Itu dia.
Dia takut padamu.
Dia berhak takut.
Aku tak akan meninggalkanmu.
Siapa yang akan mengurus semua ini?
Siapa lagi yang akan melakukannya?
Jo makin mirip denganmu setiap hari.
Halo, Nak.
Tidurmu nyenyak?
Kita harus bicara.
Bagaimana dengan karavan itu? Kau menemukannya?
Apa kau akan menemukannya?
Bangun!
- Aku memberimu uang. - Lalu?
- Lalu? - Aku tahu soal Ayah!
Apa?
Uang narkoba sebesar 150.000 dolar!
Itulah yang membuat keluarga tetap bertahan.
Uang Ayah!
- Aku tidak mengerti maksudmu... - Berhenti membohongiku!
Aku juga tahu kau membatalkan pertunanganku.
Jadi, berhenti berbohong dan katakan caraku mendapatkan Leti kembali!
- Lepaskan aku! - Diam!
No comments yet. Be the first to leave one.