200 rreshtat e parë.
SERIAL NETFLIX
Peristiwa Berdarah
Bagaimana kau membuka kunci mobilku?
Jumlah yang sama saat tugasmu selesai.
Masih ingin aku melakukannya di pernikahan?
Ya.
Kau tahu kau benar-benar gila?
Selesaikan saja tugasmu.
Hanya ada satu perusahaan farmasi di negara ini yang berpengalaman,
dari segi ukuran,
jangkauan,
dan keahlian
untuk berhasil dengan usaha semacam itu.
Perusahaan itu
adalah Ademola Pharmaceuticals.
Kami menantikan keputusanmu dalam beberapa hari ke depan.
Jika ada pertanyaan lagi,
tim teknis kami akan dengan senang hati menjawabnya.
Permisi, aku
tak mau terlambat ke pernikahanku.
Kemi...
sama dengan milikmu.
Aku membuatnya khusus untukmu.
Indah sekali.
- Aku tahu. - Terima kasih.
Tidak.
Terima kasih telah mendukungku selama bertahun-tahun.
Kita saling mendukung.
Sarah…
jika bukan karenamu, aku tak akan mencapai separuh yang ada dalam hidupku.
- Kau mau aku menangis, merusak riasanku? - Kumohon!
Jangan lupakan aku setelah kau menikah.
- Tidak akan. - Bagus.
Astaga, kau sangat cantik.
- Lihat betapa cantiknya dirimu. - Kau juga cantik.
Kau tak serius, aku bersumpah.
Sudah selesai?
Ya, Sayang.
Kau akan segera jadi raja.
Ya.
Dan aku akan menjadi ratumu.
Ya.
- Ini gila. - Ada apa?
Ini Kenny.
Dia terus meneleponku. Sungguh, sudah 12 kali.
Demi Tuhan, jangan hari ini!
Blokir nomornya.
Sudah kucoba. Lalu dia pakai nomor berbeda.
Hai, Sayang.
Sayang.
- Kau sudah di sini. - Ya.
- Bagaimana rapatnya? - Baik. Cukup bagus.
- Kemi. - Hai, Kola.
Kukira kita sudah bahas gaun ini?
Aku mencoba yang lain, tetapi entahlah, aku merasa yang ini lebih baik.
Kurasa tidak.
Ayolah, Kola, gaun itu sempurna.
Pengantin pria hadir.
Kini cuma ada 727 hal yang harus kucemaskan.
Kau tahu itu sebabnya kupilih pria terbaik untuk pendampingku?
Ya, semoga dia memenuhi harapan itu.
Ya, sekarang aku harus meminjam wanita terbaik untuk mengurus jadwal.
Ya.
Ganti.
Selamat siang, Pak.
Reservasi kamar atas nama Okafor.
Kau di sini untuk pernikahan?
Tidak.
Perjalanan bisnis.
Ayah, lihat indahnya tempat ini.
Tempat ini indah.
Ya. Bagus.
"Bagus"? Apa hanya aku yang melihat ini?
Indah.
Sayangku. Hotel ini sangat bagus.
Terima kasih. Selamat datang. Selamat siang. Kalian tamu pernikahan?
Ini upacara kami. Kami orang tua mempelai wanita.
- Yang digendong. - Luar biasa.
Itu putriku.
Selamat datang, Tn. dan Ny. Duru. Kuambilkan kunci kamar kalian.
Maksudku,
dalam tradisi Igbo, pertunangan ini akan terjadi di…
Ifeanyi, yang lebih suka garam daripada gula?
Bagaimana kita mampu menyewa tempat ini?
Untuk upacara, di desa kita?
Fokuslah.
Silakan. Kalian akan menginap di salah satu suite kami yang lebih besar.
Kau dengar itu? Suite yang lebih besar! Itu bukan hanya kamar!
- Terima kasih, Sayang. - Ya, nikmati pernikahannya.
Pasti.
Ibu, FJ ingin menunjukkan pakaiannya.
Kancing paling bawah lepas.
Hei, itu dia. Pria terbaik saat ini.
Apa kau melambungkan kami ke masa depan yang makmur?
Aku akan terkejut jika mereka memberikannya ke salah satu pesaing kita.
- Presentasinya sempurna. - Itu brilian, Nak.
Hei, FJ, Kawanku! Tampak rapi!
- Semoga kalian baik saja? - Ya, kami baik saja.
- Kau mengganti gaunmu? - Yang satunya agak sempit.
- Sarah! - Jika dia membuat...
Dia mengenalku. Sarah, kita perlu bicara.
Sarah?
Biarkan aku berbicara dengannya. Aku perlu bicara.
Aku kenal dia. Tak apa, aku kenal dia.
- Kumohon, jangan lakukan ini. - Apa ini?
- Aku mencintaimu. - Kau tak bisa...
Kau menikahi pria ini untuk...
- Kau selalu dapat yang kau mau, bukan? - Ya.
Kau hebat. Luar biasa. Jadi...
Ya.
- Aku sangat mencintaimu... - Nanti kutelepon.
Dengarkan aku.
- Aku tak percaya ini. - Apa?
Kenny, kumohon. Kita bisa…
Aku ingin mencabik-cabik bajingan itu.
Jangan ikut campur.
Ini sebuah penghinaan.
Akan kutangani, ya? Jangan ikut campur.
- Jika mencintaiku... - Ikutlah...
- Pergi dari sini. Sekarang. - Sarah, beri tahu dia.
Sarah, jangan biarkan mereka. Sarah, kau membuat kesalahan!
- Jangan biarkan mereka. - Keluar. Sekarang!
Aku hanya mencoba bicara. Lepaskan aku sekarang.
Jangan lakukan ini! Kau membuat kesalahan! Sarah!
Jangan permalukan aku hari ini.
- Kau dengar aku, Sayang? - Maafkan aku, Ibu.
Aku janji tidak akan.
Sedang apa dia di sini?
- Kola... - Kataku, apa yang dia lakukan di sini?
Entahlah.
Sumpah.
Kau suka menghubunginya?
Tidak.
Apa dia meneleponmu?
Sarah…
jangan membohongiku.
Apa kau membohongiku?
Dia menelepon beberapa kali.
Kola…
Kami hanya ingin berterima kasih kepada keluarga Ademola,
terutama Kola dan Uduak, ibunya, untuk pertunangan megah ini
di hotel yang sangat mewah ini.
Kurasa itu benar, dan hanya cocok untuk itu…
pada titik ini, kita ingat pria hebat itu sendiri, Oladayo Ademola,
suami Uduak, dan ayah Kola, Femi, dan…
Timeyin.
Dan Timeyin, ya.
Kita semua tahu betapa bangganya
dia melihat putra bungsunya menikah.
- Bisakah dia diam saja? - Ibu.
Namun, tidak!
Sepanjang hidupku, aku selalu bermain lotre.
Setiap minggu, jumlah yang sama.
Tetapi jika kau tanya aku, berapa yang kumenangkan?
Kataku, tak ada!
Namun, hari ini, aku...
aku merasa aku pria paling beruntung di seluruh Nigeria.
Duduklah.
Pertama, aku ingin berterima kasih
kepada Ibu dan Ayah Duru,
karena membesarkan wanita tercantik yang pernah kulihat.
Dan karena mengizinkanku menikahinya.
Aku telah membuat lukisan Sarah
yang kuyakin menggambarkan kecantikannya…
Itu indah.
...keanggunan,
dan ketenangannya.
- Ibu dan Ayah Duru? - Ya.
Terimalah bingkisan kecil ini.
Terima kasih.
- Terima kasih. - Terima kasih.
-Apa yang kulewatkan? -Timeyin!
Selamat.
Kau datang.
Kau pikir kulewatkan pernikahanmu?
- Kau tampan. - Nah, begitu.
Semuanya, putriku Timeyin, yang belajar di luar negeri.
Ibu, semua orang tahu aku di rehabilitasi.
Itu berita terbesar di Lagos.
Diam.
Kalian tahu aku di rehabilitasi, 'kan?
Siapa yang harus kutiduri untuk minum di sini?
Bercanda.
Bercanda! Semuanya, tenang!
Aku tak minum 22 hari dan berniat tetap begitu.
- Aku bangga kepadamu. - Terima kasih.
Betapa aku mencintai putraku ini.
Jadi, kurasa sudah terlambat untuk membujukmu menghentikan ini?
Ayolah, Bu.
Kau tahu Abasiama meneleponku
sambil menangis setiap hari.
Abasiama selalu banjir air mata, Bu.
Kalian pasangan yang serasi.
Kau diam saja malam ini.
Benarkah?
Hanya lelah. Itu saja.
Ada apa?
Tak ada,
aku cuma ingin ganti baju.
Sarah.
No comments yet. Be the first to leave one.