200 rreshtat e parë.
DIADAPTASI DARI NOVEL QING LINGYUE, QIE SHI TIAN XIA
Dalam dunia yang terbagi menjadi tujuh bagian,
Keluarga Kekaisaran
memimpin enam prefektur dengan Pelat Xuanji.
Ada dua orang terhebat
di dalam dunia persilatan.
Pemilik Paviliun Air Yinquan,
Hei Fengxi,
dan pendekar wanita Sekte Tianshuang,
Bai Fengxi.
Mereka bertarung tanpa henti demi reputasi.
Anehnya,
Hei Fengxi, yang biasanya tak berhubungan dengan orang lain,
selalu setuju
tiap kali Bai Fengxi mengajak bertarung.
Di dunia persilatan bahkan terdengar
bahwa di tempat Bai Fengxi berada
pasti ada Hei Fengxi.
Cerita dua orang ini dimulai dari Dadong.
DADONG
DADONG
DADONG
PUTRA MAHKOTA DADONG, JING YAN
Kaisar, Putra Mahkota ingin menghadap.
Izinkan.
Persilakan Putra Mahkota Jing Yan masuk!
KAISAR DADONG, KAISAR CHUNXI
Ananda hormat pada Ayahanda.
Semoga Ayahanda panjang umur.
Ayahanda, Ananda baru saja tahu
bahwa Pelat Xuanji hilang.
Begitu saja sudah takut?
Aku…
Jangan lupa.
Kau adalah putraku,
kaisar Dadong di masa depan.
Tak ada yang bisa menakutimu di dunia ini.
Kalau begitu,
menurut Guru, selanjutnya kita harus bagaimana?
Hilangnya Pelat Xuanji
timbulkan reaksi berbeda di enam prefektur.
Kaisar.
Amati saja dalam diam.
Bertindak sesuai rencana saja.
DADONG
Kaisar Chunxi dari Dadong bertitah.
Raja dari keenam prefektur
harus kerahkan seluruh tenaga untuk mencari Pelat Xuanji.
PAVILIUN AIR YINQUAN
Cangyi, jangan buru-buru.
Katakan perlahan.
PENGAWAL FENGXI, ZHONG LI
Tuan Muda.
Hujan lebat tahun ini
telah memengaruhi rasa mata air di gunung.
Tuan Muda, Cangyi membawa kabar.
Pelat Xuanji Keluarga Kekaisaran hilang.
Kaisar Chunxi menitahkan
agar tiap prefektur mencarinya.
Kekuasaan Kekaisaran sedang lemah.
Niat memberontak enam prefektur mulai bangkit.
Pasti ada sesuatu di balik Pelat Xuanji
yang hilang di saat ini.
Zhong Li.
Minta semua orang kumpulkan
lebih banyak kabar tentang Keluarga Kekaisaran.
Selidiki alasannya hingga jelas.
Baik.
PEMILIK PAVILIUN AIR YINQUAN, HEI FENGXI
ENAM PREFEKTUR HARUS DAPATKAN PELAT XUANJI
DAN MENGEMBALIKANNYA KE KELUARGA KEKAISARAN
Setelah Dadong berdiri,
demi mengatur dunia,
kaisar pendiri, Kaisar Weilie
membuat Pelat Xuanji.
Pelat Xuanji adalah lambang kekuasaan Kaisar tertinggi.
Pemilik pelat adalah penguasa dunia yang sah.
Memiliki Pelat Xuanji berarti memiliki dunia.
Asalkan bisa menguasai Pelat Xuanji,
maka dunia ini akan jadi milik sendiri.
Umumkanlah.
RAJA YONGZHOU
Semua yang berada di Yongzhou
harus mencari Pelat Xuanji.
SATU BULAN KEMUDIAN
GUNUNG XUAN
JENDERAL LIEFENG DARI JIZHOU, YAN YINGZHOU
BEIZHOU, SHANGZHOU
PETA KEKAISARAN DADONG
Pangeran, Yan Yingzhou dapat Pelat Xuanji.
Sangat bagus.
PENERUS RAJA JIZHOU, HUANG CHAO
Di mana dia sekarang?
Ada di Beizhou.
Tiap prefektur sudah mengutus orang ke sana.
Utus orang untuk bantu Yingzhou atasi masalah.
Baik.
Jika Pelat Xuanji dimiliki oleh Jizhou,
maka tak lama lagi
kita bisa menguasai dunia.
Lama tak kulihat begitu banyak pria dungu.
Menarik juga.
Lin Yin'an dari Youzhou.
Kenapa kini kau ikut maju?
Kenapa tadi kau malah takut saat melihat
pedang panjang Yan Yingzhou?
Kau bosan hidup, Wanita Sial?
- Turun kau! - Aku tak suka caramu bicara.
Kau Pendekar Wanita Fengxi?
Kau kenal aku?
Semua tahu kehebatan Bai Fengxi yang tiada duanya.
Apakah Nona Feng juga tertarik pada Pelat Xuanji?
Aku tak tertarik pada Pelat Xuanji itu.
Hanya saja, Yan Yingzhou ini
benar-benar tipeku.
Meski kau kuat,
tapi kau kalah jumlah.
Untuk apa ikut campur dan mencari masalah sendiri?
Jika kau bersedia ganti kerugianku,
aku akan langsung pergi.
Mohon Nona jelaskan.
Tadi aku sedang tidur siang.
Kalian mengganggu mimpi indahku.
Kalian tahu apa yang kumimpikan?
Dewi Barat mengajakku
ke Gunung Dewa Kunlun…
untuk minum arak bagus dan menikmati tarian dewi.
Sungguh menyenangkan!
Dia bahkan beri aku sebuah Persik Dewa.
Saat ingin menerima persik itu,
kalian datang.
Asalkan kalian bersedia mengganti Persik Dewa itu,
aku akan langsung pergi.
Aku tak mau lagi Yan Yingzhou
atau Pelat Xuanji itu.
Kak He, wanita sial ini mempermainkan kita.
Kejar!
Kejar aku jika bisa.
PAVILIUN KARAKTER MULIA
Tuan Muda, baru saja menerima kabar.
Jenderal Liefeng dari Jizhou, Yan Yingzhou, mendapatkan Pelat Xuanji.
Kini tiap prefektur sedang memburunya.
Jizhou pun lakukan segalanya
demi Pelat Xuanji.
Tuan Muda, waktunya sudah tepat.
Kita sungguh takkan ikut campur?
Meski sudah tahu semuanya,
kau mengabaikan hati manusia.
Hati manusia?
Keenam prefektur punya niat jahat.
Pihak mana pun yang dapatkan Pelat Xuanji
akan berkuasa di awal,
tapi tetap harus menghadapi kepungan
dari kekuasaan prefektur lain.
Hanya saja, keadaan saat ini
akan merugikan Jenderal Liefeng.
Tuan Muda.
Ada satu kabar lagi.
Bai Fengxi dari Sekte Tianshuang selamatkan Yan Yingzhou.
Dia rivalmu.
Apa kali ini pun dia datang demi Pelat Xuanji?
Suruh Cangyi mengawasinya.
Baik.
Dia juga datang?
Pasti hanya membantu sebab ada ketidakadilan.
Begitulah sifatnya.
Terima kasih bantuanmu, Pendekar Feng.
Namun, kenapa Nona mau menyelamatkanku?
Tiga tahun lalu,
di Kota Changfeng.
Kota Changfeng?
Di hari Jizhou dan Shangzhou berperang,
kau membawa pasukanmu untuk menahan
pasukan Shangzhou
di celah utara Kota Changfeng
demi melindungi rakyat.
Meski memenangkan perang,
tapi kau menunda waktu perang
dan dihukum oleh Raja Ji.
Perang adalah urusan militer.
Rakyat tak bersalah.
Kata-kata itu
cukup bagiku untuk menyelamatkanmu.
Memikirkan rakyat dan menjunjung negara.
Kau tak layak mati di tangan orang licik.
Aku hanya ingin wujudkan keinginan rakyat.
Pendekar Feng pembela keadilan.
Pendekar Feng, aku ingin minta bantuanmu.
Mengantar Pelat Xuanji ke Jizhou?
Aku tak bisa melakukannya.
Aku terbiasa hidup bebas.
Kau lakukan saja sendiri.
Hidupku mungkin takkan lama lagi.
Setelah bertemu aku,
kau masih berkesempatan hidup.
Tahu Keluarga Han?
Nona mau berobat ke Keluarga Han?
Kau cukup pintar.
Hubunganku baik dengan pak tua dari Keluarga Han.
Akan kuminta Bubuk Zifu dan Pil Hati Dewa darinya.
No comments yet. Be the first to leave one.