Grey's Anatomy

Grey's Anatomy

Shkarko Titrat Indonesian

Sezoni 22

Informacioni i lëshimit

Greys Anatomy S22E03 HULU WEB h264-GRACE / AMZN / DSNP
Një Komentar nga tedi
Retail ADSNP Resync for WEBRip

Etiketat

webdl
Publikuar më: 2025-10-31
Shkarkime: 32
Dëgjim i Dëmtuar: No

Pamje paraprake e titrave në Indonesian

200 rreshtat e parë.

Selama hampir seluruh sejarah manusia, dokter tak bisa menghentikan rasa sakit.

- Hei. - Hai.

Hai.

Ibu memang melarangmu makan kroisan cokelat,

tapi bagelnya habis, jadi sama-sama.

Terima kasih.

Semua baik-baik saja?

Lihat. Ibu Sam sudah datang.

Bersenang-senanglah.

Ya, sampai nanti.

Apa itu?

Dia akan beri tahu saat siap.

Serius?

Selama operasi, pasien merasakan setiap irisan dan jahitan

sampai mereka pingsan.

Apa yang kau lakukan?

Tarian kepala residenku.

Pekerjaan ini berat.

Tapi aku bisa menunjuk diriku ikut operasi transplantasi canggih.

Hei. Aku tak sabar bekerja denganmu hari ini.

Akan jadi terobosan.

Kita lihat saja nanti.

Hei. Selamat pagi.

Hei, aku tak sabar bergabung denganmu di OR hari ini.

Itukah alasanmu sangat ceria?

Tentu.

Aku parkir di tempat parkir kepala.

Bukankah itu di samping tempat parkirmu yang lama?

Yang ini tak ada lubang di aspalnya.

Keuntungan jadi kepala.

Sangat bagus.

Ya, aku sudah pernah jadi keduanya. Aku tahu jadi kepala

hanya mengurus penjadwalan, masalah SDM, dan dokumen.

Apa kepala residen punya meja sendiri?

Sudah diisi dengan camilan.

Itulah maksudku.

Aku bahkan ke toko grosir.

Yang bisa dokter bedah lakukan hanyalah bekerja dengan cepat.

Semua berubah saat operasi menggunakan eter sebagai anestesia.

Pagi, Kursi Cadangan.

Dia hanya iri karena tak bisa ikut operasi

transplantasi paru-paru ganda.

Sebaliknya, aku di bedah plastik.

Sejak kapan kau tertarik dengan itu?

Cakupan dan jangkauan luas dalam anatomi,

peluang penelitian canggih, permintaan tinggi.

Kurasa bedah plastiklah untukku.

Kuharap kau dan bedah plastik bahagia bersama.

Sekarang, dokter bedah punya dilema baru. Jika pasien tak merasa sakit...

- Permisi. - ...kapan kau berhenti?

Apa kita dapat loker?

Hari pertamamu?

Aku melewatkan hari pertama.

Cuti untuk merayakan hari pernikahan kakek nenekku.

Berani sekali untuk autotrof.

Urutan terbawah rantai makanan. Ruang loker magang ada di ujung lorong.

- Maaf, tapi aku bukan... - Buat alasan malah memperburuk.

Residenmu akan berterima kasih.

Benarkah?

Percayalah. Siapa residenmu?

Kwan.

Aku harus berterima kasih kepada diriku.

Siapa namamu tadi?

Mohanty.

Kavita Mohanty.

Aku tak melihatmu di daftarku.

Karena aku dokter seniornya.

Aku dokter bedah plastik baru. Kau bekerja denganku.

Dr. Griffith,

bagaimana dokter magang bisa ikut transplantasi paru-paru ganda?

Bukan aku yang buat jadwal. Bicara dengan Warren. Kau juga telat.

Tapi kau bisa rekomendasikan aku.

Kau tak bisa meminta bantuanku. Lakukan sesuatu yang berguna.

Apa yang dia lakukan padamu?

Kita harus buat perjanjian.

Ini tahun kedua. Kita harus fokus.

Tak ada seks atau hubungan.

Kau setuju?

Kau tidur dengannya.

Itu tak disengaja.

Bagaimana? Kau jatuh di atasnya?

Detailnya tak penting. Kau setuju?

Aku tak tidur dengan dokter magang.

Aku juga tidak.

Memberi Tamu Kami Yang Terbaik. Kunci Duplikat

Hei. Kau mengerti soal mobil?

Haruskah kuminta garansinya diperpanjang?

Tergantung pada mobilnya, anggaranmu,

dan ingin punya mobil itu berapa lama.

Sewaku habis 12 jam lagi.

Kau mepet sekali.

Kami butuh mobil besar, tapi aku benci negosiasi.

Kukira Link sudah akan keluar dan tangani ini, tapi...

Kuhabiskan setahun terakhir bernegosiasi untuk rumah sakit ini.

Kau harus bersabar dan tujuanmu harus jelas.

Apa saja mungkin.

Bulan lalu, aku beli mesin MRI dengan harga murah.

Kau mau ikut denganku?

Aku punya pasien, tapi...

- Hei, sudah lama tak bertemu. - Hai.

Bagaimana kabar semuanya?

Baik, aku baik-baik saja.

- Sedang apa di sini? - Dompet David tertinggal.

Bagaimana piza nanasmu?

Piza?

Aku bertemu Owen dan anak-anak beli makan malam.

Kuakui aku agak menghakimi saat dengar pesananmu.

Ya, aku bekerja lembur. Trauma besar.

Aku baru pulang setelah mereka lahap semuanya.

Kita belum bertemu. Aku Jo Wilson.

Hai. Cass.

Ya. Maaf. Jo Wilson. Cass Beckman.

Dia dokter bedah trauma yang luar biasa.

Dia menikah dengan David.

Aku pernah bekerja dengan David. Dia hebat.

Tak bisa ingat bawa dompet,

tapi dia hebat dalam CABG.

Ini lantaiku. Senang bertemu denganmu, Jo.

Aku senang berpapasan denganmu.

Jadi, kita akan naik mobilmu?

Kudengar kita akan bermain kursi musik dengan paru-paru hari ini.

Maaf, aku pasti salah kamar.

Aku cari Ryan Delgadillo.

Dia setinggi ini. Dia suka pesawat.

- Itu aku. - Apa? Itu kau?

Kau pasti tumbuh 15 cm sejak terakhir kali aku melihatmu.

Aku sudah sekolah TK.

Kau sekolah TK? Kau sudah besar.

Kalian sudah bertemu dr. Ndugu.

Dia memelopori terobosan pada bedah kardio.

Kita beruntung dia di sini.

Senang bisa membantu.

- Dr. Griffith. - Ryan Delgadillo.

Usia enam tahun. Didiagnosis bronkiolitis obliterans pada usia dua tahun.

Dipasang ECMO selama empat pekan.

Hari ini, kita akan lakukan transplantasi paru-paru bilateral dari donor hidup.

Tiap orang tua menyumbang satu lobus bawah.

Jika ditransplantasi bersama, akan jadi paru-paru baru Ryan.

Kau yakin ini cara yang tepat?

Haruskah kita tunggu paru-paru donor yang sudah meninggal?

- Kau berubah pikiran? - Tentangku? Tidak.

Aku akan berikan semua paru-paruku kepada Ry jika bisa.

- Bisa bicara? - Tentu.

Kami akan kembali.

- Bagaimana ini? Nyaman? - Ya.

Kami hanya ingin pastikan potongan paru-paru kami

sebagus paru-paru orang seukurannya.

Kekhawatiran kalian valid.

Dapat dua paru-paru dari donor yang meninggal memang lebih baik,

tapi tak ada yang cocok.

Ryan sudah berminggu-minggu dipasangi ECMO.

Risiko pendarahan, pembekuan darah, kerusakan organ

naik empat kali lipat.

Peluang kita untuk bertindak menipis.

Menurutmu, ini akan berhasil?

Berdasarkan pemeriksaan ekstensif yang kami lakukan pada kalian, kami yakin.

Setelah tanda tangan formulir persetujuan, kalian akan dipersiapkan operasi.

Aku akan periksa pergelangan tanganmu...

Kau mau aku di mana?

Di sana saja.

Ambulans mana yang membawa pasienku?

Siapa pasienmu?

- Katie. - Katie Rogers.

Usia 27 tahun. Mobil menabrak pohon. Penumpang terkekang.

Tak sadarkan diri. GCS 15. Semua bagian tubuh bisa bergerak.

Goresan dan memar ringan.

Dr. Bailey, apa aku masih bisa kemo hari ini?

Kami harus memeriksamu dulu.

Dia juga mengidap kanker lambung stadium dua.

Jika tak bisa, apa kau masih bisa operasi bulan depan?

Satu per satu. Kita masukkan dia.

- Minggir. - Aku tak apa.

Minggir.

Tasku. Aku butuh laptopku.

Adams, Bryant, carilah.

Kau bisa masuk. Aku saja.

Aku tak keberatan melihat ambulans.

Kau bukan sedang tur.

Apa aku lakukan sesuatu yang membuatmu kesal?

Ya, kau tidur dengan pacarku.

Tidur...

Cass Beckman tampaknya baik.

Ya, dia hebat.

- Bagaimana dengan ini? - Tidak, ini kecil.

Ada trauma besar apa?

Aku bertugas semalam. Aku tak dengar.

Pasti di malam lain. Bagaimana dengan yang di luar?

Tunggu! Ini sempurna.

Ini jauh lebih mahal daripada anggaranmu.

Tapi kau punya pengalaman negosiasi. Kau bilang sendiri,

"Apa pun mungkin." Jangan suruh aku mengendarai minivan.

Ada yang bisa kubantu?

Bisa kami uji coba mobil ini?

Tekanan darah 122 per 68.

Denyut jantung di angka 100-an.

- Aku merasa pusing. - Kau mungkin dehidrasi.

Pasang sekantong cairan lagi dan beri dia sesuatu untuk rasa sakitnya.

- Apa yang terjadi? - Sopir taksi daringku berpapasan

dengan pohon itu.

Tampilan luka ini tak sebagus kedengarannya.

Komentet

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left