200 rreshtat e parë.
Amin.
Amin.
- Halo, Reverend. - Mr. Allnut.
- ini suratmu. - terima kasih.
maafkan keterlambatanku, dikarenakan satu hal membuatku singgah sejenak di Limbasi.
kau tahu sendiri situasinya. atau kau tak tahu sama sekali.
- selamat pagi, Mr. Allnut. - selamat pagi, nona.
bagus, akhirnya sampai. mawarku.
- kau mau minum teh? - aku tak keberatan bila ditawari.
aku butuh sesuatu guna memulihkan kondisiku.
aku di sini hanya sementara, begitu tiba kembali ke tambang,
orang-orang belgia itu akan memanggilku dengan segala nama yang terlintas dipikiran mereka,
aku tak keberatan bila mereka menyumpahiku dengan bahasa asing.
mereka tak akan menembakku.
tak ada seorangpun di afrika kecuali kau
punya pasukan hebat di kapal tua African Queen.
kau mau tambah lagi gulanya, Mr. Allnut?
boleh, nona. dua sendok penuh.
dan susu?
boleh, nona.
- roti dan mentega? - boleh, nona.
- kakak. - terima kasih.
baru saja perutku berbunyi.
begitulah suaranya, kalian pikir ada seekor hyena dalam perutku.
kau mau tambah lagi roti dan menteganya, Mr. Allnut?
terima kasih, nona. aku... aku tidak keberatan bila ditawari.
maaf.
aneh sekali. yang kumaksud adalah,
apa yang bisa kalian sarankan bila menemui seseorang dalam keadaan perut seperti ini?
cobalah makan kue yang keras, Mr. Allnut.
tak usah, terima kasih, nona.
Herbie Morton seorang uskup.
- siapa dia, sayang? - sayang, pasti kau ingat Herbie.
berambut pirang, sedikit lebih muda dariku, wajah kemerahan.
dia bernyanyi secara solo dalam sebuah konser perayaan.
seorang yang taat.
kurasa aku mengingatnya. itu sudah lama sekali.
- dia masih menjadi uskup hingga sekarang. - baguslah.
aku tadi bilang kalau Herbie sedikit lebih muda dariku,
selisih 4-5 tahun. sungguh mengejutkan.
dia tak begitu menonjol ketika masih berstatus pelajar,
tak ada yang menonjol selain dia membagikan rahmat kepada masyarakat.
tentu saja dia sudah menikah.
ya. dengan seorang janda pemilik perusahaan.
siapa namanya, Griggs? Briggs. itu dia namanya. Alfred Briggs.
sedikit kesalahan. yang benar Mrs. Alfred Briggs.
tak ada perubahan yang berarti dari Herbie. aku bangga dengannya, sungguh.
tentu saja.
tak ada yang bisa kuperbuat mengenai hal ini.
itu anugerah.
tehnya tambah lagi, Mr. Allnut?
terima kasih, tak perlu, nona. aku rasa sebaiknya aku harus pergi
aku harus kembali ke tambang sebelum besok malam.
- tak perlu terburu-buru begitu, Mr. Allnut. - tinggalah hingga malam nanti.
sekali lagi terima kasih.
ada kemungkinan aku tidak melewati daerah sekitar sini selama beberapa bulan.
benarkah? lalu bagaimana dengan surat-surat kami?
sepertinya tak bakal ada surat masuk untuk sementara waktu.
kenapa bisa begitu?
- pasukan Jerman akan mencekalnya. - kenapa, demi Tuhan?
- karena dalam masa perang. - perang? di mana, Mr. Allnut?
- Eropa. - benarkah? antara siapa dengan siapa?
Jerman, Inggris...
- Inggris? - Inggris?
- benar. - maksudmu perang sungguhan?
ya, itulah yang mereka katakan padaku.
Jerman mengklaim Inggrislah yang memulainya, Inggris mengklaim Jermanlah yang memulainya.
apa saja yang kau ketahui akan hal ini? apa yang terjadi?
aku ingat-ingat dulu. aku... itu saja yang kuingat.
ya, Prancis ikut serta, juga seluruh negara kecil lainnya.
Austria, Hungaria, Belgia, Spanyol.
aku lupa siapa dengan siapa.
- itu saja yang bisa kau sampaikan pada kami? - itu saja yang aku tahu.
aku akan lihat apa saja yang bisa aku dapatkan begitu sampai ke Limbasi.
aku penasaran apakah posisi kita sama halnya dengan di film. memerangi musuh.
apa yang menyebabkan para pasukan Jerman itu merasa terancam akan orang-orang yang ada
di tempat terkutuk ini?
Tuhan tidak meninggalkan tempat ini, Mr. Allnut,
keberadaan kakakku di sini adalah saksi langsung.
- bukan maksud menyinggung, nona. - perang.
ya. ya. kelihatannya seperti itu.
kalau begitu sudah waktunya aku pergi. terima kasih atas jamuan tehnya.
jaga diri kalian masing-masing.
- selamat tinggal. terima kasih. - selamat tinggal, Mr. Allnut.
orang yang malang. memang apa bedanya. dia orang Kanada.
apa dia tak sadar kalau dia ada di sini juga?
haruskah kita pergi ke Limbasi selama kita masih ada kesempatan?
gembala yang baik tidak akan meninggalkan jemaahnya
di saat serigala-serigala tengah mencari mangsa.
kita harus meminta kepada yang Maha Kuasa agar memberkati para pasukan Inggris
dan berharap padaNYA agar mempersingkat masa-masa sulit ini.
Rose, masuklah ke dalam dan bertahanlah di sana.
apa maksud dari aksi biadab ini? berani-beraninya kau!
Samuel!
sayang, ini milikmu. tanda yang tersemat dalam topimu.
kau tak dengar aku memanggilmu?
ya, tapi aku harus menanam bibit-bibit ini. sedikit terlambat. sudah bulan agustus.
tapi sayang, ini akan sia-sia bila ditanam di afrika tengah.
Afrika?
kakakku tersayang, kondisimu tak cukup baik.
Afrika?
- aku bantu kau melepaskan pakaianmu. - Rose.
kakak. kakak. sayang.
enyahkan para amalek itu, Tuhan. enyahkan mereka yang telah berbuat keji.
Amin.
dingin. berkabut.
di mana Rose?
Rose, apa kau di dalam toko?
aku di sini.
bawakan aku yang nikmat, secangkir teh panas.
aku di sini, kakak, di sampingmu.
aku sudah berusaha keras, untuk belajar.
bahasa ibrani, yunani, aku tak punya kecakapan.
jika aku sampai gagal melewati ujian ini, aku hanya menjadi relawan misionaris.
Rose, juga.
tidak bisa berada di tengah-tengah gadis-gadis rupawan, dia juga, sebagai pelayan
di rumah Tuhan.
sekalipun diperuntukkan untuknya, Tuhan punya maksud mulia.
aku akan letakkan buku-bukuku. aku tak akan bekerja lagi.
bila aku gagal, itu berarti Tuhan punya pekerjaan lain untukku.
Engkau yang menentukan.
Tuhan, bila memang demikian adanya, biarkan aku lebih mengenal diriku sendiri.
beritahu aku di sini, di inggris, di rumahku.
ibu pasti akan bangga.
Tuhan, aku sudah berusaha keras.
jadi mereka datang kemari, eh?
setelah aku meninggalkan tempat ini, genderang-genderang itu mulai dipindahkan ke hutan.
untungnya, orang-orangku melihatnya langsung.
aku tanya mereka, ada masalah apa, lalu mereka bilang bahwa genderang-genderang itu menandakan
tentara-tentara itu telah mengepung para penduduk,
mengusir mereka, lalu membakar desa mereka.
sehingga mereka tak punya rumah untuk kembali.
aku sudah menduga begitu aku sampai ke tambang, semuanya menjadi kacau.
orang-orangku melihat mereka kemudian melarikan diri ke hutan.
sejauh aku memandang, mereka mempunyai rencana menjadikan para penduduk asli itu menjadi tentara
lalu mengambil alih seluruh Afrika. mana Reverend?
dia di dalam. dia meninggal.
bukankah telah terjadi kejadian yang mengerikan?
jika mereka datang kemari dan menembak reverend itu berarti mereka tak hanya mengusir para penduduk,
- berarti tak ada satupun yang selamat. - mereka tidak menembaknya, Mr. Allnut,
namun merekalah yang menyebabkan dia meninggal.
buruk sekali keadaannya, nona. itulah yang bisa kukatakan.
- kapan dia meninggal, nona? - dia meninggal tadi subuh.
maafkan aku, nona. yang ingin aku katakan adalah, mengenai situasi saat ini,
lebih cepat kita menguburnya lebih baik.
tentunya bila kau berkenan. kau ada sekop?
di belakang bungalo.
semoga dia suka di kubur di sini.
aku beritahu kau, selagi aku menguburnya,
kau kemasi barang-barangmu, semua barang yang ingin kau bawa,
setelah itu kita pergi dari sini.
pasukan Jerman itu bisa datang lagi sewaktu-waktu.
- untuk apa mereka datang lagi? - mereka pasti kembali,
untuk mencari keberadaan kapal African Queen.
mereka bisa berbuat apa saja untuk mendapatkannya.
termasuk dengan barang-barang yang terdapat di dalamnya.
bahan peledak, makanan kaleng, silinder oksigen, hidrogen,
semua barang itu bisa digunakan pasukan Jerman itu. kau bisa mempercayainya.
pasukan Jerman.
kita bisa pergi ke suatu tempat di belakang pulau ini di mana tempat itu masih sepi
- setelah itu kita bisa membicarakan apa yang seharusnya kita lakukan. - aku akan berkemas-kemas.
bagus. secepat mungkin aku menguburnya.
mari kita berangkat, nona. mari kita berangkat selagi sempat.
permisi.
bisakah kau ambil alih kemudi ini, nona? ayo.
- tapi aku tak bisa mengemudikannya. - ayo.
sedikit ke kanan, nona. bukan, bukan, arah sebaliknya.
sejauh ini cukup bagus.
akhirnya sampai, aman dan nyaman seperti yang kau harapkan.
- pertanyaannya, selanjutnya apa? - benar.
kita punya setumpuk makanan di sini, nona, jadi ke depannya kita baik-baik saja.
dua ratus batang rokok. dua peti gin.
kita bisa tinggal di sini berbulan-bulan kalau kita mau.
bukan tempat yang buruk guna berlindung dari perang, benar begitu, nona?
segala kenyamanan seperti di rumah sendiri telah tersedia, termasuk air yang mengalir.
kita tak bisa tinggal di sini
hingga perang berakhir, Mr. Allnut.
benarkah, nona? kau punya peta.
tunjukkan aku jalan keluar, selanjutnya biar aku yang urus.
pasukan inggris pasti akan menyiapkan serangannya.
pertanyaannya adalah, mereka datang dari arah mana?
mungkin dari laut, rel kereta ke Limbasi.
namun itu akan menempatkan kita di tengah-tengah pasukan jerman dan inggris.
apa tak ada kemungkinan pasukan kita datang dari inggris bagian timur, Mr. Allnut?
ya, mungkin saja, meski begitu perang di eropa ini akan berakhir
sebelum mereka menembus jalan ke arah hutan.
kita berada di situasi yang sedikit rumit, nona, tak peduli dari mana cara kau memandangnya.
satu hal yang pasti. mereka tak mungkin datang dari kongo,
tak akan terjadi sekalipun mereka terpaksa. mereka harus melewati danau ini,
tak ada yang bisa melewati danau ini selama Louisa ada di sana.
- Louisa? apa itu? - kapal uap dengan berat 100 ton, nona.
pasukan Jerman membawa seluruh bagian kapal itu melalui jalur darat.
kapal itu merupakan penguasa danau karena di dalam kapal itu terdapat enam pound.
enam pound? apa itu?
meriam, nona. meriam terbesar di Afrika tengah.
- begitu. - kalau bukan karena Louisa,
mereka tidak ada apa-apanya.
pasukan Jerman tidak akan sampai pada akhir bulan ini jika saja orang-orang kita berhasil melewati danau ini,
namun semua itu tidak bisa membawa kita lebih dekat ke rumah, nona.
sungai Ulanga ini mengarah ke danau,
No comments yet. Be the first to leave one.