The Accountant of Auschwitz

The Accountant of Auschwitz

Shkarko Titrat Indonesian

Informacioni i lëshimit

The Accountant of Auschwitz 2018 NF WEB-DL
Një Komentar nga Putra14
Netflix Retail.

Etiketat

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Publikuar më: 2019-07-04
Shkarkime: 32
Dëgjim i Dëmtuar: No

Pamje paraprake e titrave në Indonesian

200 rreshtat e parë.

"Kamp utama di Auschwitz,

seperti kota kecil.

dengan gosip dan percakapan.

BULAN MEI 1942

Terdapat kantin.

Terdapat bioskop.

Terdapat klub olahraga, yang mana aku anggota.

Terasa menyenangkan di sana,

seperti layaknya kota kecil.

Situasi spesial di Auschwitz

membawa persahabatan, dan aku bisa bilang sekarang

aku mengenangnya dengan gembira.

Kami meyakini pandangan kami tentang dunia,

bahwa kami telah ditipu oleh dunia,

dan bahwa orang Yahudi bersekongkol menipu kami.

Tapi, berkaitan dengan anak-anak,

kau pasti sadar mereka tidak bersalah."

"Anak-anak,

mereka bukan musuh pada saat itu.

Musuhnya adalah darah di dalam diri mereka."

Mantan penjaga di kamp konsentrasi Auschwitz

telah diadili di Jerman.

Oskar Gröning dituduh atas lebih dari 300.000 kasus

membantu pembunuhan.

Usia Gröning sekarang 93 tahun.

AUSCHWITZ, POLANDIA

Anak-anakku tumbuh besar mengetahui keluarga kami punya rahasia.

Sebuah beban.

Mereka tanya kenapa mereka tak punya kakek nenek,

tante, paman.

Jika aku memikirkan pengalaman Holocaust-ku,

beberapa menit di jalan di Auschwitz

sungguh merupakan momen penentu dalam hidupku.

Cobalah membayangkan

besok ada orang yang memberitahukan bahwa kau

harus meninggalkan rumah,

orang tuamu dibawa pergi,

Dan kau tak tahu apa kau akan melihatnya lagi, dan kapan.

Dan...

lalu semuanya berakhir dan kau masih hidup.

Lalu kau mengetahui kau sendirian.

Tak ada orang tua.

Tak ada keluarga.

Apakah ini akan berakhir?

Aku pertama mendengar tentang Oskar Gröning saat Thomas Walther

seorang mantan hakim, dan seorang advokat atau pengacara di Jerman,

datang padaku dan bilang

bahwa dia ingin bicara

tentang pengalamanku di Auschwitz

sehubungan dengan pengadilan yang digelar untuk Oskar Gröning.

Aku pikir, "Apa urusanku dengan orang ini?"

Aku sudah pasti tak mengenalnya.

Aku berpikir cukup lama.

Pertama, aku harus memutuskan pertanyaan ini

apakah pria berusia 94 tahun ini,

yang melakukan kekejaman 70 tahun silam,

masih bersalah atas tindakannya.

Aku mendengar tentang Oskar Gröning untuk pertama kali dari Thomas.

Dia mencoba meyakinkan aku untuk datang ke Jerman sebagai saksi.

Awalnya, reaksiku adalah,

"Ke Jerman? Tidak mungkin."

Kenapa aku mau pergi dan mengingat pengalaman pahit

dan perasaan mengerikan

saat menjadi budak berusia 16 tahun lagi.

Tapi Thomas bersikeras.

Dia bilang, "Ini bukan hanya soal kau dan Oskar Gröning di masa lalu,

ini tentang membangun preseden untuk masa depan."

Gröning sangat tua,

tapi tak ada yang terlalu tua untuk dibunuh di Auschwitz.

Jika kau ambil bagian dalam membunuh saat berusia 20 tahun,

kau tetap bisa dihukum saat berusia 50 tahun

atau pun 90 tahun.

Sejak lama aku merasa

aku punya tanggung jawab sebagai korban hidup

untuk memastikan peristiwa mengerikan ini, Holocaust, tidak akan dilupakan.

Pengadilan ini adalah momen penting

di sejarah Holocaust.

Faktanya adalah banyak anggota Nazi yang tidak dihukum setelah perang.

Tapi Thomas bilang bahwa ini bukan hanya soal diriku dan masa lalu,

tapi juga tentang menciptakan preseden untuk masa depan.

Jadi aku merasa harus hadir sebagai saksi di pengadilan.

LUNEBURG, JERMAN

Luneburg adalah kota kecil di Jerman utara.

Kadang ada pembunuhan

dan ada pengadilan biasa,

tapi pengadilan ini skalanya beda.

Luneburg tak pernah mengadakan yang semacam itu,

dan kota-kota lainnya di Jerman juga tidak.

Diadakan di Luneburg

karena di sinilah Gröning tinggal.

Dan menurut hukum Jerman,

kau harus diadili di tempat kau tinggal.

Mereka menyiapkan gedung pusat,

yang cukup untuk menampung orang.

Di mana ada cukup tempat untuk para penggugat

dan pengacara dan pers

dan kursi cukup untuk massa,

karena rakyat diharapkan datang dan melihat

dan mengikuti prosesnya.

Mereka harus bertanggung jawab.

Mereka semua sadar.

Atas kejahatan yang mereka perbuat

dan yang mereka perbuat pada kaum Yahudi,

mereka harus dihukum.

Yang kecil digantung dan yang kakap dilepas.

Itulah yang terjadi.

Menghukum orang berusia 93 tahun,

itu tak masuk akal.

Menurutku dia hidup dalam ketakutan akan ditangkap

selama 50 tahun terakhir,

ketakutan bahwa dia akhirnya akan dihukum.

Dia dipaksa berbuat jahat. Dia itu hanya pengikut.

Bagaimana dengan ayah kita?

Tak ada yang bahas lagi. Mereka juga pengikut saja.

Kalau begitu hakim-hakim yang tua juga terlibat.

Banyak yang berseru " Heil !"

Dan tak ada yang tahu apa-apa.

Saat aku kanak-kanak,

tak ada yang berdiskusi tentang perang.

Di sekolah kami tak pernah mendengar tentang perang.

Aku baru tahu saat usiaku 16 atau 17 tahun

lewat berbagai film dan buku-buku

bahwa ada perang yang dimulai di negaraku.

Ada yang suka bicara tentang perang,

tapi hanya tentang penderitaan perang yang mereka alami

atau tentang kepahlawanan mereka saat perang.

Tak ada yang membahas korban perang,

dan itu sangat sulit untuk kami pahami

bahwa kami punya banyak penjahat di negara kami,

jutaan jumlahnya,

dan tak ada jelaskan pada kami apa yang sebenarnya terjadi.

Kedua orang tuaku mendukung Nazi.

Ibuku hanya mengikuti suaminya.

Ayahku bergabung dengan Nazi sejak awal.

Dia meninggal saat usia 53. Dia bunuh diri.

Dia masih terikat pada sistem lama Nazi.

Ada fasisme baru dan lama.

Organisasi yang membantu dalam persidangan Gröning

adalah Organisasi Anti Fasisme.

Sesuai namanya, mereka berjuang melawan fasisme.

Dan itu terjadi 70 tahun silam,

dan juga sekarang.

Terdapat gangguan dari kaum sayap kanan.

Jadi, pengacara Thomas Walther,

menelepon enam minggu sebelum persidangan Gröning digelar

supaya kami bisa bersiap-siap

dan membuat sistem spanduk

untuk menjauhkan kaum penyangkal Holocaust

dari korban hidup dan keluarga mereka.

Apa teksnya siap?

Ya, sudah siap.

Spanduknya sedang dibuat sekarang.

Aku anggota Anti Fasisme.

Intinya tentang, "Masyarakat seperti apa yang aku inginkan?"

Dan ada banyak rasisme di Jerman,

dan banyak rumah terbakar

karena orang-orang fasis dan rasis

menyerang para pengungsi,

dan banyak yang terbunuh.

Dan jika kita tahu sejarah,

dia tak bisa berbuat apa-apa sekarang.

Jadi, kita harus bertindak juga.

Salah satu persidangan Holocaust besar terakhir

dibuka di Jerman hari ini

Di bawah teori legal baru

bahwa pekerja kamp kematian bertanggung jawab atas Holocaust

meski mereka tak membunuh siapa pun dengan tangan mereka.

Pria yang diadili mengakui dia bekerja di Auschwitz,

tapi berkata dia tak membunuh siapa pun.

Dia hanya mengambil uang korban.

Pengadilan ini akan memutuskan apakah "Akuntan Auschwitz"

juga bertanggung jawab karena membantu pembunuhan massal.

Hari pertama, 11 penyangkal Holocaust datang.

Mereka berteriak keras dan bahkan membagikan kertas.

Teman-teman kami memasang spanduk

untuk menunjukkan akan ada keadilan bagi para korban hidup.

Ini situasi yang amat sulit

bagi para korban untuk menunggu dua jam.

Terutama saat berhadapan dengan kaum fasis

seperti Ibu Haverbeck dan Bapak Wulff.

Di Auschwitz tidak ada kamar gas.

Auschwitz bukan kamp pembunuhan.

Juga, perintah komandan, perintah Reich...

Kita hentikan pembicaraan.

Aku sudah bilang kau bisa dilaporkan.

Ya, tapi...

Tidak penting.

Kau akan dihukum dan disuruh pergi.

Sudah cukup! Aku akan pergi ke sana untuk prosedur publik.

Dan aku bilang, jangan jadikan kami penjahat dengan bicara pada kami.

Aku ingin pergi ke persidangan!

Para korban hidup dan keluarga mereka selalu punya perlindungan

dari orang-orang sayap kanan.

Dan itu penting bagi kami

dan juga amat penting bagi mereka.

Hari pertama hiruk-pikuk.

Luar biasa.

Semua orang, di mana saja di Eropa, di kota-kota besar.

Kami mulai dikerubungi oleh berbagai kamera TV

dan jurnalis yang menginginkan opini kami

The Accountant of Auschwitz subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Accountant of Auschwitz

Komentet

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left