200 rreshtat e parë.
"Kamp utama di Auschwitz,
seperti kota kecil.
dengan gosip dan percakapan.
BULAN MEI 1942
Terdapat kantin.
Terdapat bioskop.
Terdapat klub olahraga, yang mana aku anggota.
Terasa menyenangkan di sana,
seperti layaknya kota kecil.
Situasi spesial di Auschwitz
membawa persahabatan, dan aku bisa bilang sekarang
aku mengenangnya dengan gembira.
Kami meyakini pandangan kami tentang dunia,
bahwa kami telah ditipu oleh dunia,
dan bahwa orang Yahudi bersekongkol menipu kami.
Tapi, berkaitan dengan anak-anak,
kau pasti sadar mereka tidak bersalah."
"Anak-anak,
mereka bukan musuh pada saat itu.
Musuhnya adalah darah di dalam diri mereka."
Mantan penjaga di kamp konsentrasi Auschwitz
telah diadili di Jerman.
Oskar Gröning dituduh atas lebih dari 300.000 kasus
membantu pembunuhan.
Usia Gröning sekarang 93 tahun.
AUSCHWITZ, POLANDIA
Anak-anakku tumbuh besar mengetahui keluarga kami punya rahasia.
Sebuah beban.
Mereka tanya kenapa mereka tak punya kakek nenek,
tante, paman.
Jika aku memikirkan pengalaman Holocaust-ku,
beberapa menit di jalan di Auschwitz
sungguh merupakan momen penentu dalam hidupku.
Cobalah membayangkan
besok ada orang yang memberitahukan bahwa kau
harus meninggalkan rumah,
orang tuamu dibawa pergi,
Dan kau tak tahu apa kau akan melihatnya lagi, dan kapan.
Dan...
lalu semuanya berakhir dan kau masih hidup.
Lalu kau mengetahui kau sendirian.
Tak ada orang tua.
Tak ada keluarga.
Apakah ini akan berakhir?
Aku pertama mendengar tentang Oskar Gröning saat Thomas Walther
seorang mantan hakim, dan seorang advokat atau pengacara di Jerman,
datang padaku dan bilang
bahwa dia ingin bicara
tentang pengalamanku di Auschwitz
sehubungan dengan pengadilan yang digelar untuk Oskar Gröning.
Aku pikir, "Apa urusanku dengan orang ini?"
Aku sudah pasti tak mengenalnya.
Aku berpikir cukup lama.
Pertama, aku harus memutuskan pertanyaan ini
apakah pria berusia 94 tahun ini,
yang melakukan kekejaman 70 tahun silam,
masih bersalah atas tindakannya.
Aku mendengar tentang Oskar Gröning untuk pertama kali dari Thomas.
Dia mencoba meyakinkan aku untuk datang ke Jerman sebagai saksi.
Awalnya, reaksiku adalah,
"Ke Jerman? Tidak mungkin."
Kenapa aku mau pergi dan mengingat pengalaman pahit
dan perasaan mengerikan
saat menjadi budak berusia 16 tahun lagi.
Tapi Thomas bersikeras.
Dia bilang, "Ini bukan hanya soal kau dan Oskar Gröning di masa lalu,
ini tentang membangun preseden untuk masa depan."
Gröning sangat tua,
tapi tak ada yang terlalu tua untuk dibunuh di Auschwitz.
Jika kau ambil bagian dalam membunuh saat berusia 20 tahun,
kau tetap bisa dihukum saat berusia 50 tahun
atau pun 90 tahun.
Sejak lama aku merasa
aku punya tanggung jawab sebagai korban hidup
untuk memastikan peristiwa mengerikan ini, Holocaust, tidak akan dilupakan.
Pengadilan ini adalah momen penting
di sejarah Holocaust.
Faktanya adalah banyak anggota Nazi yang tidak dihukum setelah perang.
Tapi Thomas bilang bahwa ini bukan hanya soal diriku dan masa lalu,
tapi juga tentang menciptakan preseden untuk masa depan.
Jadi aku merasa harus hadir sebagai saksi di pengadilan.
LUNEBURG, JERMAN
Luneburg adalah kota kecil di Jerman utara.
Kadang ada pembunuhan
dan ada pengadilan biasa,
tapi pengadilan ini skalanya beda.
Luneburg tak pernah mengadakan yang semacam itu,
dan kota-kota lainnya di Jerman juga tidak.
Diadakan di Luneburg
karena di sinilah Gröning tinggal.
Dan menurut hukum Jerman,
kau harus diadili di tempat kau tinggal.
Mereka menyiapkan gedung pusat,
yang cukup untuk menampung orang.
Di mana ada cukup tempat untuk para penggugat
dan pengacara dan pers
dan kursi cukup untuk massa,
karena rakyat diharapkan datang dan melihat
dan mengikuti prosesnya.
Mereka harus bertanggung jawab.
Mereka semua sadar.
Atas kejahatan yang mereka perbuat
dan yang mereka perbuat pada kaum Yahudi,
mereka harus dihukum.
Yang kecil digantung dan yang kakap dilepas.
Itulah yang terjadi.
Menghukum orang berusia 93 tahun,
itu tak masuk akal.
Menurutku dia hidup dalam ketakutan akan ditangkap
selama 50 tahun terakhir,
ketakutan bahwa dia akhirnya akan dihukum.
Dia dipaksa berbuat jahat. Dia itu hanya pengikut.
Bagaimana dengan ayah kita?
Tak ada yang bahas lagi. Mereka juga pengikut saja.
Kalau begitu hakim-hakim yang tua juga terlibat.
Banyak yang berseru " Heil !"
Dan tak ada yang tahu apa-apa.
Saat aku kanak-kanak,
tak ada yang berdiskusi tentang perang.
Di sekolah kami tak pernah mendengar tentang perang.
Aku baru tahu saat usiaku 16 atau 17 tahun
lewat berbagai film dan buku-buku
bahwa ada perang yang dimulai di negaraku.
Ada yang suka bicara tentang perang,
tapi hanya tentang penderitaan perang yang mereka alami
atau tentang kepahlawanan mereka saat perang.
Tak ada yang membahas korban perang,
dan itu sangat sulit untuk kami pahami
bahwa kami punya banyak penjahat di negara kami,
jutaan jumlahnya,
dan tak ada jelaskan pada kami apa yang sebenarnya terjadi.
Kedua orang tuaku mendukung Nazi.
Ibuku hanya mengikuti suaminya.
Ayahku bergabung dengan Nazi sejak awal.
Dia meninggal saat usia 53. Dia bunuh diri.
Dia masih terikat pada sistem lama Nazi.
Ada fasisme baru dan lama.
Organisasi yang membantu dalam persidangan Gröning
adalah Organisasi Anti Fasisme.
Sesuai namanya, mereka berjuang melawan fasisme.
Dan itu terjadi 70 tahun silam,
dan juga sekarang.
Terdapat gangguan dari kaum sayap kanan.
Jadi, pengacara Thomas Walther,
menelepon enam minggu sebelum persidangan Gröning digelar
supaya kami bisa bersiap-siap
dan membuat sistem spanduk
untuk menjauhkan kaum penyangkal Holocaust
dari korban hidup dan keluarga mereka.
Apa teksnya siap?
Ya, sudah siap.
Spanduknya sedang dibuat sekarang.
Aku anggota Anti Fasisme.
Intinya tentang, "Masyarakat seperti apa yang aku inginkan?"
Dan ada banyak rasisme di Jerman,
dan banyak rumah terbakar
karena orang-orang fasis dan rasis
menyerang para pengungsi,
dan banyak yang terbunuh.
Dan jika kita tahu sejarah,
dia tak bisa berbuat apa-apa sekarang.
Jadi, kita harus bertindak juga.
Salah satu persidangan Holocaust besar terakhir
dibuka di Jerman hari ini
Di bawah teori legal baru
bahwa pekerja kamp kematian bertanggung jawab atas Holocaust
meski mereka tak membunuh siapa pun dengan tangan mereka.
Pria yang diadili mengakui dia bekerja di Auschwitz,
tapi berkata dia tak membunuh siapa pun.
Dia hanya mengambil uang korban.
Pengadilan ini akan memutuskan apakah "Akuntan Auschwitz"
juga bertanggung jawab karena membantu pembunuhan massal.
Hari pertama, 11 penyangkal Holocaust datang.
Mereka berteriak keras dan bahkan membagikan kertas.
Teman-teman kami memasang spanduk
untuk menunjukkan akan ada keadilan bagi para korban hidup.
Ini situasi yang amat sulit
bagi para korban untuk menunggu dua jam.
Terutama saat berhadapan dengan kaum fasis
seperti Ibu Haverbeck dan Bapak Wulff.
Di Auschwitz tidak ada kamar gas.
Auschwitz bukan kamp pembunuhan.
Juga, perintah komandan, perintah Reich...
Kita hentikan pembicaraan.
Aku sudah bilang kau bisa dilaporkan.
Ya, tapi...
Tidak penting.
Kau akan dihukum dan disuruh pergi.
Sudah cukup! Aku akan pergi ke sana untuk prosedur publik.
Dan aku bilang, jangan jadikan kami penjahat dengan bicara pada kami.
Aku ingin pergi ke persidangan!
Para korban hidup dan keluarga mereka selalu punya perlindungan
dari orang-orang sayap kanan.
Dan itu penting bagi kami
dan juga amat penting bagi mereka.
Hari pertama hiruk-pikuk.
Luar biasa.
Semua orang, di mana saja di Eropa, di kota-kota besar.
Kami mulai dikerubungi oleh berbagai kamera TV
dan jurnalis yang menginginkan opini kami
No comments yet. Be the first to leave one.