The Asphalt Jungle

The Asphalt Jungle

Shkarko Titrat Indonesian

Informacioni i lëshimit

The Asphalt Jungle 1950 1080p BluRay H264 AAC-RARBG
Një Komentar nga Chyrus

Etiketat

BluRay
1080
Publikuar më: 2019-09-14
Shkarkime: 65
Dëgjim i Dëmtuar: No

Pamje paraprake e titrave në Indonesian

200 rreshtat e parë.

Mobil 3-1-T, Gedung Apartemen Ashton.

Lantai tiga.

Mobil 3-1 dan 3-6, 926 Ford Street.

Mobil 31 dan 36, 926 Ford Street. Petugas meluncur ke sana sekarang.

Mobil 19-A...

Mobil 1-9-A...

Perhatian, Mobil 71.

Perampokan, Hotel de Paris, Camden Square South.

Perampokan, Hotel de Paris.

Tersangka bersenjata...orangnya tinggi, Kaukasia, mengenakan jas hitam dan topi biasa.

Mobil 71. Oke.

Gus. Gus!

- Jam berapa bajingan ini datang kemari? - Jangan tanya aku.

Aku bukan pengawas jam. Aku pemilik bar.

- Tak ada senjata. - Aku geledah barnya.

- Kalian bawa surat penggeledahan? - Sekarang dengar, Gus, kenapa kau tidak bekerja sama?

- Bawa surat penggeledahannya. - Angkut dia.

- Karena apa? - Kita akan catat dia karena menggelandang.

Baiklah, ayo, kau.

Ayo.

Smith, Karl Anton, usia 37.

Ditangkap pukul 6:00 malam semalam.

Menelepon kantor kepolisian mengatakan dia habis membunuh Mrs. Kathryn Smith.

Doldy, William, usia 22.

Kepemilikan narkotika. Pekerjaan, pelayan toko. Tak ada catatan sebelumnya.

Berupaya bunuh diri semalam dengan dasi.

Handley, William Tuttle, alias Dix Handley.

Usia 36, lahir Kentucky.

Pekerjaan, tak ada.

Ditangkap 1937, kepemilikan senjata api ilegal.

Dijatuhi hukuman, 1.5.

Kabur dari penjara negara bagian 1939.

Ditangkap 1940, dibebaskan 1941.

Sudah cukup.

Kau lihat orang yang melakukan perampokan semalam?

Aku tak tahu.

- Apa maksudmu, kau tak tahu? - Dia mengenakan topi.

Kenakan topi kalian.

Bagaimana?

Dia tinggi, kau bilang. Dia mengenakan jas coklat dan pinggiran topi depannya lebar.

Baiklah, kau tak lihat itu dia?

Ayo! Itu dia?

Tidak, itu bukan dia.

- Oke. - Itu saja.

- Letnan Ditrich? - Ada apa?

Komisaris ingin menemuimu di kantornya sekarang juga.

Duduk, Letnan.

Terima kasih, pak.

39 pencurian, 33 penggarongan, 18 perampokan,

tujuh penyerangan, lima kejahatan moral dalam 30 hari terakhir.

Catatan yang banyak, bahkan untuk Distrik Keempat, Letnan Ditrich.

Kami tahu orang yang melakukan paling banyak perampokan, Komisaris.

Namanya Dix Handley.

Dia sudah diperlihatkan pagi tadi, namun...

saksi kami gugup dan menarik kembali ucapannya.

- Apa yang bisa kau lakukan? - Kurung saksi itu! Takut-takuti dia lebih dalam lagi!

Itu tugasmu mengetahui apa yang harus dilakukan.

Seperti yang lainnya, satu-satunya jenis usaha yang aman dari resiko di distrikmu

itu mereka yang menerima komisi di pacuan kuda.

Aku ingin tahu kenapa bandar-bandar itu masih beroperasi.

Aku sudah menutupnya, tapi mereka buka lagi.

Kau tidak menutupnya dengan cukup keras! Cabut teleponnya! Hancurkan perabotannya!

Orang-orang suka taruhan di pacuan kuda, pak, dan karena hukum mengatakan tidak...

Aku tak butuh pendapatmu soal hukum.

- Itu saja, pak? - Belum, bukan itu saja.

Di mana Erwin Riedenschneider?

- Aku lagi menunggu mendengar itu, pak. - Kau tak tahu dia di mana?

Tidak, pak, tapi kami akan dapat kabar dari para informan kami.

Itu sepenuhnya tanggung jawabmu.

Dia tinggalkan penjara negara bagian kemarin pukul 12 siang, naik kereta ke kota ini.

Jam kedatangan pukul 3:17.

Yang harus kau lakukan itu menemukannya, mengawasi dia selama 24 jam.

Kalau dia tidak tercatat, kurung dia.

Tapi apa yang terjadi? Dia berhasil menjauhkan diri darimu lima blok dari stasiun.

Salah satu penjahat paling berbahaya yang masih hidup sekarang berkeliaran di kota ini.

Dua orang dari tim itu harusnya dapat ganjaran karena kebodohannya.

Mereka ditugaskan olehmu. Kau harusnya dapat ganjaran juga.

Ditrich, aku bisa berbuat tiga hal padamu.

Aku bisa turunkanmu jadi polisi patroli dan menugaskanmu ke Five Corners,

aku bisa melaporkanmu ke bagian persidangan dengan tuduhan ketidakkompetenan,

atau aku bisa memberimu sekali lagi kesempatan untuk memperbaiki tanggung jawabmu.

Kupikir itu hukuman paling baik dari yang lainnya.

Terima kasih, pak.

Itu nomor yang kau cari.

Tapi di sini gelap. Kau ingin aku menunggu?

Aku takkan berkeliaran di wilayah ini membawa sebuah koper.

Sejumlah bajingan muda itu bakal merampokmu hanya demi pakaian bersih.

- Ya? - Aku ingin bertemu Cobby.

Kau siapa?

Tinggal bilang Dok kemari dan ingin bertemu dengannya.

Tunggu di sini. Sebaiknya kau dapat izin dulu, kawan.

Berapa yang kau punya?

Tiganya tiga.

Di mana dia?

Baiklah, percepat. Aku orangnya sibuk. Apa maumu?

- Aku baru keluar hari ini. - Oh, jadi seperti itu.

Aku muak terhadap kalian yang gagal untuk memerasku.

Aku bukan Bank Nasional Pertama.

- Aku ada proposal buatmu. - Itu saja yang kalian punya.

- Mungkin kau tak tahu aku siapa. - Aku belum pernah melihatmu sebelumnya.

- Ayo, ayo. Ada apa? - Mungkin kau pernah mendengarku.

Si Profesor? Atau Mr. Doktor, mungkin?

Maksudmu, kau Riedenschneider?

Kenapa kau tak bilang dari tadi?

Ayo masuk, Dok. Ayo masuk.

Duduk, Dok. Duduk.

- Mau minum? - Sama sekali tak minum.

Aku sudah berhenti dari kebiasaan itu di penjara.

- Di situlah akhir dari sebuah kebiasaan. - Di sini tempat untuk kebiasaan minum.

Satu-satunya yang kupunya yang tidak menjerumuskanku dalam masalah.

Jadi, Dok, apa yang kau punya?

Aku ada proposal. Proposal besar.

- Besarnya seberapa besar? - Terlalu besar buatmu, Cobby.

Sekarang, tunggu, Dok. Aku tak suka sesumbar, tapi aku melakukan semuanya dengan baik.

Menerima uang taruhan. Aku punya banyak uang.

- Proposalnya dalam hal apa itu? - Rencana untuk sebuah pencurian.

Dan itu rencana yang bagus.

Aku bisa jual sebesar $100,000 kepada siapa saja,

tapi itu mungkin bisa menghilangkan uang itu.

Aku lebih memilih mengeksekusinya sendiri untuk mendapatkan...

- Berapa? - $500,000.

Bahkan mungkin lebih.

Tentu saja aku harus lakukan sedikit pengecekan, karena rencana ini sudah sekian tahun yang lalu.

Tapi tak banyak pengecekan. Tak banyak.

Aku butuh kurang lebihnya 50,000 untuk menjalankannya.

50,000?

Tidak, tidak, tidak, aku tak bisa usahakan.

Tentu saja. Kupikir itu barangkali Mr. Emmerich.

Kau tahu apa tentang Mr. Emmerich?

Hanya yang kudengar di penjara...

dia punya uang untuk diinvestasikan dan cara menemui dia itu lewat dirimu.

Tentu saja, bila informasiku itu tidak benar...

Benar. Tentu.

Tentu, itu benar.

Ini hanya karena aku tak pernah terpikirkan Mr. Emmerich harus

dilibatkan dalam urusan seperti ini.

Permisi sebentar. Aku segera kembali.

Halo?

Terima kasih. Sampai ketemu nanti.

Halo, Dix. Kau mau apa?

- Aku mau melakukan taruhan. - Terus?

- Bosmu bilang kau harus menyetujuinya. - Berapa yang kau butuhkan?

2,300 lebih sedikit.

Oke. Hutangmu boleh sampai 2,500.

Tapi itu batasannya. Entah itu berhasil memilih kuda pemenangnya atau membayarku ketika kau dapat sebanyak itu.

Jangan menagihku!

- Sekarang, dengar, aku tidak menagih... - Aku pernah tidak bayar?

- Tak ada yang bilang kau begitu. - Kau baru saja menagihku.

- Dengar, Dix... - Aku tidak memintamu sebuah kemurahan hati.

Aku akan pergi mencarikan 2,300-mu sekarang juga.

Sekarang, Dix. Sekarang, Dix, dengar. Maukah kau minum? Ayo.

Dix, ayo. Kembali kemari. Ayo minum.

Kau bisa lihat itu?

- Di mana dia menanggapinya dengan marah-marah. - Dia siapa?

Preman kecil yang tergila-gila pada pacuan kuda.

Catatan taruhanku buat dia iri dan iri, dia selalu datang lagi meminta lebih.

Hey, Dok.

Aku lupa gara-gara gelandangan tengik itu.

Aku sudah bicara dengan Mr. Emmerich di telepon. Dia akan menemui kita nanti malam.

Dia mengadakan pesta di rumahnya di kota buat sekumpulan tokoh-tokoh penting,

tapi dia akan ada di tempat lain setelahnya.

Orang seperti Emmerich punya lebih dari satu tempat untuk ditempati.

Kucing pintar. Tak pernah sedikit pun bekerja, keluar semalaman, tidur seharian.

Apa yang kucing besar dan kotor itu lakukan di meja makan bar?

Aku tabrak kucing setiap kali aku dapat kesempatan.

Orang-orang beri makan kucing, dan sejumlah anak tak punya cukup untuk dimakan.

Kau akan beli majalah itu?

Kenapa aku harus beli? Aku sudah lihat semua wanitanya.

Mau berbuat sesuatu akan hal ini?

Kau di sini hanya sebentar, kan, brengsek?

- Apa maksudmu, gendut? - Maksudku, kau tak seharusnya di sini.

Kau hanya melintas.

Hanya tak cukup cepat.

Jika aku sampai lihat kau tabrak kucing, aku rontokkan gigimu.

Aku akan preteli kau andai kau orangnya lebih tinggi dan meluruskannya sedikit.

Seandainya kau minta pistolmu kembali.

Kau tak bisa mendapatkannya. Bagaimana menurutmu akan hal itu?

- Berhentilah bercanda, Gus. - Aku serius.

Ayo, marahlah. Pukuli aku.

Kau tahu aku takkan melakukan itu.

Dengar, Dix, dengarlah nasihatku untuk berhenti sementara waktu.

Polisi-polisi keparat itu mengamuk. Markas Besar telah memberi mereka tekanan.

- Aku tak bisa usahakan untuk berhenti. - Berhentilah khawatir. Aku akan pinjami kau uang.

- Ya? Aku butuh 2,300. - Apa?

- Sesuatu yang harus aku lunasi. - Pada Cobby, barangkali?

Biarkan dia pusing. Itu akan baik buatnya. Cobby bisa mengabaikan uang tak seberapa itu.

Kau tak bisa berhutang uang pada orang seperti dia,

pembual yang menagihmu ketika dia tak bermaksud begitu.

Aku tak mengerti, Dix.

Aku hanya tak bisa berhutang pada Cobby lalu mempertahankan harga diriku.

Oh.

Baiklah.

Aku ada 1,000 untuk diberikan. Kau bisa miliki itu.

Mungkin aku bisa carikan 1,300-nya lagi.

- Aku rasa itu tak masalah berhutang padaku, huh? - Aku rasa.

Ya. Ini hanya nasib sialku.

Aku akan dapatkan besok atau mengupayakannya.

Sementara itu, menjauhlah dari jalan raya, utamanya di malam hari.

Oh, ya, mereka telah merazia klub malam itu, Klub Regal.

- Bukankah itu tempat Doll bekerja? - Ya.

More Indonesian subtitles for The Asphalt Jungle

Komentet

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left