200 rreshtat e parë.
Diterjemahkan Oleh : Dehar Tan
Kami bangga!
Kami akan hidup dalam kemenangan dan mati dalam kemenangan.
Oh Negara, kami akan menghias karaktermu.
Ayo, kami akan menjagamu melawan kejahatan.
Setiap tetes darahku adalah untuk menjagamu.
Diterjemahkan Oleh : Dehar Tan
Arjun Ranawat adalah pembunuh./ Dia seorang pembunuh!
Arjun Ranawat adalah pembunuh./ Dia seorang pembunuh!
Gantung Arjun./ Gantung dia! Gantung dia!
Arjun Ranawat adalah pembunuh./ Dia seorang pembunuh!
Arjun Ranawat adalah pembunuh./ Dia seorang pembunuh!
Diterjemahkan Oleh : Dehar Tan
Gantung Arjun./ Gantung dia! Gantung dia!
Arjun Ranawat adalah pembunuh./ Dia seorang pembunuh!
Arjun Ranawat adalah pembunuh./ Dia seorang pembunuh!
Arjun Ranawat adalah pembunuh./ Dia seorang pembunuh!
Gantung dia! Gantung dia!
Dehar Tan IDFL™ SubsCrew
Gantung Arjun./ Gantung dia! Gantung dia!
Diterjemahkan Oleh : Dehar Tan
Ini adalah ACP Arjun Ranawat.
Dia masuk ke Farm House kepala menteri ...
... pada malam 1 November dan ...
... membunuh secara brutal wakil kepala menteri ...
... Badrinath Trivedi, anaknya, Munna Trivedi, ...
... anak komisaris polisi Yeshwant, Chandrakant Desphande, ...
... inspektur polisi Avasthi, pengacara Kulkarni, ...
... 6 pejabat MLA dari partai politik ...
... dan terhitung beberapa pejabat pemerintah dan polisi, ...
... semuanya, 18 orang.
Dia bukan penegak hukum, tapi pelanggar hukum.
Dengan pembantaian berdarah dingin ini, dia bukan hanya ...
... telah mencoreng nama baik ...
... pemerintah dan polisi, tapi bahkan perikemanusiaan.
Ini beberapa foto yang ...
... diambil dari tempat kejadian, Yang Mulia.
Kepolisian meminta terdakwa ...
... disimpan dalam penahanan untuk menyelidiki ...
... pembantaian brutal ini selama 15 hari.
Apakah kau ingin mengatakan sesuatu tentang tuduhan ini?
Tidak.
Apakah kau punya pengacara?/ Tidak.
Apakah kau ingin pengadilan menunjuk pengacara untukmu?
Tidak.
Pemerintah telah menuduhmu ...
... membunuh 18 warga sipil tak berdosa.
Diminta penahanan 15 hari untuk penyelidikan.
Apakah kau menginginkan sesuatu selama ini?
Apakah kau membutuhkan sesuatu?
Ya./ Apa itu?/ Kematian.
Terdakwa dimasukkan ke dalam tahanan polisi ...
... untuk jangka waktu 15 hari.
Dikatakan bahwa dia sangat waras.
Ranawat mengatakan bahwa dia telah melakukan ...
... pembantaian ini dengan total kewarasannya.
Saat hakim bertanya kepadanya apakah dia butuh sesuatu, ...
... dia menjawab apa yang dimilikinya sebelumnya, kematian.
Inikah lembar tuduhan yang kau siapkan?
Ini? Hanya seorang pembunuh? Dia bukan pembunuh!
Dia adalah setan!
Lihat ini! Lihat ini!
Dia merenggut adikku, anakku ...
... dan menantuku! Dia menghapus ...
... tanda merah di dahi ...
... menantuku dan putriku.
Dia bahkan menghabisi anakmu, kan?
Apa kau tidak sedih soal itu?
Dia tidak membiarkan siapa pun membakar api pemakaman kita.
Dia menghabisi keturunan kita! Keturunan kita!
Dengarkan aku, pengacara.
Karakter buruk.
Korupsi.
Pemikiran buruk.
Pengkhianatan negara. Bahkan sampai sejauh itu!
Tuduh dia dengan setiap kejahatan yang tertulis dalam buku hukummu.
Masukkan semua bagian hukummu padanya!
Lepaskan dia!
Tandatangani dokumen ini.
Kau telah membunuh anak tunggalku.
Sampai pengadilan memvonis hukuman buatmu, ...
... aku akan memberimu kematian baru setiap hari di penjara ini.
Dia belum menandatangani dokumen-dokumen ini.
Dia telah menyerahkan nyawanya di tangan maut. Ayo!
Nak.
Kenapa kau meletakkan senjatamu di pengadilan hari ini?
Kenapa kau tidak memberitahu dunia kenapa kau membantai mereka?
Kenapa kau meminta kematian untuk dirimu, Nak?
Kenapa kau melakukannya?
Karena aku melakukan ritual terakhirku.
Kuberharap kebebasan dari tubuhku dan kelahiran ini.
Ibu.
Mulai hari ini. Kau dan Rakhi, keduanya.
Tolong jangan datang menemuiku ke sini.
Karena dalam agama Hindu, ibu dan saudara perempuan ...
... tidak boleh mengunjungi pemakaman dan kuburan.
Aku akan pergi sekarang, Bu.
Inilah pertemanan kita dalam kelahiran ini.
Aku akan kembali. Beritahu Tuhanmu untuk melahirkanku kembali ...
... dari rahimmu di waktu berikutnya.
Yang terhormat, Bapak Samar Singh.
Salam terakhirku untukmu dan prinsipmu.
Aku telah meninggalkan prinsipmu, ...
... seragam dan kepolisian ini.
Aku punya permintaan terakhir darimu, Pak.
Tolong jangan katakan "Kebenaran Berlaku" lagi.
Karena kebenarannya adalah bahwa dalam masyarakat kasim ini, ...
... kebohongan, ...
... melanggar hukum, ...
... dan ketidakadilan selalu menang.
Aku ingin memberitahumu, Pak.
Kita prajurit bukan hanya sebagai mesin pemerintahan.
Di luar kantor polisi, bahkan kita memiliki kehidupan.
Kita tidak tahu di mana kita tersesat berjalan di jalan yang kau inginkan.
Jadi kau masih di sini. Kau belum pergi ke kuil.
Bukankah aku sudah memberitahumu, Nak?
Apa yang akan kulakukan di kuil?
Kau sudah merawat tubuhmu terlalu lama.
Datang dan lihatlah Tuhan sekarang juga, Nak.
Kau ingin aku pergi ke kuil dan berdoa kepada Tuhan?
Ya. Aku akan sangat berterimakasih padamu.
Ke mana kau membawaku?/ Ke mari. Duduk.
Salam Dewi Jadgamde, Salam Dewi Durga.
Salam Dewi Kali, Salam Dewi Saraswati.
Gila kau, sedang apa kau?
Tidakkah kau lihat, bu? Aku berdoa kepada Tuhanku.
Seseorang berkata benar.
Sebab Tuhan tidak bisa berada dimana-mana pada satu waktu, ...
... karena itu, dia menciptakan sang ibu.
Bu, kau adalah kuilku dan semua orang.
Kau gila?
Seorang manusia fana tidak boleh disamakan dengan Tuhan, Nak.
Begitu?
Ibu ingat kerusuhan '84?
Saat seorang anak sedang menangis atas orang tuanya yang meninggal.
Tuhan tidak datang pada waktu itu, tapi kau yang datang, bu.
Ibu kandungku yang melahirkanku.
Tapi kau telah memberiku kehidupan. Keberadaanku adalah karena kau.
Hanya karena kau, bu.
Aku melahirkan Rakhi. Tapi kau bagian dari hatiku.
Aku tidak meminta apa pun setelah mendapatkanmu.
Kenapa kau berbohong, bu?
Kau berdoa untuk kesejahteraan abang ...
... dari pagi sampai sore, tapi kau berkata ...
... bahwa kau tidak meminta apa pun dari Tuhan?
Rakhi, diamlah. Kau cemburu.
Karena ibu lebih mencintaiku.
Apa? Aku cemburu padamu?
Ya Tuhan!
Dia datang untuk bertengkar.
Aku datang bukan untuk bertengkar. Aku datang untuk memberitahumu ...
... bahwa aku mau pergi kuliah dan aku mengambil ...
... 1000 rupee dari dompetmu.
Kau lihat itu, Bu? Menjarah di rumah seorang polisi.
Aku tidak menjarah siapa pun. Aku mengambil hakku.
Aku sudah menyiapkan sarapanmu.
Setelah kalian, ibu dan anak ...
... menyelesaikan reuni muak kalian ...
... silahkan makan itu, aku akan sangat berterimakasih. Aku pergi sekarang.
Kau lihat itu, bu? Rakhi sudah dewasa.
Ya, Nak. Ketika anak perempuan tumbuh dewasa, ...
... seorang ibu akan mendapat tanggung jawab lebih.
Bicara apa kau, Bu?
Apa seekor sapi pernah merasakan tanduknya berat?
Kau khawatir tentang pernikahan Rakhi, kan?
Ya./ Jangan khawatir!
Putramu akan menikahkan adiknya dengan kemegahan ...
... dan keindahan, seluruh dunia akan tercengang.
Salam, saudara!
Seorang pahlawan takkan begitu terkenal seperti Hakim Lukkha.
Kenapa terburu-buru, Pak? Aku juga manusia.
Kenapa kau menyeretku seperti binatang buas?
Pak, akankah aku mendapatkan rokok?
Diam dan berjalanlah kau, bangsat.
Biarkan hakim memberikanmu penahanan polisi sekali, ...
... aku akan memberimu rokok yang bagus di dalam tahanan.
Itu akan diputuskan oleh keputusan hakim.
Ketika polisi menuduh ...
... Hakim Lukkha memotong ...
... hidung dan telinga pelacur, dia tidak ...
... berada di kota Mumbai.
Dia pergi ke Lucknow.
Untuk berpesta.
Ini bukti kesalahan polisi.
Ini tiket pesawat ke Lucknow.
Ini daftar tamu di pesanggrahan Lucknow.
Dan Yang Mulia, ini adalah manajer ...
... pesanggrahan Lucknow tersebut.
Pengacara ini berbohong! Hakim Lukkha seorang germo.
Dia melacurkan gadis tak berdosa.
Kau dengar itu? Apakah kau mendengar itu, Yang Mulia?
Begini polisi yang dihormati di kota Mumbai kita.
Mencaci-maki orang yang berdiri di pengadilan.
Jika kau menggunakan kata kasar dan vulgar di pengadilan ini ...
... lain kali, kau akan ditangguhkan.
Kali ini, kuperingatkan kau dan pergi.
Jangan buang-buang waktu ...
... dengan membawa kasus ini di pengadilan.
Terdakwa dibebaskan dengan terhormat.
Sudah kubilang berkali-kali.
No comments yet. Be the first to leave one.