Sezoni 1

Informacioni i lëshimit

Goddess Bless You From Death S01 THAI WEB-DL NF
Një Komentar nga tedi
Retail NF (13 eps)

Etiketat

webdl
Publikuar më: 2026-05-06
Shkarkime: 54
Dëgjim i Dëmtuar: No

Pamje paraprake e titrave në Indonesian

200 rreshtat e parë.

KISAH INI FIKTIF BELAKA MESKI ADA KESAMAAN DENGAN KEJADIAN NYATA.

HANYA UNTUK HIBURAN.

TIDAK MENDUKUNG NILAI SEKSUAL TAK BERMORAL

ATAU UNTUK MEMUPUK SIKAP NEGATIF.

TIM PRODUKSI MINTA MAAF SEBELUMNYA ATAS SEGALA KEKELIRUAN.

Bu.

Ada apa? Darah?

Tolong jaga anakku.

Cepat, bawa!

Bante.

Bante.

Tolong rawat cucuku.

Jalan hidupmu tidak akan mudah.

Kau harus menanggungnya.

Melalui segala masalah.

Kau akan melihat hal-hal yang tidak mau kau lihat.

Kau akan mendengar

hal-hal yang tidak mau kau dengar.

Mulai sekarang, namamu

Thup.

DUA PULUH LIMA TAHUN KEMUDIAN

Kode 241 ditemukan, total tujuh korban

di mal terbengkalai.

Unit 30 dan 40 diminta untuk memeriksa TKP.

Baik, cukup.

- Aku dipanggil. - Biar kuperiksa.

Ya, lihat siapa yang di sini.

Permisi, Pak.

Ini TKP, dilarang melintas jika tidak berkepentingan.

Tle.

Ini Inspektur Singha dari Investigasi Khusus.

Dia dimutasi balik.

Salam kenal, Pak.

Halo.

Hari pertama langsung bertugas?

- Ayo. - Lewat sini.

Sing.

Forensik menuju kemari.

- Buka. - Oke.

Aku butuh Sey dan Darin.

Siap.

Pak.

- Jaga jarak saat kerja. - Kita ini rekan.

Mana bisa?

Selain itu, aku atasanmu, ingat?

Sialan.

Kem.

Pernah lihat yang begini?

- Tujuh mayat? - Ya.

Tidak pernah sekaligus.

- Langsung berat tugasmu, Pak. - Sey.

Aku serius.

Jangan sentuh apa pun kecuali harus.

- Kenapa? - Lihat saja.

Ada yang tidak beres.

Nanti kau diikuti!

Omong kosong.

- Kapten Mek. Halo. - Halo.

Kau menangani kasus ini sendiri?

Tidak juga.

Inspektur lama kembali bertugas.

Datang malam begini, membuatku dan Forensik menunggu,

itu tidak benar, 'kan?

Singha.

Ya?

Apa kabar?

Baik, Pak.

Dokter Sey, Dokter Darin, silakan mulai autopsi.

Sing.

Selamat datang lagi.

Ya.

Akhirnya kita bertemu lagi.

Sudah dua tahun.

Aku merindukan tekanan seperti ini.

Dua tahun, dan mulutmu masih sama,

Darin.

Sing.

Sebelah sini.

Sambung nanti.

Kuserahkan padamu.

Tentu.

Pak.

Inspektur Singha yang memimpin kasus ini.

Forensik dan tim medis mengumpulkan bukti.

Tenang, tidak usah kaku begitu.

- Aku mengandalkanmu. - Siap.

Sudah kuminta media menjauh.

Selain itu…

area sudah disterilkan.

Tolong tangani kasus ini

tanpa kegaduhan.

Yang terpenting,

bereskan secepat mungkin.

Baik, Pak.

- Ya. - Wanita, paruh baya.

Perawakan biasa, kulit langsat.

Ada luka jahitan di wajah.

Leher terikat tali.

Dililitkan dua kali, dua lingkaran.

Diikat dengan simpul mati

di belakang telinga kanan.

Ayo.

Aku tahu kau menunggu hasil lab dan laporan lengkap.

Tapi bisa kau berikan gambaran kasar?

Dari baunya, Pak,

korban meninggal belum lebih dari dua hari.

Tapi yang lain,

ada yang sudah meninggal lebih dari lima hari.

Masing-masing korban, telah meninggal lebih dari 24 jam.

Mereka tidak meninggal bersamaan.

Jadi, mereka mungkin tidak meninggal di waktu yang sama.

- Benar? - Ya, Pak.

Tidak ada tanda perlawanan.

Pembunuhan dan serangan

mungkin tidak dilakukan di sini.

Semua korban mungkin dibunuh di tempat lain.

Lalu, dibawa kemari dan digantung.

Pelaku kemungkinan membawa mereka,

lalu menggantung satu per satu.

Untuk detailnya,

akan kukonfirmasi dengan lab lagi.

Kenapa harus sesusah payah itu?

Menjahit, menggantung…

Ini tidak lazim.

Menurutku,

ini jelas berhubungan dengan hal-hal gaib.

Atau mungkin…

- roh halus. - Darin.

Jangan mengawur.

Roh halus mana yang membunuh orang,

menjahit mata dan mulut,

lalu menggantung korbannya?

Pelakunya jelas manusia.

Tetap saja, Sing,

aneh rasanya.

Begitu masuk, aku merasakannya.

Setelah melihat mayat-mayat ini, aku langsung merinding.

Selama menjadi polisi, aku belum pernah melihat yang begini.

Kalau bukan pembunuh gila, mungkin benar kata Dokter Darin.

Kau ikut-ikutan, Mek?

Berhenti!

Polisi!

Berhenti!

Phut-thang kancha, Tham-mang kancha

Sangkhang kancha, nara nacha

Phuttha khunnang, Thamma khunnang

Sangha khunnang

Phut-thang kancha, Tham-mang kancha

Sangkhang kancha, Nara nacha

Phuttha khunnang Thamma khunnang, Sangha khunnang

Hei!

Kau siapa?

Sedang apa di sini?

Sudah pergi, 'kan?

Apanya yang pergi? Bicara yang jelas!

Mau tes narkoba?

Kau teler?

Bisa diajak kerja sama?

Sedang apa kau tadi?

Kau berlumuran darah.

Sejak kapan di sini?

Kau mempermainkanku?

Ayo. Bangun.

Jalan.

- Ada apa, Sing? - Mek.

Sisir seluruh area untuk mencari petunjuk.

Lalu, interogasi pemuda ini.

Tapi aku tidak tahu apa-apa, Pak.

Kenapa aku ditangkap?

Hanya kau yang ada di TKP.

Kau berlumuran darah.

Kau mencoba kabur dan tidak menjawabku.

Kepada siapa lagi aku harus curiga?

Kau tersangka dalam kasus pembunuhan.

Kau berhak diam.

Apa pun yang kau katakan bisa menjadi bukti di pengadilan.

Tapi, sumpah, Pak,

aku tidak ada kaitannya dengan mayat-mayat itu!

Bukan aku, sumpah!

Fakta yang akan bicara.

Bawa dia.

Bukan aku.

Kalau bukan kau, lalu siapa?

Roh halus. Pembunuhnya roh halus.

- Roh halus pelakunya, katamu? - Benar.

Aku sungguh melihat roh! Aku harus bilang apa?

Jika kau tidak bersalah, maka tunjukkan kerja sama.

Kita akan lihat nanti kau ini saksi atau pembunuh.

Mek.

Suruh forensik mengambil DNA-nya.

Siap, Pak.

Aku mau dibawa ke mana?

Ayolah. Kenapa aku ditangkap?

Duduk.

Tunggu di sini dulu.

Sampai hasil tes darah keluar.

- Pak. - Hei.

Adakah sel lain?

Duduk.

Duduk.

Goddess Bless You from Death subtitles in other languages

Komentet

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left